
"Hhmm... Maaf Pak... Bapak nanti tunggu pas disaat semua karyawan udah pulang semuanya, dan dalam keadaan sepi Anda tahu sendiri situasi dan kondisinya seperti apa, jadi Saya tidak mau ada omongan yang gak jelas dan bisa menimbulkan fitnah nantinya,..
" Iya Ai... Saya mengerti!!" jawab Aditya meyakinkan.
Nampak sekali binar bahagia terbit dibibir Aditya,Moodnya pun juga dalam keadaan baik.
Diapun juga mampu menghandle perusahaannya dengan baik pula meskipun dari jarak jauh.
" Then...
Then when will you return to your company, my dear brother, the goal has been achieved huh..."
( Lalu kapan kamu akan kembali ke perusahaanmu, saudaraku tersayang, tujuannya telah tercapai kan...) " Tiba tiba suara Kakaknya muncul didepan pintu tanpa ada suara masuk tapi sudah ada didepan pintu ruangan itu.
" Kakak kenapa ngagetin aja sih... Sudah Aku handle semuanya Kak,. Jangan khawatir " Sahut Aditya dengan mimik wajah senang
" Hhmm... Mentang mentang udah ada persetujuan dari tuh Do i eh... Malah Kakaknya nih dilupain." kembali kakaknya menggoda Aditya
" Loh emang Saya udah pernah janji apa sama Kakak hayoo... " tanya Aditya sambil tertawa jenaka
" Bukankah Kamu udah janji sama Kakak hari ini mengajak Kakak untuk ketempat yang kemarin Kamu janjikan heumm..." tampak Dewi mengingat kan Aditya akan janjinya.
" Astaghfirullah... Maaf Kak Saya lupa, oke Aku antar sekarang masih gak telat kan Kak" tanya Aditya serius
" Hhmm Kamu santai aja Kakak udah wakilkan sama adisten Kakak tadi. Jadi Kamu duduk aja disini sambil mengawasi sang pujaan hati" sambil mengedipkan sebelah mata kirinya Kakaknya pun dengan senang hati menggoda Adiknya.
' Alhamdulillah ya Allah akhirnya Engkau telah memenuhi permintaan Adikku" batin Dewi bersyukur pada Sang Rabb Nya.
#
Sementara itu ditempat lain dimana sekarang Hafiz berada,diapun termenung sambil memijit pelipisnya pelan ' sebenarnya siapa Kamu kenapa Aku begitu familiar dengan wajahmu' Batin Hafiz berkecamuk antara penasaran,ingin marah dan gelisah bercampur jadi satu
Dia yakin bahwa sudah mengenal gadis itu lama sekali. sambil memegang lukisan kecil yang tertera dibuku kecil privasinya.
Tampak tangannya mengepal tanpa Dia sadari entah kenapa hatinya begitu sakit saat memandang lukisan Gadis itu, ada amarah kesedihan air mata bahkan rasa gelisah yang mendominasi perasaannya.
' Ah... Aku tahu Devan tahu segalanya bukankah dulu Aku sering berbagi cerita dengan Dia, Dia juga yang dengan setia mendengarkan cerita dan keluh kesah ku ' batin Hafiz bermonolog.
Hafiz merasa semenjak Dia sadar dari koma Devan pun berubah tidak seperti Devan yang Dia kenal dulu.
" Astaghfirullah... " sambil beristighfar Hafiz pun mengusap wajahnya dengan kasar.
Ceklek...
__ADS_1
" Kakaak... " tiba tiba muncul seorang Gadis siapa lagi kalau bukan adik manjanya.
Luciana nyelonong masuk meskipun tanpa izin dari sang empunya. Sedangkan Andriana menyusul kemudian,
" Kak Hafiz ... Katanya mau ajak Jalan-jalan" Kata Andriana dengan sikap manjanya.
" Hhmm jangan sekarang Kakak lagi Badmood,. " Jawab Hafiz malas.
" Loh loh loh... Kok gitu sih" sahut Luciana manyun.
" Yah Kakak saat ini lagi malas aja Dek... Kakak janji pasti ajak kalian jalan jalan tapi gak sekarang oke..." ucap Hafiz meyakinkan keduanya.
" Hhuuuhhh kok gitu sih... " sungut Luciana mengerucutkan bibirnya.
" Oke deh Kak,. tapi janji yah next time" sahut Andriana kemudian
Bagi Hafiz Adek yang paling mengerti Dia adalah Andriana, berbeda dengan Luci...
' Eh tunggu dulu Andriana pasti tahu sesuatu tentang Gadis itu Aku yakin ' batin Hafiz menerka nerka
" Oke deh Aku pamit awas nanti kalau kak Hafiz ingkar janji lagi" sungut Luciana keluar tanpa pamit.
Hafiz pun tahu jika Adiknya yang satu ini pemarah dan manja. Berbeda dengan Andriana meskipun Dia masih muda tapi dari sifat dan karakter Dia Andriana lebih dewasa daripada Luciana.
" Hhmm... Tunggu dulu ada sesuatu yang ingin Kakak tanyakan sama Kamu,." Cegah Hafiz sebelum Andriana keluar dari kamarnya.
Nampak Andriana mengerutkan keningnya penasaran ' Ada apa kiranya sang Kakak menyuruh Dia untuk tetap diam disitu dan ingin bertanya sesuatu tapi apa' batin Andriana pun berkecamuk gelisah.
