
Semenjak dari tempat Hafiz dirawat tak ada satu katapun yang keluar dari bibir Aini,dia galau bingung dan saat ini otaknya pun ngeblank.
Satu hal yang Aini lakukan sepanjang hari yaitu hanya duduk ngelamun tidak melakukan apapun, dipikirannya hanya satu yaitu kondisi Hafiz dia berpikir dengan keras bagaimana cara menolongnya,seakan semua jalan buntu tertutup rapat.
Sssshhhh...
'Astaghfirullah .... bagaimana dia bisa lupa ' sambil tepuk jidat Aini pun segera sadar dari lamunannya.
"Ai.... " sontak Aini kaget disaat sebuah suara memanggilnya.
Aditya nampak dengan sabar menunggu Aini yang sedari tadi ngelamun gak jelas Ntah apa yang dipikirkan gadis itu.
"Astaghfirullah... maaf kak Udah lama yah kak Adit disitu" dengan nyegir gk jelas diselingi senyum absurd Aini menghampiri Aditya.
"Hemm... sudah melamunnya??" tanya Aditya sambil mengacak lembut puncak kepala Aini.
Aditya dengan sabar menunggu Aini bersuara, sementara gadis itu masih diam dan tersenyum bagaimana pun juga dia menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan karena abai terhadap Aditya.
"Maafkan Aini kak..." pinta Aini tulus.
"It's okay Ai... aku ngerti kok..." sahut Aditya lembut.
"Gimana udah nemuin solusinya??" tanya Aditya lembut.
"Udah tapi aku butuh bantuan kak Adit bisa??" pinta Aini
"Bisa... katakan saja Ai... Apapun itu pasti aku selalu bisa untuk mu" jawab Adit tulus.tak lupa senyum manis selalu terpampang jelas dibibirnya.
"oke... tapi tidak saat ini kak,. tunggu waktu yang tepat "
"Ayo kita makan malam bareng... aku udah nyiapin makanan udh dari tadi loh yuk sebelum makanan benar benar dingin sayang banget kan? nanti bisa mubadzir loh..." ajak Aditya
__ADS_1
"Makasih kak... " jawab Aini dengan rasa terharu.
'Ya Allah... bagaimana engkau bisa pertemukan aku dengan pria sebaik kak Aditya dalam kehidupan ku kali ini.. apakah aku layak mendapatkan nya ya Allah...? ' tanya Aini dalam hati.
"Oh iya Ai... tiga hari kedepan aku mungkin tidak bisa menemuimu karena ada perjalanan bisnis keluar kota,,," kalimat Aditya terjeda beberapa saat
"kamu... gak apa apa kan Ai..." lanjut Aditya, nampak gurat cemas dan kekhawatiran terpampang jelas di wajahnya.
"Aini gak papa kak... Aini bisa jaga diri kok" jawab Aini dengan senyuman manis yang tulus tersungging di bibirnya.
"Ai... berjanjilah jangan lakukan hal hal yang ekstrim selama aku gak ada disisimu.. jujur aku takut Ai... aku takut kamu kenapa Napa disaat kamu gak ada disisiku. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu aku memang tidak punya kemampuan seperti dirimu tapi setidaknya aku bisa selalu ada di sisimu melakukan apa yang bisa kulakukan untukmu agar..."
"Ssssssstttt... kak Adit gak usah ngomong yang aneh aneh deh .. semua pasti akan baik baik saja,satu yang kuminta dari kak Adit untuk selalu percaya padaku dan jangan pernah percaya dengan apa yang kak Aditya dengar diluar sana seandainya ada suatu kabar yang tak enak didengar tentang ku atau tentang apapun yang menyangkut dengan ku" kata Aini yang tak lepas matanya menatap sang kekasih.
Tak ada yang bisa diungkapkan oleh Aditya seolah semua yang akan dikatakan sedari tadi lenyap menguar begitu saja.
Kata kata yang sudah ada dipikirannya yang siap untuk diutarakan untuk yang terkasih meluap entah kemana.
Yang bisa Aditya lakukan hanya menatap sang kekasih dengan mulut terkunci.
Kalau boleh jujur dia tak rela atas apa yang sudah Aini lakukan untuk Hafiz sang mantan kekasih... tapi apa yang Aini lakukan semata-mata hanya demi kemanusiaan.
