Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 17


__ADS_3

Sementara itu Aini yang hendak bersiap untuk pulang dan beranjak dari situ tiba-tiba Rina Sahabat dekatnya pun menghampiri.


" Ai... Pulang bareng yukk...?? hari ini kan hari Sabtu weekend gitu loh kita ke Alun alun yukk sambil cuci mata" Ajak Rina sambil menepuk pundak Aini dan hendak mengagetkan Aini.


" Aduh... Sorry yah Rin Aku gak bisa ikut soalnya Aku ada janji dengan Seseorang." jawab Aini tanpa menoleh kearah Rina, Diapun membereskan mesin jahitnya.


" Yaaahh... Lah Aku sama siapa dong Ai.. masak sendirian." sahut Rina mengerucut sebal.


" Ya Allah Rin... Aku Benar-benar gak bisa Aku minta maaf yah next time pasti Aku bisa jika Kamu mengajakku lagi" ucap Aini tenang.


" Hhmm ya udah Aku pulang dulu yah ntar aja Aku keluar sama tetangga Aku deh.. yuk Ai..." pasrah Rina pun pamit pada Aini, dan dengan cepat diapun berlalu.


Tapi bukan Rina namanya jika tidak bisa mencari tahu, pasalnya tidak biasanya Aini menolak ajakannya. meskipun Dia sedang jalan sama Devan sekalipun.


' Memangnya Aini jalan sama siapa sih kepo banget Aku tuh' bertanya tanya Rina dalam hatinya.


" Ahaa... Aku sembunyi disini aja deh..." dengan semangat Rina bersembunyi dibalik halte yang berada tak jauh dari tempatnya bekerja.


Dengan sabar Rina pun bersembunyi yang dirasa aman dari jangkauan Aini.


Dan tak lama kemudian Diapun melihat Aditya keluar dari mobil mewah didepan pintu gerbang perusahaan tempat Dia mencari rupiah selama ini.


' Emangnya Pak Aditya sedang menunggu siapa atau Jangan-jangan sedang menunggu Aini' racau Rina dalam hatinya.


Tak lama kemudian Aini pun keluar dari pintu gerbang perusahaan itu, dan dengan antusias serta jiwa kepo yang tinggi Rina pun membelalakkan matanya tak percaya.


' Apa aku tak salah lihat OMG, demi apa coba,,?? Gak salah nih...!? Jadi Aini ada janji dengan Pak Aditya?? jadi selama ini Aini memang ada hubungannya dengan Pak Aditya yang tampan itu' Batin Rina meracau tidak jelas.


" Hhhmmm kau berhutang satu penjelasan padaku Ai... " gerutu Rina pelan sambil berlalu meninggalkan tempat persembunyian nya.


Tapi setelah mengetahui bahwa Aini sedang ada janji dengan siapa Rina pun tersenyum ' Akhirnya kamu menemukan orang yang tepat Ai... Aku tahu Pak Aditya sangat mencintai Dirimu dan Aku tahu Pak Adit sebenarnya bukan Orang biasa' kembali batin Rina bergumam.


Sementara itu Aini dan Aditya nampak saling membisu mereka pun hanyut dalam pikiran Masing-masing. Hati Aini pun masih meragu apa benar keputusan yang Dia ambil ini benar??


Berbeda dengan Aditya Dia nampak sumringah dan sering tersenyum sendiri, Bagaimana Dia tidak tersenyum orang yang selama ini Dia kagumi dan Dia sayangi yang hanya mampu Dia lihat dari jauh akhirnya kini berada satu mobil dengannya.

__ADS_1


Aditya pun bersyukur dalam hatinya 'Semoga kami berjodoh' batin Aditya


Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi Aini dan Aditya pun berhenti tepat didepan sebuah butik ternama dikota ini.


" Memang perlu yah Pak kita beli baju disini,?" Tanya Aini.


" Maaf Ai... Aku belum bilang Padamu tadi Kita akan kesebuah gedung pernikahan sepupuku kalau pulang ke kosan Kamu mungkin tidak akan sempat jadi kubawa Kamu kemari " jawab Aditya santai.


"Hhhmmm " Aini pun diam saja Dia tahu setelah ini akan ada kejadian apa, tapi dengan santai dan tidak banyak bicara Aini pun menuruti Aditya.


" Maaf Ai..." lirih Aditya mengucapkan permohonan maaf pada Aini.


" Tidak Apa-apa.. Tapi... Setelah ini pasti akan ada kejadian yang tidak diinginkan Pak Adit dan keluarganya. Jadi Pak Adit... Aku ingin tahu bagaimana sikap Anda nantinya" ucap Aini dan berhasil membuat Aditya penasaran.


" Emangnya akan ada kejadian apa Ai..." Tanya Aditya pada Aini.


