
1 Minggu sebelum hari H dimana bulan darah yang disaat itu energi spiritual terkumpul dan membentuk suatu Cakra yang akan digunakan untuk membangkitkan iblis untuk beberapa hal yaitu dimana para kaum sekte akan mendapatkan mana didalam tubuhnya yang akan membentuk energi spirit agar bisa mengendalikan beberapa mahluk yang terkuat dari yang terkuat.
Sedangkan tumbal dari Ara gadis itu berfungsi untuk kebangkitan para roh dari kaum iblis dari masa lalu yaitu sejenis arwah para vampir dimana kekuatan vampir hampir menyamai raja iblis sedangkan dari darah itu juga para siluman dari jenis trah yang jauh lebih kuat akan bangkit dan akan memilih sendiri siapa yang akan diberikan kekuatan penuh dari salah satu penganut sekte sekte bagi yang benar-benar terpilih.
Sedangkan kunci utama adalah gadis yang benar benar terpilih untuk dijadikan tumbal utama dimana raja iblis itu sendiri yang akan menguasai dunia lewat gadis itu dan jika gadis itu sudah menikah ataupun tidak perawan lagi maka mereka akan menunggu sekali lagi beberapa tahun kemudian dan untuk beberapa purnama lagi menunggu kelahiran dari pemilik tubuh gadis yang terpilih.
Mereka akan menjadikan keturunan dari gadis terpilih itu dan akan dijadikan wadah bagi para iblis iblis tertentu,kalau ditelisik lagi sungguh sangat mengerikan.
Hari ini dikediaman pak Antoni nampak suasana sudah kembali seperti semula meskipun ada sedikit kecanggungan diantara mereka.
Mama Rossa yang merasa bersalah kepada anak dan menantunya tak henti-henti nya untuk mengambil hati keduanya terutama kepada suaminya juga.
"Pa... hari ini pulangnya jangan telat lagi yah... kita kan akan menemani Dewi dirumahnya selama suaminya keluar kota.??" ucap mama Rossa sedikit pelan dan tertahan.
"Hhmmm...." hanya itu yang keluar dari bibir pak Antoni.
"Kami sudah selesai..." tukas Aditya dan diikuti oleh istrinya.
"Sayang... nanti kita dinner yukk...?? sudah lama kita gak makan diluar bareng,." dan diangguki oleh istrinya.
Aini tersenyum manis kala melihat suaminya menggandeng pergelangan tangannya dengan posesif, hatinya merasa hangat dia sebenarnya ingin sekali mengatakan kebenaran tentang kehamilan nya tapi itu akan dijadikan kejutan pas dihari ulang tahun suaminya nanti yang mana kurang tiga hari lagi.
Aditya berhenti disamping mobilnya nampak dia tengah asyik mengamati tubuh istrinya yang saat ini kelihatan sedikit berisi, Aditya tersenyum kala melihat hal itu yang mana dia merasa kalau istrinya kelihatan sangat seksi dimatanya.
"Udah lihatinnya,.. aku tahu kalau aku ini sangat cantik..." senyum jahil Aini terlihat sangat menggoda dalam pandangan Aditya.
"Tentu saja istriku ini sangat cantik... kalau gak cantik gak mungkin jadi rebutan kaum Adam,aku saja sangat sangat cemburu saat itu" jawaban dari Aditya sangat menggoda dirungu Aini.
"Isshh... udah sana berangkat nanti telat ke..."
"Emang udah telat sayang,.. "
Cup
"Kakak berangkat yah..." Aini memejamkan kedua matanya kala Aditya mencium keningnya.
"Hati hati kak..."
"Siap my Queen..."
Cup
__ADS_1
Aditya mencuri ciuman singkat dibibir Aini kemudian dia segera masuk kedalam mobilnya sebelum Aini menyadari semuanya karena saat ini gadis itu membeku kaku dengan kedua mata membola.
Disaat Aini sadar dia hanya menunduk malu karena kemungkinan saat ini wajahnya memerah Semerah tomat.