Memikirkan hal ini saja Hatinya seperti ditusuk sebilah belati tajam yang langsung tembus kejantung dan beralih keulu hatinya.
Bolehkah dia egois agar Aini tak melakukan itu semua rasa takut kehilangannya,rasa kecewa benci sedih menguap menjadi satu.
Tanpa dia sadari bulir bulir bening jatuh begitu saja di muara mata elang Aditya yang nampak berkaca kaca,.
Sontak Aini yang melihat itupun segera mengusap lembut dengan kedua jari jempolnya , Aini terharu dia pun tahu apa yang ada didalam hati kekasihnya sekarang rasa kekhawatiran kecewa sakitnya dia pun bisa merasakan.
"Apa yang kak Adit pikirkan hemm... jangan berpikir terlalu banyak kak,. aku akan melakukan yang terbaik untuk semuanya..." sambil memangku kedua pipi Aditya matanya pun tak lepas memandang mata elang milik kekasihnya.
__ADS_1
"Aku hanya...." sebelum Aditya melanjutkan kalimatnya Aini tiba-tiba memeluk Aditya dengan erat seolah-olah takut kekasih nya menjauh darinya.
"Ingatlah kak... Kau sudah kupilih untuk menjadi milikku suatu saat nanti, dan kau kutandai jadi aku tak akan melepaskan mu begitu saja... Begitu pun dengan mu jangan pernah mencoba berpaling dariku apalagi mengkhianati tak ada kata maaf buat seorang penghianat,. ingat itu..!!!" sedikit emosi dan terisak Aini pun mengeratkan pelukannya.
Betapa bahagianya Aditya saat ini dia pun membalas pelukan hangat untuk kekasih tercinta,dia masih teringat bagaimana dia mencoba untuk mendapatkan hati gadis ini,butuh sedikit perjuangan yang tidaklah mudah baginya.
Kalau diperbolehkan Aditya tidak mau waktu terus berjalan dia menginginkan waktu berhenti hanya disaat momen seperti ini sambil memeluk Aini .
" Kak udah malam gak enak nanti dilihat tetangga ,pulanglah dan jangan lupa jaga kesehatan... " dengan perlahan Aini pun menguar dari pelukan hangat yang dia lakukan terhadap Aditya.
Nampak wajahnya yang merah merona karena malu seumur umur baru kali ini dia mendahului untuk memeluk lawan jenis.
Tapi dia juga tidak tahu bahwa wajah Aditya pun lebih merona lagi karena rasa bahagia terhadap dirinya yang tanpa diduga dia yang memulai untuk memeluk nya.. hatinya begitu berbunga-bunga kalau bisa dilihat nampak kupu kupu cantik dengan warna warni yang indah berterbangan dari hatinya.
" Oke Ai... aku pamit yah jaga dirimu juga eemmm... " dengan cepat dan sedikit gugup Aditya pun mendekat kemudian...
Cuupp...
Aditya pun mencium kening Aini sedikit lebih lama, nampaknya Aditya pun menikmati bau harum rambut dan tubuh gadis itu,dia berusaha mencium lekat agar dia tak lupa aroma wangi yang terpancar dari gadis yang dicintainya ini.
Sedangkan Aini terpaku dia kecolongan matanya membola karena terkejut semua diluar ekspektasi nya, dia lengah dengan tindakan Aditya tapi dia juga menikmati sentuhan bibir Aditya dikeningnya.
Sentuhan lembut dan hangat yang Aini rasakan menjalar ke seluruh tubuh gadis itu.tanpa sadar dia pun tersenyum hangat sambil memejamkan matanya.
Sementara Aditya seolah enggan untuk melepaskan ciuman itu,dia ingin lebih dari itu tapi lekas dia buang jauh jauh pikiran itu bagaimana pun juga dia tidak mau merusak momen yang membahagiakan nya saat ini.
Karena tidak ada penolakan dari Aini dia pun kembali memeluk gadis itu dengan hangat,.
"Sampai jumpa lagi Ai... I LOVE YOU.." bisik Aditya lembut kemudian diapun melepaskan pelukan hangatnya.
"I .. iya kak sampai jumpa lagi " Jawab Aini gugup
__ADS_1
"Assalamualaikum... " salam Aditya kemudian diapun berlalu.
" Waalaikumsalam... hati hati dijalan " jawab Aini lembut,nampak ada sebuah kekosongan dihatinya.