Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 103


__ADS_3

Detik detik menjelang ritual kini suasana semakin hening dan mencekam, yang terdengar hanyalah suara nafas dari masing masing orang dan suara desauan angin malam.


Bahkan suara binatang malam pun seolah enggan tuk mengeluarkan suara merdu mereka.


Sedangkan Aditya yang kini nampak fokus dengan sorot mata yang tak kalah tajam dengan aura kepemimpinan yang haus akan membunuh, sangat jauh berbeda dengan Aditya yang dulu.


Rahangnya yang mengetat dan keras terdengar suara gemerutuk giginya yang beradu satu sama lain,hati Aditya kini sangat tidak tenang dari gerakan kedua matanya nampak Aditya seperti sedang mencari-cari seseorang siapa lagi kalau bukan Aini wanita pujaan hatinya.


"Ai... aku berharap setelah ini semuanya akan baik baik saja meskipun kau tak lagi menjadi milikku.. " deru nafas Aditya sedikit memburu nafas yang terlihat tenang sebenarnya ada gejolak yang sejak tadi berusaha ditahan.


Aditya ingin sekali menghentikan waktu saat ini jantung nya juga tak henti hentinya berdegup sangat kencang kalau boleh jujur Aditya sendiri sudah ingin sekali membabat habis semua manusia yang berada disini semuanya.


Tapi lagi lagi kenyataan berbeda dengan apa yang diinginkannya menyadari hal ini tatapan matanya semakin tajam dan dengan muka datar semakin menggelap membuat aura semakin terasa sesak bagi siapapun yang berada didekatnya.


Dari kejauhan terdengar suara gamelan dan tembang Jawa yang kental dengan aura mistis, tiba-tiba saja desiran angin yang awalnya lembut kini berubah sedikit demi sedikit berubah menjadi desauan angin yang semakin menjadi ribut seakan-akan akan ada badai topan melanda diarea sekitar nya.


Bukan hanya diarea tempat itu bahkan di seluruh pulau jawa pun seakan-akan merasakan sesuatu yang sangat tidak lazim membuat beberapa orang tumbang jika kesehatan yang tidak stabil.


tiba-tiba saja suasana menjadi hening bahkan angin ribut yang tadi sempat hadir kini menghilang tanpa jejak, seakan-akan tidak pernah terjadi sebelumnya.


Suasana semakin gelap dan mencekam seperti tanpa cahaya setitik pun namun secara tiba-tiba ada sebilah cahaya muncul ditengah-tengah dan itu disebuah arca batu yang menyerupai tempat duduk tapi sangat lebar.


Di Samping kanan dan kirinya nampak sebuah patung menyerupai demon yang seakan akan hidup dan siap menelan siapa saja yang berani mendekat.


Drep


drep


drep


Terdengar langkah yang berat terdengar dirungu setiap manusia yang berada disana,dari kejauhan nampak beberapa sosok hitam tinggi besar dengan taring yang menyerupai taring babi hutan.


Bahkan sebagian ada yang menyerupai taring mahluk buas bahkan jika dilihat dengan mata telanjang mahluk tersebut menyerupai gondoruwo yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


Masing-masing mahluk itu menyeret paksa manusia tapi ada satu mangsa yang saat ini menjadi sorotan para ketua sekte bahkan para manusia yang berada disana terkejut kala salah satu mahluk hitam besar itu memanggul seorang gadis kecil layaknya memanggul beras dalam karung.


Kedua mata Aditya membola melihat siapa yang berada dalam panggulan salah satu mahluk itu,jelas Aditya tahu itu siapa, Poppy keponakan yang selama ini menghilang.


Kalau dihitung-hitung ada sekitar dua puluh lima orang yang ketujuh itu adalah yang utama termasuk Poppy dan Adriana salah satunya.


Hafiz yang baru saja datang bersama dengan Ruth terkejut melihat adik bungsunya sudah berada disana, hatinya sakit melihat adiknya diperlakukan seperti itu.


Sementara pak Antoni dan Aditya mengerang menahan marah melihat itu semuanya,pak Antoni sedikit menetes kan air matanya tatkala melihat sang cucu diam tak bergerak sama sekali kala melihat mahluk itu meletakkan cucunya disebuah altar persembahan dengan gerakan kasar.


"Bang**t... cucuku masih sangat kecil tidak bisakah mereka memperlakukan dia dengan sedikit lembut ??" batin pak Antoni menggerutu, nampaknya dia lupa kalau mahluk itu memang tak mempunyai hati sama sekali.


Sementara Aditya yang melihat keponakan dilempar begitu saja membuatnya hampir saja merangsek maju untuk membunuh mahluk itu,tapi urung dia lakukan kalau saja Sony tidak memperingatkan tuannya tersebut.


Nafasnya memburu terlihat dari gestur tubuhnya dengan dada yang naik turun,hampir saja dia tidak bisa menahan emosinya.kedua tangan nya mengepal kuat rahangnya mengeras tatapan tajam bak mata elang yang siap menyambar mangsanya tak lepas dari menatap mahluk itu.


"Ruth... apa kau yakin kalau gadis kecil itu sudah kloningan dan juga gadis yang satunya,. " Ruth hanya mengangguk saat mendengar suara telepati dari Nico.


Nico dan kakek Bimo pun bernafas lega setidaknya mereka bisa tenang untuk beberapa waktu meskipun hanya dalam hitungan menit, sementara puncak ritual pun belum sepenuhnya dimulai suasana sudah sangat mencekam.


