Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 73


__ADS_3

Beberapa Minggu setelah undangan dari keluarga Aditya, kini Aini kembali disibukkan dengan rutinitas sehari-hari.


"Sudah hampir selesai yah..." nampak senyum smirk Aini terlihat dari bibir Cherry miliknya.


Sementara itu dilembah dimana tempat Astri yang masih setia dengan ritual Larung Sukmo kini sudah memasuki hari ke 30, sungguh Astri benar benar berniat sekali untuk mencapai tujuannya.


Berbagai kejadian yang diluar nalar yang dialaminya,tapi Astri nampaknya mampu dan kuat dalam menghadapinya, sedangkan diatas sungai lembah dimana tempat Astri berada nampak Mbah Redjo atau sekarang bisa dikatakan guru dari Astri masih mengawasi ritual tersebut.


Sesekali dia pergi dari tempat itu dan dua hari sekali dia berkunjung atau bahkan tiga hari sekali sang guru mengawasi dari atas sungai lembah itu.


Nampak senyum samar ditujukan gurunya Astri tersebut, dia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika Astri sudah selesai dengan ritualnya.


"Wanita ini benar-benar luar biasa nekad hanya demi sebuah dendam..." gumam Mbah Redjo.


Dia sangat salut terhadap Astri,tapi sangat menyayangkan kenapa hanya karena sebuah dendam dia sampai nekat bersekutu dengan iblis.


Mbah Redjo memang dukun yang sangat tidak bisa dianggap remeh,bahkan bisa dibilang sangat mumpuni tapi kalau untuk menyakiti atau bahkan membunuh memang sudah biasa dia lakukan tapi itu dulu.


Kini dia hanya menunggu seseorang mewarisi apa yang dia pelajari selama ini kemudian dia akan bisa dengan tenang pensiun dari dunia spiritual gelap atau bahkan jenis ilmu hitam.


Dia memang salah dalam menganut ilmu hitam, padahal dulu sahabat nya menasehati atau bahkan mengajaknya untuk membuang ilmu hitam nya, dan beralih menganut spiritual yang putih tapi karena nafsu duniawi nya dia kekeuh pada prinsipnya.


Kini dia menyesal dia berharap Astri benar benar berhasil dalam ritual nya,dan setelah wanita itu berhasil diapun akan hengkang dari dunia spiritual hitam yang sudah mengikatnya selama ini.


Tapi ada satu syarat yang harus Astri lakukan adalah dia harus mempersembahkan darah perawan yang lahir pada bulan purnama merah dengan weton khusus yaitu Kamis Wage atau Kamis pahing itu akan membuat Astri tak terkalahkan.


Tapi jika Astri gagal dalam mendapatkan gadis perawan diwaktu yang sudah ditentukan maka nyawa Astri yang menjadi taruhannya,atau bahkan anak cucunya yang akan menjadi korbannya bahkan sampai keturunan ketujuh.


Karena itulah Mbah Redjo tidak mau menikah seumur hidupnya, karena Mbah Redjo sudah berhasil dalam mempersembahkan Tumbal perawan nya tapi tidak untuk yang selanjutnya, nyawa ny memang bisa tertolong kali itu tapi tidak untuk yang berikutnya.


Tumbal perawan dilakukan setiap bulan purnama tapi dua kali Mbah Redjo tidak bisa memenuhi persyaratan perjanjian iblis itu lantaran dia sudah sadar akan tindakan nya,bisa dikatakan dia capek dengan segala ritual yang dia geluti selama puluhan tahun.


Katakan lah dia terlambat tapi buat Mbah Redjo gak apa apa dia terlambat asalkan selamat,tapi jikalau kali ini Astri gagal dalam menjalankan tugasnya untuk mencari tumbal tersebut maka nyawa Astri lah yang jadi taruhannya.


Hhhhhhh, Mbah Redjo menghela nafas panjang, " aku benar benar menyesal kini sangat terlambat bagiku untuk memulai semuanya dari awal atau untuk bertaubat diusiaku yang sudah sangat senja ini" bibirnya yang sudah menghitam kini terkatup rapat.


Dia masih teringat bagaimana emaknya waktu itu mengingat kan dia agar jangan terlalu jauh tersesat tapi dia seolah tuli dan dengan terang terangan menolak permintaan emaknya.


Padahal itu semua demi kebaikan nya,bahkan sahabat nya pun sudah berkali-kali mengajak nya untuk berhenti tapi lagi lagi nafsu duniawi yang mengikatnya menjadi sedemikian rupa.

__ADS_1


Kalau saja waktu itu pujaan hatinya tidak menerima lamaran dari laki-laki lain tentunya dia tidak akan memilih jalan sesatnya ini.


Kembali dia teringat bagaimana gadis pujaannya meninggal ditangannya, setelah berhasil menculiknya dimalam pertamanya setelah gadis pujaannya sudah resmi menikah dan membunuh suaminya ditempat dan didalam kamar pengantin, Mbah Redjo seolah sudah mati rasa.


Tadinya Mbah Redjo mau menumbalkan gadis itu tapi ternyata urung dia lakukan karena hari lahir dan wetonnya tidak memenuhi syarat,jadilah Mbah Redjo memperkosa gadis itu hingga gadis pujaannya meregang nyawa ditangan nya.


Bahkan disaat sang gadis menjadi hantu pun dia mengikatnya untuk menjadi pengikutnya agar dia puas melihat gadis pujaannya yang sudah menolak nya berkali-kali dan berakhir dengan pemerkosaan nya itu tersiksa,CK... sadis memang.


