Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 69


__ADS_3

Hidup itu pilihan kita tidak akan pernah tahu jalan mana yang akan kita tempuh itu baik atau malah sebaliknya.


Sejatinya kita sebagai wayang dari sang Dalang hanya bisa pasrah dan legowo menerima takdir kita.


Kita bisa berdoa dan berikhtiar itu adalah jalan yang seimbang dengan perjalanan manusia jika kita tidak dibutakan dengan nafsu duniawi semata.


Kini Aini sudah berada didalam kamar Rina,nampak Rina sedang tertidur pulas, Aini tersenyum tipis dia melihat damainya tidur sang sahabat.


Aini mencari posisi duduk disisi ranjang Rina,nampak Aini seperti sedang memikirkan sesuatu.


Aini melirik kearah meja nakas disamping tempat tidur Rina, dia mencoba untuk mencari sebuah nama dikotak panggilan disana tertera sebuah nama seseorang.


Setelah berpikir sesaat akhirnya Aini memutuskan mendial nomor tersebut.


"Ruth... bisakah kita bertemu??" pinta Aini pada seseorang yang bernama Ruth handler Bimantara, dia adalah gadis blasteran Jawa Belanda, dia juga sama dengan Aini mempunyai kelebihan yang sama tapi Ruth lebih menyelami dunia spiritual dengan cara yang sedikit ekstrim.


Ruth pernah menganut aliran sekte bukan hanya dari dalam negeri tapi dari luar negeri dia lakoni hanya demi berpetualang. Tapi setelah dirasa cukup pengetahuannya tentang dunia spiritual dan sekte sekte dari berbagai manca negara kini Ruth kembali mendalami dunia spiritual nya dengan ilmu kejawen dari kakek buyutnya yang asli orang Jawa.


Saat Ruth keluar dari sekte sekte yang sempat dia anut, Ruth mengalami banyak teror dari para iblis sekte, tapi lagi lagi keberuntungan berada di pihak Ruth lantaran dia mempunyai darah Jawa yang kental meskipun ada sebagian darah dari papinya orang Belanda.


Sedangkan Aini dunia spiritual yang dia dalami yang nota bene ilmu kejawen tulen dia benar-benar teguh dalam pendiriannya, Aini lebih welas asih dan kalem tapi jika sudah berada dalam fase emosi tak terkendali maka Aini lebih melebihi dari seorang iblis jika sudah dikuasai amarah.


Tapi Aini lebih bisa mengendalikan nafsu amarahnya karena dia memang cenderung mempunyai pemikiran yang jernih lebih dominan menekan emosi .


Apalagi sekarang Aini lebih untuk menyelesaikan sebuah misi dan itu sangat menyita waktu, berbeda dengan Aini berbeda pula dengan Ruth, gadis itu sangat emosional dan pemarah dia lebih sering tersulut emosi jika sudah tersinggung atau ada orang dengan sengaja menyinggungnya.


Kini Aini dan Ruth berada disebuah kafe yang buka 24 jam di ujung kota perbatasan antara kota A dan kota B, ( Maaf yah guys author tak menyebutkan nama kota lantaran author pelupa hehe ).


Ruth terlihat cantik dan anggun serta jangan lupa gayanya yang elegan, nampak sosok Ruth menunjukkan seperti sosok seorang bangsawan, meskipun dia suka dengan ilmu kejawen Ruth memiliki sifat dari Daddy nya yang cenderung tegas dan sedikit pemarah.


Aini dan Ruth bertemu disebuah hutan yang masih berada dilereng gunung Wilis, mereka pernah sama sama berpetualang diarea hutan hanya untuk sekedar menguji kekuatan dan nyali dalam menghadapi mahluk mahluk astral.


Mereka sama-sama mempunyai keberanian yang lebih dari gadis gadis pada umumnya,Aini memiliki seni beladiri meskipun tanpa seorang guru yang mendampinginya.


Aini mempelajari seni beladiri dengan teman teman tak kasat mata nya, sempat waktu itu Aini kecil tidak sengaja memasuki dunia ghaib yang tanpa dia sadari.


Aini kecil waktu itu mengira itu adalah sebuah kampung biasa, yang anehnya orang orang disana hanya berwajah datar meskipun mereka biasa saja.


Kegiatan dikampung ghaib itupun juga sama dengan alam manusia,para pria yang bekerja, sedangkan anak anak juga ada yang bersekolah,mengaji ,ada yang berkebun kesawah, pokoknya semuanya sama kegiatannya dengan manusia pada umumnya.


Mereka juga ramah meskipun berwajah datar, meskipun tidak semua kampung ghaib juga sama seperti yang dilihat Aini.


Dari ketidak sengaja an Aini yang memasuki kampung ghaib itulah Aini bertemu dengan seorang kakek Al Habshy, kakek itu sangat ramah beliau berbeda dengan mahluk astral lainnya yang berada dikampung itu yang semua rata rata berwajah datar tanpa senyuman.


Kakek Al Habshy ini berbeda beliau sama kayak manusia biasa pada umumnya, dari kakek Al Habshy inilah Aini mempelajari seni beladiri dan mengaji.


Dan ternyata kakek Al Habshy juga mengenal penjaga Aini yang selama ini mengikutinya.

__ADS_1


Sedangkan Ruth sendiri mempelajari seni beladiri dari tempat pelatihan yang dimiliki oleh Daddy nya yang ternyata adalah seorang pengusaha sekaligus seorang mafia meskipun identitas nya tak diketahui khalayak umum.


Masyarakat hanya mengetahui Brian handler sebagai seorang pengusaha.


Kembali ke Aini dan Ruth.


"Ada apa Ai .. kok tiba tiba ngajak ketemuan??" tanya Ruth setelah mereka selesai dengan makanan nya.


