Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 19


__ADS_3

" Oke tapi Aku dikacih apa Om!!" tanya Poppy sambil tersenyum manis.


Pipinya yang gembul dan Gemoy membuat siapapun yang melihatnya pasti gemas. Tapi tanpa diduga Tiba tiba si Poppy pun menutup matanya dan memeluk erat Aditya.


" Kamu kenapa Sayang... Kenapa Kamu takut begitu heumm..." tanya Aditya diapun merasa tidak nyaman karena Tiba-tiba ada hawa panas di tengkuk dan dan sampingnya.


Aditya merasakan bahwa tubuhnya pun sangat berat sekali seolah-olah menggendong beban berkilo-kilo dipunggung nya.


Tiba-tiba ada seseorang menepuk bahu Aditya dengan pelan seketika itu juga tiba tiba Aditya pun merasa ringan kembali, disaat Dia menoleh ingin tahu siapa yang menepuk bahunya Aditya pun tenang ternyata Papanya.


" Ayo... " ajak Antoni dingin dan datar Adit pun juga merasa heran tidak biasanya Papanya bisa bersikap sedingin dan sedatar itu. 'Apakah dia bukan Papanya?' Batin Aditya bertanya tanya keheranan.


" Aini sudah menunggu disana..." ucap Papanya masih bersikap sama dingin dan datar.


Aditya pun tak ambil pusing tapi ada yang aneh kenapa Poppy tidak bergerak sama sekali kenapa dengan keponakannya. Tampak Aditya pun panik dengan setengah berlari Aditya menuju yang ditunjuk Papanya.


" Kak... Sini cepat.." Ucap sebuah suara dan ternyata Dia Aini.


" Ai... Poppy tidak bergerak sama sekali Ai... Aku takut terjadi apa-apa padanya.


" Tidak Apa-apa Kak,. Dia hanya tertidur lelap nih lihat.." Dengan tersenyum menenangkan Aini pun segera meraih tubuh mungil nan gembul Poppy.


" Kak Adit tenang saja Dia Baik-baik saja" kembali Aini menenangkan Aditya.


" Tapi Ai... Padahal tadi Poppy seperti gemetar ketakutan lalu dia memeluk leherku dan..." belum selesai Aditya bicara


" Ssssttt..." sambil menaruh telunjuknya dibibirnya Aini pun memberikan kode pada Aditya agar berhenti bicara.


" Makasih Kek..." ucap terimakasih Aini pada sosok didepan Aditya.


" Ap apa... kamu panggil Papaku dengan kakek apa maksudnya..." tanya Aditya melongo Tiba tiba sosok yang menyerupai Papanya tadi berubah menjadi sesosok Kakek kakek Tua berjanggut putih dan bersorban seperti seorang wali atau seorang kyiai.


Kembali Aditya pun dibuat Tek percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia pun terpaku ditempat sambil masih tetap diam ditempat dan mata yang melebar Aditya terdiam seolah-olah setiap Kata-kata yang hendak keluar dari mulut nya tercekat dan sulit untuk dikeluarkan.


Dengan tersenyum Kakek Tua itupun menepuk pundak Aditya dan seketika Aditya pun tersadar dari lamunannya.


" Astaghfirullah. Astaghfirullah. A Ai.... Apa yang kulihat ini nyata kan Ai... ??" tanya Aditya masih tak berkedip melihat kearah sosok yang dipanggil Kakek oleh Aini.


" Kak Adit jangan khawatir Kak beliau adalah Leluhur Saya... Sekaligus penjaga Saya.!" ucap Aini menjelaskan.


Sementara itu didalam pesta nampak Dewi tidak tenang Dia merasa ada yang mengganjal dan Dia tidak tahu apa, ketika Dia teringat akan Putrinya Dewi pun segera mencari keberadaan Suami dan Putrinya.

