Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 58


__ADS_3

Hiks hiks hiks


Terdengar suara tangis seorang anak kecil samar samar seperti dari kejauhan,Rina yang saat itu menemani Aini dirumahnya begidik ngeri mendengarnya.


"Ai .. Ai... ka kamu de dengar i itu g gak Ai..." suara Rina yang tadinya cempreng kini melunak sangat pelan mendengar tangisan anak kecil.


Aini pura pura tidak mendengarkan apa apa, kembali Aini mengendikkan bahu acuh tak acuh tanpa menghiraukan temannya yang ketakutan setengah mati.


"Kau hanya halusinasi mungkin Rin... lagian kalau pun ada suara anak kecil mungkin saja itu anak tetangga Riin... Gak usah parno ah..." kata kata Aini tak mampu menghentikan tubuh Rina yang bergetar hebat.


Hiks hiks hiks


"A aaiii.... beneran deh Ai a aku ta takut ni niihh..." suara Rina sudah tergagap dahinya mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.


Hiks hiks hiks


"Wooiiii anjirr gue takut elo kalau mau nangis sono ke emak Lo sono.... hah hah hah" teriak Rina dengan nafas yang tersengal sengal.


Ada rasa tidak tega dihati Aini tapi disisi lain dia juga ingin tertawa melihat tingkah sahabatnya, meskipun dalam keadaan takut pun Rina masih bisa mengeluarkan suara yang sangat keras meskipun keberanian nya hanya seujung kuku.


Plakk


"Uaaassuuuh... manuk kecelup Empang blekoookk blekoookk... kuuuk kuuuk kuk..." tawa Aini lepas sudah melihat tingkah konyol Rina yang mulai latah saking paniknya karena melawan rasa takutnya.


"Hahahaha...." Rina yang melihat Aini tertawa kini melirik tajam kearah Aini.


"Ai... elo apa apa an sih kaget tahu anjirr... kalau jantung gue copot melompat lompat kan susah aku dapetin jantung ku yang berharga Ai..." Rina masih memegangi dadanya yang naik turun karena nafas yang Tersengal-sengal.


"Haha... habisnya kamu lucu Rin... " sedikit mereda tawa Aini,kemudian dia mengambilkan minuman untuk Rina.


Rina yang menerima segelas besar penuh air putih langsung menandaskan isinya,Rina merasa tenggorokannya kering serta berusaha mengelap keringatnya yang sudah membasahi tubuh dan wajahnya.


"Ai... gue nginep sini yah..." Aini menaikkan sebelah alisnya. "Takut gue Ai... beneran gak boong" pinta Rina memelas .


"Gak... kamu pulang aja gak baik cewek nginep di.... "


"Pliss ai... pliiisss... pliss... yah yah yah..." mohon Rina menarik turunkan alisnya, pasalnya dia takut kalau dijalan dicegat sama yang namanya hantu atau setan.


"Ada satu syarat yang harus kamu penuhi ..."


"Ya elah Ai.. sama temen aja pake syarat pelit banget sih Lo Ai..." Aini mengernyitkan dahinya.


"Lagian sejak kapan kamu memanggil ku dengan sebutan gue elo... kamu tahu Rin bahasa itu sangat kasar,aku hanya meminta kamu mengganti bahasa mu yang lebih halus lagi... jaga etika dan kesopanan dimana pun kamu berada" Kini Rina sadar dengan kesalahan nya tangannya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil senyum-senyum sendiri.


"Sorry Ai .. saking takutnya gu.. eh aku keceplosan dan latah... aku kan kek gitu orangnya kalau udah dalam mode on takut atau kaget latahku kumat Ai..." Aini mengangguk


"Oke kamu tidur disini "


"Yes... makasih ai.... makin sayaaang deh Ama kamyu... hihi" Aini hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rina.


"udah tidur wes bengi ben ora diparani Wewe .."

__ADS_1


Plakk


"Jangan nakutin napa Ai..." Rina menggeplak bahu Aini gemas bibirnya mengerucut lucu.


Tuk Tuk Tuk


Terdengar suara terjeda jeda ketukan jendela kaca disamping Rina,alhasil Rina yang baru terlelap seketika membuka matanya lebar.


