
" Ai... Sehartusnya kamu gak ngehalangin ku untuk bicara sama mama..." geram Aditrya, seharusnya Aini tak menghalanginya sewaktu dia mencoba untuk bicara dan mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi.
" Kakak boleh bicara dengan mama tapi tidak dengan membentak mama dengan suara keras seperti tadi kak... Saya gak suka dan saya gak mau kak Adit bertengkar dengan mama cuma karena masalah sepele" ujar Aini mencoba menenangkan suaminya.
" Sepele kamu bilang Ai... dengan berencana untuk memisahkan kita berdua kamu bilang sepele... Shitt..." Aditya berusaha mengontrol kemarahannya dia tidak mau lepas kendali didepan wanita pujaannya yang kini sudah berstatus menjadi istrinya itu.
Mamanya sungguh sangat keterlaluan Aditya tak habis pikir bagaimana mamanya punya rencana untuk memisahkan dirinya dengan istrinya,aditya kini memijat ruang diantara kedua alisnya.
" Kak... " Aini mencoba bicara dari hati kehati.Aini tidak ingin Aditya berselisih faham dengan mamanya apalagi sampai Aditya sampai mengeluarkan suara keras tehadap mamanya.
Aditya masih tak bergeming sedikitpun rahangnya masih mengeras,bagaimana mungkin dia berpisah dengan Aini padahal mereka menikah juga baru 2 bulan lebih, sungguh Aditya tak bisa jauh dari Aini.
"Kak saya mohon kak Aditya jangan pernah meninggikan suara didepan mama, kasian beliau kak..."Aini yang sedari kecil tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya terutama kasih sayang dari seorang ibu.
Aini tahu apa penyebab yang menjadikan mama Rossa jadi berpindah haluan tak mendukung dirinya dengan sang suami,sungguh Aini juga tak habis pikir sudah sejauh itu rupanya dia bertindak.
Flashback on
Hari ini mama Rossa berbelanja di mall bersama dengan putrinya Dewi dan cucu satu satunya, mama Rossa ingin mengajak Dewi lantaran dia bosan dirumah sekalian mengajak Dewi agar tidak terlalu disibukkan dengan pekerjaan kantor.
Apalagi Dewi sekarang sedang mengandung anak yang kedua yang diketahui sedang mengandung bayi kembar rahim putrinya sungguh kebahagiaan Rossa sangat sempurna sekarang karena sebentar lagi dia akan menimang cucu lagi dari Dewi.
"Oma... Poppy mau main boleh Poppy pingin main permainan disana..." Mama Rossa melihat kearah yang ditunjuk cucunya.
"Iya sayang ,.. kan Oma mengajak Poppy dan bunda kesini untuk bersenang-senang..." Poppy yang mendengar jawaban dari nenek nya tersenyum girang.
"Yeay... "
"Ma... Dewi tinggal dulu yah menemani Poppy..." dan diangguki oleh mama Rossa.
Setelah beberapa menit kemudian Rossa kini berkutat dengan handphone miliknya,nampak dia tengah memandang foto putranya yang tengah tersenyum.
"Mama rindu nak... kapan kamu pulang..." gumam mama Rossa pelan.
__ADS_1
"Hai jeng Rossa..." kini atensi Rossa tertuju pada seseorang yang menyapanya.
"Astri..." kedua Rossa membola kala melihat siapa yang menyapanya barusan,nampak Rossa mengamati penampilan Astri dari atas sampai kebawah.
Kedua alisnya mengernyitkan dahi Astri yang sekarang dengan Astri yang dulu sangat jauh berbeda apalagi melihat penampilannya yang sekarang sangat glamour dan sangat wah... nampak lebih muda dan cantik.
"Apa kabar jeng Rossa... " Rossa masih bergeming tak menyadari keadaan bahwa Astri sedang mengajaknya berbicara.
"Kau nampaknya sangat syok melihatku rupanya jeng Rossa..." kini Rossa terkesiap mendengar ucapan Astri, nampak raut wajah terkejutnya dan rasa sedikit tak nyaman.
"Kabarku baik... bahkan sangat baik... lalu bagaimana dengan mu ?? kalau dari yang aku lihat nampaknya kau sangat lebih baik dari sebelumnya jeng Astri..." tukas mama Rossa tanpa basa basi.
" Aku tahu saat ini kau tengah galau memikirkan putramu..." senyum smirk ditampilkan Astri meskipun sangat samar.
" CK... tahu apa kau tentang kehidupan ku.." cibir Rossa.
"Aku tahu segalanya tentangmu dan tentang putramu yang... mungkin suatu saat akan menjadi korban dari menantu kesayangan mu wanita pembawa sial itu..." dengan suara pelan dan tenang Astri mencoba untuk mengompori Rossa.
Rossa diam tak bergeming sama sekali bahkan suara pun tak dia keluarkan, Rossa bingung bagaimana Astri bisa tahu akan hal itu.
" Bagi sebagian orang mungkin gadis itu istimewa tapi tahukah kau jeng Rossa... gadis itu tak lebih dari jelmaan iblis."
