
"Sayang.. kali ini mama benar benar rindu dengan Aini... ajak dia kemari yah... ??" pinta Mama Rossa kepada putranya.
"Iya ma... besok pagi saja yah hari ini Aditya ada janji dengan teman Aditya..."
"Heumm... ya udah... mama Rossa berlalu begitu saja dari kamar Aditya, sontak Aditya mengernyit heran kenapa dengan mamanya kali ini ? batin Aditya bertanya tanya. "Ah sudahlah... nanti juga baikan" gumam Aditya pelan.
Drrrttt Drrrttt
Aditya merogoh saku celananya dia lekas mengambil ponselnya yang berdering nyaring.
"Iya hallo Rob... malam ini kan?? oke aku segera tiba kesana,.." setelah Aditya menutup teleponnya dia segera keluar menuju tempat yang jadi pertemuan nya dengan sahabat lamanya.
Beberapa hari ini dia belum menemui Aini entah apa yang dia lakukan sekarang, Aini cuma berpesan bahwa dalam waktu satu Minggu ini dia agak sedikit sibuk,tapi Aditya sudah menempatkan beberapa bodyguard bayangan untuk Aini jadi Aditya tidak akan khawatir lagi akan kekasihnya itu.
Setelah sampai di sebuah cafe xxx Aditya mencari keberadaan beberapa temannya, sudah lama Aditya tidak berkumpul bersama mereka karena mereka semua punya pekerjaan dan perusahaan masing masing.
Nicholas Hoult adalah teman Aditya semasa kuliah dulu di new Zealand, sedangkan Robbin adalah teman tongkrongan disuatu bar yang awalnya hanya rekan bisnis kini sudah menjadi sahabat karena klop dalam usaha.
Sedangkan Joddy adalah pria paling play boy diantara mereka semuanya,Joddy ini dipercaya oleh ayahnya untuk mengurusi perusahaan nya dan sekarang sudah berada diposisi dengan jabatan CEO.
Tak ayal dengan segala kekuasaannya dia pun menjadi sang Cassanova sejati yang hanya menikmati lubang surgawi dunia yang tak halal. Tapi Joddy sangat menikmati dengan keadaannya.
Joddy bangga akan hal itu selain didukung wajahnya yang tampan dia juga pemilih meskipun dia seorang Cassanova sejati.
"Assalamualaikum semuanya... " ucap salam Aditya kepada ke3 sahabatnya.
"Waalaikumsalam... dit..." jawaban salam dari Robbin sedangkan dua teman lainnya melongo mendengar salam Aditya.
"Ckk... tumben Lo... akhirnya sadar juga Lo... tapi elo beneran tobat nih..." tanya Joddy mencibir.
"Terserah kalian deh... " ujar Aditya malas.
"Kayaknya ada yang udah punya gandengan nih..." tukas Nicholas Hoult santai.
"Aditya bergeming tak menghiraukan ucapan dari salah satu sahabat nya.
"Jangan bilang apa yang dikatakan Nicholas tuh beneran..." ucapan Joddy bikin Nicholas penasaran,tapi tidak dengan Robbin.
"Insya Allah gue ntar lagi merrid,tapi masih belum tentu hari dan tanggal nya kapan masih planning..." kini kedua mata kedua sahabat nya membelalak kaget. berbeda dengan Robbin dia masih memasang wajah datarnya.
" Hei ... rob... jangan bilang kalau elu udah tahu sebelumnya." Robbin masih bergeming tak menjawab pertanyaan Joddy.
"Ckk... emang siapa gadis yang sudah berhasil memikat mu wahai pangeran kulkas dua pintu." Aditya hanya geleng-geleng kepala saat sahabat nya mengatasi kulkas dua pintu padanya.
"Makanan nya pak... silahkan...." ucap pramusaji ramah.
Jangan lupa Joddy sang Cassanova sejati pasti tidak bisa merem kalau ada cewek bening sedikit saja.
Plakk
"Shitt... Damn..." umpat Joddy kala Robbin menepuk pundaknya sedikit keras.
"Otak mesum Lo itu harus diisi biar waras..." ujar Robbin sarkas.
"Ckk... bilang aja elo iri sama gue " Robbin hanya memutar bola matanya malas dengan kata kata Joddy.
