Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 44


__ADS_3

Saat ini di kantor perusahaan milik pak Harun kini Hafiz sudah nampak duduk di ruangan khusus CEO untuk menggantikan papanya sementara.


Hafiz sedikit demi sedikit nampaknya sudah mulai membuka hatinya untuk melangkah maju kedepan,dia tidak mau terus terpuruk dengan keadaannya.


Kesehatan hafiz juga sudah mulai membaik dia sudah memulai aktivitas nya kembali seperti sebelum dia mengenal Aini, pergi nge-gym bekerja seperti biasanya dulu yang pernah dia lakukan.


Tapi bedanya dulu Hafiz sangat ramah dan humble kini seorang Hafiz berwajah datar dan Dingin,dia juga enggan membalas sapaan para karyawannya kalaupun dia membalas hanya dengan sedikit anggukan kepala saja.


Wajah Hafiz kini tanpa ekspresi tadinya dia dalam keadaan mood baik tapi setelah dia bertemu dengan Astri ibu kandung Hafiz moodnya pun mulai memburuk.


Kini wajahnya menggelap kala dia menerima laporan cctv yang berada dirumah dan didepan kantor,dia melihat laporan cctv itu dari asistennya yang bernama Noah.


Noah adalah orang pilihan dari sang ayah karena kinerjanya yang perfect dia juga sangat setia,kini Hafiz sudah tidak mau mengingat masa lalu entah tentang apa saja itu.


Tapi seberapa pun dia berusaha Hafiz semakin tidak bisa melupakan kenangan nya tentang Aini, gadis itu benar-benar sudah berani masuk kedalam hati dan pikirannya.


Karena itulah Hafiz selalu melakukan kegiatan kegiatan yang dia inginkan bisa sedikit demi sedikit membuatnya lupa akan gadis itu.


Tok tok tok


"Masuk"


Ceklek


"Maaf Tuan sebentar lagi anda akan ada meeting dengan Tuan Nico Rosberg dari perusahaan PT Jaya Rosberg Internasional direstoran XX " Ujar Noah menunduk


"Oke... persiapkan semuanya kita datang terlebih dahulu" titah Hafiz pada Noah.


"Baik" jawab Noah menunduk


Setelah Noah selesai menyiapkan semua berkas berkas yang dibutuhkan Hafiz dan Noah pun berangkat menuju restoran XX, mereka tiba sebelum jam yang sesuai dengan perjanjian temu.


Kini Hafiz menghela nafas panjang sebenarnya pikiran nya kacau dia berpikir bagaimana tindakan yang harus dilakukan terhadap ibunya yang sudah tersesat itu,kalau saja membunuh tidak dosa mungkin sudah dari dia tahu akan fakta yang membuatnya syok dia sudah membunuh ibunya.


Sayang sekali disamping dia adalah ibu kandungnya setidaknya membuat ibunya tersadar itu saja sudah cukup baginya walaupun nantinya kedua orang tuanya tidak bersatu kembali dalam ikatan pernikahan.


Hafiz memandang sekeliling restoran dia melihat seorang gadis yang duduk memunggungi tempat duduknya dia merasa familiar "Jangan katakan kalau dia adalah Aini" batinnya sedikit galau.


Deg deg

__ADS_1


Dadanya bergemuruh hebat nafasnya memburu wajahnya juga memerah bukan karena amarah tau apa,tapi Hafiz benar benar tidak bisa berkata kata.


Ternyata dugaannya benar dia Aini hafiz mengenali siapa pria yang duduk berhadapan dengan Aini,semakin tercekik rasanya leher Hafiz kini kedua tangannya mengepal kuat dia benar benar sangat emosional hari ini.


Kedua matanya memerah melihat kearah depannya rasa amarah kecewa dan cemburu sudah mendominasi pikirannya,rasa tidak bisa memiliki gadis itu membuat nya sedikit membuat Hafiz jadi seorang kaku dan dingin tak tersentuh.


Apakah dia belum move on?? Yah benar gadis masih belum bisa move on sepenuhnya dengan Aini.Noah yang melihat Tuannya seperti menahan sesuatu tidak bisa untuk tidak bertanya.


"Apakah anda baik baik saja Tuan..." tanya Noah khawatir


"Heemm.." hanya suara tanpa ekspresi dan kibasan tangan dari seorang Hafiz.


"Masih berapa lama lagi janji temu dengan Tuan Nico Rosberg Noah??" Noah melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan nya.


"Lima menit lagi Tuan..." jawab Noah yang masih menunjukkan wajah khawatir kepada Tuannya.


"Heumm..." hanya itu yang keluar dari mulut hafiz.


Mata Hafiz masih tak lepas melihat kearah depan dia melihat bagaimana bahagianya Aini bersama pria itu.


"Kalau saja ibuku dari awal menerima mu tanpa memandang status seperti keluarga Pak Antoni pasti saat ini dia sudah bahagia bersama Aini.


Apakah dunia ini benar-benar sempit sehingga kemanapun dia pergi selalu bertemu dengan gadis itu walaupun dia tidak menginginkan untuk bertemu dengan Aini tapi hati kecilnya berkata lain.


