
Kidung malam yang khas dan nyanyian binatang binatang malam di hutan mulai bersenandung ria,Nico yang tertidur karena kecapekan habis menangis seharian penuh kini mulai membuka matanya.
Setelah mata terbuka sempurna kini Nico kembali tersadar dia ada dimana, kepalanya terasa pusing tak lama kemudian dia mendongak keatas pikiran nya menerawang terdengar bunyi khas binatang malam yang seolah ikut merajuk kepada sang pencipta.
Kini Nico tertawa keras dia mentertawakan dirinya sendiri yang begitu naif,dia terlalu memuja seorang wanita pertama yang tak lain adalah mamanya sebelum Aini.
Semakin dia tertawa semakin sakit hatinya,dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Aini saat itu, bagaimana gadis sekecil itu bisa bertahan dengan keadaan yang kacau dan kejam saat itu.
Nico tidak bisa membayangkan juga cara Aini bertahan dengan kehidupannya saat itu, ternyata wanita yang selama ini dia hormati dan dia sanjung bahwa tidak ada wanita yang sempurna dan baik hatinya kecuali sang mama yang nyatanya tak ubahnya dengan sesosok iblis pembunuh.
Sungguh Nico sangat jijik jika mengingat bagaimana dia mengagumi wanita yang sudah melahirkannya itu, hatinya sakit sangat sakit ketika kepingan kepingan puzzle yang dia lihat melalui memory mamanya dengan bantuan cincin pemberian Aini.
Drrrttt Drrrttt
Terdengar dering ponsel disaku celana Nico, dengan malas Nico merogoh saku celananya mengambil untuk ponselnya tanpa melihat siapa yang menelepon nya Nico menjawab dengan malas.
"Hallo... "
"Dimana kamu..." terdengar suara berat seorang pria yang tak lain adalah papanya.
Nico memutar bola matanya malas,dia tahu apa maksud kenapa paparnya menelepon dirinya saat ini yang tak lain adalah karena mamanya.
"Pulanglah,... " hening beberapa saat kemudian
"Mamamu seharian ini menangis tak mau makan dia ingin bertemu dengan mu" Nico enggan untuk menjawab papanya.
" lihat saja nanti aku malas melihat wajah wanita munafik itu..."
" NICO.... " sentak papanya dengan keras.
"Apalagi pa... " malas Nico.
"PULANG SEKARANG ATAU KAU KELUAR DARI PERUSAHAAN PAPA ...." kini wajah Nico mulai memburu.
"Oke fine aku keluar dari PERUSAHAAN mu dan aku tidak akan pernah kembali masuk di perusahaan itu SELAMANYA..."
Tutt
Tak kalah sengit Nico membalas kata kata ancaman papanya diapun malas dan muak dengan semuanya,tanpa papanya ketahui Nico punya perusahaan sendiri di bidang properti dan tak ada seorang pun yang tahu kecuali sang asisten.
Srekk
Srekk
__ADS_1
Huhuhu...
Terdengar suara tangisan perempuan dihutan itu dan Nico tahu itu suara siapa yang tak lain adalah suara kuntilanak penunggu tempat itu,Nico tersenyum smirk dia berkata dengan pelan "Akhirnya ada yang berani menantang nya" Nico masih cuek seolah tak mendengar apapun.
Wanita itu gemas sendiri dia heran kenapa manusia itu tidak takut padanya, akhirnya kuntilanak itu dengan berani menunjukkan keberadaan nya didepan Nico.
Nico yang masih cuek pun berpura-pura takut "Si siapa kamu kenapa wajahmu buruk sekali??" tanya Nico jahil.
"Sial apakah aku seburuk itu?? padahal aku cantik kok untung ganteng coba jelek aku hisap darahnya" gumam wanita kuntilanak itu pelan.
"Abang... aku kedinginan" ucap perempuan itu mendayu Dayu.
"Kenapa kedinginan?? apakah kamu tidak sehat ...??" masih berpura pura bodoh Nico memerankan aktingnya dengan baik.
"Hiks hiks... Abang aku kedinginan" kini perempuan itu menangis pilu.
"beneran kamu kedinginan??" dan diangguki oleh perempuan itu.
"Baiklah Abang angetin yah..." ucap Nico
Syutt Wuushh...
"Aaaaahhhh panaaaasss... hei manusia laknat ...!! apa yang kau lakukan padaku hah..." dengan mata merah menyala perempuan itu meringis kesakitan mengadu kepanasan.
"Katanya minta dianterin neng... " tanya Nico santai.
"Lagian siapa suruh jadi hantu centi,udah jelek bau kecentilan lagi." Nico dengan malas membalas ucapan perempuan itu.
"Jadi kamu tahu kalau aku ini hantu??"
"Iya dan sekarang rasakan ini.."
