
"Euungghhh.... " sementara itu disebuah kamar yang mewah nampak terdengar lenguhan dari sosok yang meringkuk dibawah selimut tebal.
Tok tok tok
Wanita itu berusaha mengumpulkan nyawanya yang dirasa belum terkumpul sepenuhnya, sementara suara ketukan pintu kamar makin intens terdengar.
Wanita itu dengan malas berdiri kemudian berjalan dengan gontai menuju pintu kamarnya.
Ceklek
Setelah pintu terbuka nampak seorang pria tampan berdiri didepan pintu kamar wanita itu, pria itu kemudian melotot kala melihat sosok yang berdiri didepannya dengan mata setengah terpejam dan secara bersamaan terpesona melihat tampilan wanita itu meskipun dalam kondisi bangun tidur dan sedikit acak acakan.
Istilah orang mengatakan jika ingin mengetahui kecantikan wanita yang sesungguhnya adalah ketika dia tertidur dan bangun tapi tetap terlihat cantik meskipun kondisi berantakan dan acak acakan khas orang bangun tidur.
Dan kini Nico pun membuktikan bahwa istilah apa yang sebagian orang mengatakan hal itu kini diapun ikut membenarkan.
Yah pria yang berdiri didepan wanita yang bangun tidur itu adalah Nico sedangkan wanita yang bangun tidur yang matanya sedikit merem itu adalah Aini.
Sedangkan yang ditatap itu masih belum menyadari keadaannya, semenjak Aini hamil dia jadi malas dan sedikit chubby karena terlalu sering ngemil.
Dan inilah hasilnya tubuhnya sedikit berisi dan segar meskipun begitu kadar kecantikan nya tidak berubah sama sekali malah semakin tambah seksi menurut pandangan Nico.
"Yak..." Nico terkesiap dan kemudian segera tersadar dari lamunannya.
"Engg a_ nu Ai... sarapan pagi sudah siap kenapa kamu baru bangun tidur apakah semalam kamu begadang dan keluar lagi...??" ucap Nico cerewet menurut Aini
"Ckk .. iya iya aku mau mandi dulu dasar cerewet..." tukas Aini sewot.
Brakk
"Astaga...!!" batin Nico sambil memegang dadanya karena kaget tiba-tiba pintu kamar ditutup Aini dengan kasar.
"Untung sayang.... coba kalau gak ...??" gerutu Nico pelan.
"Kalau gak kenapa le..." tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Nico .
"Astaghfirullah... kakek kenapa suka sekali mengagetkan ku... hadeeehhh... lama lama ini jantung bisa lepas dari tubuhku kalau begini caranya." sewot Nico sambil berlalu.
"Perasaan baru kali tadi aku ngomong kok dibilang suka mengagetkan apakah aku sering begitu..." ucap tanya dalam hati kakek Bimo.
__ADS_1
Ceklek
"Nduk... kamu sudah siap kan...??" dan diangguki Aini, kemudian mereka berdua pun berlalu pergi menuju ruang makan.
"Kek... semalam aku bermimpi aneh..." ucap Aini.
Nico dan kakek Bimo bergeming menunggu apa yang akan dikatakan Aini selanjutnya " Saya bermimpi bertemu dengan seorang pria dan pria itu mengatakan kalau dia akan menjemput ku,tapi anehnya mimpi itu kesannya seolah-olah nyata dan itu didalam kamar ku ..." Nico dan kakek Bimo terperanjat mendengar apa yang diucapkan Aini.
"Ciri-ciri pria itu seperti apa nduk..." tanya kakek Bimo penasaran.
"Wajah Pria itu gak jelas kek,. tapi satu hal yang bisa membuat ku teringat yaitu ada tatto kecil ditangan dan ditengah tengah dahinya ada gambar sebuah naga dan itu berwarna merah..." Nico dan kakek Bimo semakin dibuat terperangah.
Kedua tangan Nico terkepal dibawah meja makan, sedangkan kakek Bimo mencoba menahan sesuatu agar tidak salah dalam berucap apalagi keceplosan.
"Jadi dia sudah sampai..." batin Nico dan kakek Bimo bersama an seolah mereka berdua terikat telepati.
"Itu hanya kembang tidur Ai... gak usah dipikirkan" ucap Nico memecah keheningan sesaat.
"Tapi sentuhan pria itu seperti nyata kak... " ucap Aini kemudian dan itu sudah berhasil membuat emosi Nico naik keatas ubun ubun dan Nico mencoba menahan diri agar tidak kelepasan.
"Lalu apa yang disentuh pria itu Ai..." ucap Nico sambil tak lepas menatap Aini dengan meredam emosi dan agar Aini tidak mengetahui bahwa dirinya saat ini tengah berjuang menahan amarahnya.
"Kau lanjutkan makan ai... kakak ada perlu... " ucap Nico kemudian segera berlalu dari ruang makan.
Nico berjalan menuju kamarnya dan tak lama kemudian Nico kembali keluar dari kamarnya sudah dalam keadaan rapi tapi dia tak memakai jas.
Nico hanya mengenakan stelan pakaian casual dan non formal,dan tanpa kata Nico berlalu pergi begitu saja,kakek Bimo yang melihat tingkah cucunya hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Apakah dia akan segera menuntaskan semuanya...?? kalau apa yang kuperkirakan benar adanya maka mau tak mau dan siap tidak siap aku harus siap menghadapinya..." gumam kakek Bimo ditengah Lamunan nya.
