
Sementara itu disebuah Lembah didalam hutan nampak Astri masih menjalani ritual Larung Sukmo, rupanya Astri benar benar nekat dengan apa yang dilakukan.
Mata hatinya benar-benar tertutup karena sebuah dendam yang hanya Astri yang mengetahui, nampak Mbah Redjo sang dukun yang melihat ritual Larung Sukmo dari seorang Astri tersenyum menyeringai.
Dia masih mengawasi perjalanan ritual Larung Sukmo Astri, Mbah Redjo hanya melihat bagaimana Astri begitu khusyuk dan tenang. Mbah Redjo juga tahu bagaimana tekad Astri sangat besar melebihi rasa takut nya.
Nampak senyum smirk terpampang dibibir hitam Mbah Redjo, matanya yang menatap tajam kearah Astri.
Nampak Mbah Redjo belum menyadari bahwa ada apa dengan kedepan nya nanti hanya karena membantu seorang Astri.
Beberapa hari lalu mbah Redjo tahu ada beberapa mahluk yang mengawasi ritual Larung Sukmo Astri.
Mbah Redjo yang awalnya ingin memberikan pelajaran untuk beberapa mahluk penyusup tersebut urung karena Mbah Redjo tahu bahwa mahluk yang mengawasi ritual Larung Sukmo Astri bukanlah mahluk biasa biasa saja.
Sebenarnya siapa musuh dari Astri sebenarnya?, Mbah Redjo berusaha mencari tahu lewat mata batinnya.
Tapi Mbah Redjo tak mendapatkan jawaban dan tidak bisa melihat apapun lewat mata batinnya lantaran hanya kabut putih yang terlihat.
Disaat Mbah Redjo berusaha lebih keras lagi nampak serangan tak kasat mata yang Mbah Redjo dapatkan dan sebuah ancaman lewat suara.
Uhukk uhukk
Mbah Redjo terbatuk mengeluarkan beberapa teguk darah, matanya yang merah menyala nampak merotasi area sekitarnya, siapa sebenarnya yang menyerangnya tapi tiba-tiba suara tanpa wujud pun menggema didalam ruangan khusus milik Mbah Redjo.
" Koe iso muruk i wong wadon kui ngelmu tapi ojok Melu melu urusan e luweh jeruh neh, opo koe kepingin mati sak durunge muridmu hasil marang ngelmune?? cukup sakmene koe weruh Redjo... ( Kamu bisa mengajari wanita itu belajar ilmu tapi jangan ikut campur urusan nya yang lebih dalam lagi, apa kamu ingin mati sebelum murid mu berhasil dalam belajar ilmu nya?? cukup segini aja kamu tahu Redjo...)" Mbah Redjo yang masih terbatuk darah pun terkejut dengan suara berat yang menggema ditelinga nya .
Dalam hati dia bertanya tanya sebenarnya siapa musuh dari Astri itu kenapa dia bisa punya musuh yang sangat sulit bahkan sangat kuat darinya.
Selama ini Mbah Redjo sangat bangga akan pencapaiannya baik soal ilmunya dan seberapa besar kekuatan nya,dia juga berpikir bahwa tidak ada yang bisa menandingi kekuatan nya.
"Asu... aku kok koyok digobloki Astri Karo Cokro kui... ( anj** aku kok kayak dibodohi Astri dan Cokro yah...)" sungut Mbah Redjo.
__ADS_1
Nampak Mbah Redjo berpikir sejenak kemudian tak lama kemudian diapun menyeringai dan manggut-manggut sambil menarik sudut bibirnya yang hitam.
_______
Sementara itu disebuah pentohouse nampak seorang Nico tersenyum senyum sendiri mengingat beberapa hari yang lalu disaat dia berpetualang dengan Aini,tidak lebih tepatnya dia tanpa sengaja melihat Aini melakukan aksi dengan mahluk tak kasat mata berupa pocong.
Lama Nico memperhatikan Aini, senyum manis tersungging dari bibir Nico kala melihat aksi Aini. Hingga akhirnya Nico pun mengikuti Aini sampai dia tidak tahan lagi disaat wanita tua itu diam diam akan menyerang Aini dengan tanah merah yang digenggam wanita itu tanpa sepengetahuan Aini dan pengikutnya.
Nico pun akhirnya menghabisi wanita itu dengan sekali tebasan tangan nya, setelah berhasil dengan wanita itu Nico melihat Aini dengan senyuman manis yang dia punya.
Tapi justru Aini bersikap ketua terhadap nya, bukannya Nico tersinggung dengan sikap Aini Nico malah semakin gemas dengan sikapnya yang menurut nya sangat imut dan menggemaskan.
Sungguh Nico sangat menyukai gadis itu bahkan sangat mencintai nya kalau bisa dikatakan dengan bahasa kasar Nico sangat terobsesi dengan Aini seperti itulah gambaran nya.
"Aku akan mendapatkan mu Ai... apapun caranya kau harus jadi milikku bukan milik orang lain..." gumam Nico dengan kepala mendongak keatas sambil memejamkan matanya dan jangan lupakan senyuman dibibirnya yang tidak pernah lepas.