__ADS_1


" Hai sayang Kamu kenapa kok galau begitu...?" tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Dewi


" Loh mas dimana Poppy..." tanya Dewi semakin cemas


" Kamu ini jangan khawatir dia ikut Om nya.. " ucap Romi tenang.


" Iyah Bak Kamu jangan khawatir Dia Baik baik saja Dia bersama dengan Adekmu.. ah... Jayak sama siapa saja Kamu ini toh Nduk..." jawab Papanya menenangkan.


Sebenarnya dalam hati Antoni pun sangat khawatir tapi Dia menyembunyikan rasa kekhawatiran nya pada sang Putri agar Dia tidak panik.


Sementara Rossa yang melihat gelagat suaminya segera membantu menenangkan Dewi, Dan dengan sigap Diapun mengalihkan agar Dewi bisa melupakan sejenak akan kekhawatiran nya pada Putrinya.


" Kau ini disebuah pesta kek gini gak usah berfikir yang Aneh-aneh ayokk .. !! Kita ambil hidangan yang sudah disiapkan Mama dari tadi juga sudah lapar" ajak Rossa mengalihkan


Sambil menyikut suaminya Rossa pun nampak dengan santai lalu menggandeng Dewi agar mau mengikutinya, Tapi disaat mereka hendak mengambil menu makanan tiba tiba Rossa dikejutkan dengan sapaan seseorang disana.


" Hai jeng Rossa apa kabar...!!?" sapa Astri yang tak lain adalah ibunya Hafiz. Diapun bersama Luciana dan Andriana mereka juga terlihat hendak mengambil hidangan yang telah disiapkan disana.


" Oh hai juga jeng Astri Alhamdulillah kabar Saya baik sekali ..." dengan ramah Rossa pun membalas sapaan dari Astri.


" Oh iya Jeng... perkenalkan ini Putri putriku lihatlah Cantik cantik bukan..? ucap Astri memperkenalkan Kedua Putrinya, nampak sekali seperti ada maksud lain dari dari perkataan nya.


" Yah jelas dong Jeng siapa dulu dong Ibunya " Ucap Astri sambil tertawa ringan.


"Oh ya Jeng Hhmm ... Ngomong ngomong bukankah Jeng Rossa punya Anak Laki laki yah ?? tanya Astri menyelidik.


" Ah Jeng Astri ini kayak ada maunya saja sih Jeng Astri ini.." dengan sedikit bersenda gurau nampak sekali Rossa tidak suka akan pertanyaan Astri dengan bercanda sambil menyindirnya kalem.


" Duh Jeng Rossa ini jangan Suudzon gitu soalnya Saya tuh penasaran dengan Anak Laki-lakinya Jeng Rossa gitu loh... Yaaahh kalau tidak ada halangan boleh juga tuh dijodohin dengan salah satu dari Putriku.. Tuh tinggal pilih" sambil menunjuk kearah kedua Putrinya dengan tanpa Malu-malu Astri berkata dengan sangat lancar.


Rossa pun terhenyak dan kaget kedua matanya pun membola ' Bagaimana mungkin ada seorang yang tak tahu malu seperti ini?' Batinnya ber desis.


Padahal menurut yang Dia dengar suaminya itu sangat menjaga Image dan tegas kok bisa punya Istri macam gini, kening Rossa pun mengernyit heran.


Sementara Andriana tampak malu dan wajahnya pun merona karena malu bagaimana mungkin Ibunya dengan lancar mempromosikan kedua Putrinya seperti iklan dan seolah-olah tidak laku saja pake diiklankan.


Sedangkan Luciana hanya diam dan tersenyum penuh arti Dia tahu tujuan Ibunya karena sebelum datang ke acara pernikahan teman kolega Ayahnya Luciana sempat mengatakan pada Ibunya perihal ketertarikannya terhadap Putra Antoni Gaudi Pratama pemilik perusahaan ternama dikota ini.


Lalu Ibunya pun merencanakan sesuatu yang akan menguntungkannya, yaitu dengan mendekati Istri dari Antoni Gaudi Pratama. Tapi ternyata diluar ekspektasi sikap Rossa sangat tidak nyaman terhadap Ibunya.


