Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 13


__ADS_3

Pagi itu di taman kota sudah ramai Orang orang berolah Raga entah itu Joging Senam atau bahkan hanya berjalan jalan pagi,karena suasana sudah agak sedikit ramai Devan pun terbangun dan nampaklah terlihat sekeliling nya sambil mengusap wajahnya pelan Devan pun menoleh kearah Aini.


" Masya Allah... Subhanallah ya Allah sungguh indah ciptaan MU yang ada di depanku ini" batin Devan sambil Senyum-senyum sendiri gak jelas.


Tapi seketika Dia sadar Aini dari tadi malam tidur dan tak bergerak sama sekali posisinya juga masih sama saja tidak ada yang berubah atau Jangan-jangan,.


Dengan panik Devan pun beranjak dan hendak menyentuh kening Aini tapi sebelum itu dia mendekat kan jarinya di depan lubang hidung Aini, Devan takut Aini Kenapa-kenapa.


" Alhamdulillah Aini masih bernafas" Batin Devan lega.


Pada saat tangannya hendak berusaha menyentuh kening Aini Tiba tiba Aini pun bergerak, seketika jantung Devan pun seperti sedang berlomba mau keluar padahal tidak dalam keadaan senam tapi mengingat suara degupan jantung nya seperti mengalami spot jantung dengan cepat dan tegang.


" Eehhmmm.... Hoaaammmm..." Aini pun bergerak sambil menguap kedua tangannya pun menutup mulutnya meskipun dalam keadaan mata terpejam.


Kedua mata Aini pun mengerjap ngerjap lucu bulu mata yang tebal dan panjang itu bergerak-gerak dan akhirnya mata indah itupun terbuka.


Devan diam terpaku ditempatnya Dia tampak bengong takjup melihat kecantikan Aini yang alami," Subhanallah Aini dalam keadaan tidur saja cantik apalagi pas sudah bangun dari tidurnya sangat indah dan menawan" Batin Devan tanpa berkedip sambil mulutnya sedikit terbuka.


Aini pun menoleh dan Diapun kaget tatkala melihat Devan diam memperhatikannya, dan Aini pun kaget dengan membelalakkan matanya.


" Eh kak Devan kok bisa ada disini..?" spontan Aini bertanya


" Eh a anu Ai... Semalam setelah dari Rumah sakit Kamu minta izin tidur di mobil dan Kamu kelihatan sangat lelah jadi Aku tidak berani membangunkan mu dan Aku juga sempat membelikan mu makanan kali aja pas bangun Kamu lapar" kata Devan pelan dan agak canggung


" Hah..." hanya itu yang keluar dari mulut Aini.


" Dan pas Kamu minta izin tidur semalam Aku lupa menanyakan alamat rumahmu atau tempat kost mu jadi setelah dari kafe semalam aku minta izin penjaga taman buat jaga kita yang tertidur di mobil karena Aku sengaja menempatkan mobilku kesini takut ada fitnah jika nanti Kamu Aku bawa ke Hotel atau semacamnya jadi semalaman kita tidur disini" Pelan Devan pun menjelaskan dengan panjang lebar.


Devan pun menundukkan kepalanya tak berani menatap Aini bahkan kali ini lebih tegang dari yang tadi.


" Hemm tidak Apa apa kak Aini senang ternyata kak Devan mau menjagaku,semalam memang sangat melelahkan Kak tenagaku terkuras habis saat melakukan teleportasi perjalanan alam sukmanya kak Hafiz" jawab Aini tenang sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Devan pun melongo dengan apa yang diucapkan Aini tadi. Dan dengan sedikit keberanian Devan pun bertanya, agak canggung memang tapi tak urung rasa penasaran yang tinggi akhirnya Devan pun memberanikan diri untuk bertanya pada Aini.


" Ai... Bolehkah aku bertanya?" tanya Devan pada Aini


Dan Aini pun mengangguk pelan sambil memandang kearah depan.


" Bagaimana Kamu bisa melakukan itu dan itu diluar nalar Manusia Ai..." tanya Devan penasaran.


" Entahlah Kak Aini juga sangat cepat dan tanpa dipelajari karena kemampuan itu semakin peka dan meningkat seiring dengan berjalannya waktu dan itu kelebihan turun temurun Kak udah dari kecil Aku punya kelebihan ini" jawab Aini santai


" Dan karena itulah Aku dicap sebagai Anak aneh bahkan sampai sekarang berubah jadi Orang aneh" kembali Aini meneruskan kalimatnya sambil sedikit tersenyum lirih.