Drrrttt Drrrttt
Nico yang dikejutkan dengan suara dering ponselnya dengan malas tangannya pun merogoh saku celananya, nampak sebuah nama Elena terpampang jelas dilayar handphone nya.
"Hhmm... katakan ada apa kau menelepon ku tengah malam begini?? kalau tidak penting jangan salahkan aku bersikap kasar padamu..." jawab Nico tegas dan tak mau berbasa-basi.
"Nico... hiks hiks... A aku ha hamil Nic..." Nico nampak mengernyitkan dahinya sedikit tidak mengerti "Apa maksud wanita ini" batin Nico bertanya tanya.
"A aku hamil Nico ... tolongin aku... aku tidak tahu harus bagaimana hiks hiks... aku takut mamaku mengetahui tentang kehamilan ku... hiks hiks aku takut Nic " elena yang masih terisak mencurahkan isi hatinya kepada Nico.
Gadis itu tahu kalau dirahimnya bukan benih dari Nico dia sendiri tidak tahu janin ini benih dari siapa, Nico yang kini sudah mengerti merotasi kedua matanya malas.
"Lalu kenapa kau menelpon ku?? jangan katakan kau ingin aku bertanggung jawab atas kehamilan mu Elena...!!" hardik Nico.
"Ti tidak Nic... aku hanya ingin kau membantuku untuk mencari solusi aku harus bagaimana... hiks hiks " suara Elena yang nampak sangat kacau dari seberang sana.
__ADS_1
Nico nampak berpikir beberapa saat lalu dia berkata" apa yang kau inginkan sekarang??" tanpa memberitahu maksud dari Nico pun elena sudah mengerti bahwa Nico bisa membantu nya meskipun tidak untuk menikahinya.
"Apakah aku harus menggugurkan nya saja Nic..?? aku gak mau anak ini hadir dirahimku" ujar Elena dengan gamblang mengutarakan maksud tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Bede**h kau elena... anak itu tidak bersalah!!" hardik Nico keras.
"Salahkan dirimu yang begitu murahan dengan tidur dengan banyak pria" tidak ada ampun bagi Elena Nico menyerang nya dengan kata kata sarkas.
"Jangan salahkan aku Nico... kau orang yang pertama kali merenggut kesucian ku dan kau berjanji akan bertanggung jawab tapi.. kau mengingkarinya" tukas elena dengan nada penuh emosi.
"Cuih... apa kau lupa bahwa kita melakukannya atas dasar suka sama suka, bukankah waktu itu aku bertanya padamu lebih dulu tapi kau dengan gampangnya memperbolehkan aku untuk memasukimu,.. dan kau benar aku mau bertanggung jawab asalkan kau hanya tidur denganku saja dan aku sudah memperingatkan mu akan hal itu bukan?? tapi kau malah tidur dengan beberapa pria dibelakang ku, apa kau pikir aku sangat buta tidak mengetahui tingkah jalangmu diluaran sana hah..." tidak kalah debat Nico pun mengeluarkan kata-kata sarkas kepada Elena.
"Hiks hiks... Nico maafkan aku Nic...tapi aku benar-benar butuh dirimu saat ini, hanya kaulah yang kuharap kan saat ini" desak Elena.
Sementara Nico hanya mencibir akhirnya Nico memutuskan untuk membantu Elena, bagaimana pun juga dialah orang pertama yang merusak Gadis itu.
Meskipun dia tidak membantu dengan menikahi nya setidaknya dia tidak akan membiarkan gadis itu membunuh bayi yang tidak bersalah yang berada didalam perut Elena sekarang.
"Besok kau akan kukirim kenegara lain untuk mu sampai anak itu lahir kedunia, aku akan membayar seorang pelayan untuk mu dan jika setelah kamu melahirkan dan kamu tidak mau anak itu biarkan pelayan itu lah yang akan merawat anak itu dengan satu syarat,. jangan pernah kau mencoba mengambil kembali apa yang sudah kau berikan kepada pelayan itu atau kau MATI" ucap Nico sarkas.
Tidak ada jawaban dari Elena dan Nico tak butuh itu kemudian "Persiapkan dirimu atau tidak sama sekali, cari jalan keluar sendiri"
Tutt
Kini kepala Nico sangat pusing seakan ada palu Godam yang menghantam kepalanya dengan keras, kedua tangannya pun memijit ruang diantara kedua alisnya.
"Shitt... " kini nampak penyesalan yang dirasakan Nico,dia lupa kalau Aini bisa membaca pikiran orang apalagi membaca kejadian masa lalu yang dialami orang.
Lalu bagaimana kalau Aini membaca masa lalunya?, berkali-kali Nico merutuki kebodohan nya.
Akhirnya Nico yang merasa lelah hati dan raganya memutuskan untuk tidur di kasur king size-nya untuk menyambut mimpi indahnya.
__ADS_1
"Good night Aini...."
"Good night cinta..."