Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 50


__ADS_3

Pukul 12 siang Nico sudah berada didepan perusahaan tempat Aini bekerja, nampak beberapa karyawan yang keluar untuk mencari makan di warung makan yang berada disekitar perusahaan itu.


Meskipun ada kantin perusahaan tetap saja masih banyak karyawan yang membeli diluar kantor alasannya ingin mencari suasana baru.


Tak lama kemudian dia melihat seorang wanita yang tak lain adalah teman Aini Rina yang tadi dilihatnya pas Aini dan Aditya menjemputnya tadi, Nico pun keluar dari mobilnya hendak menghampiri teman Aini.


Rina yang sedang asyik ngobrol dengan teman disamping nya terkejut tatkala ada yang memanggil namanya,kedua mata Rina membola tanpa sadar dia membekap mulutnya sendiri sambil berkata


"Oh may gad... guanteng buanget cowok ini" matanya mengerjap ngerjap tak lepas memandang pria dihadapannya.


"Tapi tunggu kok dia memanggil ku yak... apakah dia fans berat ku ..." Rina menunduk malu diam diam tersenyum merem melek saking bahagianya seandainya itu benar, tiba-tiba perutnya seperti digelitik geli seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang cantik dari sana.


Rina masih asyik melamun bahkan disenggol temannya pun tak dihiraukan karena asyik dengan khayalan dan lamunan nya.


tik tik


"Maaf nona Rina bisakah kita bicara empat mata? saya perlu sesuatu denganmu.." Nico menjentikkan beberapa kali jarinya didepan Rina yang masih menunduk malu dengan wajah merah merona.


Seketika Rina mendongak dia salah tingkah sendiri sambil meletakkan anak rambutnya dibelakang telinganya, sekali lagi wajahnya sumringah senyum senyum sendiri berharap bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.


"Oohhh... pria ini sungguh benar benar tampan sekali " Rina menunjukkan gigi putihnya yang rapi.


"Riiinn... wooii sadar lu,.. Ckk dasar memalukan baru disamperin cowok bening dikit udah kebat kebit salah tingkah kayak uler kemet kepanasan lu..." kesal Dini teman yang sedari tadi berada disampingnya yang tak habis fikir dengan temannya ini,selain kata katanya yang suka ceplas ceplos lucu dia juga baperan ternyata Dini memutar mata malas.


"Eh... I iya mas.. eh Tuan... Ada yang bisa saya bantu?" masih dengan kepala mendongak Rina masih sempat sempatnya mengedip ngedip kagum.


"Oh may gad... sungguh indah sekali ciptaan mu..." kembali Rina bergumam membayangkan yang tidak tidak dan itu masih bisa didengar oleh Dini dan Nico, Nico hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Rina.


"Mari ikut saya..." ucap Nico sambil berlalu dari sana.


Setelah sampai didepan mobilnya Nico mengutarakan niatnya yang ingin meminta Rina untuk memanggilkan Aini.


Seketika itu juga Rina yang tadi berasa terbang bebas ke angkasa seolah-olah dihempaskan secara paksa ketanah hingga hancur berkeping keping.


Rina yang sadar akan dirinya yang sekarang pun memasang wajah masam dan tak enak dilihat, kemudian dia berusaha bersikap biasa saja dan setenang mungkin agar dia tidak ditertawakan oleh pria yang ada dihadapannya ini yang sudah membuat nya malu.


Kini wajah Rina tak seramah dan tak secentil tadi lalu bertanya " Ada perlu apa anda dengan Aini? " Rina mengangkat sebelah alisnya menatap pria yang ada di hadapannya ini.


Rina sedikit curiga terhadap pria ini 'Jangan jangan Aini akan diculik' batin Rina bermonolog tak lama kemudian Rina menatap tajam pria itu.


Dengan senyum mempesona dan menggoda Nico sedikit mempermainkan Rina sambil berkata dengan mengerlingkan sebelah matanya " Jangan khawatir saya bukan penculik nona,saya adalah teman masa kecilnya,bilang saja pada Aini seperti itu dia pasti tahu" seketika Rina membola terpesona akan kerlingan mata Nico apalagi saat melihat Nico tersenyum hatinya pun meleleh bak keju yang dipanggang dioven sangat panas dan membuat melelehkan hatinya.

