
Kini Aini berada dibibir pantai dia tidak langsung pulang tapi dia hanya kepantai dan berjalan jalan diarea sana untuk menenangkan hati dan pikirannya yang kacau.
Lama dia duduk sambil menopang dagu diatas batu besar pandangan nya kosong kedepan kembali puzzle puzzle ingatan dimasa lalu terpampang jelas diingatan nya.
Hatinya masih berkabut luka dan berselimut kehampaan lambat laun mata indah Aini menampakkan kaca kaca bening bak kristal yang siap meluncurkan beberapa mutiara di pipinya.
Aini tidak pernah mengeluh akan takdirnya dulu sewaktu kecil dia mengingat bagaimana hinaan caci makian bukan hanya dari orang sekitar bahkan dari orang terdekat nya pun lambat laun menjauh darinya seolah-olah dia adalah orang yang paling menjijikkan didunia ini hanya karena dia berbeda dari yang lain.
Entah mengapa mengingat semua itu membuat kabut kabut luka yang mulai menipis kini kembali menebal menutup rasa dan asa yang kian lara.
Terisak pelan suara Aini seperti hilang ditelan suara ombak laut yang bergulung gulung berkejar kejaran dengan dengan angin yang tak nampak tapi mampu terdengar suara alunan gelombang samar seperti sebuah alunan melodi alam semesta.
Kini dirinya hanya seorang diri harus berjuang menopang kehidupan untuk dirinya sendiri,Aini terlahir dengan istimewa tapi tidak ada yang tahu akan hal itu dia terlahir sebagai tulang rawan wangi yang mana dia terpilih sebagai seorang spiritualis yang masih mencari jati dirinya.
Hanya kakek Aini yang mengetahui keistimewaan cucunya tapi karena sang pencipta memanggil dirinya diusia senja dan memang takdir kakeknya hanya diberi umur sampai 90 tahun saja,Aini kecil pun tidak ada yang membimbing ataupun membelanya sewaktu dia dalam kesulitan dengan sosialisasi lingkungan nya.
Wajahnya yang ayu khas keturunan keraton membuat banyak pria akan tunduk padanya karena daya pikatnya meskipun tanpa ilmu pengasihan atau susuk pengasihan atau apapun itu.
Sepak terjang Aini sangat halus dan tidak kentara tapi mampu membuat beberapa tokoh spiritualitas tunduk dan hormat kepadanya, meskipun didunia nyata sehari hari Aini sering diremehkan tapi didunia astral dia sangat ditakuti itulah keistimewaan sang Tulang Rawan Wangi.
Dulu Aini kecil dikenal sangat lincah dan lucu tidak ada orang yang tidak menyukai Aini kecil waktu itu, seiring berjalannya waktu penglihatan Aini makin jelas tentang dunia astral apalagi usia Aini sudah menginjak satu tahun tapi Aini kecil yang tidak tahu apapun itu menganggap mereka adalah teman.
Flashback on
Waktu itu usia Aini memang bisa dikategorikan maklum masih satu tahun terkadang memang balita usia segitu biasanya ngomong sendiri atau apapun itu dapat dimaklumi.
Tapi seiring berjalannya waktu lingkungan Aini menganggap gadis kecil itu aneh karena keseringan bicara sendiri tertawa sendiri bahkan tanpa sengaja tetangganya memergoki Aini bicara sendiri sambil bermain dan ada beberapa benda yang melayang sendiri.
Spontan tetangganya itu terpaku dan sedikit takut jika berdekatan dengan Aini,mulai dari saat itu Aini dikucilkan bahkan kedua orang tuanya pun malu dengan keadaan Aini yang tidak normal.
__ADS_1
Seperti itulah pemikiran kedua orang tua Aini beruntung saat itu itu meskipun usia masih dini Aini tergolong dewasa sebelum waktunya atau dipaksa dewasa karena sebuah keadaan.
Tak ada satupun anak anak dikampung nya yang mau bermain dengan Aini, karena dilarang orang tua mereka tapi Aini tipe orang yang cuek dan tidak peduli tapi dia sangat peduli karena sifat welas asih yang dia punya.
Aini selalu menolong orang secara diam-diam meskipun orang itu membencinya tapi tetap saja Aini tidak bisa membencinya karena bagaimana pun orang itu tidak tahu kebenarannya karena itulah mereka ikut ikutan membenci Aini.
Kini kedua orang tua Aini dan kedua saudara nya sudah pergi meninggalkan dunia ini karena sebuah tragedi kebakaran yang menewaskan seluruh keluarga Aini,tapi semua orang mengatakan bahwa Aini lah penyebabnya karena dia pembawa sial.
Aini tahu bahwa kebakaran yang menimpa keluarganya dan menewaskan seluruh keluarganya tanpa sisa bukanlah unsur ketidaksengajaan melainkan sebuah pembunuhan berencana yang dilakukan oleh orang suruhan seseorang yang sangat membencinya.
Tidak ada dendam dihatinya dia yakin bahwa inilah takdir dirinya bahwa inilah ujian hidupnya yang harus dia jalani suka atau tidak suka.
Aini tahu siapa dalang dibalik pembunuhan keluarga nya dengan membakar rumah orang itu berpikir bahwa Aini saat itu sudah tertidur lelap bersama seluruh keluarga nya.
