
" KALIAN MEMANGGIL KU HANYA DEMI SEBUAH LELUCON GILA HAH... AKU TERSEGEL DAN KALIAN MEMANGGIL KU TANPA PERAN DARI GADIS ISTIMEWAKU APA KALIAN MAU MEMPERMAINKAN KU HAH.... JIKA KALIAN MEMANGGILKU TANPA MEMBUKA SEGEL LALU APA TUJUAN KALIAN ?? JANGAN HARAP KALIAN BISA MENGAMBIL DAN MEMINTA SESUATU DARIKU... GRRRRRHHH" terdengar suara Geraman dan desauan angin secara bersamaan hingga mampu membuat bulu bulu merinding.
"Sial...!! sebenarnya mahluk seperti apa yang hanya menunjukkan suaranya saja tapi tanpa wujud,. ??" gumam Aditya.
"Jangan pikir hanya dengan suara menyeramkan yang dikeluarkan membuatku takut dan ciut... bahkan aku ingin sekali menebas kepalanya !!" kembali Aditya menggeram marah dan bergumam.
Tap
tap
tap
"Apa kau menunggu ku Sagoro...." terdengar suara lembut nan mendayu datu ditelinga masing masing orang yang berada disana.
Nico dan Aditya tahu suara siapa ini, jantung keduanya semakin berdegup kencang "Ai..." bahkan tanpa keduanya sadari mereka berdua secara bersamaan memanggil Aini dengan suara tertahan.
" SIAPA KAU..." Suara tanpa wujud itu bertanya dengan suara berat.
Kembali keheningan tercipta tanpa suara satupun dari mereka " Markus !! what do you think... ( bagaimana menurut mu...)" ucap tanya salah satu ketua sekte
" I think the same as you arthur...( saya berpikir sama denganmu Arthur...)" ucap seseorang yang dipanggil Markus oleh salah satu ketua sekte.
" more interesting... (Semakin menarik...)"
Sementara diatas sebuah pohon pria misterius yang sedari awal mengawasi kini semakin tersenyum smirk dan semakin bersemangat saja.
'Kuharap kau berada di pihak yang benar tuan...' nampak pesan telepati yang pria itu dapatkan entah dari siapa. Tapi nampaknya pria misterius itu tak mengindahkan pesan itu malah semakin tertarik dibuatnya.
"Menarik... aku tidak tahu ternyata ada yang menyadari kehadiranku " batin pria misterius itu.
"Akulah yang kau butuhkan Sagoro...!! tapi sayangnya aku sudah tidak perawan lagi..." dengan suara yang tenang dan lembut Aini semakin melangkah maju dengan tenang tanpa ekspresi meskipun bibirnya menampakkan sebuah senyuman.
"Gggrrrrrhhh...!!!" terdengar suara Geraman tanpa wujud.
"Apa kau kecewa Sagoro...??" sementara Aini sangat tenang tanpa emosi berbeda dengan Aditya dan Nico.
Kedua pria itu nampak muram mendengar apa yang diucapkan Aini, jantung keduanya semakin tak terkontrol.
"Astaghfirullah Aini...." gumam Aditya menggeram marah dengan aura suram dan gelap.
"Ai... bagaimana kau bis setenang itu sementara disini semua mengkhawatirkan mu...." Nico menggerutu kesal.
"Gadis itu semakin membuatku takjub..." gumam pria misterius itu.
Kini ketegangan tiba-tiba hinggap diarea sekitar, diantara beberapa ada yang sulit bernafas tapi ditahan karena mereka tidak mau disebut lemah oleh rekan setimnya.
"Mari kita akhiri Sagoro... atau... IBLIS yang menyerupai..." Aini sengaja menjeda kalimat nya.
"HAHAHAHA... kau sangat berani bocah ingusan,. "
Syutt
Tiba tiba muncul sebuah bayangan hitam yang menyerupai Dementor sesosok berjubah hitam tanpa wujud terbang mendekat dengan secepat kilat.
