
Drrrttt Drrrttt
Drrrttt Drrrttt
Dering suara ponsel Aini berbunyi keras sekali dengan mata terpejam yang masih ngantuk Aini meraba meja nakas disamping tempat tidur nya.
Aini melihat sekilas siapa yang sudah menelepon nya, ternyata terpampang nama kak Aditya disana Aini tersenyum kecil.
"Eehhmm... Assalamualaikum kak..." jawab Aini dengan sedikit terpejam
"Waalaikumsalam sayang masih belum bangun Heumm...." Terdengar suara berat Aditya yang terdengar begitu renyah ditelinga Aini.
Blush... seketika wajah Aini merona perlakuan Aditya sangat manis padanya,Aini malu meskipun Aditya tidak melihat langsung wajahnya tapi tetap saja dia malu.
"Tadi habis subuhan Aini tidur lagi kak,.. capek banget rasanya..." dengan suara serak serak basah Aini menjawab pertanyaan Aditya.
Entah mengapa ditelinga Aditya suara Aini sangat seksi sekali, Aditya sedikit bergairah tapi secepatnya dia buang pikiran kotor yang sempat hinggap lalu dia mengalihkan pembicaraan yang lain.
"Hari ini kamu gak usah kerja Ai... aku sudah ijinkan ke kak Dewi semalam jadi kamu gak usah khawatir..." ucap Aditya
"Benarkah....?? tapi kak Aini baik baik saja kenapa musti ijin gak masuk,Aini jadi gak enak sama Bu Dewi..." kedua mata Aini membola mendengar perkataan Aditya padanya lewat telepon,sejenak kemudian dia merasa tidak enak hati pada Bos-nya.
"Udah kamu nikmati aja masa liburmu,.. lagian mata kamu bengkak gt yakin masih mau berangkat kerja dengan wajah kayak Doraemon bermata bulat Heumm...??" kata kata Aditya membuat Aini tertawan terpingkal-pingkal ada ada saja batin Aini.
" Oke kakak udah kirim sarapan pagi buatmu lewat delivery sayang kamu gak usah ngapa ngapain tinggal nunggu makanan datang dan tinggal lep okay...." Aini kini merasa terharu atas perhatian yang diberikan oleh kekasihnya ini,dia sedikit terkikik mendengar kata-kata Aditya 'tinggal lep' Aini pun menggeleng kepala ringan.
"Oke makasih yah kak atas semuanya... ya udah kakak udh mandi kan kalau udah Yo wes Ndang sarapan Ojo gampak keluwen... hihi" ( ya udah cepat sarapan jangan sampai kelaparan) Aini terkikik dia yakin Aditya tidak akan mengerti apa yang dikatakan oleh nya.
"Nggeh mbak yu matur nuwun atas prihatinipun saking jenengan..." ( iya mbak terimakasih atas perhatiannya dari anda ) Aini mangap seketika mendengar jawaban dari Aditya.
"Ka kakak mengerti apa yang ku katakan??" tergagap Aini membekap mulutnya yang sudah terlanjur mangap tadi.
"Heemmm oke sayang sampai jumpa nanti sore kakak akan kesana... see you ... assalamualaikum Ai..." sejujurnya Aditya ingin sekali tertawa tapi dia takut Aini tersinggung dan merajuk nantinya karena itulah dia tahan agar tidak keluar suara tawanya meskipun hanya pelan pelan saja.
"Wa waalaikumsalam kak..." Aini nampak kikuk sendiri beberapa menit kemudian pintu rumah diketuk
__ADS_1
Tok tok tok
"Pakeett...." teriak sang delivery.
"Iya.... " jawab Aini dari dalam sambil membuka pintu rumah
Ceklek
"Atas nama nur Aini... " Aini mengangguk cepat.
"Ini ada paket delivery dari tuan Aditya mohon diterima..." ucap sang delivery sopan
"Iya makasih mas..." jawab Aini sambil tersenyum manis,nampak sang delivery sempat terpaku ditempat melihat senyum Aini nampak menyejukkan matanya.
Ceklek
Seketika itu juga sang delivery itu tersadar dari lamunannya dengan mengelus dada dia bergumam pelan " Astaghfirullah... ini mata kalau udah lihat yang bening malah jadi ijo,.. Masya Allah ayu tenan cah wadon kae atiku kesemsem dibuatnya" ( *Masya Allah cantik sekali bocah perempuan itu hatiku terpikat dibuatnya* )
Aini yang melihat tingkah delivery itu tersenyum canggung tapi dia tak ambil pusing akan hal itu sekarang akhirnya pagi ini dia sarapan dengan makanan yang dikirimkan Aditya untuk nya.
Dia kecewa kenapa Nico berubah 180 derajat ada apa dengannya "apakah dia mengetahui apa yang kulakukan dinegara Australia beberapa waktu yang lalu " batinnya bermonolog.
"Ckk... bukankah aku bermain dengan sangat halus... Hhhhhhh " dia menghempaskan nafasnya kasar.
Berkali-kali dia mencoba menghubungi Nico melalui ponselnya tapi beberapa kali juga tidak diangkat bahkan kini sepertinya nomornya sudah diblokir oleh pria blasteran itu.