" Gitu yah Ai.... aku rasa tidak seperti itu, Hanya Orang orang yang berfikiran sempit yang bisa mengatakan itu,.. Oh yah semalam selang beberapa menit Kita meninggalkan Rumah sakit Aku di Telfon Rekan kerjaku katanya Hafiz sudah sadar dan saat ini Dia sangat baik" Kata Devan menjelaskan keadaan Hafiz yang sekarang.


"Iya Kak Alhamdulillah kalau begitu,,.. " jawab Aini sendu


"Oh yah kak sekarang jam berapa... Aku harus kerja dan... Astaghfirullah Aku tidak Sholat Subuh ya Allah...." kata Aini sambil membekap mulutnya dengan mata melotot lucu.


"Ehhmm .... Untuk yang itu maaf Ai... Tadi Aku lancang menelfon Atasan mu kalau kamu tidak masuk hari ini Aku bilang Kamu ada keperluan Keluarga, Kamu jangan marah yah Ai..." ucap Devan sedikit takut kalau Aini marah


" Kamu gak marah kan Ai...??" kembali Devan bertanya agak ragu dengan pendengaran nya.


"Gak kok kak... asal pas ijin tadi Kak Devan jangan Ngaku ngaku pacar aku kan gak lucu apalagi ngakunya paman atau.... karena mereka tahunya Aku sendiri merantau kekota ini" kata Aini sambil tersenyum geli.


" Waduh gimana yah Ai... Tadi Aku ngakunya Kakakmu..." ucap Devan tak enak hati


" Gitu yah Kak... Gak papa deh besok Aku jelasin kekantor" jawab Aini sambil mengedipkan sebelah matanya jenaka.


Deg...


Tiba-tiba jantung Devan kembali merasakan degub yang tidak biasa semakin kencang dan bertalu - talu... tatkala Aini mengedipkan matanya sambil tersenyum 'aduh manis sekali.... ' Batinnya

__ADS_1


" I iya Ai... Sekali lagi maaf yah Ai... " kata Devan pelan sedikit gugup.


" Oh yah Aku tadi belum sempat beli makanan Kita beli sarapan dulu yuk Ai... Aku lapar nih dari semalam Aku juga belum makan." ucap Devan pada Aini


" Loh... Kenapa semalam Kak Devan gak makan aja sayang banget tuh sampai dingin kan mubadzir loh... " cicit Aini


" Gini aja Kak bagaimana kalau Kita ke Kosant ku aja entar Aku hangat kan makanan yang semalam udah Kak Devan beli sayang banget kan kalau dibuang" oceh Aini agak sedikit cerewet itupun yang membuat Devan kembali tersenyum.


" Oke deh Aku manut Kamu aja Ai... Yukk " Ajak Devan kemudian.


###


Sementara itu dirumah sakit ditempat Hafiz dirawat tampak Hafiz sedang sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh suster disitu.


Dia ditemani sang Papa dan Mamanya juga kedua Adeknya.


" Wah Kak... Sungguh suatu keajaiban Kakak bisa bangun dari koma setelah kecelakaan itu. Apalagi pas kecelakaan kakak marah besar sambil menyetir dengan ngebut gitu, lagian cewek macam itu dibelain udah kam..."


belum sempat putri kedua Pak Harun meneruskan kalimatnya Mamahnya sudah menjeda.. Dan seketika itu juga Luciana pun menutup mulutnya.


" Kamu itu ngomong apa sih Uci... Lagian Kakaknya baru sadar juga ngomong mu makin gak jelas aja,. Udah sayang jangan dengerin si burung beo itu gak penting" pinta Mamahnya Hafiz kesal.


Sambil membekap mulutnya dengan satu tangan sedangkan tangannya yang lain Dia gunakan untuk menepuk jidatnya kasar.


" Bodoh bodoh bodoh..." padahal Papanya tadi udah bilang kalau Kakaknya hilang ingatan dan bukankah itu bagus agar Kakaknya tidak mencari gadis kampung itu.


Hafiz hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum manis


" Nanti kalau Aku udah Benar benar pulih kita Jalan jalan yah..." Ajak Devan kepada kedua adiknya


" Beneran kak" tanya Luciana dan Adriana secara spontan dan bersamaan.

__ADS_1


Sambil mengacungkan jempol Hafiz pun mengangguk tanda memastikan bahwa itu benar.


# Yeay... akhirnya malam ini selesai juga bab ini.#


__ADS_2