Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 20


__ADS_3

" Ooohhh... Jadi ini toh calon Istri dari anaknya Jeng Rossa ,. " nampak sebuah suara mengagetkan keluarga Aditya disana.


Sontak semuanya pun menoleh kearah sumber suara tersebut, Nampak Astri dengan pongahnya menuju kearah Aini,


Aini bergeming Dia tahu suara siapa itu tanpa menoleh Aini masih diam ditempat enggan rasanya Dia membalikkan badannya, Aini malas melihat wajah wanita yang pernah jadi duri dalam hubungannya dengan Hafiz dulu.


Karena wanita inilah Dia dan Hafiz sekarang terpisah,ada rasa sesak di dada rasa kecewa rasa sakit tapi Aini masih bisa mengontrol dirinya dengan sempurna.


" Bolehkah saya tahu wajah calon menantu anda Tuan Antoni ..." Nampak Astri memaksa agar Aini segera berpaling kearah dirinya.


Astri sedari tadi memang mengawasi keluarga Antoni pasalnya Dia tidak terima dengan apa yang diucapkan Jeng Rossa tadi, Tak bisa dipungkiri bahwa Dia sakit hati dengan ucapannya.


Betapa kagetnya Astri siapa yang dimaksud Rossa dengan Calon menantunya, Hatinya pun panas bagaimana pun juga Dia sangat membenci Gadis yang bersama Aditya.


' Ternyata Gadis kampung itu dasar Ja**** pe*** bagaimana mungkin seorang CEO muda bisa tertarik dengannya,jika dibandingkan dengan Putriku jelas Putriku jauh lebih cantik dari Gadis kampung itu' Batin Astri meracau dan mengunpat marah.


' Pakai pelet apa sehingga banyak yang suka padamu dasar Ja***** awas Kau akan ku permalukan sampai Kau tak bisa melihat Dunia" cicit Astri dengan wajah memerah padam karena amarah.


Dan sekarang disinilah Astri Dia tidak akan memberi ampun bagi siapa saja yang merusak rencananya yaitu menjodohkan Putrinya dengan Aditya Putra seorang Antoni Gaudi Pratama.


" Kenapa Jeng Astri.. " sahut Rossa tajam.


" Hanya penasaran saja bagaimana rupa calon menantu Anda yang kata Jeng Rossa tadi sangat cantik,. oh yah... Dari golongan mana jangan bilang dari kalangan bawah yah Jeng...


Iiiihhh.... Enggak banget" ujar Astri panjang lebar sambil mengendikkan bahunya jijik.


" Memang ada apa sih Mbak Astri ?" Antoni pun ikut menimpali


" Mah... kamu disini " ucap Seseorang dengan wajah yang entah kelihatan sekali bahwa diapun malu dengan kelakuan Istrinya.


" Mau apa kamu Mah... Jangan membuat ulah dan jangan bikin malu" ujar Harun berbisik lirih


" Papa ini merusak suasana saja,. Papa tahu gak siapa calon Istri Putra dari Tuan Antoni??" ujar Astri memberitahu suaminya.


" Sudah sudah apa urusannya dengan Kita Mah..." lagi lagi Harun malas malu sekali dengan sikap Istrinya kali ini.


" Maaf Pak Antoni... kelakuan Istri Saya memang sangat keterlaluan. Sekali lagi Saya mohon maaf atas sikap Istri Saya,.


Saya memang tidak bisa mendidik Istri Saya dengan benar" ucap Harun dengan menangkupkan kedua tangannya memohon agar keluarga Antoni tidak mengambil hati atas sikap Istrinya yang keterlaluan.


" Hhhmmm ... Tidak Apa-apa Pak Harun Saya maklum itulah efek samping dari grup sosialita yang gak jelas dari kaum hawa" ujar Antoni tertawa sumbang.

__ADS_1


Setidaknya Harun pun bisa bernafas lega, Diapun mengajak istrinya agar segera pergi dari situ.


" Aku tahu kamu Aini... Astri masih belum menyerah diapun mencari celah agar bisa menjatuhkan Aini sedemikian rupa.


"Loh Jeng kok tahu nama calon menantu saya" Rosa bertanya


" Tentu saja Saya tahu dan Saya sangat mengenal siapa calon menantu Jeng Rossa" Kembali Astri berujar dengan nada suara menekan.


Rossa nampak bingung, sedangkan Harun segera menarik lengan istrinya agar mengikutinya segera menjauh dari tempat itu, Tapi bukan Astri namanya jika menyerah begitu saja.


Dengan Kasar Astri pun menampik tangan suaminya lalu berjalan kearah Aini.


" Maaf nyonya anda mau apa terhadap calon istri saya" Aditya pun maju menghalangi gerak Astri.


" Kamu itu sangat tampan Nak Kamu bisa mencari wanita mana saja yang Kamu mau kenapa Kamu mau dengan ja**** Aini, Kau tahu gara gara dialah Putra kesayangan ku koma selama Dua tahun,


Dia gadis pembawa sial pe*** pel*** yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan Putraku dengan melakukan ilmu pelet" dengan tersengal-sengal Astri mengeluarkan semua caci maki yang sedari tadi dipendam.


Plakk...


Nampak Harun dengan mata yang memerah dan rahang yang mengeras menampar pipi Astri dengan kencang hingga membuat beberapa orang melihatnya.


" Sudah cukup kelakuan mu selama ini jangan kau fitnah lagi Gadis baik ini" dengan wajah memerah menahan air mata karena amarah Harun bernafas dengan lega karena Dia juga sudah mengeluarkan Uneg-uneg yang selama ini Dia pendam.


" Papa berani menamparku hah..." tampak berkaca-kaca Astri menahan rasa malu sudah jadi tontonan.


