Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 68


__ADS_3

Suasana malam ini nampak lebih sunyi dari sebelumnya,Aini sudah sangat curiga kalau arwah Romi ada yang mengendalikan.


"Apa yang harus kulakukan kek..." tanya Aini yang menatap jalanan tanpa berkedip sedikit pun.


"Kita lihat saja nanti nduk..." Kakek penjaga Aini sekarang menyerupai seekor singa jantan sangat besar bahkan lebih besar ukurannya dari pada singa singa pada umumnya.


"Nenek Rumpi mana ??" tanya Aini masih tak bergeming sedikitpun.


"Seperti biasanya nduk..." mahluk singa yang bentuk lain dari penjaga Aini yang sering Aini panggil dengan sebutan kakek.


"Hhmm..." mulut Aini terkatup ,mata indah itu kini terfokus pada seseorang yang berjalan pelan seolah olah dia tidak memiliki rasa takut sama sekali, berbeda dengan orang kebanyakan yang takut akan sosok arwah dari Romi.


"Aini kembali kek... kasihan Rina,.." bergegas Aini menghilang dari sana dengan cara berteleportasi.


Syutt saashhh


Dalam sekejap Aini sudah berada dikamar Rina, nampak Rina sedang asyik melihat ponselnya yang menayangkan Drakor kesukaan Rina.


"Ckk... kamu gak bosan Rin... liat Drakor Mulu..." sedikit berjingkat Rina sedikit kaget karena sedari tadi dia tidak melihat Aini disini,lalu darimana dia masuk pasalnya pintu kamarnya juga tidak terbuka malah tertutup rapat, Rina sedikit merinding melihat Aini.


"Ckk... Lo hantu apa sahabat gue...??" telisik Rina.


Aini tersenyum smirk " Menurut mu aku ini apa??" kini Aini dengan langkah pelan tapi pasti mendekat kearah Rina yang gugup dan nampak ketakutan.


Wajah Rina kini sepucat kapas Rina semakin mundur dan mentok dipojokan kasur,Aini semakin gemas melihat sahabatnya itu dia jadi semakin ingin menjahili sahabatnya.


Aini menyeringai dan itu menakutkan dalam penglihatan Rina, Rina semakin panik tatkala Aini semakin mendekat.


Rina masih berpikir kalau yang dihadapannya itu bukan sahabatnya melainkan hantu atau jangan jangan arwah Romi yang menyamar begitulah pikiran Rina saat ini.


"Aku sangat ingin sekali menyentuh mu nona Rina... hehe.." Rina semakin gemetaran tubuhnya,melihat Aini yang dikira Rina adalah sosok arwah dari Romi semakin mendekat.


"J Ja jangan yah Rom... gue gak ada urusan sama elo... kita kenal aja k ka kagak kenal kenal amat,,.. a aku kan ti tidak p pu punya hu hutang ssama elo Rom..." Aini berusaha mati Matian agar dia tidak tertawa keras wajah putihnya sampai memerah karena menahan tawanya.


Sedangkan tubuh Rina sudah gemetaran tak menentu dia sangat takut kalau kalau hantu Romi menggigitnya seperti vampir yang pernah dia lihat difilm.


"Iya kalau vampir nya cakep kayak Edward Cullen lah ini vampir Romi sicupu gak elit banget" batin Rina masih sempat sempatnya bergumam seperti itu.


Hehe... Hap


Rina hampir saja terkencing dicelana nya,tapi dia tahan disaat Aini menyentuh nya. kedua mata Rina masih terpejam rapat dia berusaha menahan nafasnya agar tidak keluar dengan menutup hidung nya dengan menjapit nya dengan dua jari jempol dan telunjuknya.


Duarr ....


"Eh setan ambruk kecepit koaakkk koaakk kuk kuk kuk kuukk,.. eh setan pergi sono gue bau ampas kagak sedap dagingnya,. hush hush hush... sono pergi pergi..." latah Rina kumat tanpa dikomando sedangkan Aini tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar saking gelinya melihat tingkah Rina.


"Ckk .. Ai... lu resek banget sih... gue kira Lo itu arwah Romi tahu gak... hampir aja gue kencing di celana" sungut Rina gemas dengan Aini.


"Lagian kamu tuh yah nonton Drakor tapi gak nyadar kalau aku tuh udah beberapa menit ada disamping mu" wajah Aini masih merah merona meskipun tawanya sudah mereda.

__ADS_1


Srett...


Buk buk buk


"Ai... su suara ap apa i itu..." Kini tubuh Rina yang tadi sudah sedikit tenang dan rileks kembali menegang dan gemetar.


Aini terdiam beberapa menit, dia melihat dengan mata ketiganya dan benar dugaannya itu adalah arwah Romi.


"Ayokk ikut aku..." sontak Rina terpaku ditempat dia terkejut dengan apa yang baru saja Aini katakan yang mengajaknya mengikutinya.


