Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 8


__ADS_3

Aini hanya diam tak menjawab pernyataan cinta dari Hafiz, Dia hanya takut salah mendengar karena itulah Dia hanya diam tanpa merespon tanpa menjawab tanpa menoleh, Hafis jadi canggung dan salah tingkah.


Diapun panik pasalnya Hafiz terlalu takut Aini akan menolak cintanya, bagaimana pun baru kali ini Dia merasakan berbeda sesuatu yang indah yang membuat Dia selalu berada diatas fatamorgana yang unik.


Sementara itu dibalik diamnya Aini Diam diam Aini pun membaca isi hati dari Pria didepannya ini, sambil memejamkan matanya Aini bisa tahu apa yang jadi gemuruh di dada sang Hafiz, 'ternyata itu real dari hatinya,' batin Aini.


" Kak... " panggil Aini pada Hafiz


" I iya Ai..." jawab Hafiz cepat


" Aini masih belum bisa jawab , maaf yah Kak?? ini sungguh terlalu cepat bagiku Kak!! jangan benci Aini yah Kak... kita bisa jadi teman dekat sambil jalani seperti halnya air yang mengalir pelan tapi pasti,. dan dalam masa itu kita lihat kedepan nya gimana kak,.. Gimana...!??" ucap Aini menjelaskan pada Hafiz , Dia takut jika Pria didepannya nanti jadi tersinggung jika tak Ia jelaskan.


" Ok Ai... Gak Apa-apa asal Kita bisa dekat, iya juga Kita bisa lebih mengenal lebih dekat lagi kalau Kita jadi teman, Kita ikuti alurnya saja" Hafiz menghirup udara bebas seolah-olah oksigen yang tadi sempat tertahan di tenggorokan kini sudah bisa lepas bebas.


" Oke Kak..." kata Aini sambil memejamkan mata


Dari tadi Aini merasa terganggu dengan mahluk yang ada dibelakang Hafiz sesosok perempuan memakai gaun warna kuning telur,. Aini daritadi ingin mengusir wanita itu tapi Aini ingin tahu apa tujuannya mengikuti Hafiz semenjak pertama kali lihat didalam mobil tadi.


" Ehmm Kak... " panggil Aini


" Iya Ai... Ada apa?" tanya Hafiz nampak sekali ada gurat tanya yang dia lihat diwajah Aini.


" Bolehkah Aini tanya sesuatu kepada Kan Hafiz,. tapi mohon maaf sebelumnya ini menyangkut masalah pribadi Kak Hafiz" hati hati Aini bertanya pada Hafiz.


" Iya Ai... Boleh mu tanya apa aja silahkan...!!" jawab Hafiz cepat, Diapun juga penasaran dengan apa yang akan ditanyakan Aini padanya.


" Kakak sebelumnya ada masalah gak sama seseorang perempuan mungkin yang bisa menimbulkan sakit hati atau gimana" kata Aini hati hati.


Sontak Hafiz kaget matanya melotot tak percaya 'bagaimana Aini bisa tahu akan hal itu'. Batin Hafiz penasaran.


Sesekali Hafiz menarik nafas secara perlahan dan kasar kemudian Dia hembuskan lagi,. Dan begitu seterusnya. Hafiz pun kemudian ingat bagaimana sahabat nya Andini mengungkapkan perasaan cintanya pada dirinya.


***


" Gue sayang elo Fiz... Gue cinta banget sama Elo, pliis jadikan Gue pacar Elo untuk sekarang bahkan sampai nanti sampai pernikahan terwujud" pernyataan Andini begitu mengejutkan dirinya dimana saat itu Andini mengirim chat agar Hafiz mau diajaknya makan bareng, bahkan katanya ada hal penting yang harus dikatakan padanya.

__ADS_1


" Apa maksudmu Din... Aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari ini semua, bahkan kalau boleh jujur Aku sama sekali gak ada rasa sama Kamu, sedangkan kamu cuma Ku anggap sahabat itu saja tidak lebih." Hafiz bersusah payah mengungkapkan rasa yang sebenarnya agar Andini tidak banyak berharap banyak padanya.


" Tidak Fiz... Elo gak boleh nolak Gue,.. " sambil berkaca kaca Andini mencoba mendekati Hafiz, tapi disaat yang sama Hafiz pun agak menjauh mundur beberapa langkah.


" Elu gak boleh nolak Gue fiz... Gue cinta, Gue juga sayang banget sam Elu... Jangan tolak Gue,.." sambil terisak Andini merosot lututnya seolah tak mampu menopang tubuh mungilnya.


Andini gadis yang cantik paripurna tak ada cacat sedikitpun, hanya saja Dia keras kepala apapun yang Dia mau dengan segala cara Dia harus dapatkan meskipun dengan menghalalkan segala cara bagi Dia itu harus, agar segala keinginannya terwujud.


" Ehmm... Din kamu jangan gini, tidak semua kemauan Kamu harus selalu terpenuhi, ada rasa yang harus Kamu turunkan yaitu ego dan keras kepala mu itu,." ujar Hafiz padanya.


