Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 102


__ADS_3

Sementara Aini kini masih berada didalam kamarnya dia memakai tudung hijau untuk menutup kepalanya dan digunakan juga sebagai cadar.


Sedangkan selendang kuning dan merah ia gunakan sebagai pengikat pinggang untuk sabuk dan sebagai pelindung kedua janinnya yang masih berada dalam perutnya.


"Ibu akan menjaga kalian dengan baik nak... bantu ibu sayang,.. bantu ibu dengan doa.." gumam Aini lirih sambil mengusap perutnya.


Sementara itu ditempat lain nampak kelompok yang dipimpin oleh Aditya sudah stand by diposisi masing masing yang sudah ditentukan.


"Apakah semuanya sudah dipersiapkan Sony... ??" Tanya Aditya dengan tenang duduk dikursi kebesarannya.


" Sudah Tuan... semuanya sudah lengkap tanpa kurang suatu apapun,. " jawab Sony singkat.


"Baiklah setengah jam lagi kita akan meluncur ketempat itu,. " ucap Aditya dingin.


Wajah yang dulu sangat hangat dan sejuk dipandang kini berubah menjadi wajah yang datar dan Dingin tanpa ekspresi membuat beberapa anak buah Aditya meneguk ludah kasar takut salah dalam bersikap.


Pasalnya bosnya yang sekarang berbeda dengan bosnya yang dulu, Aditya dulu sangat tenang pembawaannya meskipun bersikap datar dan Dingin tapi sekarang wajah dingin Aditya mengalahkan kutub Utara bahkan pandangan matanya terkesan garang dan mengintimidasi siapa pun yang melihatnya.


Auranya begitu kuat seolah olah dialah yang paling berkuasa meskipun memang demikian,bahkan kini auranya begitu kuat hingga tak satupun dari anak buahnya melihat secara langsung kearah Aditya.


Rahang Aditya mengetat kala netranya melihat sebuah dokumen yang tadi diletakkan oleh Sony untuk nya, jari jari Aditya mengetuk meja kedua matanya semakin menajam kala melihat siapa yang memasukkan serbuk itu kedalam minumannya selain mamanya waktu itu.


"Elena.." gumam Aditya pelan.


Rahang nya makin mengetat kemudian tangannya kembali membalik halaman berikut nya untuk melihat laporan lainnya, kini bahkan sebelah tangan Aditya mengepal erat sampai buku bukunya memutih.


"Bang**t... Ternyata kau lagi wanita licik,. " sungut Aditya dengan gigi giginya yang bergemelatuk sedikit nyaring.


Bahkan beberapa anak buah Aditya yang masih berada disana pun kesulitan bernafas karena aura yang dikeluarkan oleh Aditya.


"Sony.. Siapkan senjata yang sudah kupesan kemarin sekarang juga..." titah Aditya


" Sudah Bos... semuanya sudah saya persiapkan,. " sahut Sony menunduk.


"Good.. segera meluncur..."


"Baik..."


Dengan langkah lebar dan cepat Aditya memimpin jalan didepan, sesungguhnya dalam hati Aditya sangat lah takut.


Yah, Aditya takut terjadi sesuatu dengan mantan istrinya itu apalagi sekarang Aini tengah mengandung bayi kembar miliknya,kalau saja waktu itu dia bisa mengontrol emosinya mungkin sekarang dia tengah berada disisi wanita pujaannya itu.


Tatapan matanya kini semakin menajam, hatinya dirundung kegalauan yang luar biasa sementara disisi lain nampak seorang pria berdiri diatas pepohonan yang cukup rimbun hingga tak satupun yang hadir ditempat itu menyadari keberadaan nya.

__ADS_1


Pria misterius dengan berjubah setbah hitam dan wajah yang ditutupi oleh topeng setengah wajah membuat nya terlihat semakin misterius.


Rahang yang tegas dan kokoh dengan sorot mata elang yang siapapun memandang nya pasti akan terintimidasi olehnya, sedangkan yang nampak sekarang adalah jiwa kepemimpinan yang sangat kental serta aura yang tertutup sempurna hingga tak satupun akan mampu menebak sekuat apa pria misterius itu.


Jangan kan aura atau pun Cakra apa yang dimilikinya keberadaan nya pun tak satupun tahu akan kehadiran nya yang justru mungkin akan membahayakan salah satu kelompok,sekte ataupun aliran apapun disana atau bahkan membahayakan semua yang ada disana nantinya.


Dengan senyum smirk dan penuh misteri nampak pria misterius itu tengah mengamati sesuatu sampai akhirnya kedua tangannya mengepal erat bahkan sampai buku bukunya memutih.


Namun tanpa pria itu sadari juga ada sesuatu yang tengah mengintainya nampak sekali kilatan sinar dari dua mata sesosok mahluk yang sangat kental dengan aura membunuh,namun nampaknya tujuan mahluk itu bukan kepada pria misterius itu tapi justru kepada sesuatu dibawah sana.


Sementara itu nampak seorang wanita dengan kebaya kemben berwarna kuning dan hijau serta dandanan yang khas akan kerajaan Jawa pada umumnya, wanita yang tak lain adalah Astri dengan gaya angkuh dan sok kuat dan berkuasa membuat beberapa kelompok disekitarnya berdecih sinis.


"Cuihh... Ternyata wanita jala**g itu berhasil sampai tahap ini..." gumam seorang laki-laki yang sedikit tua dari Astri.


Disisi selatan kelompok yang kini dipimpin oleh Nico dan kakek Bimo tengah siap siaga dengan wajah datar dan dingin nampak aura Nico yang kuat mengelilingi area sekitarnya.