" Nanti Bapak juga akan tahu dan ini ada hubungannya dengan masa lalu Saya pak" jawab Aini santai.


Aditya pun diam dan dengan santai Dia pun menggandeng tangan Aini dan membimbingnya agar mau mengikutinya untuk masuk ke Butik itu.


" Tolong Rias pacar Saya dengan bagus dan senatural mungkin jangan mencolok juga" pinta Aditya pada salah satu pramuniaga disitu.


Lagi lagi Aini hanya diam Dia masih memikirkan apa yang akan Dia lakukan jika bertemu dengan mereka nanti,


' Kak Candra Aku rindu Kak... Jika saja ada Kak Candra disini mungkin Aku akan tenang dengan kata-kata bijakmu' batin Aini menggerus perlahan


Setelah satu jam waktu berjalan akhirnya Aini pun selesai dirias,Dan Aditya pun juga selesai dengan setelan jas Tuxedo yang dipilihkan Aini tadi yaitu warna yang senada dengan gaun pilihan Aditya.


" Pak Aditya..." Panggil Aini pelan.


Nampak Aditya pun tertegun dengan penampilan baru Aini Aditya pun terpaku ditempatnya, matanya juga tak lepas memandang Aini lekat.


' Masya Allah ya Allah ya Tuhanku sungguh indah ciptaan mu ya Allah' Batin Aditya memuji Sang pencipta akan ciptaan nya.


" Maaf Pak... Apakah ada yang salah dengan penampilan ku sekarang Pak?!" Tanya Aini sambil tersenyum

__ADS_1


Aditya pun tersentak kaget lantaran lamunannya buyar karena panggilan dari Aini.


" Ti tidak Ai... Ka kamu sangat cantik dan anggun sekali" jawab Aditya spontan.


" Baik Pak... Apakah Kita akan disini saja semalaman...?" ucap Aini sambil tersenyum manis matanya pun tak lepas memandang Aditya, Aini pun kagum akan penampilan nya saat ini.


" Okay Ai.. Mari " Aditya pun memberikan tangannya dengan posisi mengapit agar Aini mau memegang atau menggandeng lengan Aditya.


" Baik..." ucap Aini mengangguk.


" Eehhmmm... Ai Aku mohon jangan memanggilku Pak Kamu panggil Aku apa gitu asal jangan Pak... Kesannya Aku kok kayak Bapak bapak saja" pinta Aditya pada Aini.


" Ehhmm oke Kak " Jawab Aini tersenyum tanpa menoleh dan tatapannya pun lurus kedepan.


Tak bisa dipungkiri bahwa jantung Aini pun berdegup kencang, Diapun juga merasa tegang pasalnya Dia juga akan mempersiapkan hatinya untuk nanti jika bertemu Sang pujaan hatinya yaitu Hafiz.


Aini tahu jika nanti Hafiz dan keluarganya akan hadir di acara itu. ' Kak Hafiz.... Apakah setragis ini kisah cinta kita?' batin Aini sedih dan kecewa. Sementara Aditya pun tak kalah berdebar itu yang dirasakan oleh hatinya saat ini.


Tanpa ia sadari Dia juga memikirkan apa yang dikatakan Aini sebelum menuju ke Butik tadi. 'Memang nya akan ada kejadian apa?' batinnya meracau


Tiga puluh menit kemudian mobil mewah yang dikendarai Aditya dan Aini pun sampai didepan gedung hotel mewah yang ada dikota tersebut. Aditya keluar dari mobilnya dan kemudian dengan setengah berlari Dia juga membukakan pintu mobil untuk Aini.


" Ayo Ai... Kita Masuk" Ucap Aditya sambil mengulurkan lengan kirinya agar Aini tidak canggung menggandengnya.


" Bissmillahirrahmaanirrahiim... Ayo Kak.." ajak Aini tak lupa senyum manis Dia suguhkan.


' Ya Allah Ai... Kamu jangan terlalu sering tersenyum seperti itu hatiku benar benar meleleh tahu gak sih' Batin Aditya mengagumi akan senyum Aini.


Tak lama kemudian Aditya dan Aini pun telah memasuki ruang dalam gedung itu. Nampak pula beberapa tamu undangan seperti sudah hampir semuanya memenuhi ruangan yang telah ramai akan sebuah pesta.


Aditya pun mengajak Aini menuju meja yang telah disiapkan untuknya dan seluruh keluarganya sebab Aditya masih punya hubungan keluarga dengan pemilik pesta pernikahan ini.


" Yukk Ai... Itu Papa dan Mama Aku" Tunjuk Aditya agar Aini pun mengikuti gerak tangan nya yang menunjukkan dimana kedua orang tuanya dan saudaranya.


## Next lagi nanti yah##

__ADS_1


__ADS_2