Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 76


__ADS_3

"Sah.."


"Sah.."


Ucap syukur terpancar di semua yang menghadiri acara yang sakral itu terutama keluarga inti yaitu keluarga besar Antoni disana juga hadir seluruh keluarga mulai dari Pak Aditama ayah dari pak Antoni dan ibu Risma ibu dari pak Antoni sementara dari keluarga mama Rossa juga dihadiri seluruh keluarga besarnya.


Aini menangis haru diciumnya tangan Aditya dengan takzim, Aditya pun mencium keningnya sambil membaca doa khusus dengan pelan, lama ciuman itu berlabuh di pucuk kepala Aini Aditya menangis haru dalam hati.


Aditya sangat bahagia tak lupa ucap syukur dia panjatkan untuk Sang pemilik hati, Aditya masih ingat bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan gadis pujaannya ini.


sementara disisi lain tempat itu nampak sorot tajam tapi sendu masih tak lepas dari menatap wajah ayu Aini,dia adalah Nico dalam hati sebenarnya dia masih tak rela tapi logika berpikir lain kalau Tuhan tidak bisa menjadikan Aini sebagai jodohnya lalu dia bisa apa.


Tes


Tanpa dia sadari air matanya jatuh dan itu tak luput dari pengamatan kakek Bimo,dalam hati kakek Bimo juga bisa merasakan rasa sakit yang diderita cucunya sakit tapi tak berdarah itulah yang dirasakan.


Puk,... tepukan pelan dipundak Nico membuyarkan lamunannya. "Sabar le.... rek wes jodohmu kelak meskipun kalian nantinya banyak halangan tantangan kalau sudah berjodoh pasti akan dipersatukan kembali, meskipun dalam keadaan yang berbeda..." Nico menoleh kearah kakek Bimo dia hanya bisa mengangguk pasrah " yang penting bagaimana caramu meminta kepada Sang ngawiji,.. lewat jalur langit apapun caranya pasti kau dipertemukan dengan jodohmu...." Nico meresapi setiap kata kata kakeknya. nampak keningnya berkerut ada yang tidak biasa dengan kalimat yang diucapkan kakeknya tapi Nico masih belum paham apa itu.


Sementara Aditya dan Aini nampak bahagia mereka duduk didekorasi khusus untuk pengantin disana, sederhana memang tapi sangat elegan dan berkelas,nampak seluruh keluarga memperhatikan bagaimana bahagianya pengantin baru khususnya mama Rossa dan pak Antoni nampak sangat bahagia jelas diwajah mereka tapi ada sedikit gurat kekhawatiran diwajah mereka.


Flashback on


Tok tok tok


"Maaf Bu... diruang tamu ada non Aini katanya ada yang ingin dibicarakan..." ucap bibi didepan kamar mama Rossa dan pak Antoni.


" Iya bi... sebentar aku akan turun 5 menit lagi.." sahut mama Rossa.


"Pa... ada apa yah kok tiba-tiba Aini ingin bertemu dengan kita... bukankah besok adalah hari penting buat dia ..." 0ak Antoni hanya mengendikkan bahu.


"Ayo kita temui..." tukas pak Antoni kemudian.


Bukan tanpa alasan pak Antoni ingin segera menemui Aini perasaan nya mengatakan ada sesuatu yang tidak biasa yang akan disampaikan oleh gadis itu. Diam diam pak Antoni juga mencari tahu tentang gadis itu baik secara spiritual ataupun non spiritual.

__ADS_1


Sebenarnya pak Antoni salut dengan gadis itu,pak Antoni mengunjungi beberapa tokoh-tokoh kyiai yang mumpuni dalam bidang spiritual juga tidak ada yang bisa tembus untuk melihat gadis itu, sungguh pak Antoni hampir saja menyerah pasalnya dia khawatir apa yang jadi pikiran nya selama ini jadi kenyataan sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang kyai dari daerah Jawa timur yang terbilang sangat mumpuni dalam ilmu spiritual.


Dan dari sanalah pak Antoni tahu siapa Aini sebenarnya, gadis itu diuji dengan segala cobaan dunia baik itu secara fisik maupun mental. Sungguh pak Antoni sangat salut dan memuji Aini dia gadis yang benar benar langka dan istimewa.


Tanpa sadar kini pak Antoni dan Mama Rossa sudah sampai diruang tamu,tepukan pelan dibahu pak Antoni dari istrinya membuyarkan lamunannya.


"Assalamualaikum Om... Tante... maaf saya mengganggu waktu istirahat Om dan Tante..." ucap Aini dengan suara lembut dan sopan.


"Waalaikumsalam..." jawab pak Antoni dan Mama Rossa bersamaan.


" Ada apa sayang hemm..." tanya mama Rossa lembut sembari menggenggam tangan Aini.


Pak Antoni masih bergeming dengan tenang sambil bersedekap dada,beliau ingin tahu apa yang hendak dibicarakan gadis itu.


"Ada sesuatu yang harus saya sampaikan..." nampak mama Rossa sudah tidak sabar dengan kelanjutan kalimat apa yang akan Aini sampaikan.


