Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 54


__ADS_3

Senandung malam mulai menyuarakan suaranya yang merdu, kini hati yang merindu bak kupu kupu yang melanglang buana untuk mencari tambatan hati yang berselimut kabut gairah cinta.


Ibarat sebuah kumbang yang layu tak menemukan bunga sebagai tambatan hati yang sudah enggan tuk menyapa.


Hafiz malam ini benar benar bergelayut dengan duka, hatinya yang tersayat pisau kini luka yang tersemat dan robek bak sayatan pisau tak kasat mata kini semakin menganga lebar tanpa harus dieksekusi.


Hafiz sangat merindu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa berkali-kali dia merutuki nasibnya kenapa dia harus dilahirkan dari rahim wanita iblis itu kenapa bukan wanita yang lainnya saja. Dia tidak menyangka takdir cintanya harus seperti ini " apakah aku tidak layak untukmu Ai... kakak sangat mencintaimu dan tak akan pernah bisa kakak melupakanmu kau cinta pertamaku Ai.. dan cinta terakhirku" gerutu hafiz pelan.


Tok tok tok


"Boleh papa masuk nak...??" tanya pak Harun dari balik pintu kamar Hafiz.


"Iya pa..." sahut Hafiz cepat dia tidak mau papanya berdiri terlalu lama didepan kamar nya dia takut kaki papanya mengalami linu linu karena terakhir kali papanya mengalami sakit dikakinya karena pengapuran tulang.


"Belum tidur Boy... " Hafiz terkekeh kini wajah yang tadinya sendu telah berubah cerah dengan cepat, sepandainya lah dia harus bisa menutupi sedihnya agar papanya tidak mengkhawatirkan dirinya.


Hafiz ingin berbakti meskipun tidak banyak yang bisa dia lakukan,pak Harun duduk disofa kamar Hafiz dia sangat rindu putranya yang penuh dengan senyuman.


Pak Harun tahu Hafiz masih sedih dan terluka senyum cerahnya tidak bisa menutupi kesedihannya lewat sinar matanya. Hati pria paruh baya itu sakit melihat putranya yang seperti ini, berkali-kali dia merutuki kebodohan nya yang tidak bisa mendidik istrinya.


"Pa... bolehkah aku mengatakan sesuatu??" pak Harun mengernyit


"Heumm... katakan apa " jawab pak Harun kemudian.

__ADS_1


"Kalau mama minta balik kerumah ini jangan kasih ijin karena sekarang mama sudah sangat tersesat." Hafiz sedikit tersenyum lalu


"Jangan biarkan Adriana ketemu dengan mama apapun caranya..." Pak Harun semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh putranya selanjutnya.


"Kalau bisa kita pindah diam diam jangan disini lagi bahaya,... mama sekarang jadi pengabdi setan pa... Adriana hampir saja jadi tumbal oleh mama dan..." kini kedua mata pak Harun membola terlihat jelas nafasnya yang tadinya teratur kini terdengar memburu


"Jangan katakan kalau kau koma Karin ada hubungannya dengan mamamu..." dengan suara serak dan parau pak Harun mencoba menahan emosinya.


Bagaimana mungkin istrinya tega melakukan itu pada buah hatinya sendiri, pak Harun tidak habis pikir apakah kurang selama ini dia memberikan uang untuk wanita itu kembali hatinya bertanya tanya.


"Tidak juga pa..." Hafiz menggelengkan kepala " tujuan awalnya adalah Adriana tapi karena Adriana anak yang rajin sholat ataukah sudah diberikan pagar perlindungan dari Aini hafiz tidak tahu yang jelas setelah mahluk yang hendak mengambil Adriana berbalik kearah ku. hening beberapa saat Hafiz menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dari papanya. kini kedua mata Hafiz menerawang jauh kedepan dia memandang jauh kedepan melihat lampu jalanan yang tidak begitu terang karena entah apakah memang cahayanya yang redup,posisi Hafiz yang berdiri di balkon kamar dan menghadap kedepan.


Sementara pak Harun masih setia dengan kebungkamannya,dia enggan mengeluarkan suaranya, kerongkongan nya kering suara yang ingin dikeluarkan seolah tercekat ditenggorokan karena itulah pak Harun tidak bersuara sama sekali. Pak Harun nampak memegangi dadanya hatinya sakit sekali apakah dia salah memilih istri bagaimana pun penyesalan dihati sudah sangat terlambat.


Dulu pak Harun mencintai seorang wanita kampung wajahnya yang ayu membuat dia jatuh hati pada pandangan pertama,mereka masih sama-sama kuliah saat itu tapi jurusan nya saja yang berbeda,entah mengapa wanita itu tiba-tiba menjauh darinya bahkan ditempat kuliah pun tak ditemukan wanita itu dia patah hati sebelum berjuang lalu datanglah Astri yang menghibur hatinya yang lara.