Dengan tubuhnya yang diam diam gemetar dan kaku seolah tidak bisa digerakkan lagi Rina begitu ketakutan.


"Tempat elo ini serem amat sih Ai.. enggak lagi deh gua tidur dimari... kalau saja tadi pak Adit gak meminta ku untuk menemanimu kagak Sudi gue nginep Ai... " Rina mencoba memejamkan matanya paksa tapi suara suara cakaran dan kikik kan seseorang diluar sana sangat menggangu nya.


Aditya tadi memang mendatangi Rina dan dia meminta tolong pada Rina agar mau menemani Aini dirumahnya Aditya tidak mau Aini sendirian setidaknya ada teman bicara pada Aini agar dia lupa akan kesedihannya


Kretekk Kretekk kratak kratak


Kiik kik kik


"Astaga... kalau kek gini ceritanya gue bisa mati muda karena jantungan... mana belum nikah lagi,.. tau gitu gue menerima lamaran babang Jonas aja lagian babang Jonas gak jelek jelek amat tapi manis kek gula aren biar bisa ngerasain gimana rasanya malam pertama... hihi" sedikit lupa akan suara suara aneh diluar sana dengan membayangkan gimana rasanya malam pertama. Dasar Rina sedikit oleng kali guys.


Huhuhu...


Kembali terdengar suara tangis anak perempuan terkadang terdengar pelan dan samar, terkadang terdengar keras.


"Ya Allah... lindungilah hambamu yang cantik jelita ini ya Allah... hambamu ini juga pingin bahagia ya Allah pingin ngerasain nikah dan...." Rina menepuk nepuk jidatnya tatkala pikiran kotor kembali meraja.


"Ya Allah... jangan biarkan hambamu ini mati muda ya Allah... hamba takuutt..." dengan mata terpejam suara Rina sangat pelan berdoa dengan bibir gemetar dan serak.


Tiba-tiba saja ada sebuah cicak terjatuh dan mengenai bahu Rina


"Plok..."


"Eh kodok kodok ... kook kook kook... " latah Rina kambuh saking kagetnya,dan itu seolah tak mengganggu tidur nyenyak Aini.


Pas Rina hendak mengibas ngibaskan bahunya tiba tiba tangannya menyentuh sebuah benda kenyal dan..." Rina sontak membelalak kan mata kaget karena yang dia sentuh ternyata adalah seekor cicak.


Karena panik Rina melempar cicak sambil mengeluarkan kata kata latahnya "Uaaanjjiirr... cicak cak cak cak ... eh cicak main nemplok dimari,.. hiiii" Rina begidik mengingat betapa kenyalnya benda yang disentuhnya tadi yang tak lain adalah seekor cicak.


Lalu Rina pun menoleh kearah Aini yang masih tertidur pulas, Rina mengernyitkan dahinya" Ckk ... kamu itu tidur apa pingsan sih ai.... denger jeritan seksi dari bibirku aja gk bangun bangun, untung teman baik coba kalau musuh sudah tak geplak tuh kepala..." gerutu Rina.


"Hai kakak cantik..." Rina yang mendengar ada suara seorang anak kecil yang memanggil nya kakak mencari kearah sumber suara.


Spontan Rina menoleh dan tampaklah dia melihat sesosok anak kecil yang cantik dan imut dengan wajah pucatnya sedang tersenyum kearahnya, " Waaahhh cantik sekali kamu dek ..." tanpa sadar Rina memuji gadis kecil dihadapannya.


"Makasih kakak ,.. kakak juga cantik.." sahut gadis itu dengan senyuman manis.


Rina yang tersadar akhirnya bergumam sendiri, "eit.. tunggu tunggu bukannya disini gak ada anak kecil yah..."


Glekk


Rina menelan salivanya kasar tidak berani menoleh kekiri dan kekanan dia takut apa yang akan dilihatnya nanti bukan hanya anak kecil dia takut masih banyak hantu hantu yang lain lagi dengan wajah yang serremm begitulah pikiran Rina saat ini.

__ADS_1


"Kakak... perkenalkan namaku Gina adek angkatnya kak Aini..." Rina tak bergeming sama sekali dia masih sangat takut nafasnya naik turun tenggorokannya kering sedangkan suaranya seolah olah tercekat ditenggorokan.


