
Udara malam begitu dingin menusuk tulang, kali ini Aini berjalan ditepi pantai tak ia pedulikan betapa dinginnya malam ini.
Aini berhenti disaat kakinya tak sengaja menginjak sebuah batu kerikil agak besar dari kerikil pada umumnya, Aini pun berjongkok hendak mengambil batu itu, 'Subhanallah...' batin Aini Indah sekali batu ini seperti sebuah patung gumamnya dalam hati.
Aini pun mencari tempat dimana Ia ingin duduk bersandar ditepian karang, Ia pun melihat jam tangannya yang melingkar indah ditangan kirinya. ' Ah... Sebentar lagi pagi,. Aku ingin melihat matahari terbit, 'Ya Allah,.. Sungguh kenikmatan dariMU mana lagi yang telah Ku dustakan ya Allah' lagi lagi Aini bergumam.
Dia sangat capek sebenarnya tapi tak Ia rasakan sebab Dia tidak mau terlihat lemah, entah dimata siapa pun itu, Dia pun menghela nafas panjang ' entahlah setelah ini jalan apa yang akan Allah rencanakan untukku,,, ' gumamnya Dia menunduk seolah-olah ia ingin kepastian dari Sang Pencipta.
" Apa yang Kau lakukan disini Ai.." tiba tiba Hafiz berdiri disampingnya tanpa Aini sadari.
Sontak Aini berjengkit kaget.
" Kak Hafiz bikin kaget aja kalau Aini jantungan gimana...?? sambil tersenyum Aini menimpali pertanyaan dari Hafiz.
" Disaat Aku bangun dan tak melihatmu diantara Selly dan Candra Aku khawatir Ai... Lain kali kamu harus pamit agar yang lain tidak khawatir." ucap Hafiz
Aini menghembuskan nafas kasar, kemudian Dia memalingkan muka kearah laut
" Aini cuma ingin cari angin segar Kak.. habis gerah didalam tenda !!" kata Aini
" Bolehkah aku duduk disini Ai...??" sambil menepuk batu besar yang agak datar disamping Aini.
" iya kak... oh yah sudah enakan Kak badannya?? " tanya Aini sambil menatap lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun kearah Hafiz.
" Alhamdulillah sudah Ai... Oh yah Ai... Aku tadi kenapa yah kok jadi Aku yang ketiduran bukannya Kamu yang gak enak badan malah kok jadi Aku yang ketiduran." ucap Hafiz sedikit malu dan tak enak hati.
" Tadi Kak Hafiz bilang capek dan mengantuk setelah itu tak lama kemudian Kakak pun ketiduran,. " jawab Aini sambil tersenyum sementara batinnya terkikik geli.
" Waduh Ai Aku jadi gak enak sama Kamu,.. Maaf yah Ai.... " ucap Hafiz bener bener dirinya tak enak hati pada Aini. Seharusnya Dia yang menjaga Aini bukan malah sebaliknya.
" Gak papa Kaaak ... Asal Kak Hafiz sudah enakan badannya, Aini sudah baik baik saja nih lihat..." sahut Aini. 'Huufft... Syukurlah Dia tak mengingat kejadian tadi sama sekali.
" Heiii... Ternyata kalian ada disini yah... Heemm... Sudah mulai ada sesuatu nih..!!" Goda Candra sambil mendekat kearah Hafiz dan Aini.
" Isshh apaan sih Kak.. Eh Kak.... Selly mana kok gak sama Kakak??" tanya Aini pada Candra.
__ADS_1
" Astaga Aku lupa Selly ku tinggal sendiri, habisnya kelamaan sih ambil jaketnya di mobil gak tau ngapain aja tuh anak" Candra tepok jidat sambil menggerutu sebal.
Setelah pamit pada Hafiz dan Aini Candra pun berlalu dari tempat Mereka berada, dan hendak menyusul Selly dengan berlari lari kecil.
" Mereka serasi yah Kak...??" Tanya Aini disaat hanya tinggal mereka berdua saja.
" Iya... Kamu benar Ai... Kira - kira kita juga bisa jadi pasangan serasi nggak yah" Seru Hafiz sambil melirik Aini.
" Kita jalani aja Kak apa adanya, Saya gak suka menjalin suatu hubungan yang kesannya mengikat, maaf..!!" kata Aini
" Santuy aja Ai aku ngerti kok Aku yakin suatu saat hatimu akan terbuka entah pada siapa jika selain padaku" jawab Hafiz menatap lurus kedepan.
' Maaf kak bukan maksud ku seperti ini aku hanya tidak ingin nanti kamu kecewa' batin Aini
" Kak... Kakak sadar gak sih jika diantara kita ada dinding transparan yang menghalangi Kita..?? tanya Aini sambil menoleh kearah Hafiz
Hafiz pun mengerutkan dahinya, "Maksudnya gimana Ai..?" tanya Hafiz tak mengerti
" Hemm.. Maksudku diantara Kita ini jauh berbeda Kak... Aku tahu siapa Kak Hafiz sebenarnya, Kak Hafiz seorang CEO diperusahaan ternama Aku tahu kakak punya orang tua lengkap punya dua Adik perempuan dan.... ups" seketika Aini menutup mulutnya,
Niat hati Aini tidak ingin orang tahu siapa dirinya takutnya Hafiz menjauh dan mengatakan bahwa Dia orang aneh seperti yang Orang orang katakan tentang dirinya.
