Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 91


__ADS_3

"Astaghfirullah... jadi cucuku adalah target dari para kafir itu.... !?" pak Antoni mengusap wajahnya kasar sementara Dewi menangis tiada henti.


Pak Antoni mengeram marah kala melihat cucu kesayangannya kini dalam keadaan tak berdaya disebuah ruangan bersama para korban yang lainnya.


Didalam amplop coklat yang berukuran sedikit kecil ada sepucuk surat dan disana tertulis agar pak Antoni bertindak lebih cepat sebelum hari H dan pastinya akan dibantu oleh Soni dan beberapa orang suruhannya.


"Aku tidak menyangka kalau cucuku termasuk target mereka,. Dewi... bagaimana kau tidak tahu kalau ada tanda lahir ditubuh putrimu..." tanya pak Antoni datar.


Dewi hanya menggeleng pasrah "Dewi enggak tahu pa... " pak Antoni


"Beginilah kalau apa apa selalu meminta baby sitter untuk melakukan banyak hal untuk mengasuh putri nya" batin pak Antoni.


Setelah membaca sepucuk surat yang dia pak pegang pak Antoni hendak melipat kembali surat itu,tapi tanpa sengaja dia melihat tulisan kecil dibalik kertas itu.


"Berhati hatilah dengan baby sitter mu" hanya itu kalimat yang tertulis disurat itu,pak Antoni mengernyitkan dahinya kemudian berdiri tanpa kata.


Kemudian pak Antoni merogoh ponselnya dan menelepon seseorang" kau bawa beberapa anak buahmu dan minta pak Soni datang aku tunggu dlm waktu 15 menit dari sekarang Tutt..." setelah meminta orang kepercayaannya untuk datang kerumah putrinya.


"Dewi... apakah suamimu sudah tahu akan hal ini??" Pak Antoni bertanya kepada putri nya perihal suaminya,karena sampai sekarang dia masih belum kelihatan batang hidungnya.


Mau tidak mau pak Antoni sedikit curiga jangan jangan menantunya itu terlibat, segala kemungkinan itu ada menurut pak Antoni sekarang, karena sekarang dia tidak akan mudah percaya begitu saja.


" Kenapa suamimu belum pulang Dewi.... apa kau sudah menghubungi nya??" tegas pak Antoni dengan nada datar.


Dewi terkesiap dia juga bingung tak biasanya dia lalai kalau soal Poppy,kini pikiran nya juga sama dengan pak Antoni ' Jangan jangan dia juga terlibat dan apakah dia juga penganut aliran ilmu sesat?? pasalnya akhir akhir ini juga dia sering menunjukkan sikap yang tak biasa' batin Dewi bermonolog.


Tok tok tok


"Masuk..." titah pak Antoni.


"Perintah sudah saya laksanakan tuan..."


"Bagus... bawa ketempat biasa biar aku sendiri saja yang akan mengeksekusi nya?"


"Baik..." setelah itu pak Antoni pun mengajak Dewi ketempat dimana baby sister nya berada.


"Aku ikut pa... " tiba-tiba Aditya muncul didepan pintu, tadinya dia berada didalam dalam ruang kerja dimana biasanya Dewi berkutat dengan pekerjaan kantor nya.


Aditya menemukan beberapa kejanggalan disini,dimana beberapa penghuni rumahnya juga terlibat tapi setelah dia selidiki ternyata ada sesuatu yang memaksa mereka untuk melakukan itu semuanya.


Aditya hanya ingin tahu akar masalahnya berada dimana, bagaimana mungkin mereka tahu kalau Poppy punya tanda kelahiran ditubuhnya? ataukah ada ciri ciri tersendiri mulai dari bau tubuh Poppy atau hal lain.


"Kalau saja ada Aini ??" mengingat akan hal itu Aditya sangat sesak rasanya.


Awalnya pak Antoni terkejut akan kehadiran Aditya tapi kemudian dia tanpa berkata apapun melanjutkan langkahnya untuk menuju ruangan eksekusi dimana baby sister nya disekap oleh beberapa anak buah pak Antoni.

__ADS_1


"Sebenarnya kita mau kemana pa...??" tanya Dewi


"Nanti kau akan tahu..." sahut pak Antoni.


Dewi berusaha menekan rasa penasarannya, sementara Aditya tahu kalau beberapa anak buah papanya sudah bergerak lebih cepat dari pasukan bayangan miliknya.


Aditya sangat salut terhadap papanya meskipun sudah lama papanya vacun dari kantor tapi dia masih punya kuasa penuh atas beberapa pasukan atas didikannya.


Dibalik diamnya pak Antoni ternyata mempunyai suatu hal yang sangat mengejutkan, berbeda dengan Aditya dia harus mempunyai bodyguard dan beberapa adukan bayangan untuk melindungi siapapun yang dia sayang termasuk untuk istrinya dulu kini bodyguard bayangan itu sudah kehilangan jejak Aini.


Perjalanan memakan waktu selama 35 menit lamanya dan tanpa ada percakapan dan hanya keheningan yang tercipta, akhirnya mereka pun sampai ditempat dimana tujuannya berada.


"Selamat datang tuan...!!" sambut salah satu penjaga disana.


"Hhhmmm...."


Pak Antoni hanya berdehem ringan sambil mengangguk kecil,tanpa membuang waktu mereka pun keruangan dimana baby sister Dewi dikurung.


"Selamat datang tuan...!!" sambut Ray salah satu orang kepercayaan pak Antoni menyambut kedatangan nya.


