
Sesuai janji Candra menunggu Aini didepan gerbang pabrik konveksi tempat Aini mencari nafkah, saat Dia melihat sosok yang ditunggu tunggu Dia pun melambaikan tangannya.
" Maaf Kak lama,.." kata Aini tak enak hati
" Gak papa Ai santai aja kali..." jawab Candra sambil senyum
Disaat Aini membuka pintu mobil dan hendak masuk Dia terkejut dengan seseorang yang ada didalam mobil,. Yah didalam mobil ada seorang Pria dan itu teman dari Candra.
" Astaghfirullah..." spontan sambil mengelus dada
" Ma maaf apa Saya salah mobil yah..." tanya Aini kemudian
" Ini mobilnya Kak Candra kan...??" lagi Aini bertanya kepada sang Pria itu.
" Iya mbak ini memang mobilnya Candra perkenalkan saya temannya,." jawab Pria itu sambil tersenyum manis.
" Owh... Saya Aini" sambil menangkupkan kedua tangannya
" Ah oh iya mb Saya Hafiz Ramdani..." jawab pria itu lagi.
" Wooii... Kenapa kamu masih didepan pintu aja seh Ai Aku dah dari tadi nunggu kamu Lo.." Tiba tiba Selly nyeletuk dari belakang.
" Eh... Anu itu Aku tadi kaget karena Aku pikir tadi Kak Candra gak ngajak temannya eh.. Gak tahunya ngajak temannya juga" jawab Aini spontan
" Wooaahhh.... Ada cowok ganteng toh,. perkenalkan nama Saya Selly," ucap Selly genit genit manja yang dibuat buat
" Saya Hafiz... " jawab Hafiz
" Oh yah Candra nya kemana yah kok belum balik??" tanya Hafiz kemudian
" Oh tadi kak Hafiz mau beli sesuatu katanya" jawab Aini
" Hemm..." tak lama kemudian muncullah Candra.
" Sorry yah lama... Nih aku bawa cemilan siapa tahu nanti ada yang lapar" sambil menaruh di dashboard sebagian dan sebagian lagi dikasihkan ke Aini dan Selly.
" Aini... Kakak boleh tanya gk" tanya Candra pada Aini
" Ih... Dari tadi yang ditanyakan cuma Aini saja sih aku juga kek aku cembukor loh... Eh cemburu maksudnya xixi" sambil cengengesan Selly membekap mulutnya.
" Resek banget sih jadi orang" sungut Candra
" Yah kalau gak resek kan ntar Kak Candra jadi gak kangen sama Selly yang cantik nan imut ini iya gak iya gak" timpal Selly sambil menaik turunkan matanya dengan genitnya
Setelah bercandaan yang Absurd tanpa dikomando seketika hening tercipta, baik dari Candra maupun Selly mereka seketika terdiam entah apa yang membuat mereka seperti itu.
Sedangkan Aini tampak tenang dalam tidurnya, dia tertidur atau pura pura tidur, Dia tak nyaman sebenarnya karena dari tadi Hafiz curi curi pandang lewat spion, karena itulah Aini memutuskan untuk tidur.
__ADS_1
' Ah... Cantik, Tuhan Kau ciptakan mahluk seindah ini aku bersyukur bahwa kau masih memberi ku kesempatan untuk melihat karya ciptaan Mu.' Batin Hafiz
" Kita sudah sampai" kata Hafiz dan Candra hampir bersamaan
" Wooaaahhh... Indah banget tempatnya, " ucap Selly dengan semangat
" Aini... Ai... Bangun beb kita dah sampai nih" pelan Selly nemepuk pipi Aini.
Tadi Aini sudah hampir tertidur kalau gak Selly bangunkan, Dia mendengkus halus sampai sampai hampir tak terdengar,.
" Kak ngapain kita disini heum..." tanya Aini pada Candra.
" Kita bisa lihat matahari terbenam besok pagi, aku udah minta izin sama Ibumu Ai... dan Ibumu sudah ngasih izin dan soal belanjaan harian sudah Aku belikan juga, Maaf aku gak ngasih tahu kamu tadi takutnya kamu nolak ajakan ku." jawab Candra sambil menjelaskan panjang kali lebar, dengan hati hati pula ia melirik Aini, takut jikalau Aini marah.
Dia tahu siapa Aini kalau marah nyeremin, setelah Candra menjelaskan apa yang sudah Dia lakukan tadi dia hanya pasrah kalau Aini marah padanya.
" Hemm... " cuma itu yang keluar dari mulut Aini,.
Disinilah awal mulanya Aini semakin peka akan kelebihan yang dimiliki nya, juga awal mula Hafiz menyatakan cintanya pada Aini.
" Ai... Kamu gak marah kan Ai.." tanya Candra pada Aini.
" Menurut kakak Aku tampangnya marah gak?? " Aini mengangkat sebelah alisnya.
" Aini gak marah kak justru Aini senang " sambil tersenyum manis Aini berlari kearah pantai.
Yah. mereka sekarang ada di pantai, Aini berlari kearah Selly yang sudah dari tadi main air.
" Ai... Gue capek nie bentar yah aku mau ke kamar kecil dulu kebelet nih..." ucap Selly sambil berlari menuju toilet umum disana.