Luciana pun menjadi ciut Dengan sikap Rossa yang terkesan cuek dan tidak suka. Putus sudah harapan Dia nampak sendu diwajah Luciana.

__ADS_1


" Waduh Jeng Astri ini ada ada saja lawong putraku sudah punya calon Istri bahkan Diapun akan menikah secepat mungkin apalagi calon menantu ku juga sangat cantik" ujar Rossa menanggapi Astri.


Nampak sekali gurat kecewa hadir diwajah yang tadinya antusias dan sumringah, Dia kalah cepat lalu tiba tiba diapun segera menyelesaikan ritual memilih makanan dan segera berlalu dari situ.


" Oalaaa... Sayang banget yah Jeng... semoga aja menantunya benar benar sangat cantik dan dari golongan atas.." sebelum berlalu Astri pun mengatakan hal yang sudah bisa ditebak sebelumnya.


Rossa sangat tahu watak dari orang orang seperti Astri yaitu suka pamer dan selalu menghalalkan segala cara demi mendapatkan sesuatu.


" Iya Jeng Monggo Hati hati kalau makan awas ke sedak..." dengan sedikit tersenyum Rossa pun menimpali apa yang diucapkan Astri barusan.


" Bisa aja Jeng,. Mari..." ucap Astri kemudian berlalu.


" Huft... Akhirnya .." ucap Rossa lirih.


" Mama tuh apa apaan sih kok gitu ngomong sama teman sendiri gak baiklah Mah.. " Dewi menegur Rossa


" Yah Dewi... Dewi orang orang seperti Jeng Astri ini perlu diberikan pelajaran yang berharga Nduk biar gak terus terusan sombong " dengan mengambil beberapa makanan yang dikehendaki Rossa pun berkata dengan santai.


Dewi pun hanya bisa Geleng-geleng kepala melihat tingkah mamanya, Dewi tahu Mamanya paling gak suka dengan orang yang suka menyombongkan diri dan menjilat.


" Sudah kan ayokk Kita balik ketempat duduk Kita Mama juga sudah mengambilkan apa yang Papamu suka" ajak Rossa karena Dewi juga sudah selesai diapun mengikuti Mamanya diapun melakukan hal yang sama seperti Mamanya mengambilkan makanan yang disukai suaminya.


" Ini mas... Adit kok belum balik yah? apa dia gak lapar kasihan Aini dia pasti belum makan" ucap Dewi lirih pada suaminya.


" Ssssttt tenang dek ... Tuh!!" sambil menunjuk kearah depan


Dan Dewi pun melihat kearah yang ditunjukkan suaminya, nampak senyum sumringah pun hadir dibibirnya.


" Assalamualaikum Bu Dewi..." ucap salam Aini.


" Waalaikumsalam Aini... ya Allah maaf yah Ai.. Jadi merepotkan gini.


" Gak apa-apa Bu... Poppy gadis kecil yang lucu dan cantik iya kan sayang..??" Dewi pun mencubit pipi chubby gadis kecil itu dengan gemas.


" Ma tadi Poppy diajak Tante cantik pelgi belmain dicana Poppy ceeennnang cekali habic Tante cantik juga cangat lucu bica dongengin tanpa baca buku kayak Mama.." ujar gadis kecil itu dengan cadelnya yang menggemaskan.


Nampak sekali rona bahagia hadir diwajah Adit diapun mengiyakan apa yang dikatakan Poppy sang keponakan, Dia pun juga heran kenapa Poppy bisa cepat akrab dengan orang asing biasanya Gadis kecil itu susah sekali didekati apalagi pada orang yang tidak dikenalnya sama sekali.


" Ooohhh... Jadi ini toh calon Istri dari anaknya Jeng Rossa ,. " nampak sebuah suara mengagetkan keluarga Aditya disana.


### Next###

__ADS_1


__ADS_2