Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 39


__ADS_3

Ditempat yang sama tapi disebelah tempat duduk Aini dan yang lainnya nampak Nico duduk dan mengawasi Aini.


"Kau masih sama baby... bahkan kekuatan mu makin bertambah Hemm... menarik"


Flashback on


"Tolong juragan jangan sakiti saya,." pinta seorang anak kecil pada seorang laki-laki bertubuh tambun tersebut.


"Kau sudah merusak semuanya kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja ??" dengan pongah laki laki tambun itu menghardik bocah laki laki kurus itu.


"Saya benar-benar tidak sengaja juragan" pinta bocah itu dengan wajah penuh luka memar.


Sementara itu tak jauh dari sana disebuah pohon besar ada seorang bocah laki-laki seumuran dengan anak laki-laki yang disiksa itu,tampak seringai wajah bocah itu matanya berkilat tajam.


Sett


Aaahhhh


"Bang*** ... siapa disana Aaahhh... matakuu... Sial** sakit sekali , ugh... apa yang kau lakukan disitu cepat kesini bantu aku" sambil berteriak pria tambun yang dipanggil juragan itu mengerang kesakitan karena sebelah matanya berdarah kerena terkena timpukan batu kecil.


" Hei kamu... apa yang kamu lakukan?" Hardik salah satu anak buah juragan itu.


Bocah kecil itupun mendongakkan kepalanya tak mengerti dengan wajah polosnya bocah itu hanya menggeleng pasrah,air matanya bercucuran karena ketakutan dadanya naik turun karena terasa terhimpit nafas yang memburu.


"Memang apa yang saya lakukan tuan..? saya dari tadi diam saja" jawab bocah itu dengan wajah polosnya.


"Heiii... kalian ini kenapa masih diam saja hukum anak sial** itu aku yakin anak setan itu yang sudah melempar batu itu." perintah juragan sarkas.


Kemudian salah satu anak buah juragan itu mengambil sebuah cambuk yang biasanya untuk menghukum beberapa anak buahnya yang berkhianat, kemudian dengan senyum smirk orang itu menatap tajam bocah itu.


Sedangkan bocah itu dengan tubuh gemetar ketakutan menggelengkan kepalanya,wajahnya pias dan pucat pasi tapi sepertinya tidak ada ampunan bagi sang bocah malang tersebut.


"Ja jangan tuan sungguh saya benar benar tidak melakukannya..." terbata bata mohon bocah itu parau.


Kini disebuah pohon nampak bocah laki laki itu memejamkan matanya dia teringat akan ajaran yang diajarkan oleh kakeknya dia akan mengendalikan bocah kurus itu dari Nico adalah bocah laki-laki yang diatas pohon itu yah dia adalah Nico,anak itu sungguh sangat pemberani andrenalin nya benar terpacu ingin menguji secara langsung sejak kakeknya mengajarkan ilmu bela diri dengan tenaga dalam chi pengendalian Cakra dan ilmu magic lainnya tapi sayangnya dia masih belum menguasai mata batin karena itulah Nico kecil tak bisa melihat mahluk astral.


Meskipun diatas pohon bocah laki-laki itu bisa dengan mudah berkosentrasi penuh karena dia juga bisa sedikit punya ilmu pengendalian diri dan sedikit mengambil udara yang dibekukan yah dia juga menguasai sedikit Cakra sehingga bisa mengendalikan udara bagi orang awam pasti mengira bocah laki-laki itu terbang.


Kini Nico kecil bisa melihat dengan mata tertutup tapi hanya samar seperti sebuah bayangan setelah dirasa cukup terang kini bayangan yang samar tadi sudah nampak jelas bagaikan sebuah boneka bocah laki-laki kurus itu didalam bayangan Nico kecil sudah terikat tali senar transparan miliknya,Nico mengikat tali senar transparan itu di pergelangan tangan dan pergelangan kaki bocah laki-laki kurus itu.


"Mulai... syutt.... " Bagaikan memainkan sebuah permainan Nico seolah-olah memainkan boneka wayang,sungguh Nico kini mengambil peran seutuhnya atas tubuh bocah laki-laki kurus tersebut.


"Tunggu apa lagi cambuk anak sial** itu " titah juragan itu.


Bocah laki-laki kurus itu kini menampakkan wajah datar tanpa senyuman,wajah yang tadinya pucat karena ketakutan kini menampilkan wajah tanpa ekspresi pandangan matanya pun kosong,tubuh kurusnya yang semula gemetar karena ketakutan pun kini berdiri dengan gagahnya.

__ADS_1


Krek krek


terdengar suara kretakan tulang dari tubuh bocah laki-laki itu."Apakah kalian ingin menghukum ku?? lakukan dengan cepat sebelum aku mengeksekusi kalian" suara khas bocah laki-laki kecil kini dengan nada serak dan parau tak berekspresi memperingatkan anak buah juragan itu.


Sedikit gemetar tiba-tiba laki laki yang memegang cambuk tersebut,dan disisi lain juragan dan sisa beberapa anak buahnya pun kaget dengan apa yang dilihatnya, mereka benar benar tak percaya dengan perubahan bocah laki-laki itu.


krek


Kepala bocah laki-laki itu tiba miring kekanan


krek


Kemudian miring kekiri kini seperti ada seseorang yang mengendalikan bocah laki-laki kurus itu bergerak cepat kearah anak buah juragan itu.