"Jaga ucapanmu jeng as ..."
"Apa yang musti harus aku jaga kalau faktanya memang demikian,. cih.... kalian aja yang buta dan selalu mengagung agungkan bahwa wanita itu istimewa padahal..."
"Lalu apa maumu deng..."
"Mauku hanya satu... mengingatkan padamu jeng bahwa wanita yang selalu kau agung agungkan itu sangat berbahaya apalagi untuk keselamatan putramu..." Rossa sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Astri barusan,haruskah dia percaya pada wanita yang ada disampingnya saat ini Rossa dilema disaat bersamaan.
"Jika saat ini kau mempercayai ku maka aku bisa membantu mu..." Rossa tak bergeming dia bungkam takut apa yang dia pikirkan akan menjadi kenyataan.
Nampak Rossa bergelut dengan pikirannya berkali kali kepalanya menggeleng pelan kini pikiran Rossa berhasil dalam pengaruh Astri, yah Astri memang sedikit melakukan sesuatu dengan Rossa jadi seperti inilah keadaan Rossa sekarang yang kalut dalam kegamangan.
__ADS_1
Nampak senyum smirk ditampakkan Astri meskipun tak ada yang mengetahui nya, sedikit lagi yah sedikit lagi pasti Astri berhasil urusannya dengan Rossa.
Dengan mempengaruhi Rossa maka tujuannya untuk mendapatkan apa yang dia mau akan berhasil,kembali Astri tersenyum penuh arti didepan Rossa .
" Jeng... aku sangat peduli padamu,kau tahu bahwa aku juga sangat peduli karena kau sudah ku anggap sebagai sahabat ku sendiri jeng Rossa..." Rossa masih diam kini pandangan matanya menjadi kosong Astri yang melihat itu tak menyia nyiakan kesempatan untuk lebih dalam lagi melakukan sesuatu terhadap Rossa.
"Lalu apa yang harus kulakukan jeng..." dengan suara lirih dan pelan Rossa sedikit takut dan gemetar ditubuhnya tak bisa disembunyikan lagi.
Rossa tidak tahu ada apa dengan dirinya yang tak bisa menolak dan menampik apa yang dikatakan Astri barusan,alih alih menolak dia malah mengatakan yang tidak semestinya dengan mengatakan 'apa yang harus dia lakukan ' sungguh Rossa ingin sekali mengutuk dirinya sendiri saat ini.
Tubuh Rossa seakan hilang kendali saat ini dia melihat Astri dengan nanar,dia ingin pergi dari sana tapi kakinya seolah-olah tertancap ditempat saat ini.
"Lakukan apa yang kumau jeng atau akan ada sesuatu yang terjadi terhadap putramu jika kau tidak segera memisahkan putramu dengan wanita pembawa sial itu..." Rossa mendelik tajam 'apa yang dimaksud dengan kata kata wanita ini' batin Rossa bermonolog.
Disisi lain Rossa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Astri tapi mengingat apa yang pernah kakek buyut Aini katakan padanya saat itu Rossa jadi bimbang dan takut apa yang dikatakan Astri itu akan benar benar akan terjadi.
"Ambillah ini dan kau taruh dalam minuman putramu dan ingat jangan sampai wanita itu tahu atau kau yang akan menjadi korbannya...atau bahkan putri dan cucumu nanti... bertindaklah dengan cepat atau kau akan menyesal jeng..." Astri berdiri dan menaruh sesuatu di bangku tempat dia duduk tadi dia tidak meminta Rossa mengambilnya tapi dengan apa yang diucapkan nya tadi Astri yakin bahwa Rossa pasti akan mengambilnya.
"Oke jeng aku balik yah... see u jeng..." Astri beranjak dari tempat itu dia berjalan dengan angkuh tak lupa pandangan matanya tertuju pada tempat dimana cucu Rossa berada kemudian senyum smirk pun ditampilkan dibibir merahnya.
"Tunggu aku sayang kau akan segera kujemput..." tak lama kemudian Astri benar benar menghilang dari sana.
Sementara Rossa menatap nanar sebuah bungkusan kecil yang ada di bangku samping dimana tempat dia duduk sekarang. kemudian tangan nya pun mengambil bungkusan itu dan menyimpan dengan hati hati dalam tas nya.
Flashback off
Kini Aditya sudah berada dalam kamarnya dan ada Aini yang duduk disampingnya sambil bersandar dalam dada suaminya.
"Jika terjadi sesuatu dengan kita nantinya aku harap kak Adit selalu bahagia..." Aditya mengernyit heran dan tidak mengerti apa maksud dari ucapan istrinya.
"Maksud kamu apa Ai..."
"Sudah sekarang kita tidur yuk... Aini kangen pingin dipeluk..." ucap Aini manja.
__ADS_1
Kemudian senyum manis pun tersungging dibibir pria itu,baru kali ini istrinya bersikap manja terhadap nya dan Aditya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.
kemudian terjadilah apa yang sepasang suami istri lakukan dalam melakukan Sunnah Rasul... hihi emak emak pasti tahulah...