Sementara Nico hanya mengeluarkan sebagian kecil kekuatan nya saja apalagi kakek Bimo yang masih tenang seperti tidak terganggu akan aktivitas akan keberadaan sekitar.


'Nampaknya ada beberapa orang yang tengah mengintai dari kejauhan' batin kakek Bimo.


'Iya aku tahu kek' kakek Bimo mengernyit nampaknya kakek Bimo lupa kalau Nico juga bisa telepati dan bisa baca pikiran orang.


'Kau harus tetap fokus dan waspada le...' kembali kakek Bimo berkata melalui telepati dengan cucunya itu.


'Aku tahu kek... kakek tenang saja' jawab Nico.


hiiiiigghhh


Terdengar suara derap langkah dan ringkikan kuda dari kejauhan,bahkan ada beberapa kuda yang menarik sebuah kereta kencana yang sangat mewah.


Ada yang aneh dari wujud kuda kuda yang menarik kereta kencana tersebut,dari setengah badan hingga kaki memang menyerupai kuda yang berarti dari pinggang kebawah sedangkan dari pinggang keatas wujud kuda tersebut adalah sebagai manusia.


Mempunyai empat kaki dan masih punya dua tangan wajahnya pun tak kalah rupawan dengan manusia biasa hanya saja perwujudannya yang aneh.


Nico yang tadinya sempat terkejut dengan kehadiran kuda kuda dan kereta kencana yang ditariknya kini hanya diam sambil memprediksi seberapa kuat makhluk makhluk yang berada disekitar nya terutama mahluk jadi jadian tersebut.


"Gila... ternyata dipulau Jawa ini ternyata ada mahluk yang seperti itu... crazy... really crazy, it turns out that this world is filled with mysteries... (gila... gila banget, ternyata dunia ini penuh dengan misteri...)" teriak salah satu orang disana.


"Hmmm..." Nampak senyum penuh misteri tercetak dibibir salah satu pemimpin sekte dari negara lain.


"this country just got more and more interesting... ( dinegara ini semakin menarik...)" gumam salah satu pemimpin sekte.


Saat ini masih belum tengah malam tapi area tempat dimana nantinya akan dibangkitkan nya kekuatan iblis dan terlahir nya kembali iblis terkuat yang selama ratusan tahun ini tersegel.

__ADS_1


Sementara semua para sekte berkumpul jadi satu kini pak Harun tengah kelabakan mencari keberadaan putri bungsunya yang kini tengah menghilang dan tak diketahui dimana keberadaannya.


Hafiz dan pak Harun mengerang frustasi Hafiz yang tengah dilanda kebingungan kini Lucy putri kedua dari pak Harun itu tengah bersiap hendak pergi bersama salah satu temannya.


Pak Harun yang melihat putrinya yang bersiap hendak pergi tak urung mengangkat sebelah alisnya heran memang nya mau kemana putri nya dengan perut sebesar itu bukannya istirahat dikamar.


Nampaknya pak Harun lupa dengan apa yang pernah dikatakan oleh Ruth kalau Luciana kini tengah menjadi incaran teman temannya yang tak Lucy ketahui bahwa temannya itu adalah anggota dari aliran sekte.


"Tadi Andriana sudah lebih dulu berangkat bareng salah satu temen kita pa... " jawab Lucy.


"Apa... kemana... " pak Harun yang sadar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Luciana.


" Temenku tadi bilang katanya ada pertemuan setelah itu kami akan makan malam bersama merayakan kepulangan mu kema...."


Brakk


"Lancang kau Lucy... " Pak Harun menggebrak meja ruang tamu nampak nafasnya tersengal dan kilatan amarah pak Harun yang ditujukan kepada Luciana.


"Pa... A aku ha hanya mengajak Adriana jalan jalan saja da dan makan malam se setelahnya pa... la lu ap apa masalahnya..." kini tubuh Luciana bergetar karena ketakutan melihat kemarahan papanya.


"Kau... " jari telunjuk pak Harun mengarah ke wajah Luciana.


"Kau BODOH... kau sudah menyerahkan adikmu kepada... Aaaahhhhh... seharusnya kau lebih pandai Lucy... bukannya malah semakin Bodoh kek gini,.. Otakmu ditaruh dimana hah... " kini hafiz tak kalah marahnya dengan papanya.


Sejak tadi hafiz menahan amarahnya sekuat mungkin tapi tatkala Luciana mengatakan bahwa Adriana dibawa temannya kesuatu tempat membuat dada kedua pria berbeda generasi tersebut menjadi panik dan kalang kabut .


"Hiks hiks... saya tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian,.. kalian dari dulu hanya mementingkan Adriana daripada aku... hiks hiks"


"Hallo ... iya aku segera kesana, Tutt..." hafiz mengangkat panggilan masuk yang mereka berdua tidak ketahui dari siapa.


"Pa... papa disini bersama Luciana jangan biarkan dia keluar rumah kalau dia memaksa potong kakinya..." ucap hafiz dengan suara tertahan.


"Aku akan pergi bersama Ruth... kau dengar kan aku Lucy jika kau masih sayang nyawamu dan anak dalam kandungan mu diam disini dan turuti semua perintah ku dan papa..." dengan sedikit emosi hafiz pun keluar dari rumah setelah menyebar jaket yang tergantung dari tempatnya.


Luciana yang melihat kakaknya keluar pun hendak mengikuti hafiz dia tidak peduli dengan ancaman dari hafiz.


"Selangkah lagi kau maju pistol ini akan akan berbicara..." ancam pak Harun.


Klek


Luciana hanya diam mematung dia tak menyangka kalau papanya juga lebih kejam sekarang menurut nya.


"Ikat dia dan bawa kekamarnya..." titah pak Harun terhadap beberapa penjaga dirumahnya yang dibawa Ruth beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2