Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 97


__ADS_3

Sementara dirumah pohon nampak seorang Nico tengah duduk di depan jendela ruangan yang nampak kecil tapi sedikit luas jika ditempati untuk dua orang.


Nico membangun sendiri rumah pohon tersebut,dia ingin gadis kecilnya juga ikut tinggal disana suatu saat nanti tapi seperti harapan nya sedikit pupus kala Aini menyebutkan akan kerumah laki laki bodoh menurut Nico


"Bagaimana Aini bisa tahan dengan keluarga toxic tersebut,.. cih... membuatku muak saja" gerutu Nico pelan.


Nico merasa frustasi hatinya galau dalam pikirannya dipenuhi dengan bagaimana jika aini kembali dengan mantan suaminya itu.


"Assalamualaikum kak..." Nico terjingkat kaget mendengar sebuah suara lembut dan sangat familiar dirungunya yang selama ini ingin selalu dia dengar setiap saat.


"Wa_ waalaikumsalam.... Aini..." nampak kedua mata Nico membola melihat dibawah rumah pohon berdiri seorang gadis cantik yang selama ini dia rindukan.


"Kenapa kau sekaget itu kak...!!" Aini cemberut lucu Dimata Nico.


"Ma maaf Ai... kakak hanya kaget saja oh iya kamu naik kesini...."


Wuushh


Sett


"Astaga Ai.... kau jangan membuat ku takut kenapa... bikin jantungan wae..." sungut Nico sambil mengelus dadanya.


"Kau kenapa kak.?? apakah kau marah padaku heumm...!?" Nico yang mendengar pertanyaan Aini terdiam kaku.


"Ma marah kenapa ai... gak kok kakak hanya capek aja...." jawab Nico cepat.


"Kak... besok adalah puncak dari segala ritual jadi ada beberapa sekte dan penganut aliran iblis lainnya nanti akan berkumpul disana jadi kesampingkan dulu apa yang jadi pikiran mu saat ini,... " Aini menjeda kalimat nya kemudian mengambil nafas dalam dan menghembuskan secara perlahan.


"Kak Nico fokuslah untuk besok karena bukan hanya dari negara ini saja tapi ada yang dari berbagai negara lainnya yang kelompok sektenya lebih kuat dari kita, jadi kita hanya harus memainkan strateginya saja" Nico masih bergeming mendengar kan setiap kata kata Aini.


Yah Aini benar kenapa dia begitu bodoh yang hanya karena masalah ini saja sudah lupa bahwa ada yang lebih penting dari masalah pribadinya.


Kini ruangan mini itu tiba-tiba menjadi hening sesaat,tak ada yang bersuara bahkan dari Aini maupun Nico.


Entah apa yang jadi pikiran mereka berdua masing-masing masih berkelana disana.


Brakk


Dugh


Terdengar suara bantingan seseorang yang seperti menabrak atau dihantam sesuatu barang yang terdengar keras sekali baik Nico maupun Aini kini saling melempar pandangan.


Dengan segera Nico memasang perisai Cakra putih transparan diarea rumah pohonnya,Nico melirik kesamping kemudian melempar pandangan kearah Aini memberikan kode pada gadis itu agar mengetahui apa maksudnya.


Aini hanya mengangguk dan diam tak lama kemudian terdengar suara erangan yang kesakitan dan menggelegar diujung sebelah timur jalan setapak yang tadi dilalui oleh Aini.


"Jadi mahluk itu membuntuti ku tadi maunya apa sampai sampai rela melakukan apa saja demi membawaku," batin Aini bermonolog.


"Kau dibuntuti ai... kenapa kau tidak tahu??" tanya Nico sedikit sebal karena Aini lengah.

__ADS_1


"Aku tahu tadi ada yang membuntuti ku pas keluar dari pentohouse mu kak, tapi aku biarkan karena aku ingin tahu apa tujuannya " tukas Aini cepat tak mau disalahkan.


"Aku mau keluar kak Nico urus ketiga mahluk jelek itu aku akan menemui kak Aditya untuk membicarakan sesuatu " Nico bergeming mendengar ucapan Aini tiba-tiba saja Dadanya bergemuruh hebat nafasnya naik turun wajahnya memerah karena menahan amarah yang siap meledak kapan saja.