Dia takut kakaknya bertanya tanya tentang kehidupan pribadinya yang sudah ia lupakan setelah sadar dari komanya. Andriana takut Hafiz pelan pelan mengingat tentang sosok Aini lagi.
Bukannya Dia tidak suka pada Aini tapi yang Dia takutkan adalah Ibunya. Yah Ibunya lah yang membuat Andriana takut pasalnya kalau Ibunya mengetahui hal ini yaitu Hafiz sudah mengingat kembali Ibunya pasti akan segera menyuruh orang untuk mencelakai Aini.
Jantung Andriana pun berdegup kencang tak karuan dan bertalu-talu, dalam hati Dia pun berdoa semoga Kakaknya tidak bertanya tentang Aini.
" Kamu kok tegang gitu Dek ada apa...?" tanya Hafiz heran karena barusan Dia melihat Andriana mendadak pucat wajahnya.
" Ng nggak kok Kak... Katanya mau tanya cepet gih mau tanya apa??" ucap Andriana memastikan bahwa Dia tidak seperti yang dituduhkan Kakaknya.
" Oke to the poin aja yah... Kamu buka buku itu dan liat gambar yang ada didalamnya" perintah Hafiz sambil memberikan sebuah buku kecil itu kepada Andriana.
Dengan agak sedikit ragu Andriana pun mengambil buku kecil itu dari tangan Hafiz dan setelah dia membuka satu persatu buku kecil itu nampak sebuah lukisan atau gambar kecil dan menunjukkan bahwa gambar itu sangat sempurna seperti aslinya.
Dan nampak wajah Andriana pun membola pasalnya dia tahu gambar siapa Gadis yang ada didalam buku itu.
__ADS_1
Dan tentu saja semua itu tak lepas dari pengamatan Hafiz sudah diduganya bahwa ekspresi Andriana pasti sama dengan ekspresi Devan saat Dia menunjukkan gambar Gadis itu.
" Ehhmm... Foto siapa ini Kak ... Eemm maksudku gambar siapa ini? kok Aku baru melihatnya" tanya Andriana pura pura tidak tahu dan bertanya pada Hafiz.
" Kau benar-benar tidak tahu siapa Gadis ini heumm... " tanya Hafiz sambil menatap tajam kearah Andriana.
Dan nampak Andriana salah tingkah ditatap kakaknya seperti itu. Ada rasa ketakutan tersendiri Dia pun khawatir kalau Kakaknya tahu bahwa Dia berbohong dengan mengatakan bahwa Dia tidak tahu siapa Gadis yang ada digambar itu.
" I iya Kak Saya nggak tahu" jawab Andriana pelan meyakinkan.
" Oke Aku pegang Kata katamu bahwa Kamu tidak mengenal Gadis yang ada difoto itu, tapi... Kamu tahu kan siapa Kak Hafiz kalau sudah tahu dibohongi apa yang akan Kak Hafiz lakukan padamu,. jika Kakak tahu Kamu membohongi Kakak" ucap Hafiz memberikan peringatan kepada Adiknya.
" Eh.. I iya Kak tap tapi... Jika Andriana mengatakan dengan sejujurnya apa Kak Hafiz akan marah sama Mama" tanya Andriana polos
" Memang apa yang sudah Mama lakukan padamu ataukah pada Gadis itu??" tanya Hafiz penuh penekanan.
Tanpa sadar Andriana pun menutup mulutnya Dia keceplosan, dengan menepuk kasar jidatnya Andriana pun menggeleng pelan.
" Katakan apa yang terjadi pada Kakak selama Kakak koma ataukah ada yang Kamu ketahui selain itu heum..." kata kata Hafiz berhasil mengunci pergerakan Andriana.
Diapun tidak bisa mengelak bahwa apa yang dikatakan Kakaknya memang benar.
Andriana mengetahui rahasia tentang dibalik kecelakaan Hafiz yang mengakibatkan Kakaknya koma dan temannya Candra yang meninggal ditempat.
Andriana pun menangis bergidik ngeri melihat dan mendengar siapa Mamanya sebenarnya,Andriana pun tak menyangka jika Mamanya lebih kejam daripada *******.
Mamanya mampu memanipulasi hukum dan bukti bukti tentang kecelakaan yang menimpa Kakaknya dan juga temannya.
" Maafkan Ana Kak... Ana tidak tahu harus bercerita pada siapa Ana takut celaka juga" Isak Andriana terdengar memilukan.
" Astaghfirullah... Sebenarnya apa yang terjadi Ana" lirih Hafiz berkata pada Andriana sambil memegang dadanya yang terasa semakin sakit akan ingatan ingatan yang tidak jelas dan samar.
Andriana pun masih menangis tersedu Dia ingin menceritakan semuanya tapi lidahnya seolah-olah kelu enggan untuk bercerita.
" Maafkan Ana kak.... Maafkan Ana... Hiks hiks hiks..." ucap Andriana sambil terisak.
" Ana janji akan menceritakan semuanya tapi tidak sekarang jujur Ana masih syok Kak" ucap Andriana pelan.
" Oke Aku tunggu tapi setelah ini Kamu harus menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat sekecil apapun itu" tegas Hafiz.
## Waduuhh... kok bisa gitu yah emang apa yang udah dilakukan Mamanya pada Putranya##
next nanti lagi yah author gy gabut xixi
__ADS_1