__ADS_1


"Pliiss nona Rina panggilkan yah saya sangat rindu temanku itu juga ada perlu penting oke" melihat Nico yang memohon dengan wajahnya yang mempesona memelas Rina akhirnya tidak tega melihatnya.


"Oke ... tunggu" seakan terkena sihir Rina mengangguk mengiyakan kemudian berlari mencari Aini.


Nico yang melihat hal itu hanya tersenyum licik ' Ckk dia sangat lucu dan absurd tapi sangat mudah dipengaruhi' cicit Nico dalam hati.


Sementara Rina yang sudah sampai dimana Aini berada menyampaikan padanya bahwa ada seorang yang mencari nya,Rina pun menceritakan semuanya tapi tidak dengan dirinya yang sempat ke geeran sendiri saat pertama kali melihatnya.


Aini mengerti kemudian dia beranjak dari tempatnya menuju dimana Nico tadi berada, dengan wajah tanpa senyuman Aini menatap datar Nico.


"Katakan... ada perlu apa mencariku??"


"Aku ingin bicara padamu gadis.." Nico tersenyum melihat ekspresi Aini,'segitu bencinya kah dirimu padaku Ai...' gerutu Nico pelan.


"Saya tidak membencimu aku hanya heran ada perlu apa dengan ku katakan aku tidak punya waktu" ketus Aini.


"Masuklah saya benar-benar perlu banyak berbicara padamu gad..."


"Panggil aku Aini , karena namaku Aini bukan gadis ,aku risih mendengar kamu memanggil ku seperti itu" sangat tidak ramah kesan Aini pada Nico itu yang Nico tangkap dari ekspresi Aini.


"Oke oke Maaf aku tidak bisa mengatakan nya sekarang dan aku akan memaksa kalau kamu tidak bersedia bicara dengan ku" kini Nico bicara dengan datar meskipun nampak senyum samar dibibirnya.


Bukannya Aini takut tapi dia hanya tidak mau membuat keributan hanya karena pria disampingnya ini,yah kini Aini sudah berada didalam mobil Nico.


Kini mereka berdua sudah berada disebuah restoran sederhana tapi lumayan strategis tempatnya yang dekat dengan pantai selain dengan masakan nya yang enak.


Setelah selesai makan kini Aini sudah tidak berbasa basi lagi,dia merasa tidak nyaman berada didekat Nico apalagi sedari tadi Nico tidak pernah lepas dari menatap Aini.


Sungguh Aini merasa risih dibuatnya kalau saja memungkinkan ingin sekali Aini membantingnya ke ubin keramik direstoran ini atau kalau bisa melemparkan Nico ketengah pantai.


"Katakan..." kini tatapan Aini tajam begitu juga dengan Nico tapi berbeda dengan Aini yang menatapnya tajam Nico justru menatapnya sendu dan memuja.


"Apakah kau membenciku Ai... aku tahu sejak awal kau sudah menyadari keberadaan ku dan kau mengenaliku tapi kau seolah olah tidak mengenalku sama sekali," ucap Nico yang menginginkan jawaban dari Aini.


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu kalau pun aku tahu keberadaan mu" jawab Aini singkat.


"Ai... bukankah sewaktu kita masih kanak-kanak kita saling berjanji bahwa.."


"Aku tidak tahu janji apa yang sudah kita lakukan karena aku tidak mengingat nya sama sekali.


Flashback on

__ADS_1


"Hei gadis kecil,aku menyukai mu jadi maukah kamu menunggu ku kalau suatu saat nanti kita bertemu aku akan menikah dengan mu apakah kau mau??"


"Apa itu menikah dan kenapa aku harus menunggu mu ??" tanya Aini kecil polos


Gadis itu mengerjap ngerjap kan mata bening sebening kristal yang tampak seperti bintang yang berkelap-kelip dilangit saat dimalam hari tiba.