Dan sudah kepalang tanggung Astri pun berjalan cepat kearah Aini hendak menjambak rambutnya.Tapi dengan sigap sebuah tangan kekar menghalanginya.


" Sudah cukup kelakuan Mama selama ini yang diluar batas" Suara Yang tak asing bagi Aini,


Dengan menarik nafas dalam Diapun membalikkan badannya yang sejak tadi memunggungi Astri dan keluarga Antoni.


Aini pun nampak sesak nafasnya naik turun tak beraturan, Nampak matanya berkaca-kaca sebisa mungkin Aini menahan agar bening bening kristal tidak jatuh dari muaranya.


Diapun menggenggam jari tangan Adit, Adit pun tersentak dengan apa yang dilakukan Aini. Diapun memperhatikan wajah Aini yang tak biasa ada rasa yang entah bagaimana Adit menjabarkan nya.


Sementara Antoni diam memperhatikan semua drama gratisan yang ada didepannya ini secara live, Sedangkan Rossa ingin sekali bicara tapi Antoni segera mencegahnya dan memberikan isyarat agar Dia tidak ikut campur dengan menggeleng kepalanya.


Tatapan Aini masih nampak lekat memandang Sosok yang menghalangi dari serangan Astri tadi, siapa lagi kalau bukan Hafiz. Ingin sekali Aini menghampiri dan memeluknya dengan mengatakan ' Aku merindukanmu kak Hafiz'


Tapi urung ia lakukan karena dia tahu Hafiz sudah tidak mengenalinya. Aini pun teringat akan hal itu kemudian segera menguasai keadaan.

__ADS_1


Sedangkan Adit sudah bisa membaca situasi saat ini. Dia sudah bisa menebak bahwa tentunya sosok Hafiz adalah sosok yang pernah jadi bagian dari masa lalunya.


Cemburu sudah pasti tapi sekarang Dia hanya bisa menahan rasa itu karena situasi dan kondisi yang rumit saat ini.


" Sudah cukup Mama mengotori tangan Mama dengan kelakuan buruk yang sudah Mama lakukan selama ini" ujar Hafiz tegas


Tatapannya pun menekan mengintimidasi dengan wajah datar dan dingin Hafiz dengan tajam menatap Mamanya agar tak melakukan lebih kriminal lagi.


" Aku sudah tahu semuanya Mah... "


" A apa... " hanya itu yang mampu keluar dari mulut Astri


" Seperti inikah seorang Mama yang selama ini Aku kagumi dan ku hormati, yang ternyata tak lebih dari seorang kriminal yang lebih sadis dari sepuluh penjahat, bahkan Singa pun tak akan mungkin mengorbankan dan memakan Anaknya sendiri" kata kata Hafiz begitu menusuk hati Astri.


" Apa maksud mu sayang bagaimana mungkin Kamu menuduh Mama sembarangan" ucap Astri gugup


" Aku sudah menyelidiki nya Mah... kenapa Mama tega melakukan semuanya dengan tanpa rasa bersalah dan berdosa sama sekali" sesak rasanya dada Hafiz yang ia rasakan saat ini.


" Sa sayang... " sambil berkaca kaca Astri berusaha untuk menyentuh tangan Hafiz tapi dengan kasar Hafiz pun menepis tangan Astri.


"Cukup Mah..." dengan menaikkan satu oktaf Hafiz menunjuk satu jarinya mencegah Astri yang ingin membujuk dan memeluknya.


" Hai Bro.. Sudah jangan dipaksakan Aku tahu bagaimana perasaan mu saat ini Kita pulang dan selesai kan dirumah oke disini bukan tempatnya lihat sekelilingmu" ternyata Devan sudah berada disitu sedari tadi dan menyaksikan semua.


Devan pun kaget saat melihat Aini berada disini apalagi Dia kelihatan begitu cantik dengan gaun yang sangat pas di bodynya.


' Jadi dengan Adit kau janjiannya Ai...' Batin Devan sendu.


Diapun segera menguasai perasaannya yang kacau dengan bersikap biasa saja Dia pergi ke pesta pernikahan salah satu sohibnya bersama dengan Hafiz tapi siapa sangka jika melihat sebuah kejadian yang diluar ekspektasi.


Beruntung Diapun dengan cerdas mengarahkan Host agar bisa mengalihkan para undangan yang hadir di pesta ini agar tidak terlalu fokus pada drama kecil yang dibuat oleh seorang Astri yakni Ibunya Hafiz.


" Come on Bro kita pulang dan selesai kan dirumah tidak enak dengan yang punya hajat" kembali Devan membujuk Hafiz agar bisa menguasai dan mengendalikan amarahnya.


Sadar akan hal itu Hafiz pun beralih kearah Aini jadi inilah jawaban dari Mimpi mimpinya, ternyata Gadis ini adalah bagian dari hidupnya.


Seketika itu juga jantung nya pun berpacu dengan cepat, pandangan matanya tak lepas dari memandang Aini. Ada rasa yang sulit sekali diungkapkan dengan kata-kata.


Hafiz ingin sekali menghampiri Aini tapi Dia urungkan ketika melihat bagaimana Aini menggenggam tangan Adit Dengan eratnya.


Ada rasa tidak suka dihatinya ada rasa tidak rela yang mendominasi. Rahangnya tiba-tiba mengeras kedua tangannya pun mengepal.

__ADS_1


Hafiz tetap memandang Aini dengan tatapan yang entah. Dia seperti merasakan rindu yah... Rindu yang teramat sangat. Tapi bagi Hafiz saat ini Aini sangat sulit untuk dijangkau karena keberadaan Aditya.


## Next lagi nanti yah ##


__ADS_2