Aini yang menyadari itu segera menghindar tapi tiba-tiba saja sesosok kakek yang tak lain adalah kakek buyut Aini sudah berada didepannya untuk menjadikan dirinya tameng bagi sang cucu.
"Pergilah nduk... waktumu masih panjang,. bukan sekarang..."
Bug
Bruakk
__ADS_1
"AARRRGGGHHHTTT.... BEDE**H..." sosok yang menyerupai Dementor itu mengerang dengan keras kala kakek buyut Aini berhasil memukul telak mahluk itu
Syutt
"JANGAN HARAP BIS KABUR DARI SINI BOCAH..." Aini terkejut dengan tiba-tiba mahluk itu muncul dihadapan nya bahkan kini sosok yang menyerupai Dementor itu terbelah menjadi beberapa mahluk.
"AKU YAKIN DIBALIK CADARMU ITU KAU SANGAT CANTIK AKAN KUJADIKAN KAU SEORANG RATU KALAU KAU MAU MENJADI BAGIAN DARIKU..." ucap mahluk itu dengan suara ganda.
"Jangan harap aku bersedia,.. cihh... melihat sosok anehmu saj aku sudah jijik...!!"
Gggrrrrrhhh
"HAHAHAHA... AKU JADI SEMAKIN TERTARIK PADAMU..."
Srek
Bugh
Bugh
Bruakk
Gedebumm
Tiba tiba saja pergelangan tangan Aini ditarik oleh seseorang yang tak lain adalah Nico.
"Tetap dibelakang ku Ai..." dengan suara tegas tanpa bis dibantah Nico menjerat mahluk itu seakan-akan dari telapak tangannya mengeluarkan semacam jaring tak kasat mata.
"SERAAANGG...." Tiba-tiba saja dari arah berlawanan nampak pergerakan diluar perkiraan sudah menjadi tumpah ruah.
Malam ini yang seharusnya menjadi acara yang sangat sakral malah menjadi semakin ricuh tak terkendali, beberapa diantaranya ada yang sangat kecewa karena sudah lama ritual ini dinantikan malah gagal total karena sang gadis persembahan yang seharusnya menjadi pemeran sesembahan utama sudah tidak perawan lagi.
"Kalian ikut bersamaku,. yang lainnya bantu putraku... " titah pak Antoni.
Syutt
jleb
ctass
Aditya sudah beberapa kali berhasil menumbangkan lawan lawannya tanpa ampun ,bak seorang dengan berjiwa psikopat Aditya bahkan nampak beringas dari biasanya.
Nico yang melihat Aini semakin menjauh kini semakin tak fokus dia tak ingin terjadi sesuatu dengan gadis itu,kakek aku serahkan mahluk ini kepadamu aku akan menuju kearah Aini.
"Pergilah..." tanpa menoleh dan masih dalam mode menyerang salah satu perwujudan Sagoro kakek buyut Aini semakin gesit untuk menumbangkan mahluk yang menyerupai Dementor itu.
Nico mencari keberadaan Aini dia semakin gencar juga melawan beberapa anak buah dari sekte sekte yang secara acak bertarung disana.
Sementara Aini mendekati Hafiz Aini juga melakukan hal yang sama yaitu membisikkan sesuatu ditelinga hafiz, setelah hafiz mengerti dan sedikit tercengang dengan penampilan Aini tanpa dikomando untuk yang kedua kalinya hafiz pun menjauh dari sana dan pergi secepat mungkin.
"Ruth... pergilah temani kak Hafiz..." Ruth yang mendengar suara Aini mengernyitkan dahinya malas.
"Aku bahkan baru dapat membunuh sembilan puluh sembilan orang Ai... belum dua ratus kau sudah menyuruhku berhenti,.. sangat tidak seru... " setelah mengucapkan demikian tak urung juga Ruth pun berlalu dari tempat itu.
"AINI AWAASSS.....!! " terdengar suara teriakan dari arah berlawanan.