"Kek... " kakek Bimo terhenyak mendengar panggilan Aini.
"Aku tahu bahwa itu bukan hanya sekedar mimpi dan aku tahu kalau kakek Bimo tahu siapa laki-laki itu,.. katakan..." kakek Bimo hanya mendesah panjang tanda dia masih belum siap untuk menjelaskan secara detail siapa pria yang datang menghampiri Aini semalam.
" Nanti saja dan sekarang kamu sarapan dulu kasian bayimu nduk...!!" ucap kakek Bimo kemudian. Aini hanya mengangguk dan kemudian lanjut memakan sarapan paginya dengan tenang.
Setelah selesai dengan sarapannya Aini kedapur dan membawa sebuah kotak makan sedang kemudian segera Aini memasukkan makanan yang ada dimeja .
Kakek Bimo yang melihat Aini memasukkan makanan kekotak bekal itu mengerti kemudian " Nico sangat menyukai selada dan udang goreng setengah matang juga rendang ndukk..." Aini tersenyum mendengar kakek Bimo mengatakan makanan kesukaan cucunya.
__ADS_1
"Kek saat ini kak Nico berada dimana menurut kakek..." tanya Aini sambil memasukkan makanan itu.
"Disebuah rumah pohon nduk disebuah hutan mini yang ada di ujung kota perbatasan desa tempat kelahirannya" Aini mengerti kemudian mengangguk.
"Aku akan mengantarkan makanan ini untuk nya" kakek Bimo hanya bergeming dan tak lama kemudian dia sedikit tersenyum kearah Aini.
"Udah aku berangkat dulu kek..." ucap Aini.
Sementara itu Nico kini berada dalam mobil dan menuju sebuah bukit kecil,pria tampan itu kemudian merogoh saku celananya hendak mencari ponselnya guna menghubungi Sony.
Setelah beberapa saat apa yang dicari Nico ketemu kemudian dia mendial nomor Sony.
"Son... kamu selidiki arah pukul satu dan kamu suruh beberapa anak buahmu untuk mengawasi hal sekecil apapun itu dan laporkan padaku aku tidak mau kecolongan lagi... dan lakukan dengan segera..Tutt.." dan diseberang sana nampak Sony tanpa ekspresi mengangguk kan kepala seolah Nico berada didepannya.
Sony adalah seseorang yang pernah ditolong oleh Nico saat itu dia dalam keadaan sekarang dan berlumuran darah karena habis mengalami kecelakaan yang disengaja oleh beberapa orang bayaran yang dikirim oleh seseorang.
Saat itu Nico yang dalam kondisi kacau menemukan seseorang yang tergeletak dijalan dengan tubuh kejang kejang seolah-olah melawan maut yang hendak mencabut nyawanya.
Awalnya Nico berpikir bahwa itu hanya sebuah akting yang hendak merampoknya,tapi setelah diamati ternyata orang yang tergeletak ditengah jalan itu benar benar diujung maut.
Nico pun segera membawanya kedalam mobil dan dengan kecepatan tinggi dia membawa pria yang sudah tidak bisa dikenali wajahnya itu karena tertutup oleh banyaknya darah yang mengalir dari keningnya menuju kerumah sakit terdekat.
Dan dari sana setelah Nico berhasil menolong pria itu yang tak lain adalah Sony Nico akhirnya tahu bahwa Sony memang keberadaan nya tak dikehendaki oleh keluarga dari ayahnya hanya karena harta dan sebuah kedudukan tahta dari kerajaan bisnis.
Setelah keadaan Sony sudah benar benar membaik dan pulih Nico pun melakukan penawaran pada Sony yaitu pembalasan dendam terhadap keluarga ayahnya.
Awalnya Sony menolak kemudia Nico menyerahkan tabletnya pada Sony dan memperlihatkan sesuatu disana, setelah Sony menerima tablet itu terperangah kala melihat apa yang tertera disana.
Sebuah konferensi pers yang menyatakan bahwa Sony sudah meninggal dunia pasca mengalami kecelakaan tunggal seperti itulah isi dari konferensi pers tersebut.
Sony yang dalam keadaan tak begitu stabil meremas tabletnya dengan kekuatan penuh hingga hancur tak bersisa.
Yah kemarahan Sony mampu meleburkan dan mampu membangkitkan sesuatu yang sedari kecil tersegel ditubuhnya dan sekarang jiwa iblisnya sisi lain dari seorang Sony terbangkitkan.
Nico yang awal mulanya sudah menyadari akan kelebihan Sony pun memanfaatkan untuk menjadi orang-orang kepercayaannya.
Meskipun kekuatan Sony sangat besar tapi itu masih kalah jauh dibawah kekuatan Nico yang memang sudah terlatih sedari usia dini.
Sementara Nico yang sudah mengetahui bahwa Sony mempunyai kekuatan terpendam pun berniat akan membantu Sony dan melatihnya secara khusus, apalagi misi Nico beberapa waktu lalu Yang mencari keberadaan orang orang yang terpilih untuk dijadikan pasukan bayangan khusus miliknya dengan kekuatan spiritual tingkat menengah dan tingkat tinggi.
__ADS_1
Dari situlah Nico berhasil mendidik sekita 60 pasukan khusus untuk dijadikan pasukan bayangan dan itu juga dengan bayaran yang fantastis. dengan Sony sebagai ketua dari pasukannya