" Bodoh bodoh bodoh..." Aini pun merutuki dirinya sendiri dengan memukul jidatnya, bagaimana mungkin dia bisa seceroboh ini.
' Semoga Kak Hafiz tak curiga' batin Aini.
Hafiz kaget sontak membelalakkan matanya, pandangan mereka pun bersirobok hingga beberapa detik kemudian mereka sama-sama memalingkan muka.
" Ka kamu tahu tentang diriku darimana Ai... Sedangkan Candra saja tidak tahu siapa diriku..??" tanya Hafiz penasaran.
Hafiz pun bingung padahal tidak ada yang tahu siapa dirinya selain teman terdekat dan orang orang tertentu saja, sedang di internet dia menekan dirinya agar tidak terekspose secara umum.
lalu darimana Gadis ini mengetahui siapa diriku.
" Eehhmm... Ada deh.... Mu tahu apa mu tahu banget..?? " sambil menaik turunkan kedua alisnya gemas, Dia buat sesantai mungkin dan tidak menunjukkan kegugupan meskipun itu hanya secuil. Padahal hatinya bergemuruh hebat. Untung dia diberikan kelebihan bisa membaca hati dan pikiran Seseorang.
__ADS_1
'Ada untungnya juga kelebihan ku ini' batin Aini pun bergumam kecil
" Jangan khawatir Kak Aku bisa jaga hati kok.. Eh.. Maksudnya bisa jaga rahasia Kak Hafiz pada siapa pun juga tak terkecuali.
Hafiz hanya diam hatinya kalut dalam fikiran diam Hafiz pun takut jika Gadis disampingnya saat ini akan menjauh jika tahu siapa dirinya, karena Hafiz pun enggan memberitahu perihal akan dirinya,. Aini bukan Cewek seperti yang lainnya Dia beda bahkan sangat berbeda. Bukan Cewek matre tapi juga bukan Cewek yang gampang untuk ditaklukkan.
" Ai..." panggil Hafiz lirih
" Hemm..." sahut Aini hanya dengan mengeluarkan suara hemm saja
" Ai... A apakah setelah Kamu tahu Siapa diriku Kamu akan menjauh dariku Ai...?? tanya Hafiz pelan
Dengan tersenyum santai Aini mengarah kan pandangan nya kearah Hafiz yang saat itu sedang menunduk.
" Enggak ... Kenapa Kak??" kata Aini sambil mengernyitkan dahinya.
" Tadinya ada beberapa wanita yang hendak mendekati ku dan hendak mengenal lebih jauh tapi ujung-ujungnya yang ditanyakan soal pekerjaan, gajinya berapa,.. Itulah Ai.. Kenapa Aku menyembunyikan diriku yang sebenarnya, bahkan teman temanku juga begitu disaat Aku jaya mereka mendekat, tapi pada saat aku berpura-pura bangkrut tak satupun dari Teman temanku yang mau kuajak main bahkan mereka pun kesannya menjauh, lalu kemudian Aku dapat ide dari Perempuan yang tadi dan berinisiatif untuk berpura-pura bangkrut. dan Kamu tahu Ai... Disaat Aku Pura pura meminta bantuan mereka yang ngakunya teman atau sahabat tak ada satupun yang membantu bahkan kesannya menjauh,. Dari situlah Aku tahu jika mereka mengukur arti dari sebuah persahabatan dari uang bukan murni sahabat" panjang lebar Hafiz menceritakan kronologi kenapa Dia menyembunyikan jati dirinya.
Dan hanya Candra dan beberapa teman yang bahkan bisa dihitung dengan jari yang mau berteman dengannya itupun dengan identitas palsu yaitu sebagai karyawan biasa bukan sebagai seorang CEO.
" Iya Kak Saya mengerti..." jawab Aini kemudian.
Obrolan mereka pun berhenti kala kedua teman mereka datang menghampiri sambil membawa beberapa potong jagung bakar.
" Kalian ini kayaknya sudah lupakan Kami rupanya..." ujar Candra sambil tertawa garing.
" Heii lihat Matahari nya mulai muncul.. " teriak Aini
" Waahh... Indah yah Ai..." kata Selly.
" Iyah Sel..." sahut Aini
Sedangkan Candra mengambil kameranya buat mengabadikan momen ini, berbeda dengan Hafiz sambil membawa kamera untuk merekam Sang Surya dia juga mengabadikan untuk mengambil gambar Aini sebanyak banyaknya, karena Dia tahu tidak mungkin akan ada kesempatan lain lagi. Sambil tersenyum Dia sesekali nyeletuk apa yang jadi candaan dan Senda gurau mereka.
Wahai Sang Surya indah nian dirimu tapi sulit untuk menjangkau Mu... Seperti itulah kira kira kata hati Sang Hafiz 🙂🙂
__ADS_1