Jika yang berada disana tidak memiliki ilmu spiritual mungkin telinga dan hidung mereka sudah mengeluarkan darah karena saking nyaring dan memekakkan telinga.


Dari atas terlihat sebuah lubang hitam yang awalnya hanya setitik jarum semakin lama menjadi semakin melebar seiring berjalannya waktu.


"Wes dimulai le... ( Sudah dimulai nak...)" ucap kakek Bimo kini tanpa menggunakan telepati.


Nico diam tak bersuara matanya tajam menatap sekitar fokusnya sekarang bukan pada lubang hitam itu,Nico hanya ingin memastikan Aini apakah sudah hadir ataukah gadis itu masih dalam perjalanan kemari.


Nico semakin menajamkan telinga dan kedua matanya,kini samar dia mendengarkan suara derap langkah pelan namun lembut dan dia tahu suara derap langkah siapa ini.


Bibir nya tersungging keatas tapi samar dari kejauhan terdengar ritual sudah dimulai dan mantra mantra Jawa yang Nico sendiri sedikit paham akan artinya pun semakin waspada dibuatnya.


Nico menoleh kearah kakek Bimo namun tiba-tiba saja penglihatan Nico melihat kakek buyut Aini sudah hadir dan kini berada disamping kakeknya,kakek buyut Aini menoleh kearahnya kemudian mengangguk.

__ADS_1


Nico kembali fokus kearah depan dimana ritual sedang berjalan,dia sudah tak sabar menebas kepala para musuh musuhnya dengan tangannya.


Aditya yang melihat keberadaan Nico bersama Ruth dan juga hafiz disana semakin mengeraskan rahangnya, jantung nya bertalu-talu seakan-akan mau lepas dari tempatnya.


Sementara dari kaum sekte kini keadaan semakin mendebarkan " Prepare yourself and don't let one of you be negligent in your respective duties.... ( Persiapkan diri dan jangan sampai salah satu dari kalian lalai dalam tugas masing-masing...)" terdengar suara kompak dan keras yang menyatakan kesiapan mereka.


Dengan lantang dan dan suara riuh mereka mengeluarkan suara yel yel khas dari berbagai sekte.


"after the devil has been resurrected, we forcibly seize the Trident... " suara lantang dan tegas terdengar dari salah satu pemimpin sekte.


" yes... yes .... yes... " kembali dengan suara keras dan lantang mereka dengan kompak menyahuti sang pemimpin dengan kata kata "ya kami siap ..."


Tiba tiba suara langit bergemuruh seperti petir yang tengah menyambar nyambar angin kencang menerjang area sekitarnya, suasana semakin mencekam dengan kegelapan yang diselingi dengan kilatan kilatan petir yang datang silih berganti.


"HAHAHA... HAHAHA.... HAHAHA.... " terdengar suara tawa dengan suara berat ngebass seolah terdengar dari tiap bahkan ini lebih keras dari toa hingga beberapa dari mereka ada yang mencoba menutupi telinganya saking kerasnya ada juga beberapa dari mereka telinga nya mengeluarkan darah.


"Opo Iki.... HAHAHA... ngendi cah ayu seng dadi sesembahan e ( Apa ini... HAHAHA... mana gadis cantik yang jadi persembahan utamanya)" Seorang dengan memakai jubah hitam melemparkan gadis kecil dengan keras.


"Cah ayu kui isek perawan... ( gadis itu masih perawan...)"


Tak terdengar suara selama beberapa detik kemudian " HAHAHA... Apa kamu mencoba menipuku hah... dia memang sesuai tapi bukan gadis ini yang kucari,.. gadis kecil ini bahkan tak memenuhi syarat untuk dijadikan tumbal sesembahan " terdengar nyaring yang masih memekakkan telinga hingga membuat beberapa ketua sekte kecewa.


" I think they have prepared that special girl today,. it's a waste for hundreds of years that's all they can offer for the sake of the devil's revival... ( Saya pikir mereka telah menyiapkan gadis spesial itu hari ini. sia-sia selama ratusan tahun hanya itu yang bisa mereka tawarkan demi kebangkitan iblis...)" gumam salah satu ketua sekte.


" you wait a few more moments the girl will soon appear by itself... ( tunggu beberapa saat lagi gadis itu akan segera muncul dengan sendirinya...)" ucap salah satu pemimpin sekte disana.


" Kalian memanggilku hanya untuk memenuhi keserakahan kalian tapi kalian tidak becus dengan syarat dan ketentuan ku... !!" suara itu menggema di seluruh area sekitarnya.


"Apakah beberapa gadis yang berada disini benar benar tidak memenuhi syarat mu wahai... junjungan..." suara seorang wanita yang tak lain adalah Astri membuat suara yang tadi muncul kini tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHA.... kau benar-benar manusia hina dan serakah... tapi aku suka... lalu apa yang bisa kau berikan PADAKU hei manusia hina..." Astri yang tengah disebut dengan kata kata yang sangat merendahkan nya itu masih bisa tenang .


Tak ada ekspresi diwajahnya kemudian astripun menyuruh beberapa algojonya melempar seorang wanita yang tengah mengandung dengan kandungan yang sangat besar yang siap akan melahirkan.

__ADS_1


" Janin yang ada di dalam kandungan nya menjadi milikmu junjungan..." dengan ekspresi yang masih sama Astri menyerahkan seorang wanita dengan perut besar itu kepada mahluk yang masih setia tak menampakkan wujudnya.


" HAHAHA... sungguh aku menyukaimu .... tapi.. aku butuh gadis istimewa ku disini sekarang...!!!"


__ADS_2