Aini pun masuk kedalam rumah untuk menuju dapur untuk membantu bibi mencuci peralatan dapur ataupun untuk hal lainnya membuat kue kering atau apapun untuk dibuat camilan.
Pak Antoni yang melihat kemesraan putra dan menantunya tersenyum miris, dia masih teringat bagaimana saat itu Aditya berubah pucat dengan wajah kebiruan kala racun pelambat otak yang diberikan istrinya untuk putranya dengan alasan untuk memisahkan mereka karena takut kehilangan putranya tanpa menyadari bahwa apa yang dia lakukan justru akan membuat putranya lebih cepat mati.
Sungguh mengingat akan hal itu dada pak Antoni menjadi sesak dibuat nya,pak Antoni juga heran dengan sikap dan sifat istri nya yang berubah 180 derajat dan dia juga tidak tahu apa penyebab nya.
"Pa... mama ambilkan tas kerjanya dulu apa tunggu disini mama ak...."
" Tidak perlu aku bisa ambil sendiri,.." mama Rossa diam ditempat tubuhnya kaku tenggorokannya tercekat melihat respon suaminya yang masih cuek dan marah padanya,dia tahu kesalahannya sangat fatal kali ini hanya karena ambisinya semata.
"Pak Ujang... saya akan berangkat sendiri tanpa sopir tolong siapkan mobil untuk saya" ucap suara pak Antoni membuyarkan lamunan mama Rossa.
Brumm
brumm
Setelah mobil sudah menjauh dari kediamannya kini mama Rossa terisak sambil terduduk dilantai.
Hiks hiks
"Ma... bangun yukk,.. saya udah bikinin teh hijau untuk mama.. biar mama rileks" Atensi mama Rossa teralih melihat Aini yang sudah mencoba untuk membantu nya bangun dan memapahnya untuk duduk disofa.
"Ai... apakah mama sangat tidak layak untuk dimaafkan ,.. ??" Aini tersenyum mencoba memberikan kekuatan meskipun lewat sentuhan dikedua pergelangan tangan mertuanya.
"Tidak ada yang sempurna didunia ini ma... dan setiap orang pasti akan melakukan kesalahan-kesalahan dan kekhilafan yang berarti" suara lembut Aini membuat isakan mama Rossa semakin terisak.
"Mama benar benar minta maaf Ai...maafkan mama... mama hanya dibutakan oleh..."
"Saya tahu ma dan saya sangat mengerti akan hal itu..." Aini terdiam beberapa saat setelah menjeda kalimat nya kemudian dia melanjutkan apa yang ingin dikatakan oleh nya,Aini ingin mama Rossa tidak bersedih lagi dan memberikan semangat padanya dengan mengatakan tentang keadaannya.
"Mama akan memiliki cucu sekarang,.. saya sedang hamil ma,.. dan disini ada dua bayi dan itu juga cucu mama anak dari suamiku putra mama!!" kedua mata Mama Rossa membola dia terkejut dengan apa yang dikatakan Aini. ' benarkah itu ??' sungguh kejutan yang luar biasa bagi mama Rossa.
Setelah Dewi kini Aditya akan mempunyai bayi oh alangkah bahagianya saat ini dirinya,tapi kala dia ingin memeluk menantunya kedua netra milik mama Rossa melihat siluet titik cahaya dan dengan cepat mama Rossa mencoba untuk melindungi menantu nya dia tidak mau terjadi sesuatu dengan menantu nya dan kedua calon cucunya itu dan...
Jleb
Aaahhhh
__ADS_1
Tiba-tiba saja mama Rossa merintih dan mencoba menahan rasa kesakitan nya dengan suara tertahan dan jangan lupa darah yang mengucur dari dada sebelah kirinya dan juga dari mulut mama Rossa.
Aini tersentak kaget kenapa dan apa yang terjadi itu semua diluar kendali dan ekspektasi Aini,siapa yang sudah berani dan mengapa dia tidak bisa merasakan aura apapun saat ini.