"Kagak kagak mau gue takut Ai... beneran... gak boong..." Rina meyakinkan Aini memang ada kesungguhan Dimata Rina ,tapi Aini tidak mungkin meninggalkan Rina sendirian disini.


Aini bisa saja menempatkan beberapa penjaga disisi Rina tapi Aini takut sesuatu yang tidak bisa diprediksi bisa saja terjadi.


"Kalau kamu aku tinggal yang ada justru kamu yang diuber bukan aku Rin... dan kamu akan aman bersama ku" ucap Aini meyakinkan Rina.


Khik khik khik


kreekk brugh kratak brugh


Terdengar suara kekehan dan bunyi tulang patah dan suara sedikit lompatan.


Kali ini wujud Romi menyerupai pocong.


Klek kreekk


Klek kreekk


Kembali suara patahan tulang leher pocong romi, nampak wajah datar nan pucat milik pocong Romi menatap kosong kedepan.


Toloong.... suara serat dan berat keluar dari mulut pocong Romi, Rina yang mendengar suara itu begidik ngeri, dia sama sekali tidak berani membuka matanya.


Brugh brugh


Kini lompatan pocong Romi mendekat kearah Aini, semakin mendekat semakin bau bangkai tercium di Indra penciuman kedua gadis itu.


"Hai... Romi..." sapa Aini kepada pocong Romi.


Sedangkan Rina menggerutu sebal "bisa bisanya Aini menyapa tuh pocong" meskipun begitu dia tidak berani membuka kedua matanya.


Nampak seringai terbit dibibir kaku pocong Romi, kedua mata pocong Romi pun mendelik dengan Sorot mata merah menyala.


"Kau menghalangi jalanku " ucap pocong Romi dengan suara serak dan berat.


"Kembalilah... Aku Aini akan menyempurnakan mu sekarang!!" dengan suara lantang dan lugas Aini memejamkan kedua matanya dan muncullah beberapa wujud Aini mengepung pocong Romi.


Yah Aini sedang melakukan lepas Sukmo, menjadi beberapa wujud... dulu saat Aini melakukan itu, itu sangat beresiko tapi kini Aini nampaknya sudah terbiasa melakukan nya tanpa khawatir tubuhnya lemas.


"Kaaauu.... jangan ikut campur...." beberapa wujud Aini menyeringai kemudian dengan paksa mengambil roh qorin Romi kemudian salah satu wujud Aini yang lain memukul telak mahluk transparan untuk kembali ketempat asalnya.

__ADS_1


Sraakk


Bruakk


Aaaahhhhh


terdengar lengkingan jeritan seorang wanita dengan suara ganda, " Kakek... tolong ... Aini sisakan sepenuhnya kepada mu..." setelah mengucapkan itu Aini segera menyatu kebentuk semula dan kemudian melesat pergi entah kemana.


Sementara Rina yang melihat itu semua seperti terhipnotis dan terpaku ditempat, sedangkan nenek Rumpi penjaga Aini yang satu nya mengibaskan sebelah tangan nya agar Rina tertidur dan lupa akan kejadian malam ini.


Setelah melakukan tugasnya kini nenek Rumpi menyusul Aini, dengan kecepatan bak kilat sosok nenek Rumpi sudah berada disebuah tempat dimana Aini berada.


"Dasar manusia laknat dan serakah..." ujar Aini lantang.


"Bocah ingusan bedebah... jangan ikut campur urusan ku..." ucap seorang wanita paruh baya .


"Kau sudah tua nenek dan bau tanah seharusnya kau bertobat bukan malah sesat" tukas Aini sarkas.


"Kurang ajar..." umpat wanita paruh baya.


"Baiklah aku tidak akan berbasa basi lagi..."


Dengan secepat kilat Aini menyerang wanita paruh baya itu dengan brutal ,bagi Aini tidak ada kata ampun bagi orang yang bebal.


Brakk


sraakkk


Uhukk uhukk


Kini wanita paruh baya itu terbatuk darah, beberapa teguk darah telah keluar dari mulut wanita tua itu.


Bibir wanita itu terkekeh dengan sinis,melihat gadis muda didepannya begitu kuat dan menyeramkan.


"Aku memang kalah darimu nduk... tapi tuanku tidak akan membiarkan mu begitu saja dan...."


Srett


Aagh


Kini wanita tua itupun tergeletak tak berdaya,Aini mengira itu perbuatan nenek Rumpi tapi nyatanya bukan, sedangkan nenek Rumpi Masih asyik duduk didepan meja yang masih ada dupa yang menancap disana.


"Kau baik baik saja Ai..." Aini sedikit terkejut dengan kedatangan Nico


" ngapain kakak kemari...??" Aini mengernyitkan dahi malas.


" menemanimu berpetualang Ai... " Nico tersenyum manis dan menggoda.


"Terserah..." Aini berlalu begitu saja meninggalkan Nico yang masih cengo

__ADS_1


__ADS_2