
" Pa... entah kenapa perasaanku tidak baik baik saja..." Pak Harun tersentak mendengar ucapan putranya.
Pak Harun menghela nafas panjang sebenarnya apa yang dirasakannya ternyata putranya juga merasakan nya.
"Aku ngerasa akan ada sesuatu yang terjadi..." jujur hati hafiz sangat galau entah mengapa akhir akhir ini dia kembali mengingat Aini setelah beberapa Minggu dia melupakan sosok gadis itu karena ulah nenek Rumpi.
Kini pak Harun menelisik wajah tampan putranya sendu " Apakah dia tahu tentang pernikahan Aini... oh tidak semoga dia tidak mengetahui nya,. tapi... kalau dia mengetahui nya pasti dia tidak berada disini sekarang,dia pasti menuju kerumah Aditya...' batin pak Harun bermonolog.
"Disisi lain aku khawatir wanita itu berbuat ulah lagi pa... mengingat obsesinya yang begitu besar terhadap sesuatu yang diinginkan,..." pandangan hafiz menerawang jauh kedepan .
Sedangkan pak Harun hanya diam tanpa kata,dia juga merasa bahwa istrinya sekarang sudah sangat jauh tersesat,disini pak Harun benar benar sedih mengingat dia telah gagal mendidik istri dan anaknya.
Dari semua fasilitas yang diberikan dan kebebasan yang pak Harun terapkan sungguh sudah sangat menyesatkan istrinya. Tanpa pak Harun ketahui kalau istrinya sudah lebih tersesat jauh sebelum mengenalnya.
Hhhhhh
Terdengar suara helaan nafas sang papa membuat Hafiz merasa bahwa papanya memukul beban yang teramat berat.
"Tapi... disisi lain aku teringat Aini pa... bagaimana kabarnya sekarang?? apakah dia sudah menikah?? dan apakah dia sudah bahagia...." pandangan kosong Hafiz membuat pak Harun memandang iba,lagi lagi dia teringat kelakuan Astri terhadap putranya.
"Ah... kalau saja wanita yang sayangnya adalah mamaku itu tidak berbuat ulah sudah bisa dipastikan bahwa saat ini akulah yang berada disamping Aini pa..." lirih suara Hafiz seolah tercekat ditenggorokan.
"Lalu apa kabar wanita iblis itu...??" Pak Harun tercekik sebal tidak seharusnya dia dibayang bayangi dengan nama wanita itu.
"Pa... Hatiku mengatakan kalau akan terjadi sesuatu dengan keluarga kita terutama Adriana pa..."
Deg
Bagaimana dia bisa melupakan satu hal itu, kini tiba tiba saja nafas pak Harun memburu wajahnya pias masih terngiang ditelinga nya bahwa sekarang dia sedang dalam perlindungan Aini,. tapi... apakah itu berlaku setelah gadis itu menikah' batin pak Harun bergemuruh hebat.
"Kalian tenang saja... aku ada disini untuk melindungi kalian ,.. " suara seorang wanita mengagetkan keduanya.
__ADS_1
"Astaghfirullah"
"Astaghfirullah"
Ucap istighfar pak Harun dan Hafiz bersamaan. Sedangkan wanita itu tersenyum smirk Siapa lagi perempuan itu kalau bukan Ruth handler Bimantara yang sudah dimintai Aini untuk menjaga keluarga pak Harun.
"Jangan kaget,.. aku dimintai pertolongan sahabat ku untuk menjaga kalian semua,Ckk... merepotkan saja..." tukas Ruth malas.
"Si siapa ,.. apakah nak A.... "
"Yes sir you are right..." belum sempat pak Harun mengucap kalimat selanjutnya sudah dijawab oleh Ruth.
Kini netra Ruth beralih menatap Hafiz, sedangkan Hafiz yang ditatap secara intens oleh Ruth hanya diam menatap tajam balik kearah gadis itu.
"Menarik.." Batin Ruth.
"Sudah lama aku mengawasi kalian... lalu apakah begini cara kalian menyambut tamu..." ucap Ruth santai.
"Siapa namamu... " tanya Hafiz penuh penekanan.
"Apa itu penting bagimu kak..." sebelah alis hafiz terangkat
"Apakah kita sedekat itu..." Ruth tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Hafiz.
"Aku tahu kak Hafiz lupa... but, it's okay... Namaku Ruth, dan aku... teman dekat Aini... atau bisa dikatakan dengan sahabat... apa kau lupa kak?? " kini hafiz tersentak mendengar kata kata Ruth...
"Benarkah... " tapi sejauh ingatan nya dia sama sekali tidak mengingat gadis yang ada didepannya ini.
"Ckk sudah gak usah diingat paksa gitu nanti bisa pecah kepala kak Hafiz..." ucapan Ruth berhasil membuyarkan lamunannya.
"Kurang 3 hari lagi wanita itu akan selesai dengan ritual Larung Sukmo nya,.. apakah kalian siap untuk bertemu dengan wanita itu yang tak lain adalah ibumu kak... atau istri darimu pak Harun....??" tukas Ruth yang masih dengan gayanya yang santai dan cuek.