Dirinya dirundung rasa yang entah,dia juga tidak mau pertemuan dengan klien kali ini jadi berantakan hanya karena seorang gadis.


Hafiz berusaha setenang mungkin seolah olah tidak melihat apa apa, meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Maaf Tuan Hafiz kami terlambat lima menit apakah tidak apa apa??" nampak seorang pria berkacamata yang dikenalnya bertanya kepada Hafiz dengan suaranya yang khas.


"Tidak apa-apa,mari silahkan duduk... ini pertemuan kedua kalinya bukan??" Noah mempersilahkan kedua orang yang baru sampai dari janji temu mereka.


"Hallo pak Nico Rosberg anda kelihatan semakin gagah saja hari ini" Basa basi garing Hafiz ditujukan untuk Nico.


"Anda juga semakin wah pak Hafiz??" sahut Nico asal.


Sekilas Nico melihat kearah belakang dia melihat gadis kecilnya ternya ada disini,senyum tipis tapi samar nampak dibibirnya.


" Nampaknya kita berjodoh Gadis..." gumam Nico dalam hati.

__ADS_1


Selama meeting dilakukan terlihat sekali baik Nico dan Hafiz tidak bisa konsentrasi sepenuhnya, meeting kali ini dihandle masing masing asisten pribadi nya.


Dalam pikiran Nico dia sangat senang mendengar suara Aini berceloteh dan tertawa sedangkan dalam pikiran Hafiz dia sangat marah dan cemburu.


Kedua orang itu sama sama galau Nico merencanakan akan memisahkan mereka berdua nantinya otaknya sudah dipenuhi dengan wajah gadis itu. Kini Nico mengusap wajahnya sendiri dengan kasar bagaimana dia bisa tahan melihat Aini dengan pria lain selain dirinya.


Nampaknya dipikiran Hafiz pun sama dia sangat iri dengan pria yang ada didepan Aini, perhatian pria itu yang memanjakan miliknya membuat dadanya kembang kempis karena cemburu.


"Kak... setelah ini kakak pulang yah.. istirahat yang cukup Aini gak mau kak Adit sakit lagi oke ..??" kata kata Aini yang penuh perhatian terhadap Adit membuat kedua pria yang duduk disebelah tempat mereka berdua ada semakin membola matanya.


"Sial... Aini sangat lembut terhadap pria itu apakah aku benar-benar terlambat" batin Nico bermonolog.


Sedangkan Hafiz mengepal kuat kedua tangannya hingga buku bukunya memutih sempurna.


"Iya Ai... pasti itu" jawab Aditya sambil mengusap bibir Aini dengan tissue tatkala melihat sisa makanan diujung bibir Aini.


Hafiz yang melihat perlakuan Aditya terhadap Aini pun semakin bergemuruh"Aku juga bisa melakukan itu " batin Hafiz memberenggut


"Ai... bulan depan kita nikah yah aku akan meminta mama dan papa menyiapkan semuanya," pinta Aditya lembut.


Uhukk uhukk


Uhukk uhukk


Kini Hafiz dan Nico tersedak secara berjamaah mendengar pernyataan Aditya terhadap Aini.


"Shitt... tidak akan aku biarkan itu terjadi Ferguso" Geram Nico pelan sambil meremas tissue ditangannya.


Sedangkan Hafiz kini benar-benar kacau wajahnya kian menggelap kedua matanya memerah," Damn..." umpatnya pelan.


"Noah kau lanjutkan meeting nya aku ada pertemuan lain hari ini setelah selesai taruh laporan hasilnya diruang kerja " Hafiz berdiri kemudian dengan cepat dan tanpa melihat sekitarnya dia berlalu begitu saja. Begitupun dengan Nico hatinya panas sekali saat ini ingin sekali dia ngadem diapun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan hafiz sebelumnya.


Noah yang bingung dan tidak kenapa hanya bisa melongo mulutnya sedikit terbuka kemudian dia mengerjapkan matanya bertanya tanya 'ada apa perasaan tadi bosnya baik baik saja' Noah pun melihat kekiri dan kekanan kemudian kebelakang kini Noah pun tahu apa penyebabnya saat pandangan Noah jatuh kepada gadis yang ada dibelakang kursinya saat ini.


"Semua karena seorang yang bernama WANITA" Noah menggeleng geleng kepala menghembuskan nafas kasar.


"Kau... lanjutkan meeting aku pergi" setelah berkata demikian dia berlalu hengkang dari sana tanpa menoleh lagi.


Kedua asisten itu sama sama mengendikkan bahu sedikit bingung tapi tak urung jua mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh tuan mereka masing-masing.

__ADS_1


Kembali Noah juga bingung apalagi asistennya yang tak tahu apa apa,kini pikiran Noah sedikit berargumentasi "Apakah karena gadis yang sama" Noah menepuk dahinya kasar "lagi lagi karena WANITA " hatinya kembali bermonolog.


Kini kedua orang yang sama sama asisten itu melanjutkan meeting yang belum selesai.


__ADS_2