Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 98


__ADS_3

Sementara pak Antoni kini sudah berada diruangan pribadinya sedari awal Aini berkunjung pak Antoni sudah mengetahui nya, bukannya pak Antoni tidak ingin menemui mantan menantunya itu, pak Antoni sungguh sangat malu terhadap Aini.


Bagaimana putranya bersikap dengan kasar dan lantang terhadap gadis itu hanya karena sebuah kesalahpahaman hingga membuat Aditya bersikap emosi.


Entah kenapa dan bagaimana bisa Rossa bisa mengalami serangan mendadak semacam itu dari cctv yang pak Antoni lihat nampaknya Rossa seperti mengetahui sesuatu hal dan itu berkaitan dengan mantan menantunya hingga mama Rossa berusaha melindungi gadis itu dari serangan tak terlihat dan sama sekali tak terdeteksi oleh beberapa kamera cctv diarea sekitar kediaman pak Antoni.


Bukan hanya pak Antoni yang kaget Aini pun juga tak luput dari rasa keterkejutan nya atas serangan mendadak itu, pasalnya Aini yang notabenenya dikenal sangat peka dengan pergerakan dan suara sekecil apapun itu pasti Aini bisa mendengar menangkapnya.


Dalam benak pak Antoni apakah karena kondisinya yang saat ini tengah mengandung cucunya hingga kekuatan Aini jadi melemah?, banyak pertanyaan pertanyaan yang hinggap di kepala pak Antoni namun tak jua menemukan jawaban yang tepat.


Kini pak Antoni hanya bisa menghela nafas panjang menyayangkan akan sikap putra keduanya,pak Antoni juga baru tahu kalau Aditya juga mempunyai kelompok mafia tersendiri apalagi kelompok mafia yang dipimpin putranya adalah kelompok dengan nama JAGUAR yang paling ditakuti oleh beberapa kelompok para mafia lainnya. Tak pandang bulu akan lawannya biarpun itu wanita maka pemimpin yang bernama Devon pun akan membabat habis musuh musuhnya itu.


Apalagi pemimpin dari kelompok mafia JAGUAR terkenal dengan kejam tak kenal ampun dengan predikat nama DEVON juga terkenal dengan sisi iblisnya.


Sungguh pak Antoni kecolongan akan hal itu, bolehkah dia merasa bangga akan apa yang sudah dicapai oleh putranya ataukah dia harus merasakan kesedihan karena jalan yang ditempuh putranya juga sangat beresiko tinggi akan keselamatannya.


Lagi lagi pak Antoni menghela nafas panjang pikiran nya dipenuhi banyak hal saat ini , yang dia ingat dari pertemuan putranya dan Aini adalah bahwa pak Antoni sudah mempersiapkan hampir seluruh anak buahnya dari sini pak Antoni berpikir darimana gadis itu tahu akan hal itu.


Pak Antoni bergerak sehalus mungkin agar pergerakan nya tak dapat terdeteksi oleh musuhnya,dengan mengusap wajahnya dengan kasar. lalu bagaimana gadis itu bisa mengetahuinya??, " sungguh kau begitu luar biasa nak... tapi sayangnya putraku sudah menyia nyiakan kesempatan yang begitu berharga " gumam pak Antoni.


Sementara itu Aditya masih diam terpaku ditempatnya hatinya dirundung pilu penyesalan yang tidak berarti apapun buat Aditya sekarang,ingin sekali dia mengejar Aini tapi dia juga sadar dan tahu pasti siapa Aini dia pasti akan menolak sentuhan Aini.


Ingin sekali Aditya memeluk Aini saat itu juga merengkuhnya dalam hangatnya dekapannya,tapi apa daya Aditya tak mampu dan tidak bisa melakukannya, karena sudah bisa dipastikan kalau Aini akan menolak mentah mentah keinginannya.


"Aaaahhhhh... sudah payah aku mengejar mu Ai... aku rela meninggalkan klan mafiaku aku rela meninggalkan dunia hitam demi untuk mendekati mu,tapi apa... aku sudah menyia nyiakan itu semua demi apa....." Aditya teriak sangat kencang diiringi serak tangis yang sedari tadi tertahan.


Siapapun yang mendengar tangisan Aditya pasti akan ikut menangis karenanya, setelah Aditya vacun dari dunia hitamnya dan menemukan gadis pujaannya sikap yang sedari awal sangat datar dan Dingin pun mencair hanya karena seorang Aini.

__ADS_1


Sikap temperamen dan tanpa belas kasih pun juga luluh akan sifat lemah lembut seorang Aini,ini memang salahnya yang tidak jujur sedari awal, Aditya merasa kesalahan memang dari dirinya sepenuhnya karena tidak jujur dengan Aini.