" Selamat datang Nak..." tiba tiba sebuah suara terdengar ditelinga Aini tapi tanpa wujud.
Dengan mata terpejam Aini berkomunikasi dengan suara tanpa wujud tadi, " Assalamualaikum maaf Saya berbicara dengan siapa??" ucap salam dan pertanyaan dari Aini untuk suara tanpa wujud tadi.
" Aku adalah Pengasuh mu yang ditugaskan untuk menjagamu, apa kamu sudah siap nak" ucap suara itu lagi.
" Bagaimana saya bisa mempercayai Anda sedangkan Saya tidak melihat wujud anda" ucap Aini kemudian.
" He he he... Tak salah memang Kakek buyut mu memilih mu,. Hemm selain kamu sangat waspada tapi kamu juga jeli" sambil terkekeh mahluk itu mengucapkan penilaian nya pada Aini.
" Apa kamu ingin melihat wujud ku Nak" tanya suara tanpa wujud tadi.
" Hhmm bolehkah itu Kek..." kembali Aini bertanya
" Hemm memang tak salah lagi,." ucap suara itu
" Berkonsentrasi lah nak sebentar lagi Kau akan merasakan sesuatu yang sangat istimewa dan kekuatan tak terbatas yang mana itu sudah jadi turun temurun dimiliki kakek buyut mu, setelah ini Kamu akan merasakan rasa panas setelah itu sejuk dalam tubuhmu" sesuai arahan dari suara tadi Aini berkonsentrasi penuh Dia penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya
__ADS_1
***
" Ai... Ai... Aini ... Bangun Ai... Kamu gak apa-apa kan ?? plis Ai. Jangan bikin panik kita kita donk" pelan Selly menepuk pipi Aini sambil mengoceh.
Pelan Aini membuka matanya Dia menoleh kearah Kawan kawan nya,
" Eh.. Kok aku ada disini emang apa yang terjadi" tanya Aini heran, tiba tiba saja Dia merasakan pusing kepala yang luar biasa
" Hoekk.... Hoekkk... " dengan perut begah dan mual Aini sudah tidak tahan ingin muntah
" Ai... Kamu masuk angin yah..." Candra menimpali sambil menatap Aini panik.
" Gak Kak cuma perut kayak diaduk aja" jawab Aini, pasalnya Dia sendiri bingung dengan apa yang terjadi padanya.
" Aku masakin makanan yah... Kamu disini aja bareng kak Hafiz" timpal Selly
" Iya Ai Aku akan bantu Selly, Kamu istirahat aja di tenda"
Belum menjawab mereka sudah berlalu begitu saja, Aini bingung dan malu pada Hafiz diliriknya Dia ada rasa canggung yang luar biasa diantara mereka.
" Hhhmmm .... Tadi Aku melihatmu tertidur sambil duduk tapi dalam keadaan lama sekali tapi anehnya Kamu berkeringat dingin saat ku bangunkan kamu gak respon jadi Aku panik, karena lama tak kunjung bangun akhirnya Aku bopong kamu ke tenda takut kamu Kenapa kenapa,.. Maaf" kata Hafiz menjelaskan.
" Gitu yah ,... Makasih yah kak" ucap Aini
" Ai... " panggil hafiz
" Hemm apa kak'" jawab Aini
"Bolehkah Aku bertanya sesuatu Ai.." ? tanya Hafiz dengan hati hati
" Gak tahu kak aku cuma merem aja setelah itu Aku ketiduran,tapi siapa sangka tidurku aneh " jawab Aini sekenanya, bagaimana mungkin Dia bilang yang sesungguhnya
" Gitu yah... Ternyata kamu asyik juga yah Ai.." kata Hafiz sambil terkekeh
" Ai... " kembali panggilan Hafiz terdengar
" Hhhmm ... Iya kak ada apa" jawab Aini sambil memejamkan matanya
" Bolehkah aku menenal mu lebih jauh Ai?? " tanya Hafiz pelan takut Aini tersinggung
Seketika itu juga Aini menoleh kearah Hafiz, sambil tersenyum Dia berkata " Boleh kak" cuma itu jawaban dari Aini
" Ai... " kembali Hafiz memanggil Aini tapi dia menatap wajah Aini dengan sendu dan penuh harap semoga apa yang akan dikatakan sebentar lagi tidak ada penolakan dari Aini.
" Iisshh... Apalagi sih kak..." Aini memutar bola mata malas kearah Hafiz.
" Bolehkah aku mencintaimu Ai... mungkin ini terdengar konyol dan kesannya terburu-buru, tapi ini beneran dari hati Ai... Aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama dengan mu,.. Entah kamu percaya atau tidak tapi itu yang kurasakan Ai... " Aini terkejut dengan pernyataan dari Hafiz barusan.
__ADS_1
" Aku bukan orang yang suka basa basi Ai... Aku juga bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita kamu boleh selidiki itu,. Asal kamu tahu Ai .... Ini pertama kalinya aku menyatakan Cinta pada seorang wanita, apa yang kurasakan ini tak biasa Ai... Dan aku tahu ini Cinta" Kembali Hafiz menyatakan rasa yang berbeda pada Aini.
" I LOVE U.... "