Sett


Dalam sekejap mata bocah laki-laki itu sudah berada dihadapan laki-laki itu.


Duakk


Bugh


Srett


"Hemm" dengan senyum smirk dan wajah tanpa ekspresi itu kini bocah laki-laki tersebut melesat kearah juragan dan beberapa anak buahnya itu.


"Giliran kalian" dalam sekejap mata bocah laki-laki itu sudah berada didepan juragan dan anak buahnya.


Cetas


"Aaahhhh..." teriak beberapa orang disana


Cetas cetas


cambukan demi cambukan dilayangkan kepada juragan dan anak buahnya,teriakan demi teriakan saling bersautan melolong bak seekor serigala yang kesakitan.


"Aku peringatkan kepada kalian jangan pernah menindas yang lemah atau aku akan kembali merasuki tubuh bocah ini untuk membunuh kalian tanpa ampun,kemana pun akan kucari dimana kalian berada jika kutemui kalian mengulang kesalahan yang sama, MENGERTI...." secara berbarengan mereka pun mengangguk patuh.


Syutt


Kini bocah laki-laki kurus tersebut menghilang seperti sebuah kilat tanpa jejak.


Sementara itu Nico kecil sudah membuka matanya setelah mengirim bocah kurus tadi ke kediaman kakeknya,sudah bukan hal baru lagi dengan apa yang tiba-tiba muncul dikediaman kakek nya itu pasti ulah Nico kecil.


Plok plok plok

__ADS_1


"Kakak hebat..." nampak suara anak perempuan yang merdu tertangkap oleh telinga Nico.


"Apa yang kakak lakukan tadi benar benar keren..." sambil mengacungi dua jempolnya gadis kecil itu mengangguk angguk antusias.


Nico diam pandangan nya kebawah melihat gadis kecil itu,tak lama kemudian Nico pun turun dengan ilmu meringankan tubuh yang di ajarkan kakeknya.


"Wuuaaahhh... kenapa kakak menolong anak laki-laki itu,??" tanya gadis kecil itu dengan wajah polos .


Binar binar mata bening gadis itu tidak bisa dianggap biasa saja itu yang ada dipikiran Nico, akhirnya diapun penasaran siapa gadis kecil itu.


"Bukan urusanmu" dengan dingin Nico menjawab pertanyaan gadis itu.


"tapi kakak ceroboh " gadis kecil itu menimpali.


"Kalau saja kakak tidak berlebihan mengeluarkan cahaya putih kebiruan itu kakak pasti terkena ini..." kini mata Nico kecil itupun membola,dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sebuah benda seperti taring atau kuku yang entah itu darimana dan punya siapa.


Nico kecil masih bergeming ditempat nya diapun memandang benda yang dipegang gadis kecil itu kemudian melihat wajah gadis kecil itu dan ternyata terlihat imut Dimata Nico kecil.


"Lain kali Kaka harus hati-hati yah... karena energi yang kakak keluarkan terlalu besar jadi mengundang mahluk ghaib dan ingin sekali memasuki tubuh kakak,saat aku melihat itu terpaksa aku hajar pake ini ..." gadis kecil itu bercerita sambil menunjukkan dua jari tangan nya , kemudian dengan dua jari tangan nya kembali gadis kecil itu menggerakkan nya.


Bugh...


"Dua mahluk ini yang hendak memasuki tubuh kakak... Kakak cucunya kakek Bimo kan?? Lain kali minta diajari mata batin kakak agar apa yang kakak miliki itu sempurna dan bisa digunakan untuk kebaikan," binar binar mata nya yang bening itu berkilau.


Nico masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis kecil itu kemudian dia bertanya, "Oh... terimakasih namamu siapa gadis kecil ??" Nico kecil ingin mengetahui nama gadis itu.


Kini gadis kecil itu tidak menjawab hanya menampilkan gigi putihnya yang rata kemudian diapun beranjak pergi,tapi Nico mencoba memegang pergelangan tangan gadis kecil itu tapi .. " Ah.. panas" Nico kecil pun meringis merasakan panas ditelapak tangannya.


" Bye kak Nico ,.. sampai jumpa lagi namaku Melati Xixi... coba tebak sendiri " sesuatu suara nalar pun terjadi karena tiba tiba saja gadis kecil itu sepertinya menghilang bahkan jejak nya pun tidak ada.


Nico kecil pun menghela nafas panjang diapun tersenyum sambil melihat taring ditangannya. "Sampai jumpa lagi gadis kecil" Nico pun berlalu.


Flashback off


"Maaf tuan... mau pesan apa ??" kini lamunan Nico pun buyar tatkala seorang waiters menanyakan menu makanan yang akan dipesan.


Setelah mesan makanan Nico pun kembali melihat Aini setelah itu diapun menunduk tangannya merogoh saku dalam jas nya kini nampaklah sebuah kuku taring ditangannya.


"Kau sangat cantik melati...." senyum manis nampak diwajah tampan Nico.


"Hai Nico... apa kabar??" Sapa seorang wanita.


" Mau apa kau kesini??" kini wajah Nico berubah gelap, selera makan nya pun menguar entah kemana.setwlah Nico menaruh beberapa lembar uang merah dimeja Nico pun beranjak pergi dari sana, kini acara untuk memandang gadis masa kecilnya pupus sudah.


"Masih ada banyak 2aktu untuk melihat mu kembali melati..."

__ADS_1


__ADS_2