
Sementara itu ditempat lain didalam sebuah mobil dimana Devan dan Aini berada saat ini,Aini masih tampak enggan mengeluarkan suara. Sedangkan Devan masih bingung tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana.
" Hhmm Ai... Kalau Kau ingin menangis " Ragu Devan melanjutkan kata-katanya,.
" Menangis lah bahuku siap buat bersandar jika Kamu membutuhkan tempat bersandar" akhirnya sebuah kalimat lolos begitu saja dari mulut Devan meskipun agak sedikit takut
" Kak Devan bolehkah Aku tidur sebentar?? Aku sangat lelah" pinta Aini sambil memejamkan matanya perlahan.
" Bo boleh kok Ai... Nanti Aku akan membangunkan mu kalau kita sudah sampai" jawab Devan sedikit gugup.
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Aini yang menandakan bahwa Dia sudah tertidur pulas
" Ya Allah Ai... Selelah itukah Ai?? Setelah apa yang Kamu lakukan pada Hafiz,." batin Devan.
Dia pernah membaca Artikel seputar anak Indigo sedikit banyak Dia tahu tentang Anak Indigo meskipun hanya lewat tulisan, sedangkan bertemu nyata Diapun baru kali ini tahu apalagi sampai melihat Aini melakukan perjalanan melalui dimensi entah apa itu namanya Dia sedikit lupa.
Saat dalam perjalanan menuju kerumah Aini Devan pun lupa menanyakan dimana rumah Gadis ini.
" Astaga... Bagaimana Aku bisa lupa menanyakan dimana rumahnya Aini" sambil tepok jidat mulut Devan Komat kamit menyalahkan kebodohan dirinya.
Akhirnya Dia pun memutuskan untuk singgah disebuah kafe dimana Devan biasanya nongkrong bareng Teman-teman sejawat nya.
Pada saat tiba diparkiran Devan masih setia menunggu Aini bangun dan Devan pun tak berani membangun kan Aini ingin rasanya meninggalkan Aini sebentar saja untuk memesankan makanan agar dibungkus saja takutnya nanti Aini terbangun dan Devan pun jadi tidak enak dibuatnya.
Lalu bagaimana jika Aini lama bangunnya,dilema tersendiri bagi Devan saat ini. Dan akhirnya diapun mengingat sesuatu
" Kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi sih... " gerutu Devan
__ADS_1
Dan Devan pun mengambil benda pipih yang ada disaku celananya kemudian segera menelfon seseorang, yah Devan sedang menelfon temannya dan Dia adalah pemilik kafe ini untuk memesan beberapa menu makanan untuk diantarkan ketempat parkiran didepan kafenya.
" Hah... Kenapa Lo gak datang aja kemari Bro biasanya kan Lo langsung nyelonong masuk gitu aja" jawab seseorang diseberang telfon sambil tertawa.
" Udah Lo siapin aja dan segera antarkan ketempat parkiran depan Cafe Lo dan jangan banyak tanya" dengan kesal Devan menjawab sohibnya tersebut dengan malas.
Sementara Andre teman Devan atau sang pemilik kafe tersebut mengernyit heran tidak biasanya Devan berbuat hal demikian.
Karena rasa penasaran yang tinggi Andr pun akhirnya meminta Asisten nya untuk menyiapkan menu makanan yang dipesan Devan tadi dan segera disuruh antarkan keruangan nya. Dia sendirilah yang akan mengantarkan pesanan Devan nanti karena terdorong rasa penasarannya.
Akhirnya pesanan Devan pun selesai dan Andre pun dengan penuh semangat mengantarkan makanan tersebut ketempat dimana Devan berada saat ini.
Saat sampai diparkiran Andre pun langsung bisa mengenali mobil yang dipakai Devan dan kemudian Andre pun mendekat, disaat Andre mau mengetuk pintu mobil itu betapa kagetnya Andre saat melihat seorang gadis yang tengah tertidur,
Cantik yah gadis itu sangat cantik pantas Devan tidak mau turun dan membangun kan Gadis itu, itulah yang ada dipikiran Andre saat ini Diapun bisa menebak bagaimana Devan melakukan hal ini.
" Astaga... Akhirnya Devan bisa jatuh cinta juga" cicit Andre dalam hati.
Dengan terpaksa Andre pun akhirnya mengetuk kaca mobil itu.
Tuk tuk tuk
Devan pun tersentak kaget dan menoleh kearah pintu mobilnya dan nampaklah sosok Andre dengan tersenyum sumringah melihat kearah Devan.
Dengan Hati hati Devan pun membuka pintunya perlahan.
" Hhmm jadi ini yang membuat seorang Devan ..." belum selesai Andre menyelesaikan kalimatnya
__ADS_1
" Ssssttt... Devan pun menautkan jari telunjuknya ke depan mulutnya agar Andre diam. Dan Andre pun terkikik geli dengan tingkah Devan.
" Dia siapa Dev... " tanya Andre penasaran.
" Hanya Temen... " Jawab Devan singkat.
" Nih kembaliannya simpan saja deh..." kata Devan kemudian sambil menyodorkan beberapa lembar uang merah ke Andre.
" Tidak usah Dev... Kamu ambil aj Itung-itung buat ngerayain karena Kamu udah dapet cewek cantik" jawab Andre sambil tersenyum geli.
" Ssshhh... Kamu tuh yah,,, Dia itu hanya teman tahu" ketus Devan sambil berlalu masuk kedalam mobilnya.
Dan Andre pun tertawa ringan meskipun ada gurat senang karena sohibnya kini telah menemukan Gadis impiannya meskipun Dia tak yakin, tapi Gadis itu adalah tipe Andre banget bagaimana Devan bisa bertemu dengan gadis itu?? Penasaran Andre pun tak ambil pusing Dia bisa mendekati Devan besok sambil mengorek cerita tentang Gadis itu.
Entah kenapa Andre tidak bisa menghilangkan bayangan wajah Gadis itu dalam benaknya
" Astaga... Dalam keadaan tidur aja Dia cantik banget apalagi pas Dia udah kebangun" batin Andre
Disaat Andre masuk keruangannya Andre pun masih teringat Gadis itu " kayaknya Aju pernah lihat Gadis itu tapi dimana yah..." kembali Andre bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Sementara itu kembali Devan menghentikan mobilnya tapi kali ini Dia menghentikan mobilnya disebuah Taman kota yang mana kalau malam selalu rame sampai pagi.
Diapun mematikan lampu mobilnya dan kaca mobilnya pun Dia stel dengan mode gelap hingga tak nampak dari luar, yah mobil Devan Dia pesan khusus dari dealer tempat temannya.
Akhirnya Devan pun juga terlelap disamping Aini meskipun agak sempit tapi tak dapat membuat kantuk Devan jadi hilang malah semakin mengantuk dengan AC mobil yang masih menyala agar tidak pengap didalam.
Dan akhirnya mereka berdua pun terlelap dan terbuai keAlam mimpi Masing-masing.
__ADS_1