Mengingat itu semua Mbah Redjo jadi begidik dengan kejahatannya sendiri, ternyata dia sangat sadis melebihi iblis sekalipun.kini setelah Mbah Redjo benar benar sadar dari lamunannya dia berfikir ternyata masih ada manusia bejat selain dirinya, semoga Astri mampu melewati ritual ini.


Mbah Redjo yang melihat Tekad Astri yang membara membuat Mbah Redjo yakin akan menurunkan semua ilmu hitam nya. Lalu apakah Astri akan mampu memenuhinya.


Tinggal menunggu waktu berjalan dengan perlahan tapi pasti.


********


Sementara dipentohouse mewah milik Nico,nampak Nico sedang berbicara dengan seseorang diteleponnya.


"Aku ingin laporan nya segera..." terdengar suara berat Nico yang nampak sedikit frustasi.


"Sial... aku tidak akan melepaskan gadis itu,dia milikku bukan orang lain... jika dia tidak bisa menjadi milikku maka orang lain pun tidak akan bisa..." nampak gurat merah wajah seorang Nico yang menahan kekesalannya.


Nico sangat terobsesi dengan Aini,kalau saja ibunya tidak ikut campur dan tidak melakukan sesuatu yang membuat Aini menjauh darinya mungkin saat ini Nico sudah bersama pujaan hatinya.


"Fu*k.... dasar wanita iblis,. bagaimana aku bisa dilahirkan dari rahim wanita iblis seperti mu..." gumam Nico sambil menggeram sedangkan kini digenggaman nya ada sebuah gelas yang berisikan wine termahal koleksinya.


Meskipun Nico lahir dipulau Jawa tapi dia juga mempunyai darah kebangsaan Jerman apalagi yang notabene darah mafia yang diturunkan oleh Jhon Meyer ditubuh Nico mengalir hingga terkadang muncul jiwa psikopat.


Nico dikenal tanpa ampun jika menghadapi lawan bisnisnya,tapi dia sendiri juga menggeluti dunia hitam tanpa sepengetahuan keluarganya.


Jiwa liarnya akan bangun jika sisi baiknya terusik tanpa sengaja atau bahkan jika ada yang sengaja mengusiknya maka jangan salahkan Nico jika sisi kelamnya bangkit.


Tampak pandangan Nico menerawang kosong kedepan,tak lama kemudian kedua matanya memejam.


Masih teringat dengan jelas bagaimana sosok Aini kecil merajuk, Nico sangat gemas waktu itu, tawa lepas Aini kecil menjadi alunan musik tersendiri buat Nico,bahkan dari usia dini Nico sudah sangat menyayangi Aini.


Mengingat kenangan nya bersama dengan Aini membuat senyum Nico terbit sempurna,tiba tiba saja hatinya menghangat.


Tapi sedetik kemudian senyum itu sirna dan menguar begitu saja kala mengingat bagaimana perjuangan Aini kala itu, puzzle puzzle ingatan Nico terhempas kala dirinya mendapat i aini kecil menjadi sangat dingin dan tak tersentuh. bahkan oleh kakeknya diberikan sebuah rumah tapi Aini tidak mau menerima nya.

__ADS_1


Entah karena apa.. apakah karena kakek adalah ayah dari wanita yang sudah membunuh seluruh keluarganya??.


Kini setelah dia sudah dewasa dan disaat dia sudah berhasil menemukan kembali Aini ,dia bahkan sangat sulit untuk menggapai nya kembali, semua itu karena wanita iblis yang sayangnya adalah ibu kandungnya.


Nico mengusap wajahnya kasar hatinya begitu sakit dan galau, sebegitu cintanya dia kepada Aini, ataukah ini sebuah obsesinya saja.


"Tidak tidak... ini bukan obsesinya melainkan cintanya yang sangat dalam terhadap gadisku" kembali Nico menggeleng gelengkan kepalanya sambil bergumam sendiri.


Tak berselang lama setelah dia bergelut dengan lamunannya akhirnya Nico memutuskan meraih ponsel pintarnya.


Nampak setelah mensecrol beberapa nomor yang tertera disana akhirnya dengan segala pertimbangan Nico pun mendial sebuah nomor...


"Assalamualaikum... aku merindukanmu gadis..."


Tes


Nampak bulir bulir tetesan air bening disudut matanya,tanpa dia sadari terdengar suara isakan kecil dibibirnya.


"Aku mencintaimu Ai... sangat..." pelan suara Nico terdengar parau dan berat meski nampak terdengar sendu.


Ntah disadari atau tidak handphone yang dia pegang masih terpampang sambungan telepon masih aktif disana.


Aaaaahhhh... Fu*k....


Nico pun membanting handphone mahalnya,masih terdengar isakan pilu dari bibir Nico, kini tangan kekarnya memukul mukul dadanya dengan keras.


Bugh


Bugh


" Takdir macam apa ini Tuhan...." teriak Nico parau yang terdengar sangat pilu terdengar didalam pentohouse nya. beberapa maid pun ikut sedih melihat tuannya yang seperti itu.


Meskipun Nico terlihat kejam tapi sebenarnya dia sangat baik hati,hanya saja jangan sampai ketenangannya terusik hingga membuatnya marah itu saja.


Sett


Bugh


"Turuo le.... ( Tidurlah nak...)"

__ADS_1


__ADS_2