Aini menangis saat itu tapi tidak ada yang menggubrisnya sama sekali justru mereka mengusir Aini dari kampung itu,tapi berkat kebaikan seseorang Aini ditampung dan dianggap cucunya sendiri.
Yah kakek Bimo lah yang menolong Aini kakek Bimo juga dengan tulus meminta maaf atas apa yang menimpa keluarganya kakek Bimo tahu bahwa ini adalah ulah dari putrinya Neli Anggraini yakni ibunya Nico.
Akhirnya kakek Bimo menyerah dia tahu bahwa gadis ini terpukul dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Kakek Bimo tidak bisa bagaimana berkata kata selanjutnya.
Akhirnya kakek Bimo menyuruh Aini beristirahat dikamar yang sudah dipersiapkan untuk nya.
Hari hari berikutnya Aini menjadi pemurung tak banyak kata yang keluar dari bibir mungilnya dia hanya menjawab iya atau tidak selebihnya hanya anggukan dan gelengan kepala saja.
Kakek Bimo sangat khawatir waktu itu dengan Aini meskipun kakek Bimo tahu Aini mempunyai jiwa yang kuat tapi kakek Bimo tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi.
Akhirnya kakek Bimo memasukkan Aini kesekolah yang baru agar Aini kembali ceria dan punya banyak teman kakek Bimo berharap ditempat yang baru ini Aini menemukan banyak teman yang tidak memandang status maupun hal lainnya.
Dan usaha kakek Bimo membuahkan hasil Aini kembali ceria tapi tidak disaat dia pulang ketempat nya ,dia hanya ceria dilingkungan sekolah nya saja tapi kalau dirumah dia kembali menjadi pendiam.
__ADS_1
Kakek Bimo yang kebingungan dengan cara apalagi agar Aini bisa ceria kemana pun dia berada akhirnya kakek Bimo menyerah,tidak mudah memang melupakan semua kejadian yang menimpa dirinya dalam waktu yang singkat.
Kakek Bimo menghela nafas berat dia memang terlalu memanjakan putri nya hingga dia bisa berbuat sesuka hatinya,tapi untung nya Aini ditempatkan dirumahnya yang tidak ada seorang pun yang tahu karena kakek Bimo memang membeli rumah ini untuk Aini.
Flashback off
"Ai... kamu baik baik saja kan...??" Aini menoleh kearah suara yang ternyata adalah Aditya.
Aditya kaget melihat wajah Aini yang merah serta mata yang sembab seperti habis menangis,melihat itu hati Aditya sangat sakit apa yang terjadi pada gadis nya.
Tiba tiba saja Aini menghambur di pelukan Aditya,dia menangis keras hingga suara isakannya pun terdengar sangat memilukan Aditya mencoba menenangkan dengan menepuk nepuk pundaknya.
Aditya dengan sabar menenangkan dan merengkuh gadis itu dengan sayang dia tidak tahu apa yang terjadi dengan gadis itu,satu yang dia yakini bahwa masalah nya mungkin tidak sesederhana itu.
Lama Aini berada dalam pelukan Aditya dia masih setia dengan Isak tangisnya, Aditya dengan telaten dan sabar menunggu tangis gadis itu mereda.
Hatinya sakit melihat gadis pujaannya menangis tiada henti dia bersumpah akan selalu menjaga nya dengan kemampuan yang dia miliki.
Setelah beberapa lama Aini pun berhenti dari Isak tangisnya,Aini yang tersadar akhirnya mengurai pelukannya dia sedikit malu dan " Maaf kak" hanya itu yang keluar dari bibirnya.
"Udah nangisnya, kakak tidak rela melihat mu menangis Ai... hati kakak juga sakit melihatnya... ceritakan padaku ada apa sayang... kakak ingin kamu berbagi beban dengan ku berbagi segalanya bersama." Aditya melihat mata bengkak Aini jadi gemas sendiri ingin sekali dia menciumnya tapi itu diluar kehendaknya dia tidak berani karena Aini selalu menjaga Marwah nya sebagai seorang perempuan.
Aditya menghela nafas pasrah dia tahu mungkin Aini belum siap untuk bercerita banyak tentang kehidupan masa lalunya, sedangkan Aini masih menunduk malu tapi dia sangat bahagia disaat bersamaan tatkala melihat Aditya datang kemari untuk nya.
"Nanti lambat laun kakak akan tahu ceritanya tapi Aini tidak bisa bercerita sekarang itu terlalu menyakitkan untuk ku kak..." ujar Aini
"Baiklah Ai... kakak tidak memaksa asal kamunya siap untuk bercerita kapanpun kakak siap mendengarkan dan jadi pendengar cerita yang baik pula untuk mu heumm..." senyuman Aditya entah kenapa membuat Aini jadi adem seketika bak padang gurun yang tandus diguyur air es hingga menyejukkan hati nya
"Makasih kak... makasih atas semuanya" Aini tidak berani menatap Aditya karena matanya yang sembab.
__ADS_1
"Pulang yukk... kakak lapar juga kita makan dulu yah...??" dan diangguki oleh Aini.
"I LOVE YOU AI...." bisik Aditya ditelinga Aini yang bagaikan air telaga yang menyejukkan untuk hatinya yang telah lama gersang setelah membuang rasa untuk Hafiz,kini yang ada dihatinya hanya nama Aditya yang tertulis di kerajaan Arash hatinya.