
"Bagaimana sudah kau dapatkan informasinya..." nampak seorang pria yang tengah berbicara dengan seseorang di handphone nya.
"Oke kirimkan semua data nya dengan akurat di emailku" dan panggilan pun berakhir.
Tok tok tok
"Masuk..."
Ceklek
"Maaf pak sebentar lagi anda akan ada meeting direstoran XX pukul 12.30 siang ini " nampak seorang sekretaris tengah menyampaikan jadwal sang CEO hari ini.
"Hhhmmm... oke keluar " tanpa basa-basi Niko Rosberg pun menyuruh sekretaris itu keluar.
"Baik..." sambil menundukkan kepalanya sekretaris itupun akhirnya keluar.
"Semoga saja aku segera bertemu denganmu gadis kecil..." senyum Niko mengembang tatkala dia memegang sebuah foto berukuran 3 R yang nampak sudah lapuk.
Nampak dengan jelas bahwa dia sangat merindukan gadis tersebut, 'apakah wajahnya masih sama imut ataukah sudah berubah' batin Niko bersinandika
'Ah... yang pasti cantiklah' semakin mengembang senyumnya jika mengingat akan gadis itu.
Ting
Nampak sebuah pesan email masuk, dengan cepat Niko pun membuka hasil penyelidikan anak buahnya tersebut.
Setelah beberapa saat dia membaca email itu kini nampak raut wajah Niko yang tak terbaca,kini dia mengulang kembali membaca mungkin saja dia salah lihat.
"Jadi gadis itu namanya Nur Aini, hhmm cantik... malah lebih cantik dari yang kubayangkan ini benar-benar lebih dari ekspektasi ku..." semakin mengembang senyum Niko.
Kini Niko sudah memiliki rencana untuk mendekati gadis tersebut,'tidak peduli meskipun dia sudah bertunangan akan dia rebut apapun caranya bahkan jika gadis itu sudah menikah pun akan dia rebut,dia harus jadi milikku ' Nampak pandangan Niko berkilat tajam.
Niko mengeluarkan handphone disaku jas nya dan dia menyuruh asisten untuk segera menyiapkan mobil dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan gadis itu.
Kini Niko sudah berada didalam mobilnya,dan asisten Niko hanya melihat melalui spion yang sedikit agak aneh tersebut.
"Ma maaf Tuan apakah anda tidak melupakan bahwa sebentar lagi akan ada meeting penting dengan Mr Barron?? " ucap asisten mengingatkan.
"Aku tahu Albi... tidak lama hanya beberapa menit saja" Niko sedikit cuek menjawab pertanyaan asisten nya.
"Berhenti didepan sana.." titah Niko.
"Apa yang dilakukan bosnya ini apakah dia punya wanita yang diincarnya??" batin Albi bertanya tanya.
Kini didalam mobil Niko sudah bersiap-siap untuk melihat gadis kecilnya dari jauh saja untuk sementara waktu,itu saja mungkin bisa membuat dia senang.
Nampak dari kejauhan gadis yang dia lihat sama dengan yang difoto senyum pun mengembang dibibir seksi Niko.
"Cantik" gam Niko pelan dan itupun bisa didengar asisten nya
"what??" Albi nampak melotot karena kaget 'apakah bosnya sudah turun level nya soal wanita' Albi pun tidak kalah melalang buana pikiran nya soal bos nya ini.
"Ai... hari ini pulang bareng yukk ?? aku kangen makan mie pangsit bareng kamu " Rina dengan antusias mengajak Aini,diapun mengedip kedipkan matanya yang kelihatan berbinar memohon .
__ADS_1
Aini kini nampak tersenyum canggung belum sempat menjawab permintaan sahabat nya kini sudah ada Aditya didepan mereka.
"Assalamualaikum Ai... !!" kini senyum Aini nampak sumringah dan itu nampak alami sedangkan Rina memberenggut kecewa.
"Waalaikumsalam..." jawab Aini dan Rina barengan.
"Ckk nasib jomblo yah gini deh..." sahut Rina tersenyum miris.
"Kamu bareng kita aja kebetulan kita akan makan pangsit kok,.. iya kan kak..." Aditya pun mengangguk pasti, senyuman Aditya begitu mempesona bagi Rina dia melongo melihat senyuman pria yang berstatus tunangan Aini.
"Ehemm... "Rina menggaruk tengkuknya
"Kakak yang traktir..." kini semakin sumringah senyum Rina.
"Beneran ini pak Adit ditraktir soalnya..."
"Iya bener... kamu masuk gih cepet sebelum aku berubah pikiran..." titah Adit.
"Kak... tadi kak Adit lewat mana pas mau kesini..." tanya Aini tapi tatapannya tak lepas menatap kedepan dengan wajah datar.
"Seperti biasanya Ai... ada apa?? A ap apakah ada sesuatu??..." dengan ragu Adit bertanya pada Aini,didalam hatinya kalau Aini sudah bertanya seperti itu pasti ada sesuatu.
"Ah .. gak apa apa kak Aini cuma bertanya aja kok" jawab Aini kini dengan wajah yang ceria.
Adit masih belum mempercayai Aini sepenuhnya bahwa semua baik baik saja jujur Adit sedikit gugup,Aini tahu apa yang dirasakan dan yang dikhawatirkan Aditya tapi Aini berpura pura tidak ada apa apa dan bersikap biasa saja.