Membayangkan wajah tampan Nico saja tubuhnya sudah berasa panas dan gairah nya sedikit demi sedikit naik, Elena mencoba untuk mengalihkan pikiran kotor nya tapi sepertinya percuma semakin dia mencoba melupakan Nico semakin dia tersulut gairah nya.
"Ckk... menyesal aku bermain api dengannya coba saja aku bisa setia tapi... sudah terlanjur basah" Hubungan elena dan Nico memang bukan hubungan spesial antara laki-laki dan perempuan justru cenderung sebagai partner diatas ranjang saja.
Flashback on
Saat itu Nico yang sedang ke klub malam bersama beberapa temannya pergi ke klub malam yang terkenal di negara Australia, mereka menyewa ruangan private VVIP tapi salah satu temannya yang bernama Robert Pattinson membawa seorang wanita cantik dan seksi dengan berpakaian minim yang bernama Elena.
Gadis itu nampaknya sudah terbiasa dengan hal hal yang berbau alkohol itu yang Nico lihat,bahkan temannya itu juga membawa gadis gadis seksi yang mereka sewa, sedangkan Nico hanya diam tidak peduli dengan ulah teman temannya.
__ADS_1
Beberapa temannya bahkan berpindah kekamar private yang mereka sewa untuk melepaskan hasrat seksual mereka, sementara Nico yang biasanya juga melakukan hal yang sama meskipun hanya kadang kadang tergantung keinginan Nico gadis seperti apa yang dia inginkan barulah Nico melakukan seperti apa yang dilakukan beberapa teman temannya.
Elena dan Nico duduk berseberangan terpaut dua kursi disamping kanannya, awalnya mereka berdua canggung tapi lama kelamaan mereka berdua entah siapa yang memulai suasana yang kaku akhirnya mulai mencair dengan alami.
Kini entah siapa juga yang memulai saling menggoda awalnya Nico hanya iseng mencium bibir gadis itu,******* demi ******* yang awalnya lembut kini seakan akan menuntut lebih,decapan demi decapan keluar dari bibir masing masing, suasana makin panas Nico kini merasa ingin lebih dari gadis itu.
Elena yang mempunyai libido yang sangat tinggi yang biasanya bermain solo kini nampaknya gadis itu ingin merasakan lebih tidak seperti dia yang bermain sendiri setiap hari.
Nico mengangkat tubuh Elena ala bridal style dengan pelan dia membaringkan Elena, tak lama kemudian Nico yang seluruh tubuhnya sudah panas dan gairah yang membara melepaskan semua pakaiannya kecuali bagian bawah yang masih tertutup boxer.
Sementara Elena meneguk ludahnya kasar melihat tubuh Nico yang sempurna,pahatan demi pahatan yang tercetak sempurna ditubuh Nico tak bisa mengalihkan perhatiannya kearah lain lagi selain tubuh kekar dan seksi Nico.
Nico yang melihat elena yang masih bengong memperhatikan tubuh kekarnya tersenyum miring.
"Sudah puas memandangku?? aku tahu aku memang tampan dan.... " Nico membungkukkan badannya dan condong kearah telinga elena kemudian Nico membisikkan sesuatu ditelinga gadis itu "Seksi...." nafas hangat Nico membuat Elena geli dan Nico tahu kalau elena terpancing dengannya.
Nico yang melihat Elena seperti itu merasa bahwa gadis ini menginginkan lebih darinya, Nico pun tak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini
Nico kini mencoba melakukan penyatuan dengan Elena.
Saat ini Nico tidak percaya tapi ini memang kenyataan nya bahwa elena masih virgin " masih ada waktu apakah kau yakin dengan semuanya?? setelah itu tidak akan sama lagi" elena yang sudah terbakar kabut gairah hanya mengangguk pasrah bagaimana pun juga dia juga ingin merasakan lebih lagi.
Sementara Nico yang sudah dapat ijin dari elena pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu hingga akhirnya saat bangun dipagi hari elena bangun dengan tubuh yang remuk redam,dia merasakan nyeri di bagian intinya dia mengingat bagaimana semalaman dia bersama pria yang baru saja dikenalnya melakukan penyatuan tanpa ada ikatan.
Sungguh sebuah dosa terindah bagi Elena,kembali elena teringat bagaimana semalam dia dan pria asing itu begitu liar dan brutal, awalnya dia sedih karena sudah tidak virgin tapi mengingat kejadian semalam dia senyum senyum sendiri.
"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang kulakukan padamu semalam... asalkan kau harus berjanji tidak ada pria lain selain diriku kalau aku melihat bahwa kau bermain api dibelakang ku kau akan tahu konsekuensinya" peringat Nico
Flashback off
Kini elena sadar dari lamunannya " Sial... Ckk... menyebalkan tapi ini semua memang salahku,.. tapi kenapa hanya mengingat wajahmu saja aku sangat bergairah sekarang... Ckk" Akhirnya elena masuk kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang sedikit panas
Biarlah nanti hal lainnya elena akan memikirkan belakang an saat ini Elena merasakan pusing luar biasa entahlah dia seperti merasakan sesuatu lain pada tubuhnya, beberapa hari ini elena sering kelelahan dan mual jika memakan makanan tertentu.
""** Nah loh kenapa tuh Elena,,,?? **""
__ADS_1