Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 43


__ADS_3

Sementara dirumah pak Antoni saat ini mama Rossa masih setia berada disamping Aditya putra bungsu nya. Pak Antoni dan nyonya Rossa sepakat untuk tidak memberitahu hal ini kepada putrinya Dewi agar masalah tidak berbuntut panjang.


Meskipun pak Antoni dan Bu Rossa tahu sifat lembut Dewi yang selalu berfikir positif tak akan bisa mempunyai dendam apabila ada sesuatu yang terjadi padanya apalagi pada keluarganya.


Tapi tidak menutup kemungkinan kalau Dewi tidak mempunyai amarah jika itu menyangkut nyawa apalagi kepada orang yang disayangi,selama ini Dewi masih sangat dekat dengan adiknya meskipun sudah berumah tangga.


Tanpa disadari oleh mama Rossa ternyata Aditya sudah terbangun dari tidurnya atau pingsan nya saking asiknya melamun.


Tatapan Mama Rossa kosong menatap kedepan, kemudian dia dikagetkan oleh sentuhan Aditya. Seketika itu juga mama Rossa pun histeris memeluk putranya saking bahagianya.


"Oh sayang kau sudah bangun??" tanya mama Rossa khawatir dia memeriksa dan bertanya kepada Aditya bagian mana yang sakit tubuhnya ataukah kepala.


Aditya pun mengernyit heran dengan tingkah mamanya, kemudian dia tersenyum menggelengkan kepalanya hingga Mama Rossa pun bernafas lega melihat putranya baik baik saja.


"Dimana papa ma..." tanya Aditya yang menanyakan keberadaan papanya.


"Ah papa yah... dia sedang berada dibelakang rumah sayang dengan pak Barjo..." jawab mama Rossa jujur.


Aditya pun mengangguk kemudian kembali dia memejamkan matanya kepalanya masih pusing,dia masih mengingat dengan jelas apa yang dia lihat didalam mimpinya.


"Ini diminum sayang..." Mama Rossa pun memberikan satu gelas air mineral yang sudah dituangkan kedalam gelas.


"Iya... makasih ma..." senyum tulus Aditya.


Setelah meminum air pemberian mamanya Aditya pun kembali mencoba untuk berbaring kembali,ingin sekali dia menanyakan tentang keberadaan Aini tapi urung dia lakukan.


"Sayang kamu mau makan apa heum..." tanya mama Rossa sayang.


"Tidak Adit mau tidur aja bentar lagi ma..." jawab Aditya yang enggan untuk membuka matanya kembali kala matanya sudah terlanjur terpejam.


"Baiklah sayang,kamu istirahat yah mama keluar dulu panggil papamu.." sebelum Mama Rossa berhasil memutar handle pintu kamar Aditya mama Rossa pun berhenti


"Mama istirahat lah Adit tahu mama capek papa juga dan jangan terlalu khawatir dengan Adit,.. " kini Aditya menunjukkan kepalanya.

__ADS_1


"Adit sayang kalian semuanya..." Mama Rossa pun mengangguk terharu dengan kata kata yang diucapkan putranya kemudian diapun berlalu keluar.


Sesampainya diluar pintu kamar putranya mama Rossa pun menangis seandainya putranya tahu tentang apa yang terjadi sebenarnya bagaimana nanti perasaannya??.


Mama Rossa pun tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi putranya nanti jika dia mengetahui kebenaran nya.


Dia juga pasti akan menyalahkan dirinya sendiri kalau itu sudah menyangkut Aini yang sudah menolongnya, perasaan mama Rossa saat ini sangat emosional setelah sadar diapun berlalu dari sana.


Sementara Aditya sendiri terisak dalam diam dia tidak bisa berkata apa-apa dia melihat dalam mimpinya bagaimana Aini menolongnya hatinya sakit saat itu yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia sangat mengagumi Aini gadis itu sangat kuat wajahnya bersinar dan sangat cantik tapi setelah dia lepas dari belenggu yang mengikat nya dia melihat bagaimana perjuangan Aini untuk nya.


Bahkan setelah dia bebas ada seorang kakek tua yang pernah dia lihat sebelum nya tapi entah dimana saat itu membantunya mencari jalan keluar dari lorong-lorong belenggu yang entah itu apa dan dimana.


Disaat Aditya menoleh kebelakang dia melihat Aini memuntahkan beberapa teguk darah saat itu Aditya berhenti dan hendak menghampiri Aini tapi ketika kakinya melangkah suara kakek yang menuntun jalan untuk nya mencegahnya.


"Jangan sia siakan perjuangan nduk ayu ,dia bahkan bertaruh nyawa untukmu lekas ikuti langkahku kalau kau tidak ingin menyesal kemudian" dengan ragu dan sedikit kecewa Aditya pun mengikuti kakek tua tersebut dengan terpaksa.


