
Sementara itu ditempat lain Aditya nampak uring uringan sendiri sebenarnya dia menyesal kenapa dia berbohong pada Aini tentang dirinya yang keluar kota karena urusan pekerjaan.
Aditya pun merutuki dirinya sendiri setelah mobil berhenti dirumah kedua orang tuanya Aditya termenung sejenak, bagaimana pun hatinya galau bagaimana bisa dia membiarkan Aini pergi berdua saja dengan dokter muda itu.
"Haiisshhh.... lama lama aku bisa gila kalau seperti ini terus,haruskah aku segera mengikat mu dengan tali pernikahan secepatnya Ai..." tampak Aditya mengusap wajahnya dengan kasar hatinya semakin tak menentu.
Sedari tadi dia menunggu laporan dari anak buahnya tentang apa saja yang dilakukan pujaan hatinya bersama pria asing menurut nya.
Tuk tuk tuk
"Kamu gak turun dek..." nampak Dewi diluar pintu mobilnya yang mengetuk ngetuk jendela kaca mobil Aditya.
Tadinya Dewi yang mengunjungi kedua orang tuanya karena sudah lama sekali dia tidak menengok papa dan mamanya disaat Dewi asyik bercengkerama dengan keluarga Dewi mendengar suara mobil yang sudah Dewi hafal sebelumnya setelah dia melihat dan meyakinkan bahwa itu mobil sang adik diapun berinisiatif menunggu.
Namun dia tertegun kala melihat mobil Aditya yang terparkir didepan rumah utama keluarga nya tapi lama ditunggu kok gak keluar keluar juga. Akhirnya Dewi pun menghampiri Aditya,Dewi yang melihat Aditya yang masih didalam mobilnya sedikit tersenyum manis dia tahu kalau adiknya pasti galau memikirkan Aini.
Karena lama ditunggu gak keluar juga akhirnya Dewi pun mengetuk pintu kaca mobil Aditya, Aditya terkejut dengan ketukan kakaknya.
"Kau kenapa...??" Dewi bersedekap dada menunggu jawaban Aditya setelah Aditya turun dari mobil.
"Muka kamu kusut dek... katanya tadi mau dinner romantis dengan Aini kok cepet pulangnya??" sebelah alis Dewi terangkat sambil menunggu jawaban Aditya Dewi masih diam disana.
Dewi tahu adiknya sedang tak baik baik saja " Masuklah papa dan mama menunggu,dan kau berhutang penjelasan padaku " sambil berlalu Dewi pun melewati Aditya dengan santai.
Aditya masih bingung dia sendiri juga tidak tahu dan tidak sadar kalau mobil yang dijalankan menuju ke rumah kedua orang tuanya.
Mau tidak mau dia pun masuk jangan lupakan wajah kusut nya, sampai diruang keluarga Aditya pun disambut mamanya.
"Sayang kamu kenapa kok kusut gitu,putus sama Aini...??" Aditya pun langsung mendongak tak lama kemudian mencebik sebal.
"Ckk... doa mama yang bagus bagus dong Aditya hanya gelisah karena jauh dari Aini ma..." Aditya berdalih.
Pak Antoni tersenyum sinis dia tahu kalau hati putra bungsunya lagi gelisah,pak Antoni hanya menggeleng gelengkan kepala.
"Ma ... gimana menurut mama tentang Aini...??" tiba tiba Aditya penasaran bagaimana tanggapan mamanya tentang Aini.
Rossa terhenyak dia menghentikan kunyahan di mulutnya 'ada apa dengan putra bungsunya ini' batin Rossa bersinandika kini sebelah alisnya terangkat menatap Aditya intens.
"Aini yah... eehhmm..." nampak dagunya berpangku dengan tangan nya.
"Biasa aja tuh..." sahut mama Rossa cuek.
"ckk... " Aditya berdecak sebal.