__ADS_1
"Udah dimakan atau kamu pulang..." sarkas Robbin lugas.
Akhirnya mereka pun makan dalam diam, setelah selesai dengan makanan yang ada dimeja Aditya dan 3 sekawan nya juga mengobrol ringan.
"Aditya..." panggil seorang perempuan dengan suara lembut.
"Yah..." spontan Aditya menoleh dan nampaklah seorang wanita cantik nan anggun yang tak lain adalah Elena.
Ketiga teman Aditya hanya diam memperhatikan Aditya dan wanita itu, Joddy sedikit heboh sedangkan Nicholas masih diam dia seperti sangat familiar dengan wajah wanita ini tapi dia lupa.
Sedangkan Robbin hanya diam menatap tajam kearah Elena, menunggu apa yang akan dilakukan wanita itu.
Robbin tahu siapa elena dia adalah partner ranjang salah satu rekan bisnisnya, kalau dilihat lihat dia nampak polos tapi sangat liar.
Robbin sedikit mengangkat sebelah alisnya sedikit jijik melihat wanita yang sedang berusaha melakukan pdkt pada sahabat nya ini.
Diam diam Robbin tersenyum smirk,dia ingin tahu apa tujuan wanita ini kepada sahabat nya ini.
"Waah kebetulan yah dit... kita ketemu disini.." ucap elena sedikit malu malu.
"Woi... bro elu kok diam aj emang dia siapa kamu..." tanya Joddy sok polos.
"Bukan siapa-siapa,hanya anak dari temannya mama tidak lebih..." ada sedikit nyeri diulu hati elena Adit benar benar tak menganggap dirinya.
"Gue pikir dia calon istri elo yang tadi elo sebutkan..." tukas Nicholas Hoult santai
"Buk..."
"Boleh gabung gak, kebetulan cafe rame ..." potong elena sebelum Aditya menjawab pertanyaan Nicholas tadi
"Ada ada sini.... " jawab Joddy.
Nampak Robbin dan Aditya berdecak malas melihat tingkah laku Joddy, Elena yang mendapat sedikit kesempatan tak akan menyia nyiakan ya begitu saja.
Drrrttt Drrrttt
"Assalamualaikum sayang.... " sontak ke tiga sahabat nya secara berjamaah tersedak Robbin membelalak mata sedangkan Nicholas terbatuk batuk disela sela tenggorokan nya yang tersedak tadi.
Sedangkan Joddy sedikit cengo, sementara Aditya cuek tak menghiraukan para sahabatnya yang sedikit absurd tersebut.
Jangan tanyakan bagaimana perasaan elena saat ini, hatinya sakit sekali ada rasa cemburu dan amarah yang terpendam,kedua tangannya mengepal erat dibawah meja.
Wajah elena memerah karena marah dan cemburu jadi satu,apa kekurangan nya selama ini sehingga seorang Aditya enggan untuk menatap nya.
Siapa gadis sialan itu yang sudah merebut perhatian Aditya darinya, Elena benar benar sakit hati saat ini.
"Gue tahu elo cemburu dengan gadis yang menelepon Aditya, buang jauh jauh rasa elo itu... seorang Aditya tidak akan berpaling dari wanita lain ketika dia sudah terpaut dengan pujaan hatinya,dia orang yang setia ...." bisik Joddy panjang lebar.
Elena berjengkit kaget mendengar bisikan Joddy,dia melihat Robbin yang melihatnya dengan tatapan mata tajam, sedangkan Nicholas hanya tersenyum smirk.
" Mending sama kita aja gue sama Nicholas dijamin elo bakalan puas..." sontak Elena berdiri dia tidak terima dengan kata-kata Joddy.
Plakk
Elena menampar Joddy dengan keras tidak ada kemarahan diwajah Joddy dia hanya tersenyum licik sambil menampakkan wajah polos tak bersalah.
__ADS_1
"Elo kenapa menampar gue nona... memang apa salahku..." nafas elena naik turun hidung nya kembang kempis menahan marah.
"Bedebah..." tanpa menoleh elena pun segera pergi dari sana.
Sementara Nicholas dan Joddy serempak tertawa melihat tingkah elena, sedangkan Robbin hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan santai melihat tingkah laku kedua temannya itu.