Nico sangat menyukai Aini kecil waktu itu karena dia sangat imut dan manis tidak ada wajah pura pura lugu atau semacamnya seperti yang dia dengar dari mulut orang orang dikampung waktu itu.


Justru Aini berbeda dari gadis kecil yang lain selain dirinya yang tak punya teman gadis kecil itu tak pernah memamerkan kemampuan nya pada semua orang termasuk keluarga nya sendiri hingga menganggap Aini adalah anak aneh bahkan tidak sedikit yang menyebut Aini kecil anak setan.


"Yaahh karena aku menyukaimu gadis kecil ,kau sangat imut dan menggemaskan" jawab Nico menjelaskan.


"Tapi aku tak mengerti kakak ceroboh..." sungut Aini cemberut


Nico nampak berpikir bagaimana cara menjelaskan pada Aini tentang apa itu pernikahan jadi dia menjawab dengan asal.


"Pernikahan itu adalah kita harus terus bersama bahkan sampai kita jadi tua nantinya kita akan saling menjaga dan .. " Nico tampak berpikir


"Oh aku mengerti,baik aku setuju kakak ceroboh janji yah dan aku juga berjanji akan menunggu mu"


"Oke..." mereka pun sama-sama tertawa sambil menautkan jari kelingking mereka senang.


"Tapi... besok lusa aku akan pergi kekota dan bersekolah kata mama agar aku menjadi pintar " sedikit berwajah muram Nico kembali berkata "kau tahu gadis kecil aku menceritakan tentang kau pada mama tadinya mama terkejut saat mengetahui siapa yang jadi teman spesial ku apalagi wajahnya tadi sempat kulihat tidak menyukai mu itu yang kupikirkan,tapi setelah beberapa saat mama tersenyum manis dan berkata kalau aku menyukaimu aku harus sekolah yang tinggi dan menjadi pintar agar suatu saat aku bisa melindungi dan menjaga mu dan aku sangat senang sekali" Nico bercerita dengan antusias dan semangat tinggi.


Aini hanya mengangguk bingung dia merasakan apa yang diceritakan Nico soal mamanya sangat janggal dan mencurigakan tapi dia tepis karena saat itu Aini sangat naif.


keesokan harinya pagi pagi sekali sebelum Aini berangkat sekolah pintu kamarnya diketuk oleh ibunya,dan ibunya mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya.


Kini Aini sudah duduk berhadapan dengan seorang wanita cantik dengan senyuman sinis dan meremehkan,Aini mengernyitkan alisnya bertanya tanya ada urusan apa wanita ini ingin bertemu dengan nya.


"Langsung saja aku adalah mamanya Nico..." diam beberapa saat kini Aini tahu apa maksud dan tujuan wanita ini,pantas saja dia merasa familiar dengan wajah wanita itu seperti mirip seseorang dan ternyata dia adalah mamanya Nico.


"Aku tidak menyukai mu dan aku sangat tidak suka kau dekat dengan putraku, aku begitu sangat membencimu kau menjijikkan kau hanya anak aneh yang tidak punya teman yang berharap dengan kebaikan putraku kau ingin apa hah .. dasar anak setan" pelan wanita itu bicara sambil menekan setiap kata kata nya.


Aini yang tahu sebelum nya apa yang akan dikatakan oleh wanita ini dia tidak kaget ,Aini hanya memandang wanita ini dengan pandangan kosong hatinya sakit sangat sakit tubuhnya sedikit bergetar menahan marah tapi,Aini masih punya etika bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua itu bagaimana.


Aini yang sekecil itu berusaha bersikap setenang mungkin agar wanita itu segera selesai dengan kata kata umpatannya dan segera pergi dari hadapan nya sebelum dia hilang kendali.


" Ingat ini baik baik anak setan,, jauhi Nico aku tidak Sudi menerima mu sebagai teman putraku selama aku masih hidup tak akan aku biarkan itu terjadi walaupun kematian ku menjemput ku aku tidak rela camkan itu" kemudian wanita itupun berlalu dari rumah Aini.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2