"Ya udah deh Adit kekamar dulu capek" mama Rossa pun tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Hahaha... Adit kamu ini gak seru ah ..!!" ujar mama Rossa gemas.
"Bodo.... " Aditya pun ngeloyor pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Dewi hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan senyum tertahan,sedangkan pak Antoni berseru.
"Putra kecilku sekarang sedikit berbeda, Hhhhhhhh.... hanya karena seorang wanita,jujur papa salut pada gadis itu." pak Antoni menerawang dan memandang keatas sedang kepalanya disandarkan disofa.
"Pa... "
"hemm.." pak Antoni menjawab malas panggilan mama Rossa
"Putra kecil kita sudah tidak jadi kulkas lagi dan lihatlah wajah merajuknya Aiiisshh... Gemes deh mama kayak dia masih berumur belasan tahun,ah... mama jadi kangen Aditya yang masih kanak kanak dulu yah pa .." ucap mama Rossa panjang lebar.
"Ma.. Dewi pulang dulu yah ?? pa.. Dewi pulang..!!" pamit Dewi.
"iya hati hati yah sayang makasih mama udah dikasih hadiah dari putri kecil mama dan papa..." Dewi pun segera mencium kedua tangan orang tuanya takzim.
Setelah pamit Dewi pun segera undur diri dan pulang dengan segera takut putri kecilnya nangis.
Sementara Aditya yang kini sudah berada dikamar masih sedikit uring uringan. Berkali kali dia merutuki dirinya seharusnya malam ini dia makan malam romantis dengan Aini.
Mengusap wajahnya sendiri dengan kasar dan malas kepalanya disandarkan dibantai yang sudah ditumpuk jadi satu kini pikiran Aditya melayang entah kemana.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
"Hallo" dengan malas Aditya mengangkat telponnya
"Bos semua sudah saya kirim di email anda "
Telepon dimatikan sepihak oleh Aditya gegas dia membuka email kini wajahnya sudah menjadi gelap saat melihat rekaman yang dikirimkan oleh anak buahnya itu.
Tak ayal rahangnya mengeras ingin sekali dia membanting hp nya tapi urung saat ada kiriman email sekali lagi dari anak buahnya.
Kini dengan ekspresi terkejut Aditya sedikit merubah wajahnya yang semula gelap menjadi sedikit ceria,didalam rekaman itu nampak suara Aini terdengar
"Kak Hafiz adalah cinta pertama ku kak sampai kapan pun kak Hafiz akan selalu ada di hatiku,tapi aku tidak bisa kembali padanya karena sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan disini,dan sekarang aku udh punya seseorang yang benar-benar membuat ku nyaman meskipun rasa cintaku untuk nya masih 80 persen tapi aku akan memperjuangkan dia karena dia sekarang sudah menjadi spesial buatku"
Kini dalam diri Aditya ada ribuan kupu kupu yang terbang dengan berwarna warni,senyum sumringah ditampakkan diwajahnya meskipun tak ada satupun yang melihatnya.
Hatinya berbunga-bunga mengingat kata kata Aini di video rekaman itu,kini hatinya sedang berbunga senyuman yang tak pernah lepas meskipun dia terlelap.
*******
Sementara itu disebuah hotel
"Ouugghhh sssshhhh.... Aahh yes teruskan baby.... " suara ******* laknat dari bibir seorang wanita.
"Kau sangat seksi honey... Oh YESS.." bersahut sahutan suara laknat yang keluar dari bibir kedua orang yang sedang bergulat diatas springbed yang berukuran king size.
"Kau benar-benar jal**g yang hot honey... Aaahhhh" ujar seorang pria diatas wanita yang kini menikmati goyangan sang pria.
"Tap tapi ka kau suka kan beb..." terbata bata wanita itu menjawab ujaran pria diatasnya saking nikmatnya wanita itupun merem melek.