Bugh. Argh
Krakk
seperti kilatan cahaya dengan kecepatan kilat Serangan Nico tak main main,sejak tadi dia butuh pelampiasan ingin membunuh sesuatu seperti biasanya dalam hitungan detik,kini dia menemukan sasaran empuk yang menawarkan diri untuk dibinasakan.
Sraakk Brugh... Aaaarrrgggg bedebah sialaaan.... aaahhhh....
"Hahahaha tawa sumbang Nico ,kau menunjukkan suara tangis cemprengmu yang membuat telingaku gatal aku cuek karena masih bisa ku toleransi lalu dengan tidak tahu malunya kau menggoda ku dengan wajah jelek dan bau bangkai mu kau pikir aku masih punya kesabaran hah...?? Jangan harap"
Praakk kratak... wussss
__ADS_1
seperti suara patahan tulang dan tak lama kemudian perempuan itu musnah menjadi debu yang diterpa angin dan tak bersisa sama sekali
Wajah Nico tampak gelap amarahnya masih tak terkontrol kalau saja perempuan setan itu tidak muncul dan memprovokasinya akhirnya amarah yang sedari tadi ditahan kini meledak ibarat bom atom jadi jangan salahkan Nico jika dia menyerang secara membabi buta, "KALIAN PARA PENGHUNI HUTAN INI KEMARI AKU MENANTANG KALIAN..." Kini mata Nico merah menyala dia ingin sekali melampiaskan kemarahannya yang sempat tertahan sejak tadi siang dan kini setelah ada yang memprovokasinya dia tak akan menyia nyiakan itu.
Sunyi tak ada suara apapun meskipun suara binatang sekalipun tak terdengar sama sekali,hanya suara angin yang terdengar saking sunyi nya, nampaknya semua mahluk penghuni hutan itu bersembunyi takut untuk keluar meskipun hanya bayangan saja.
Nico saat ini seperti iblis yang siap memusnahkan apa saja yang ada didekat nya, matanya nyalang melihat sekitarnya senyum smirk nampak diwajah tampan nya.
"Jika tidak ada yang keluar maka jangan salahkan aku membakar hutan ini " lirikan mata Nico memicing sinis nampak kilatan kemarahan yang masih tersisa.
"A ampuni kamu tuanku kami tidak salah apa-apa jangan bakar tempat tinggal kami" kata mahluk tinggi hitam itu menunduk takut. Nampak ada beberapa mahluk yang muncul disana dan berbagai rupa mulai dari yang seram bahkan yang paling terseram.
Deg
Kata kata mahluk itu tiba-tiba mengingatkan akan' jangan Bakar tempat tinggal kami' sontak membuat Nico ingat kan kebakaran yang menimpa seluruh keluarga Aini.
Dalam hati dia berkata 'Tidak aku tidak sama dengan wanita iblis itu' kemudian hati Nico pun melunak mata yang tadinya merah menyala kini redup menjadi sayu.
"Hhmm... pergilah kalian sebelum aku berubah pikiran bersembunyi lah aku ingin disini malam ini " titah Nico tanpa ada bantahan.
"Baik" kemudian mahluk mahluk itupun lenyap dari pandangan Nico.
Sementara itu kini Aini dan Aditya sudah sampai dirumah kost Aini,kini wajah Aini meskipun masih ada sedikit mata bengkak tapi sudah nampak ceria dan itu berkat Aditya.
"Kakak selalu ingin melihatmu tersenyum Ai... jadi jangan bersedih lagi oke..." kini Aditya berdiri berhadapan dengan tubuh mungil Aini.
"Heumm..." jawab Aini dan disertai dengan anggukan kepala.
"Kak Adit pulanglah dan istirahat agar besok bangun dengan wajah segar dan juga makin tampan ,," Aini menjawab dengan tersenyum jail.
"Iya kalau kakak tidak tampan mana mau kamu sama kakak Ai..." Aini terkikik geli mendengar perkataan Aditya.
"Hati hati dijalan yah kak... " ucap Aini lembut.
"Baik"
Cup
Aditya mencuri ciuman di kening Aini kemudian Aditya pun pamit sambil tersenyum manis.
Aini yang masih melongo terpaku ditempat nya kini sadar dan nampak rona merah diwajah ayunya.
Entah kenapa setelah Aditya menjemputnya tadi hatinya kini lebih baik dari sebelumnya,nampak ribuan kupu kupu terbang dari dada perut dan kepala Aini.
__ADS_1
Hhhhhhh Aini menghela nafas panjang kemudian masuk untuk beristirahat,Aini berharap esok hari akan lebih baik dari hari ini,dia sangat lelah sekali.
Setelah Aini masuk kedalam rumah kostnya nampak disebuah mobil yang tak jauh dari sana mengepal erat tangannya, tak lama kemudian mobil itupun pergi dari sana .