Meskipun Aini suatu saat akan mengetahui akan jati dirinya Aditya ingin Aini tahu dari dirinya bukan dari orang lain maupun dari pihak manapun tapi Aini mampu menembus batas apa yang sudah dia sembunyikan sampai detik ini.


Kini Aini sudah mengetahui semuanya bahkan Aini meminta Aditya untuk kembali memimpin klan mafianya karena beberapa anak buahnya sudah terjerumus dengan aliran tidak jelas itu.


Aditya merasa dia harus melakukan sesuatu di tidak ingin terlambat, meskipun tanpa Aini ketahui Aditya juga diam diam mempelajari energi mana spirit dari beberapa orang kepercayaannya.


Untuk saat ini Aditya tidak ingin merutuki nasibnya belum saatnya dia menangisi apa yang sudah terjadi padanya,dia ingin membuktikan bahwa dirinya akan berusaha menjadi lebih baik agar wanita pujaannya mau kembali padanya.


Drrrttt Drrrttt


Atensi Aditya teralihkan oleh dering ponsel dari saku celananya " katakan..." ucap jawab Aditya to the poin.


"( .... )"


"( ....) "


"Aku akan segera kesana dan lakukan seperti biasanya dengan cepat dan bersih, Tutt..." kini rahang Aditya mengeras wajahnya memerah menahan amarahnya, tangannya pun terkepal sampai buku bukunya memutih.


"Nak..." Aditya terkesiap mendengar panggilan dari seseorang yang begitu dia cintai,cinta pertama nya sebelum hatinya terpaut dengan Aini.


Rosa sedang duduk dikursi roda memandang putranya dengan mata sayu,nampak wajah ayunya meskipun sudah berumur kepala 4 Rossa masih tergolong sangat cantik, Aditya melihat mamanya dengan sayang kini Aditya mensejajarkan tinggi badannya dengan mamanya dengan berjongkok didepan kursi roda mama Rossa.


"Iya ma... kenapa mama disini heumm... apakah ada yang sakit? ataukah ada yang mama inginkan Aditya akan membelikan nya untuk mama..." ucap Aditya sambil mendongak melihat wajah mamanya yang sudah basah akan air mata.


Pelan Aditya mengusap air mata mama Rossa dengan lembut, hatinya sakit melihat mamanya menangis,tapi ada sedikit rasa kecewa kala mengingat mamanya juga pernah ingin memisahkannya dengan Aini, betapa Aditya sangat marah saat itu tapi pada saat Aditya melihat mamanya tertusuk pisau kecil dan peluru yang entah datang darimana Aditya mengira bahwa Aini lah pelakunya,dengan alasan dendam atau marah karena mamanya sempat mengusiknya itu yang ada dalam pikiran Aditya saat itu.

__ADS_1


Dan kini Aditya sangat menyesal seharusnya dia tidak langsung menuduhnya seharusnya dia mengklarifikasi dulu menanyakan dulu kepada Aini saat itu, Aditya panik saat itu kala melihat mamanya yang bersumpah darah didepan Aini bahkan didekapan Aini yang pada saat itu posisinya mungkin orang yang tidak mengetahui akan berpikiran sama dengan apa yang dipikirkan Aditya saat itu.


Betapa bodohnya Aditya kini penyesalan pun tidak berguna sama sekali,ingin rasanya waktu diputar kembali pasti Aditya akan memperbaiki kesalahannya.


"Maafkan mama sayang...!!" ucap mama Rossa terisak.


Aditya menggeleng pelan kedua tangannya mengusap lembut punggung tangan mama Rossa dengan lembut.


"Tidak ada yang perlu disalahkan ma... semuanya sudah takdir, Aditya pasti akan memperbaiki semuanya." janji Aditya kepada mamanya.


"Kalau saja mama saat itu tidak berusaha untuk...."


"Sssttt.... jangan mengatakan apapun ma.. Aditya tahu mana yang bener dan mana yang salah" ucap Aditya menenangkan mama Rossa.


"Dan Aditya tahu kalau Aditya yang salah Aditya akan memperbaiki semuanya aku janji..." mama Rossa tersentuh hatinya,kalau saja sedari awal dia lebih sabar mungkin kejadiannya tidak seperti ini.


Sementara dibalik pintu nampak sosok seorang lelaki yang tidak lain adalah pak Antoni,dia mendengar semua yang dibicarakan mama Rossa dan Aditya,hatinya kini berbalut dengan penyesalan bagaimana pun juga dia juga menyesal tidak mencegah Aditya saat itu tapi, nasi sudah menjadi bubur waktu juga tidak bisa diulang kembali.


Drrrttt Drrrttt


"Hhmmm.... "


"(...)"


" Oke aku kesana tunggu aku sekarang "


Tutt

__ADS_1


__ADS_2