__ADS_1
"A aku dah mau sa sampai sayang a ayo ba rengan..." suara wanita itu kembali dengan terbata bata.
"Yess... come honey a aku juga Aaahhhh..."
"Aaahhhh.." suara laknat kedu manusia itu mengerang secara bersamaan tanda kalau mereka sudah mencapai klimaksnya.
Kini mereka berdua pun terengah-engah menikmati sisa sisa kenikmatan yang mereka raih bersama.
"Apakah kau puas heumm..." ucap Niko yang kini lunglai disamping gadis itu.
"Sangat puas makasih yah..." setelah menjawab pertanyaan Niko Elena Bexxa pun beranjak dari tempatnya hendak kekamar mandi.
"Ckk... jahat sekali kau habis manis sepah dibuang ," Niko mencebik tapi hanya sebentar kemudian tersenyum kembali,dia mengingat bagaimana binalnya Elena barusan.
"Oh come on Nik... kau tahu bagaimana aku,rasaku yang aku cintai hanya Aditya bukan yang lain" Elena bersungut sebal saat Niko kembali mengungkit yang tidak perlu menurutnya.
"Mencintai Aditya... tapi bercinta denganku what the ****..." Niko memutar bola matanya malas kemudian diapun bangun dan beranjak kekamar mandi.
"Hei... mau kemana aku dulu.." Elena berjalan cepat mendahului Niko hendak kekamar mandi.
"Hemm... come Hurry up aku akan ada meeting satu jam lagi" ucap Niko malas,diapun duduk dipinggir kasur spring bed sambil memainkan handphone.
Dia sedikit dongkol dengan sikap Elena juga kecewa selama ini Elena hanya memanfaatkan dirinya saja kala butuh kehangatan baru menghubungi dirinya.
"Kau semakin menjengkelkan Elena,tapi aku tunggu sedikit waktu lagi setelah ini jangan harap kau bisa bebas mempermainkan ku" Gumam Niko pelan.
Ceklek
Selang 20 menit kemudian Elena keluar dari kamar mandi nampaknya dia sudah rapi.
Sedangkan Niko dengan malas dan tanpa menoleh kearah Elena Niko menuju kamar mandi, beberapa menit kemudian Niko keluar dengan handuk yang masih melilit di pinggang seksinya,rambut basahnya yang berkilau tertimpa sinar lampu yang ada dikamar hotel tersebut.
Elena melirik Niko ada rasa bersalah dalam hatinya karena sudah memanfaatkan Niko untuk urusan ranjangnya,gara gara penolakan berulang dari Aditya Elena melampiaskan hasrat terpendamnya kepada laki-laki ini.
Aditya adalah teman masa kecilnya tapi cinta Elena bertepuk sebelah tangan karena Aditya hanya menganggap Elena sebagai adik saja.
Kecewa itu yang dirasakan Elena tapi semenjak bertemu Niko di fakultas beberapa tahun yang lalu membuat Elena sedikit melupakan Aditya dan terhibur karena kehadirannya.
Tapi yang dicintai elena hanya Aditya walaupun Niko tampan dan mempunyai segudang pesona yang luar biasa bagi Elena hanya Aditya yang ada dihatinya.
"Aku pergi sudah mau telat..." ucap Niko membuyarkan lamunannya.
"Nik... " Niko berhenti saat tangan yang hendak menyentuh handle pintu kamar tanpa menoleh dan tanpa menyabut panggilan wanita itu.
"Makasih atas..."
"Ok ... cukup lupakan kalau butuh kehangatan lagi mungkin aku akan berfikir fikir lagi." Sahut Niko tanpa menunggu Elena meneruskan kata kata nya, kemudian berlalu tanpa lagi menengok kebelakang dengan senyuman seperti biasanya.
"Hhhh...." Elena mendesah perlahan kemudian diapun berlalu dari kamar itu diapun juga ada janji dengan Mama nya untuk menemui temannya.
__ADS_1