Tanpa dia sadari tangannya seolah olah ditarik oleh sesuatu dan akhirnya dia tidak mengingat apa apa lagi.


Masih terisak Aditya pun mengingat bagaimana Aini beberapa kali memuntahkan darah dari mulutnya, Aditya merasa dia tidak berguna sama sekali.


Tak lama kemudian dia pun bangkit dari tidurnya, kemudian menuju kamar mandi setelah dia didepan kaca dikamar mandinya dia teringat pesan Aini.


"Kakak kalau sebelum melakukan apapun itu ingat berdoa yah...?? kita tidak akan pernah tahu rencana setan itu apa" masih terngiang ditelinga Aditya kata kata Aini dan dia mengingat senyum manisnya yang memikat.


Kemudian Aditya pun melakukan sesuai yang diinginkan Aini dia sedikit malu dengan dirinya sendiri selama ini dia selalu grusa grusu dalam bertindak tanpa didahului dengan berdoa.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Aditya pun menuju ruang walk in kloset kemudian berganti baju dan celana jins tak lama kemudian diapun keluar.


Dia ingin bertemu dengan gadis pujaannya,entah mengapa dia sangat merindukan nya saat ini,ingin sekali dia menelepon Aini tapi urung dia hanya ingin bertemu dan memandangnya sampai puas.


Membayangkannya saja Aditya sudah sangat bahagia dan tidak sabar rasanya untuk bertemu pujaan hatinya.

__ADS_1


Bremm bremm


Pak Antoni dan Mama Rossa pun mengernyitkan dahi heran siapakah gerangan yang membawa mobil dan keluar dari pekarangan rumahnya tidak mungkin putranya ataukah ada setan' yang menggoda mereka..


Kedua orang tua paruh baya itupun membayangkan yang tidak tidak, mereka berdua pun saling menatap dan saling bertanya keduanya pun juga nampak berbarengan menggeleng kepala.


Kemudian serempak pak Antoni dan Mama Rossa keluar kamarnya dia menuju teras depan melihat mobil putranya sudah tidak ada pada tempatnya keduanya pun panik pak Antoni menuju pos satpam dan mama Rossa pun melihat kamar putranya.


"Aaahhhh.... papaaaa.... A Adit tidak ada dikamar paaa..." pak Antoni yang mendengar jeritan istrinya pun langsung menghampiri istrinya begitu pula dengan kedua satpam itu Paijo dan Barjo mereka jug ikut berlari mengikuti Tuannya.


"Hiks hiks... papaa... Aditya tidak ada dikamar nya... bagaimana ini paaa... apakah dia diambil iblis itu pa.... mama takut sekali huhu" dengan tangisan pilu mama Rossa terisak.


Pak Antoni berusaha menenangkan istrinya dia juga berusaha meyakinkan istrinya bahwa putranya pasti baik saja,tapi mama Rossa masih histeris.


"A anu tuan... nyonya... tuan muda tadi keluar pas saya tanya katanya kerumah mbak Aini..." kini pak Antoni dan Mama Rossa pun bernafas lega.


Mama Rossa yang tadi menangis histeris tadi kini sudah bisa tenang disaat pak Barjo menjelaskan kemana tadi Aditya pergi.


"Sekarang mama istirahat dulu yah mah... papa tidak mau mama sakit dua hari ini mama kurang tidur dan istirahat " mama Rossa pun mengangguk kemudian dia mengikuti suaminya untuk menuju kekamarnya bersama pak Antoni.


"Pa... kalau Aditya sudah pulang kasih tahu mama yah .." pak Aditya pun mengangguk


"Tidurlah ma..." pak Antoni pun mengecup puncak kepala istrinya sayang kemudian dia menuju ruang kerjanya.


Didalam ruang kerjanya pak Antoni pun menyandarkan kepalanya dikurai kebesarannya, sejujurnya dia juga sangat lelah dia juga bingung bagaimana salah satu keluarga nya ada yang iri dan tidak suka padanya ?? padahal selama ini dia sangat baik pada semua orang terutama pada keluarga nya.


Dia hanya mendesah panjang dalam pikirannya ternyata hati manusia tidak ada yang tahu kemudian dia pun teringat sesuatu tentang saudara laki-laki nya.


Dahinya pun mengkerut "Apakah yang dimaksud Aini itu adalah kamu Aston??" gumam pak Antoni.


Dia kembali berfikir seandainya jika perkiraannya itu benar maka apa yang harus dia lakukan mengingat pesan dari Aini pak Antoni pun membenarkan apa yang Aini ucapkan saat itu.


"Semoga semua baik baik saja dan aku akan pastikan bahwa semuanya bukan kamu Aston!!"

__ADS_1


__ADS_2