Nico hanya mengangguk dan bergeming ditempat nya,dia menatap punggung gadis pujaannya itu sampai menghilang, samar samar terdengar suara" Aku serahkan tiga tikus ini padamu le,kami pergi dengan genduk ayuku...".


Nico yang sedari tadi sempat dalam keadaan mood yang tidak begitu bagus kini semakin sangat tidak baik baik saja,jiwa psikopat nya tiba tiba muncul.


Nico dengan kecepatan kilat melesat kearah ketiga mahluk itu bahkan tanpa disadari oleh mahluk mahluk itu,dengan gerakan yang tak terdeteksi Nico menghantam, menghajar,dan membombardir dengan separuh tenaganya saja meskipun tidak keseluruhan tenaga Nico mampu menghabisi ketiga tikus itu dengan entengnya.


Tanpa bisa melawan dan tak diberi kesempatan Nico ketiga mahluk itu nampak kuwalahan dan tak diberikan kesempatan untuk membalas serangan dari Nico.


Krakk


Bruakk


Aaaahhhhh... sesekali terdengar suara erangan dan teriakan dari salah satu mahluk itu.


Brukk


Duagh


gedebumm


Aaaarrrggghhhh.... Ampuni kami Tuan... kamu terpaksa menuruti Ki Sidro untuk membawa gadis itu karena kami diancam kalau kami tidak bersedia melakukannya" pinta memelas dari salah satu mahluk itu dengan suara serak nan parau, kondisinya yang sudah tidak bisa dikatakan baik malah makin bertambah buruk rupa akibat serangan telak dari Nico.


Sett


"Saya Tuan... " tiba-tiba muncul seseorang yang dipanggilnya dengan patuh dan menunduk.


"Lakukan seperti biasanya,...."


"Baik "


"Tidak kumohon beri kami kesempatan kami akan melakukan apa pun yang kalian minta kalau kami sudah lepas dari dukun keparat itu " terdengar parau tapi masih mengeluarkan suara yang sedikit menakutkan bagi siapapun yang mendengarnya.


"Katakan.." bukan Nico yang bertanya melainkan Sony lah pemilik suara itu.


Bahkan aura Sony pun tak kalah dari Nico tapi karena sumpah dan janjinya kepada penolong nya Sony akan selalu setia berada didekat Nico bahkan dalam kondisi apapun itu.


"Kau urus sisanya aku akan mengikuti Aini..." tanpa menunggu jawaban dari Sony Nico segera berlalu dari sana.


****


Tap tap tap


Klek


"Ai... " Terdengar suara bariton tapi lembut ditelinga seorang Aini, seorang pria yang tak lain adalah Aditya.

__ADS_1


Saat ini Aini sudah berada didalam rumah Aditya, diruang tamu yang berukuran besar dan mewah, disana Aini duduk dikursi ruang tamu itu dengan tenang dan anggun.


"Ayo non Aini diminum .. simbok buatkan jus alpukat kesukaan non Aini..." ucap simbok mempersilahkan.


Aini hanya mengangguk kemudian simbok pun pergi dari sana,simbok tahu kalau tuan mudanya sangat merindukan wanita yang ada diruang tamu itu,simbok kemudian menggeleng kepala "dasar anak muda... kalau emosi dan ego sesaat yang berbicara pasti menyesal diakhir nya" ucap batin simbok sambil berlalu.


Sedangkan diruang tamu keduanya kini masih bergeming dalam posisi masing masing, Aditya masih lekat memandang wajah Aini dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Bagaimana pun juga Aditya masih sangat mencintai nya,tanpa dia sadari setetes buliran bening meluncur dari mata elangnya.


Dadanya begitu sakit saat ini bahkan semakin sesak kala melihat wanita yang didepan nya ini menatapnya acuh tak acuh, Aditya tahu watak Aini kalau sudah seperti ini pasti tidak ada kesempatan meskipun itu setitik jarum.


"Apakah kau sudah menandatangani surat itu kak..." suara lembut Aini memecahkan keheningan diantara mereka.


Deg


Jantung Aditya seakan akan mau lepas dari tempatnya ketika mendengar pertanyaan Aini barusan, Aditya menggeleng lemah dia tak tahu harus mengatakan apa, bibirnya kaku suaranya seakan tercekat ditenggorokan bahkan dengan susah payah Aditya menelan salivanya dengan kasar.