"Saya sendiri juga bingung harus memulai darimana... sungguh disini saya masih dilanda kebingungan,jujur saya ingin mundur dari acara pernikahan besok lalu bagaimana kedepannya... " terjeda


Begitu lah pertanyaan pertanyaan yang berkumpul dipikiran kedua orang tua itu, Aini bergeming kedua mata indahnya memejam tertahan tiba-tiba saja air matanya merangsek keluar.


"Nak... apa yang sedang kau pikirkan?? apakah ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran mu sayang..." tanya mama Rossa lembut tangan nya pun masih tak lepas menggenggam jemari jemari lentik Aini.


Nampak Aini menghela nafas berat dan panjang hatinya gamang disisi lain dia sangat mencintai Aditya tapi disisi lain lagi dia tidak mau egois.


"Saya tidak tahu apa yang sudah kau lihat nak tapi saya yakin bahwa semua pasti baik baik saja... bukankah kakek buyutmu sudah menjanjikan itu semua..." Aini tersentak dengan kalimat yang dilontarkan oleh pak Antoni.


Yah,Aini sudah tahu bahwa kakek gurunya adalah kakek buyutnya tapi Aini masih belum jelas jalan ceritanya,kembali Aini menghela nafas berat kini dia meragu apakah dia mampu menjalankan apa yang sudah jadi tugasnya.


"Beberapa bulan lagi akan ada gerhana bulan merah... dan itu bertepatan dengan ritual yang terlarang yang akan dijalankan oleh beberapa orang yang berusaha memilih jalan sesat untuk sesuatu yang tidak baik..." Pak Antoni kaget bukan main bagaimana dia bisa lupa akan hal ini.


Beberapa waktu yang lalu disaat dia mendapatkan informasi dari seorang kiyai dijawa timur yang dimana selain dia ingin tahu latar belakang Aini dia juga memberikan informasi bahwa gerhana bulan merah yang akan terjadi beberapa bulan lagi akan memakan banyak korban satu satunya yang bisa menyelamatkan dari kejahatan yang dilakukan beberapa orang dengan melakukan ritual kuno yang terjadi 100 tahun sekali,itu akan membangkitkan sesuatu yang sangat sakral dan memakan banyak korban.


Juga akan memakan banyak tumbal dengan hari bulan dan weton khusus,pada kesempatan kali itu mereka sudah harus mempersiapkan tumbal yang dicari dengan weton khusus yaitu 7 anak gadis baik itu yang sudah baligh ataupun yang belum baligh.

__ADS_1


Dan menurut kiyai itu Aini dan pasangan nya lah yang akan menjadi salah satu penyelamat itu meskipun nantinya ada pasangan penyelamat lainnya dari beberapa daerah.


Deg deg deg


Jantung pak Antoni berdegup kencang tapi dia melupakan satu hal bahwa cucu perempuan nya juga memili hari lahir dan weton yang dicari oleh para pelaku spiritual itu yakni dukun dukun dari penjuru pulau Jawa.


Mama Rossa yang tidak mengerti akan apa yang dimaksud dari pembicaraan itupun hanya bisa diam cengo sambil mengerutkan dahinya.


"La lalu... apa yang harus sa saya eh.. kita lakukan nak..." dengan terbata bata dan gugup pak Antoni bertanya pada Aini apa yang harus dilakukan.


"Saya tidak ingin melibatkan kak Ad..."


"Aku bersedia dan aku akan selalu berada disamping mu Ai... apapun yang terjadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku apalagi untuk mundur dari pernikahan kita besok kumohon libatkan aku dalam segala hal yang menjadi urusan mu itu juga harus menjadi urusan ku..." sontak Aini dan kedua orang tua itu kaget atensi mereka beralih melihat kearah tangga atas dimana Aditya berada.


Begitu juga dengan kakaknya Dewi juga suaminya, mereka akhirnya berkumpul bersama membicarakan apa yang menurut beberapa yang ada disana sangat tabu.


"Tunggu tunggu ini ada apa sih mama gak ngerti deh... " Aini bergeming matanya sayu kepalanya menunduk hatinya sakit jika melihat orang orang yang disayangi ikut terseret dengannya.


"Ku mohon Ai... jangan sembunyikan apa pun lagi dariku..." pinta Aditya dia ingin sekali merengkuh gadis pujaannya itu tapi dihalangi oleh kakaknya.


"Masih belum muhrim jangan disentuh..." tukas kak Dewi.


"Baiklah,... "


"Papa merestui semuanya dan apapun yang akan terjadi kedepannya saya,.. kami ikhlas " tukas pak Antoni sendu.


"Apa maksudnya semua ini jelaskan..." suara mama Rossa naik satu oktaf, bagaimana mungkin dia tidak tahu apapun disaat suaminya memutuskan sesuatu yang dia tidak mengerti sama sekali.


"Kita bicara dikamar,.. Dewi dan ajak suamimu kekamar papa ada yang ingin paa bicarakan dengan kalian..." seolah terhipnotis mereka dengan patuh mengikuti langkah pak Antoni.


"Adit... antarlah nak Aini ke tempatnya jaga dia baik baik"


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2