"Kalian ini seharusnya mengajak wanita itu sekalian ke hotel biar perempuan itu tidak marah-marah " sarkas Robbin seakan menunjukkan kalau dia benar benar tidak menyukai wanita itu.
"Ckk... geu dari awal sudah tahu kalau tuh cewek mengincar Aditya,lagian tampang tampang kek tuh cewek udah kelihatan banget kalau mau caper sama kita kita dengan wajah sok polosnya itu" ungkap Joddy.
"Tapi dia cantik juga tapi sayang udah berisi..." kembali Joddy melanjutkan kalimatnya.
"Whatt..." kaget Nicholas dan Robbin bersama an.
" Tahu darimana Lo kalau tuh cewek hamil..." tanya Nicholas penasaran.
"Ya tahulah gue, jangan bilang gue gak tahu apapun tentang tipe cewek cewek kek gitu tampang polos tapi liar... gak rugi dong gue yang disebut Cassano gak tahu gimana caranya melihat tuh cewek berisi pa kagak, dari postur tubuhnya aja udah kelihatan banget " ujar Joddy dengan pongahnya.
Sementara Aditya tidak mempedulikan dengan ke tiga sahabatnya dia hanya fokus dengan telepon genggamnya yang kini sedang melakukan panggilan suara dengan kekasihnya,hingga dia lupa tentang ke tiga sahabat dan elena tadi.
"Ya udah kamu hati hati ,besok aku jemput mama kangen sama kamu..." ucap Aditya lembur yang didengar oleh ke tiga sahabatnya.
Mereka kompak diam memperhatikan dan mendengarkan obrolan Aditya dengan kekasihnya diseberang telepon.
"Oke See you my dear... Love you... Assalamualaikum Ai..." Aditya menutup teleponnya dengan wajah berbinar cerah,mood yang tadinya buruk karena kedatangan Elena kini membaik hanya dengan mendengarkan wajah kekasihnya.
"Ckk dasar bucin..." ucap ke tiga sahabatnya serempak dan kompak tanpa dikomando.
"Iri... bilang bos.. Eh iya sih cewek tadi kemana...??"
"Udah minggat gara gara gua ajak tidur bareng gak mau,nih gue ditampar ..." ucap Joddy dengan menunjukkan wajahnya yang terlihat gambar lima jari tangan Elena.
"Owh..." hanya itu yang keluar dari mulut Aditya.
"Dit... gue penasaran sama cewek Lo... pasti sangat cantik..." pertanyaan Nicholas seakan akan mewakili para sahabatnya disana.
"Iya pasti... bukan hanya cantik malah lebih cantik gue yakin jika kalian melihatnya pasti terpesona dengan nya..."
"Sombong amat lu... tapi boleh dong dikenalin Ama kita kita..." sahut Joddy
"Ogah gue... meskipun gue yakin cewek gue gak bakalan tertarik Ama elo gue gak akan memperkenalkan dia dengan kalian." sungut Aditya
"Ckk dasar pelit... gue gak akan menggoda cewek Lo,cuma pingin tahu aja..."
"Cuss gue balik guys... ada keperluan mendadak gue..." pamit Aditya
"Woii .. segitunya sama kita kita... jangan mentang-mentang Lo ud..."
plakk
"Ckk .. apaan sih Lo... main geplak pala orang sembarangan..." jangan ikut campur urusan Aditya atau elo berurusan dengan gue" Ancam Robbin kemudian dia ikut berlalu dari sana
kini hanya tinggal Nicholas dan Joddy " Nic... emang tampang gue sebejat itu yah... gue tadi hanya ..." Nicholas pun berdiri kemudian.
"Elo sih gak ada tampang bejat atau semacamnya tapi otak Lo tuh kotor banget kalau udah berurusan sama cewek, takut nya elo ngerebut ceweknya Aditya..." Joddy berjengkit kaget. sementara Nicholas sudah beranjak dari sana
__ADS_1
"Ya elah niat baik gue ditolak... padahal pingin tahu aja ... tapi gue penasaran seperti apa sih cewek seorang Aditya,, akan gue cari tahu sendiri lah..." gumam Joddy kemudian berlalu dari sana.