"Bagaimana,.. apakah dia mengaku??" tanya pak Antoni datar.


"Tidak tuan dia masih setia dengan kebungkamannya,.." jawab Ray sedikit menunduk.


"Aku akan masuk,. Adit.... ikut papa..." titah pak Antoni tegas dan tanpa bantahan.


Klek


Pak Antoni melihat tubuh baby sitter itu sangat menyedihkan dengan luka menganga dibeberapa bagian tubuhnya,tapi ada gurat keangkuhan diwajah wanita itu membuat pak Antoni dan Aditya sangat geram.


"Katakan... kepada siapa kau bekerja dan dimana cucuku saat ini...??" suara pak Antoni nampak begitu pelan dan dalam hingga mengeluarkan aura yang dingin dan mencekam.


Sementara Aditya sangat syok dan kaget secara bersamaan, ternyata dia sangat tidak tahu tentang papanya yang punya sisi lain dalam dirinya.


"Hahahaha..... Hahahaha..... hanya karena ancaman kecil seperti ini kau hendak membuat ku berbicara tentang tuanku... jangan harap...!!" nampak baby sister itu tak menunjukkan riak ketakutan sama sekali yang ada justru dia menantang kembali.


Pak Antoni hanya diam tapi matanya tak lepas menatap tajam kearah wanita itu, pak Antoni pun tersenyum miring.


Aditya yang tidak punya kesabaran lebih akhirnya maju dengan langkah lebar kemudian tangannya mencengkeram dagu wanita itu.


"Jadi kau yang selama ini membuatku lengah..." nampak senyum sinis ditunjukkan wanita itu kepada laki laki didepannya ini.


"Kalau itu iya apa yang kau lakukan sayang..." Aditya yang terkejut dengan kata panggilan dari wanita itu sangat jijik mendengar nya kemudian tanpa belas kasihan Aditya langsung menghempaskan dagu wanita itu dengan keras hingga wanita itupun terjungkal kebelakang.


"Berikan aku cambuk seperti biasanya Ray..." perintah Aditya kepada Ray.

__ADS_1


Pak Antoni sedikit terhenyak mendengar perintah Aditya kepada Ray anak buahnya "Cambuk seperti biasanya ??" batin pak Antoni bertanya tanya.


"Simpan dulu pertanyaan papa untuk nanti, untuk sekarang aku ingin memberikan wanita ini hukuman yang layak dia dapat kan..." pak Antoni diam tak bergeming, tatapannya tajam memandang kearah wanita itu.


"Ini tuan muda,.." Ray menyerahkan sebuah cambuk berjeruji lancip seperti ada ratusan paku kecil dicambuk itu.


Ctass... Aaahhhh


Ctass... Aaahhhh


Ctass.... Aaaaaaaaaaahhhhhhh


"Brengsek bunuh aku sekarang juga .." umpat dan pinta wanita itu lemah.


"Kematian sangat ringan untuk mu kepar**t... aku ingin melampiaskan semua yang telah kau lakukan kepadaku..." ucap Aditya pelan tapi penuh tekanan.


"Kau mau menyiksa aku sebanyak apapun tidak akan mengubah apapun karena kau sudah kehilangan wanita pembawa sial itu... Hahaha...."


Ctass... Aaaahhhhh


Ctasss.... Aaaaaaaaaaahhhhhhh


Siksaan demi siksaan dilayangkan untuk wanita itu tanpa belas kasihan. Aditya benar-benar diluar kendali, kalaupun wanita itu pingsan Aditya menyuruh Ray menyiram dengan air dingin bercampur garam hingga membuat orang orang yang ada ditempat itu begidik ngeri.


"Sekarang kau katakan siapa dalang dari semuanya atau kau tidak akan menemukan ketenangan karena aku akan membuatmu melihat kedua orang tuamu dan ...." Aditya tak menggantung kata katanya.


"Bang**t apa yang kau lakukan kepada keluarga ku hah ... jangan sakiti mereka..." marah wanita itu hingga riak wajahnya menunjukkan gambaran ketakutan luar biasa disana.


"Waahh .. dimana keangkuhan mu tadi jala**Ng huh.... aku akan melakukan apa yang aku mau kalau kau bisa diajak bekerja sama tadi,dan aku rasa kini sudah terlambat..."


"Tidak tidak kumohon jangan sakiti mereka..." pinta wanita itu lemah.


"Astri... dan Elena... yah wanita itu bernama Elena dia juga ingin memisahkan kalian bahkan kalau bisa melenyapkan mantan istrimu..."


Dorr


"Bersihkan..." Aditya pun keluar dari tempat itu setelah menembak mati wanita itu tepat dikepalanya.


Pak Antoni yang melihat keberingasan putranya benar benar dibuat takjub dia baru tahu kalau putranya yang biasanya kalem bisa sekejam itu, ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


Sementara Dewi yang melihat itu semua bergetar hebat wajahnya dipenuhi rasa takut luar biasa,dia juga syok melihat bagaimana ayah dan adiknya menyiksa orang dengan sedemikian rupa terutama adiknya.


"Kau telepon suamimu sebelum terlambat,. Suamimu dalam bahaya " Dewi terkesiap mendengar kata-kata papanya barusan.


Pak Antoni baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya kalau Aditya juga saat ini tengah berada dalam incaran beberapa orang.

__ADS_1


Pak Antoni pun mengajak Dewi pergi meninggalkan tempat itu bersama Dewi sementara Aditya sudah menghilang dari sana setelah mendapatkan laporan tentang keberadaan keponakannya saat ini.


__ADS_2