__ADS_1
Dan melihat bagaimana reaksi sepasang antara anak dan ayah itu membuat bibir Ruth tertarik keatas sempurna.
"Haiisshhh, wanita itu sungguh nekat... beberapa bulan lagi adalah blood moon yang artinya bulan penuh dengan energi spiritual dan di bulan itu adalah pertemuan beberapa sekte para dukun entah itu dari pulau Jawa atau dari yang lainnya, semua yang mempunyai aliran ilmu hitam berkumpul disana " pak Harun dan Hafiz diam tanpa kata mendengar penjelasan dari gadis itu.
"Jujur sih aku aja yang biasanya tidak merasakan takut sama sekali terhadap apapun tapi untuk yang ini aku merasakan kengerian yang luar biasa,. dan apakah kalian tahu tugas apa yang akan kami emban...?? " entah mengapa pak Harun hanyut dalam cerita gadis itu menjadi sedikit gugup dan ngeri juga tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya dunia ini kedepannya.
Pak Harun tidak bisa membayangkan bagaimana selanjutnya,.. Sedangkan hafiz merasakan debaran jantung yang tidak menentu,bukan karena apa tapi bagaimana dengan Aini... apakah gadis itu juga ikut menjadi bagian dari ... ah hafiz tidak bisa membayangkan nya.
" Kami akan menjaga kalian terutama putri bungsunya pak Harun... dan itu menjadi bagianku,.. sedangkan Aini dan beberapa orang lainnya adalah orang orang terpilih untuk menggagalkan... atau bisa dikatakan dengan membasmi mereka yang menganut aliran hitam itu dan itu akan melibatkan beberapa gadis tertentu yang akan dijadikan tumbal untuk penyempurnaan ilmu mereka dan membangkitkan jiwa iblis di wadah salah satu dari para penganut aliran hitam tersebut dan itu juga termasuk istri anda pak ... maaf mantan istri anda,.. kita juga tidak akan pernah tahu jiwa iblis akan memilih siapa diantara penganut ilmu hitam tersebut..." pandangan Ruth menerobos kegelapan malam diteras depan rumah pak Harun.
Mereka bertiga tiba-tiba diam tak bersuara dan larut dalam pikiran masing masing, segalanya kini semakin rumit.
Kenapa didunia ini banyak penganut aliran hitam berkeliaran?? itu karena banyak orang orang dengan jiwa yang tak sempurna yang menginginkan jalan singkat dan instan untuk mencapai tujuannya.
"Akan ada 7 orang gadis yang akan ditumbalkan dengan hari dan pasaran khusus untuk ritual pembangkit an spiritual hitam..." Bibir Ruth mencebik menggerutu" baru kali ini aku menyesal punya kelebihan ini " hatinya gamang tidak tahu jalan kedepannya akan seperti apa.
"Aku akan disini selama batas waktu yang tidak bisa ditentukan sampai berakhirnya gerhana bulan darah nanti,.. dan kau kak Hafiz persiapkan dirimu dengan apa yang akan kau lihat nanti..." kemudian Ruth mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ini ambillah ... ini akan berguna untuk mu dan pak Harun terutama adikmu... oh yah jangan khawatir soal Luciana dia akan baik baik saja selama dia tidak pulang ke Indonesia kecuali... dia juga penganut sekte... karena yang aku tahu teman teman Luciana sebagian besar adalah penganut aliran sekte diluar negeri sana... " setelah melempar sebuah kantong merah kearah hafiz,.. dan Ruth pun berlalu menghilang entah kemana.
Sementara pak Harun dan Hafiz masih diam tak mengerti dengan ucapan Ruth tentang Luciana,setelah mereka berdua sadar arti dari kata-kata Ruth tadi kini tubuh pak Harun lemas seolah tak bertulang dan tak berbeda jauh dengan hafiz hatinya sakit mendengar jika ternyata adik perempuannya juga ikut terlibat aliran sekte.
Tak jauh dari tempat dimana pak Harun dan Hafiz berada nampak sosok seorang lelaki tua sedang mengawasi dan ikut mendengarkan apa yang mereka perbincangkan tadi.
"Haiisshhh... gadis itu kenapa mulutnya ember sekali... " desah kasar kakek Bimo.
Yah orang itu adalah kakek Bimo tadinya dia akan bertamu secara pribadi kerumah pak Harun tapi ketika langkahnya mulai memasuki pekarangan rumah pak Harun, kakek Bimo dikejutkan dengan kehadiran Ruth gadis yang beberapa waktu yang lalu terlibat adu mulut dengan beberapa anak buahnya.
"Entah mengapa aku seperti ada sesuatu yang terlupakan tapi apa... ?? semoga bukan sesuatu yang buruk yang akan terjadi..."
Wuushh
__ADS_1
Dengan kecepatan yang terbilang kilat kakek Bimo melesat menjauh dari tempatnya berada.