Entah mengapa ketika salah satu temannya menyodorkan minuman itu pak Harun tidak bisa menolaknya tapi selanjutnya tubuh pak Harun merasakan reaksi yang lain rasa panas yang sedikit demi sedikit merayap hingga seluruh tubuhnya sangat panas hingga tanpa sadar dipagi hari pak Harun sudah terbangun dengan kondisi tanpa pakaian sehelai benangpun dan disampingnya ada Astri juga tanpa sehelai benang pula.


Pak Harun merutuki kebodohan nya kepalanya juga masih pusing apalagi melihat tubuh Astri yang telanjang bulat terpampang jelas didepannya. Glek pak Harun menelan salivanya kasar bagaimana pun dia pria normal saat itu melihat tubuh molek Astri dia tidak tahan.


Tapi dengan sadar dia tidak mau mengulang hal yang sama sekali tidak diinginkan ,, dengan terpaksa pak Harun harus bertanggung jawab dengan perbuatannya yang tidak disengaja itu.


"Dan aku tahu kalau Aini lah yang sudah menolong ku pa... aku melihat bagaimana Aini mencoba merebutku dari mahluk itu di alam yang berbeda, Aini ibarat seorang pahlawan wanita yang tanpa lelah berjuang untuk ku.

__ADS_1


Aku juga mendengar saat Aini bertanya pada beberapa mahluk disana yang telah menawanku disuruh siapa tadinya mereka tidak mengaku tapi setelah pukulan telak Aini mereka mengaku kalau tujuannya adalah adikku tapi karena suatu hal mereka tidak bisa mengambil jiwa Adriana karena posisiku waktu itu pikiran lemah dan kosong akhirnya akulah yang mereka bawa dan... mereka disuruh oleh mama" hening Hafiz menceritakan semua yang dia lihat


"Aini begitu cantik saat itu tapi yang paling aku sesali adalah kenapa saat itu aku sangat tidak berdaya pa... jangan kan membantu Aini menolong diri sendiri saja aku tidak mampu saat itu.


Setelah lama mereka bertarung dengan... aku sediri tidak bisa menjabarkan seperti apa tapi yang jelas mereka akhirnya hancur jadi abu karena Aini lah pemenangnya, sedangkan aku diseret oleh entah siapa ketika aku menoleh aku melihat Aini berkali kali memuntahkan darah dari mulutnya lalu aku melihat dia juga melihatku tapi... aku melihat Aini tersenyum manis padaku saat itulah filingku mengatakan bahwa kali itulah aku terakhir melihatnya,dan ternyata apa yang terjadi itu adalah nyata"


Mata Hafiz berkaca kaca ketika mengingat semua itu satu ucapan yang belum terucap untuk gadis itu adalah TERIMA KASIH tapi dia tidak berkesempatan untuk melakukan itu.


Aini malah semakin jauh dari jangkauannya, apalagi dia melihat seperti nya dia sangat bahagia dengan pria pilihannya.


Mengingat semua itu hatinya sangat sakit,tidak apa-apa jika dia tidak bisa memiliki cinta Aini tapi melihat gadis yang dicintainya bahagia itu sudah cukup baginya dia ikut bahagia juga.


Tapi hatinya kini menutup sempurna tidak ada celah untuk wanita manapun,satu yang hafiz yakini bahwa Aini juga merasakan hal yang sama padanya meskipun secuil karena Hafiz tahu bahwa dirinya juga merupakan cinta pertama Aini untuk nya.


Lagi lagi mengingat itu semua dia hanya bisa tersenyum getir,pak Harun yang tersadar dari lamunannya kini menggerakkan giginya " kita pindah sekarang,.. kebetulan papa kemarin membeli sebuah rumah sederhana untuk kita yang jauh dari kota ini ,papa akan menghubungi Noah untuk mempersiapkan semuanya kemasi semua barang barang mu papa akan menyuruh Adriana berkemas juga.


Bukan apa-apa pak Harun takut mantan istrinya kembali berbuat ulah dan nekat dari sebelumnya karena dia tahu watak mantan istrinya seperti apa.


Setelah masuk kekamar Adriana Harun menyuruh putri bungsunya mengemasi semua barang barang nya tanpa memberitahu alasannya mengapa,pak Harun meminta ponsel putrinya Adriana yang kebingungan mau tak mau akhirnya memberikan ponselnya.


Pak Harun menonaktifkan ponsel itu kemudian memasukkan kedalam sakunya,Adriana tidak bertanya lebih dia takut papanya akan marah jika dia bertanya lebih banyak lagi.


Akhirnya tak urung juga dia mengemasi semua barang nya, sedangkan pak Harun sendiri juga disibukkan dengan mengemasi barang-barangnya sendiri.

__ADS_1


Pak Harun juga meminta si mbok Yuna untuk ikut dengan nya tapi tidak memaksa kalau mau ikuta dia malah semakin senang karena mbok Yuna adalah orang kepercayaan nya juga.


Akhirnya malam itu juga mereka semua pindah dari sana dengan diam diam tanpa ada seorangpun yang tahu meskipun tetangga terdekat sekalipun.


__ADS_2