" Tapi Gue gak menerima penolakan, Elu harus mau haruss... Dengan suara tinggi Andini berdiri sambil tersengal-sengal,.


" Tapi Aku juga gak mau tersiksa hanya karena menuruti kemauan Mu sedangkan Aku tidak ada rasa sama sekali padamu Din... " dengan naik satu oktaf Hafiz juga tidak mau kalah agar Andini sadar bahwa tidak semuanya harus selalu sesuai dengan keinginannya.


" Tidakk... Jika Elu gak bisa Gue miliki maka orang lain pun tak bisa ingat itu bahkan jika Aku mati sekalipun tak ada yang bisa memiliki Mu kecuali Aku,.. Yah... Hanya Aku!!" kembali Andini berujar lantang seolah-olah Dia menjadi korban dari sesuatu disini.


" Terserah... Aku pulang..!! Aku gak mau menuruti kemauan Mu yang konyol itu" dan Hafiz pun berlalu.


" Tidakk Hafiz tunggu... Jangan tinggalin Aku Hafiz... !! " sedikit pun Hafiz tak mengindahkan Andini.


Seketika Hafiz pun berhenti dan pada saat membalikkan badan dan hendak berkata ' jangan seenaknya..' batin Hafiz, tapi.... belum juga terucap.


Dia melihat Andini berlari kearah tengah jalan dan...


Bruaakk.... ciiittt... suara benda tabrakan dan decit mobil beradu, Hafiz tidak menyangka bahwa Andini senekat itu.


Tubuhnya lemas seketika, Dia shock diam terpaku bagai ada paku yang menancap di kakinya.


" Astaghfirullah Andini... Apa yang Kamu lakukan Din..." Hafiz beristighfar dan mengelus dada, Diapun masih terpaku disana seolah olah Dia berharap bahwa ini hanya mimpi.


Seketika itu juga Diapun tak sadarkan diri ,. dan pada saat Dia terbangun Dia sudah berada dirumah sakit, sedangkan dibibir ranjang Mama nya sedang memainkan gawai dan berbalas pesan entah dengan siapa..


" Ma..." panggil Hafiz kemudian.


" Eh sayang Kamu sudah bangun,. Alhamdulillah akhirnya Anak Mama bangun juga, sebentar yah Mama panggilkan Dokter dulu"

__ADS_1


" Ma... Tunggu.." panggil Hafiz pada Mamanya.


" A apa ini semua mimpi " tanya hafiz kemudian


" Sudahlah Kamu jangan banyak berfikir dulu.." kemudian Mamanya pun berlalu


Sebentar kemudian muncullah Mama dan Dokter jaga dari tag namanya disitu tertulis Alvino, setelah Dokter selesai memeriksa Hafiz, Dokter itupun berkata.


" Sudah tak ada yang perlu dikhawatirkan Anak Ibu Baik-baik saja Dia hanya shock" ujar Dokter kemudian Dokter Alvino pun berlalu.


" Mulai detik ini jangan pernah lagi membantah ucapan Mama ngerti...!! sudah dibilangin ngeyel temanmu itu gak baik Dia itu gak waras." dengan intonasi tinggi Mamanya menekankan kata tidak waras.


Hafiz pun hanya diam dan mungkin apa yang dikatakan amamanya itu ada benarnya, bahwa Andini terkena gangguan kejiwaan.


Hhhhhh....


" Besok kita pindah ke surabaya,. Papa ada bisnis penting disana dan Kita akan pindah kesana terutama Kamu,." tekan Mamanya.


***


" Kak... Kak Hafiz... " panggil Aini sontak membuat Hafiz berjengkit kaget.


" Ehmm... Sudahlah gak usah diceritain Aini tahu semuanya, dan sosok yang selama ini mengikuti kakak adalah sosoknya Andini, Dia akan selalu mengikuti Kak Hafiz kemanapun Kak Hafiz pergi dan menghalangi wanita yang berusaha mendekati Mu" ucap Aini


Sontak Hafiz kaget dan melotot Diapun mendongakkan kepalanya kearah Aini yang kini sudah berdiri dihadapannya, " se sebenarnya kamu ini siapa dan mau apa??" tanya hafiz tidak percaya dengan apa yang Dia lihat dan dengar sekarang.


" Aku hanya manusia biasa Kak dan akan mencoba menolong Mu dari belenggu Andini, dan sekarang pejamkan mata Kak Hafiz" perintah Aini.


Bagai dicocol hidungnya dan seolah ia terhipnotis oleh Aini Dia pun menurut.


" Aku Aini sang memerintahkan Mu Hafiz tidurlah dan lupakan semuanya."


Dan Hafiz pun tertidur pulas,. Saat itu juga Aini tak melewatkan untuk segera menghancurkan arwah yang sudah dikuasai Ibliss itu,...


" Aku Aini akan membinasakan Mu " sambil menyeringai Ainipun menghantam kan sebuah benda kecil yang menyerupai kelereng,. seketika itu juga arwah yang selalu mengikuti Hafiz musnah bagai debu bertebaran di udara.

__ADS_1


__ADS_2