Aini melihat sekeliling tapi dia tak melihat dan merasakan apapun,tubuh Aini gemetar suaranya tercekat dia mencoba menyadarkan diri tapi masih belum terkoneksi dengan akal waras pikiran nya.
Apalagi saat ini Aini memegang dan menahan tangannya didada mama Rossa agar darahnya tidak keluar banyak,baru kali ini Aini sedikit ketakutan yah takut akan kehilangan seseorang yang sangat dia sayangi setelah sekian lama disaat dia kehilangan seluruh keluarganya.
"Apa yang kau lakukan Aini...." terdengar suara keras dari arah pintu dan itu adalah suara Aditya dengan wajah merah karena amarah yang luar biasa kala melihat wanita yang menjadi cinta pertama nya itu.
"A ak aku... ti tidak tahu ap apa yang terjadi kak... ti tiba-tiba saja ma..."
Sett
Tubuh mama Rossa sudah terangkat Aini melihat suaminya mengangkat mama Rossa dan dengan gerakan cepat sambil sedikit berlari Aditya menuju ke mobilnya untuk segera membawa mama Rossa kerumah sakit.
"Ma... sadar ma... jangan tutup mata mama... Aditya takut,Adit mohon mama bertahan" ucap Aditya dengan kepanikan dan bibir bergetar yang melihat mama Rossa mencoba untuk membuka kedua matanya tapi itu sangat berat bagi mama Rossa.
"A Adit... A Aini ... di dia su sudah..." belum sempat mama Rossa melanjutkan kata kata nya mama Rossa sudah terpejam.
Setelah meletakkan kepala mama Rossa kepangkuan nya Aditya menutup pintu mobilnya dengan keras.
"Aku tidak minta penjelasan mu Ai... aku hanya tidak menyangka kalau kau sangat tega melakukan ini kepada mamaku,dan apa yang kulihat ini sudah sangat jelas,.. Jalan pak..." setelah mengatakan itu semua Aditya meminta sopir untuk segera menjalankan mobilnya dengan cepat.
Aini masih bergeming dia masih syok dan terkejut dengan apa yang terjadi saat ini " Sial kenapa aku tidak bisa membaca situasi dan kenapa aku tidak bisa merasakan sesuatu yang negatif disekitar ku" Setelah berbicara sendiri Aini segera berlari masuk kedalam kamarnya.
"Kakek... Nenek .... keluar lah!!"
Sett sett
"Bagaimana bisa ini terjadi dan kenapa aku tidak bisa merasakan sesuatu kek... nek..." tanpa basa basi Aini mencoba menahan amarahnya dengan tekanan luar biasa.
"Itu karena kedua bayimu menyerap beberapa Cakra dan mana yang ada ditubuhmu nduk..." Aini sedikit terkejut dengan kata kata kakek itu.
"Lalu siapa yang sudah melakukan itu..." suara Aini tertahan.
"Orang yang ingin kau mati nduk,. tujuan awalnya hanya kau dan mertua mu tahu kau yang menjadi target jadi mertuamu mencoba untuk melindungimu dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng agar kau dan kedua bayimu selamat " kembali Aini tersentak.
Kini dada Aini merasakan sesak yang luar biasa,dia tidak menyangka akan hal itu, " Aku akan keluar aku yakin dia masih ada disekitar sini" dengan gerakan cepat Aini sudah menghilang dari pandangan kedua mahluk tak kasat mata itu.
Kedua orang tua yang menjaga Aini itu menggeleng dan masih dengan wajah datar mencoba menyusui Aini, "Ujianmu kok cik abote nduk... ( ujianmu sangat berat sekali nak... )" suara serak nenek Rumpi terdengar begitu sendu dan menghilang seiring dengan menghilangnya tubuh tua itu menjadi sebuah serpihan debu.
__ADS_1
Sementara kakek penjaga Aini sudah sedari tadi sudah menyusul cucu majikannya.