"Aku tidak bisa berlama-lama disini kak,.." Aditya menggeleng kepala ribut.


"Beri aku kesempatan Ai... Aku khi..."


"Tidak ada kata khilaf saat emosi sudah meraja otak kecilmu kak... meskipun waktu itu kau dalam kondisi terkena pengaruh angin hitam tapi kau masih sadar sepenuhnya kak,hanya karena kau melihat mama..."


"Stop Ai... stop ... kakak menyesal sungguh kakak sangat menyesal..." potong Aditya disela sela isakan tertahan.


"Ataukah ini sifat aslimu kak... sifat yang tersembunyi darimu,sisi lain dari seorang Aditya dan bodohnya aku terlalu naif dan... terlalu mencintaimu hingga aku buat dan lupa serta lalai bahwa bisa saja disetiap kebaikan mu tersimpan sisi kelam lainnya" ucapan telak Aini semakin membuatnya tak mampu mengeluarkan kata-kata.


"Aku juga tahu kalau kak Aditya orang yang sangat baik sekali, meskipun punya sisi lain dari dirimu kak... aku bangga pernah menjadi istrimu istri dari seorang Aditya yang mempunyai nama lain Devon didunia bawah pemimpin dari mafia JAGUAR itulah nama kelompok mafia yang paling ditakuti " Aini dengan tenang mengungkapkan dan mengatakan jati diri seorang Aditya.


Dari luar memang dia seperti pria normal biasanya,tidak ada yang mencurigakan tapi dibalik sikap lembut dan tenangnya ternyata dia adalah seorang pemimpin kelompok mafia didunia bawah.


Aditya terkejut mendengar apa yang diungkapkan Aini tentang nya barusan, jantung nya makin berdetak tak beraturan, Aditya tak menyangka kalau Aini sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.


"Aku mencintaimu Ai..." Aini mengangguk tenang


"Aku tahu kak.. begitu pun dengan ku,aku sangat mencintaimu meskipun aku awalnya tidak menyadari siapa dirimu dan meskipun aku tahu jati dirimu setelah itu bahkan rasa cinta ini tak berkurang sedikit pun. Yang aku sesali disini hanya satu kak... kau tak bisa membuang sifat pemarah mu,tadinya aku berpikir bisa merubah mu tapi nyatanya itu jauh diluar ekspektasi mu setelah kejadian itu,aku kalah dan aku menyerah saat itu juga." terdengar isakan kecil dari mulut Aditya.


Dadanya naik turun kepalanya menunduk sambil menggeleng kecil, Aditya hanya tak menyangka bahwa perjuangannya selama ini sia sia hanya karena emosi sesaat.


"Ai... tidak bisa kah kita kembali bersatu Ai... kakak menyesal dan ingin memperbaiki dan memulai dari awal lagi." Aini menggeleng kemudian dia menarik nafas secara dalam dan menghembuskan kembali dengan perlahan.


"Maaf... kau tahu arti dari talak tiga kan kak... sudah cukup lama kak Aditya vakum dari dunia bawah kembali lah kak mereka membutuhkan mu banyak penyusup aliran sesat dikelompokmu dan... ada beberapa anak buahmu yang sudah bergabung dengan mereka,. " Aditya mendongak memandang wajah ayu mantan istrinya itu dengan perasaan sakit.


"Bagiku kau tetaplah seorang Aditya yang lembut dan penyayang... jangan khawatir aku akan menjaga anak kita dengan baik,. " Aditya bergeming pikiran nya kini kembali gundah gulana.


"Kesamping kan dulu urusan pribadi kita ,ingat keponakan mu kini masih berada ditangan salah satu dari mereka,kak Adit kerahkan beberapa anak buahmu bergerak cepat itu lebih baik papa Antoni pasti sudah mempersiapkan seluruh anak buahnya kau juga jangan mau kalah,. sampai jumpa besok malam ditempat ritual kak hati hati..." Aditya mencerna setiap kata kata yang dikeluarkan Aini yah dia benar dia tidak boleh egois sekarang ada nyawa keponakannya yang harus dia selamat kan.


"Ai kakak... " Aditya mencari cari sosok Aini yang tadi duduk didepannya dan kini bahkan bayangan nya pun tak dia temukan.

__ADS_1


__ADS_2