"Gak ada hanya kangen aja..." jawab Aini santai.


"Ckk... udah sekian lama baru kamu kangen ..." cibir Ruth.


"Gak boleh yah kangen Ama saudara sendiri..." Ruth memutar bola mata malas.


"To the poin ajalah Ai...." Ruth yang tak suka basa basi mencecar Aini


"Aku mau minta bantuan mu..." ucap Aini kemudian.


"Hhmm... " Ruth mengernyitkan dahinya masih menunggu kelanjutan dari apa yang akan dikatakan Aini selanjutnya.


"Hari ini adalah hari ke 20 dimana Astri sedang ritual Larung Sukmo, kau tahu itu seberapa berbahaya nya ilmu dari ritual itu..." Kini Ruth terdiam tanpa menimpali kata kata Aini.


"Wanita ini sungguh sangat tidak punya hati yang ada hanya lah dendam dan dendam,. padahal apa yang di dendamkan itu masih belum jelas. dia bahkan rela menumbalkan putrinya sendiri untuk tujuan nya agar tercapai"


"Kamu gak mampu mengatasi wanita ini..." Aini menggeleng pelan.


"Bukannya aku gak mampu Ruth aku hany memintamu untuk menjaga keluarga nya saja sedangkan aku yang akan menangani wanita ini" Ruth terdiam beberapa saat gadis itu nampak berfikir.


Aini tahu apa yang dimaksudkan Ruth , kemudian dia tersenyum sambil berkata" apa yang kau inginkan akan aku penuhi asalkan aku mampu." ucap Aini pasti.


"Hemm... kalau begitu aku minta kekasihmu Nico,..." Aini terdiam kemudian dia pun mengangguk setuju.


"Aku tegaskan dia bukan kekasihku, dari dulu aku mengatakan padamu bahwa dia bukan kekasihku, "


"Aku tahu... tapi dia sangat bucin padamu..." Ruth tertawa sinis.


"Tapi aku tidak... "


"Yaa ya ya kau tidak bucin pada Nico tapi bucin sama hafiz, ckkk " Ruth memasang wajah smirk.


"Sekarang aku udah gak ada hubungannya lagi dengan kak Hafiz..." Ruth membeliak karena terkejut.


"Bagaimana bisa Ai... " Ruth meyakinkan bahwa apa yang dia dengar itu salah,


"Itu benar... cerita nya panjang Ruth..." tukas Aini sendu.


"Ai... " panggil seseorang kepada Aini, Aini yang merasa familiar dengan suaranya diapun mencari sumber suara itu darimana.

__ADS_1


"Assalamualaikum Ai... " ucap salam Aditya lembut.


Ruth yang tidak tahu menahu soal Aditya hanya bisa terdiam dan mengawasi saja.


"Waalaikumsalam kak... kakak darimana kok ada disini...??" jawab dan tanya Aini penasaran.


"Kebetulan kakak ada pertemuan dengan teman teman kakak Ai... Kamu ngapain disini dan dengan siapa kamu Ai...??" Aini yang tersadar akhirnya dia memperkenalkan Aditya dengan Ruth.


"Ruth kenalkan dia kak Aditya dan kak... kenalkan dia temanku Ruth..." ucap Aini


"Hai... aku Aditya tunangan nya Aini..." Ruth membelalak kaget.


"Waw... kejutan apalagi ini Ai... kau berhutang penjelasan padaku heumm..." tukas Ruth dengan senyum manisnya yang penuh misteri.


" Brow... ternyata elo belum pulang gue piki Lo udah pulang tadi... Daan... siapa gadis gadis cantik ini... jangan bilang kalau salah satunya adalah cewek elo.." Ternyata Nicholas yang tadinya akan pulang tapi tanpa sengaja dia melihat Aditya masih ada disini akhirnya disamperin lah karena rasa penasaran yang tinggi dari seorang Nicholas.


" Hai... kenalin gue temannya Aditya..." Aini bergeming tak menyambut uluran tangan dari Nicholas.


Nicholas yang merasa tangannya masih ngambang tak berbalas jabat tangan nya akhirnya dengan sedikit malu diapun menarik kembali tangannya.


"Gila nih cewek cakep bener pantes aja Aditya klepek klepek dibuatnya" batin Nicholas.


"Saya Aini... dan dia Ruth..." Nicholas yang melihat ada cewek lain kini sedikit antusias dan bersemangat. Nicholas pun berusaha mendekati Ruth dengan duduk disamping kursinya.


"Siapa yang suruh kamu duduk disini..." ketua Ruth yang tak suka dengan pria itu.


Aditya mencoba menahan tawanya dia tidak mau Nicholas merasa malu padanya.


"Eh.. gak boleh yah" tangan Nicholas garuk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil meringis.


Puk


"PULANG..." seolah olah terhipnotis Nicholas pun mengangguk patuh bak robot yang diremot control.


Dengan pandangan kosong Nicholas pun beranjak dari sana. Ruth paling tidak menyukai laki laki yang agresif dan sok kecakepan,.


"Ai apa..." tanya Aditya sedikit khawatir ada temannya.


"Jangan khawatir kak... dia akan selamat sampai tujuan, besoknya tahu tahu dia udah kebangun dari tempat tidur nya." ucap Aini meyakinkan.


"Oke Ai... aku pulang besok kita ketemu ditempat bias..."


Sraaasshhh


Seperti biasanya Ruth pasti akan berteleportasi kalau orang Jawa menyebutkan ilmu panglimunan.


"Ai... besok kerumah yah... mama kangen sama kamu, tadi aja dia merajuk pingin ketemu sama kamu"

__ADS_1


"Oke ... antar aku pulang kak..."


"Siap sayang..." jawab Aditya antusias


__ADS_2