Jleb
Aini terbelalak kedua matanya menjadi sayu dan mengabur dia lengah entah mengapa kondisinya tiba-tiba menurun secara bertahap namun drastis hingga membuatnya kehilangan beberapa indra perasanya.
"Kau sudah menghancurkan apa yang sudah lama kutunggu girl...." ucap seorang pria dengan bermata biru dengan sorot mata tajam dan penuh dendam.
__ADS_1
Syutt
Bugh
Bugh
Bruakk
Srakk
Crass
"Aaaaaaaaaaahhhhhhh....." terdengar teriakan dari pria bermata hijau tersebut.
"Kau berani menyentuhnya maka nyawamu ada di tanganku..." ucap seorang pria yang tak lain adalah pria misterius yang tak lain adalah sesosok yang tadinya bersembunyi disebuah ranting pohon.
"Gadis itu ada dalam lindungan ku..." dengan mengangkat tangannya yang memegang sebuah belati khusus pria misterius itu menusukkan belati tersebut tepat kearah jantungnya.
Jleb
Aakhhh
Setelah dirasa puas pria misterius itu berlari kearah dimana kakek buyut Aini bertarung dengan mahluk itu.
"Kau terlambat..." ucap kakek buyut Aini.
"Aku tidak terlambat tapi... justru aku terlambat disaat aku hendak menyelamatkan cucumu..." dengan santai dan gerakan lincah pria misterius tersebut menyerang dengan membabi buta kearah mahluk tersebut.
"Apa maksud mu... " ucap tanya Kakek buyut Aini
"Fokus kakek tua..." ucap pria misterius itu memperingatkan
"Ai... bangun Ai..." Nico menepuk nepuk pipi Aini dengan sedikit keras tapi tak ada pergerakan sama sekali dari gadis itu.
"Sial... SONY....!! " Dengan kecepatan tinggi Sony sudah berada didepan Nico.
"Kau ikut denganku... Apakah semuanya sudah dipersiapkan Son..."
"Sudah Tuan... " Nico mengangguk kemudian " Kau telepon orang orang papa sekarang..." titah Nico .
Syutt
Slasss
Pria misterius itu kini sedang berada ditengah-tengah altar kemudian dia membacakan sebuah entah apa itu mantra ataukah sejenisnya tak ada yang tahu sedetik kemudian terdengar suara petir menyambar bersamaan dengan desiran angin yang kencang.
"AAAAHHHHH... " terdengar suara teriakan dari sosok mahluk yang menyerupai Dementor dengan kencang kemudian lambat laun menjadi lirih sebelum lenyap nampak dia mengutuk dan mengatakan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh orang-orang dengan kekuatan spiritual yang tinggi saja.
"Apa kalian masih ingin bertaruh nyawa entah demi siapa hah.... " suara lantang yang menggema seolah-olah menyihir semua orang yang berada disana.
Aditya yang yang sedang mencari-cari keberadaan Aini sedari tadi pun dibuat linglung oleh keheningan yang tiba-tiba.
Tanpa dia sadari Aditya meneteskan air matanya dia merasa gagal untuk melindungi Aini,.. lalu bagaimana nasib kedua bayinya jika ibunya saja tidak selamat.
Aditya mengingat sesuatu tak lama kemudian dia nampak mencari cari seseorang tapi dia tak menjumpai dengan orang yang dicarinya.
Aditya mencari sosok Nico atau kakek Bimo tapi Aditya tak menemukan mereka berdua, kemudian Aditya beralih mencari sosok Ruth yang mana yang dia tahu Ruth adalah sahabat yang sama dengan diri Aini ,lagi lagi Aditya kecewa karena tak menemukan mereka semua.
"Sony... " Lagi dan lagi Aditya dibuat terkejut kala tak mendapatkan sosok yang selama ini membantunya.
"Aaaahhhhh..." Aditya mengerang frustasi kemudian dia berlalu dari sana dan diikuti oleh semua anak buahnya.
__ADS_1