"Kak... kok gak jalan..? Aini menoleh kearah Aditya dan sedikit cemberut.
Bukan tanpa alasan Aini bersikap seperti itu kepada Adit dia hanya berusaha agar Aditya tidak tahu apa yang Aini rasakan dan Aini lihat barusan.
'Aku tidak tahu apa tujuan mu mengikuti temanku tapi aku tidak akan membiarkan siapapun yang mempunyai niat buruk terhadap nya termasuk kamu' dengan mata batinnya Aini berbicara kepada mahluk tersebut.
"Grrrrhhh" hanya Geraman yang Aini dengar dari mahluk hitam tersebut.
"Baik jika ku ingin bermain-main denganku, Kakek....."
Syutt
Aaaarrrgggg
Terdengar teriakan dari mahluk hitam itu yang tiba tiba diserang oleh seekor Harimau putih milik Aini yang dipanggilnya kakek itu.
Duaasstt...
Groaakkk
Aaaarrrgggg
"Bedebah aku akan kembali untuk melenyapkan mu... Aaaarrrgggg....!!
Srett
Syutt
__ADS_1
"Sayang sekali kau tidak akan punya kesempatan untuk itu... hehe" nampak senyum smirk dari harimau putih itu.
"Terima kasih kakek..."
"Jaga dirimu baik-baik juga temanmu itu aku yakin setelah ini akan ada sesuatu yang tak terelakkan akan terjadi " peringat Harimau putih
"Baik"
Kini suasana didalam mobil Aditya hening tanpa ada suara pun dari 3 orang didalamnya, Aini masih setia dengan matanya yang terpejam sedangkan Rina entah kenapa hari ini diam saja tidak cerewet seperti biasanya, sedangkan Aditya masih setia dengan pikirannya yang tidak tahu apa yang dipikirkannya.
Tiba tiba suara musik dari dashboard mobil Aditya berbunyi tanpa disentuh.
Entah apaaa yang merasukimuuu
Hingga kau tega menduakan aku
Yang tulus mencintaimu...
"Eh bujru busett... Pak Aditya ini bikin orang sakit jantung aja kaget tahu pak ...!!" Celoteh Rina kesal dengan suara musik yang tiba-tiba berbunyi nyaring.
"Astaghfirullah... aku juga kaget Rin... bukan hanya kamu,saya juga gak nyetel musik,tapi... kok bisa berbunyi yah padahal aku gak merasa menyetel.." dahi Aditya berkerut heran.
Lalu dia pun melirik Aini yang masih nampak tenang dan setia dengan matanya yang terpejam,batin Aditya bertanya tanya apakah mungkin Aini yang melakukan nya tapi Aditya melihat Aini tidak bergerak sama sekali.
Sedangkan Aini sendiri kini sukmanya masih berada didalam sebuah hutan yang lebat,dia menyusuri hutan tersebut bersama sang harimau kesayangannya.
Aini hanya ingin memastikan sesuatu siapa gerangan yang menyuruh mahluk itu untuk mencelakai Aditya.
Tadinya dia hanya ingin diam saja setelah kakek harimau memperingatkan Aini tapi setelah dia melihat sesuatu yang mana bukan hanya 1 mahluk yang mengikuti Aditya tapi 2 mahluk Aini jadi penasaran dan disinilah dia berada.
"Bodoh... Bagaimana ini bisa terjadi.. bukankah Renggo sangat kuat bagaimana bisa kalah dengan harimau jelek itu??" hardik seorang wanita kepada mahluk yang mengikuti Aditya tadi.
"Kau jangan menyalahkan aku tapi salahkan dirimu yang sangat mempercayai Renggo begitu saja tanpa melihatnya apakah pemuda itu ada penjaganya atau tidak" ucap mahluk itu tenang tanpa takut sedikitpun pada wanita tua itu.
"Kalau begini caranya Tuan kita akan marah besar Cuih..." geram wanita tua itu.
Kini setelah tahu apa tujuan wanita itu Aini pun kembali ke tubuh nya .
"Ai... bangun Ai.." berkali kali Aditya dan Rina membangunkan Aini tapi tak ada respon sama sekali dari gadis tersebut.
"Ya elah kamu ini pingsan apa tidur sih ai .. " Rina menepuk nepuk pipi Aini dengan sedikit gugup.
"Ai... bangun sayang ... Ya Allah aku sangat takut Ai..." Rina terpaku dengan ucapan dan pernyataan Aditya.
Bisa dia lihat kalau Aditya nampak berkaca kaca, Aditya panik dia benar-benar sangat panik takut terjadi sesuatu kepada pujaan hatinya yang diluar nalar.
"Eemmmpp... " terdengar suara lembut Aini bergerak gerak ringan dengan matanya yang mengerjap ngerjap seperti orang bangun tidur.
"Alhamdulillah.."
"Alhamdulillah.."
Ucap Aditya dan Rina barengan.
__ADS_1
"Kalian kenapa.." dengan wajah polos Aini bertanya kepada kedua orang didepannya.
Dan kedua orang tersebut cengo lihat Aini yang menggemaskan bin bikin gregetan.