"Jangan mendekat..." dengan cepat Rina menukas kata kata peringatan pada gadis kecil itu agar tidak mendekati nya.


Tapi Gina sedikit jail jadi dia terus mendekat dan semakin mendekati Rina. Andrenalin Rina seolah terpacu bahkan antara berani dan gak berani Rina menggeplak jidat nya sendiri berkali-kali merutuki dirinya yang terlalu penakut.


"Ckk kenapa gue gak pingsan aja sih..." Rina merutuki diri sendiri.


Dengan tangan gemetar dan dengan gerakan kaku kaku Rina mencoba menjangkau tubuh Aini,Rina hendak membangunkan Aini tanpa menoleh kearah Aini mata Rina terpejam paksa, setelah Rina sudah berhasil memegang sesuatu yang dirasa tangan atau apalah bagian tubuh Aini segera Rina menggoyang goyangkan tubuh Aini.


"Ai. Ai. Ai. .. bangun dong Ai ... Yaaa elah Ai... Kamu tuh tidur apa mati sih... eh. eh. jangan mati tapi,,,, kamu itu tidur apa pingsan sih... yah itu kata kata yang benar..." Rina tersenyum menghela nafas lega, "tapi tunggu dulu... badanmu kok dingin ai.... " kemudian Rina yang tadinya terpejam kini perlahan membuka kedua matanya dan melihat kearah dimana Aini tidur...


"Kakak udah gak sabar pingin peluk Gina yah... Kik kik kik.."


Seketika Rina membelalak kaget dengan gerakan reflek Rina melompat dan mengeluarkan kata-kata khas latahnya.


"Uaaassuuuh... guk guk eh gonggong, guk guk guk ... eh gonggong lagi.. demitt cilik kok Yoh jail banget sih tak pites loh..."


Hosh hosh hosh


Nafas Rina naik turun keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya.


Plakk


"Jiaaangkriikkk... Uassuh demit jangan dekat-dekat cewek cantik yah.. entar kesemsem loh..." dengan gerakan reflek hendak melemparkan sesuatu tapi dicegah oleh Aini.


"Ckk... kamu tuh dari tadi berisik banget sih Rin... " Rina yang mendengar suara Aini akhirnya dengan gerakan secepat kilat merangkul Aini dengan posesif.


"Astaghfirullah Ai... rumah kamu itu serem banget sih... gak lagi lagi deh nginep dimari... Tuh... ada demit cilik yang dari tadi jaijin cewek cantik ini... tau gak Ai kayaknya kalau terus menerus digangguin kek tadi lama lama aku bisa ngompol Ai... " Aini memutar bola mata malas, " seharusnya dari tadi kamu tuh nyebut Rin".


" Tapi gak ngompol kan Rin ... " Rina mengurai pelukannya sambil nyengir


"Apa yang kamu maksud Gina yang disampingmu itu..." Aini mengarahkan dagunya kesamping Rina.


"Ho oh..." Lekas Rina menoleh kesamping dan melihat gadis kecil pucat tersenyum kearahnya,spontan dia tersadar dan melompat ke arah Aini untuk digendong.


"Apa sih yang ditakutkan dasar cemen... Gina... minta maaf sama kak Rina " titah Aini dan diangguki oleh Gina.


"Maaf yah kak Gina janji gk jail lagi deh..." Rina yang menoleh kearah Gina sambil tersenyum


"Eit. eit. eit. jangan Deket dekat... kamu gak gigit kan..." ujar Rina sedikit takut.


"Hihihi... " Gina menggeleng sambil terkikik melihat tingkah Rina.


"Ai... dia adik angkat kamu beneran..." kepo Rina


"Hemm anggap aja kek gitu..." Aini hanya tersenyum.


"Ckk... serius Ai... " sambil melihat gadis kecil pucat itu yang masih tersenyum padanya... entah mengapa senyuman Gina nampak serem dimatanya meskipun gadis pucat itu cantik ada sedikit rasa iba pada gadis itu "kira kira matinya kenapa yah..." batin Rina bertanya tanya


"Dibunuh..."

__ADS_1


__ADS_2