
Tidak terasa Dua Bulan sudah Hafiz sadar dari koma dan sekarang tampaknya Dia sudah pulih sepenuhnya meskipun jalannya agak sedikit pelan karena masih dalam masa penyesuaian.
" Hai Bro... Kamu sudah sehat sekarang" Sapa Devan sewaktu melihat Hafiz selesai melakukan terapi berjalan.
" Alhamdulillah... Dev Gue mau tanya nih,." Tanya Hafiz agak ragu.
" Yap.. Elo mu tanya apa ?" jawab Devan balik bertanya.
" Ehhmm... Gini ada kejadian apa selama Gue belom sadar? maksud nya pas Gue masih koma disini?" tanya Hafiz dengan wajah serius.
" Emang yang Elo harapkan ada kejadian apa Bro heum..." balik tanya Devan
" Hhhh... Hanya saja Gue merasa Dejavu aja, tiap malam Gue mimpiin Seorang Cewek cantik banget dan Gue ingat betul wajahnya dan coba Elo liat Gue sempet ngelukis nya dibuku gambar kecil privasi Gue" kata Hafiz kemudian Diapun menyerahkan lukisan itu pada Devan
" Astaghfirullah... ini kan gambar Aini" mata Devan terbelalak tatkala melihat lukisan Hafiz.
" Kok loh terkejut gitu apakah Elo kenal dengan Cewek itu?" Tanya Hafiz ngelihat ekspresi Devan pada gambar itu
Devan pun dibuat salah tingkah bukan karena apa tapi karena dia kepergok dengan ekspresi terkejutnya.
Seketika itu juga Devan menggeleng gelengkan kepala tanda bahwa Dia tak tahu apa-apa, Padahal sebenarnya Dia pun mengalami spot jantung.
" Ti tidak tahu Aku Bro pasalnya temen Elo kan meskipun tidak terlalu banyak tapi Gue yakin Elo bukan seorang Playboy." jawab Devan dibuat sesantai mungkin.
" Maksud Lo... Gue pernah macarin beberapa Cewek gitu,.? sembarangan aja sih Lo... Fari dulu Gue gak pernah suka mainin cewek eloh tahu itu dan Gue gak ilang ingatan Remember that" cetus Hafiz kemudian
" Iya iyaa... Maksud Gue,.. Gue gak pernah liat tuh Cewek yang ada di lukisan itu Aku tadi kaget pasalnya tuh Cewek cakep banget dan tipe gue banget itu mah..." sahut Devan kemudian.
Sorry Fiz .... terpaksa Gue bohong karena Gue udah terikat janji sama Aini, dan Gue tidak berani melanggarnya. bukan karena apa tapi Gue takut Nyokap Lo berbuat Macam-macam sama Aini.
" Hhhmmm... Gitu yah,. Yah udah Gue balik dulu " pamit Hafiz pada Devan.
" Oh oke brow... Semangat yah semoga segera pulih seperti sedia kala,. Oh yah jika Elo butuh bantuan Gue apapun itu Elo tinggal call Gue aja,. Elo masih ingat kan...?? sahut Devan kemudian sambil agak setengah teriak.
Sambil berlalu Hafiz mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Tapi dibalik itu semua dalam hati Hafiz, Hafiz pun merasa bahwa Devan telah menyembunyikan sesuatu darinya dan entah itu apa.
" Akan Aku cari tahu apapun itu." kata Hafiz dalam hati.
Disaat tiba diparkiran entah muncul darimana Tiba-tiba Hafiz bertabrakan dengan seorang Gadis, dan betapa kagetnya Devan siapa Gadis itu.
__ADS_1
Sambil membelalakkan mata Hafiz terpaku ditempatnya, jantungnya berdetak sangat cepat dan kembali Dia merasa Dejavu Hafiz merasa bahwa telah mengenal lama Gadis yang ada dihadapannya ini.
" Aduh.... Kok bisa gini sih coba Kak Devan gak ninggalin ini Aku gak bakalan terburu-buru kek gini mana mepet lagi" gerutu gadis itu yang tak lain adalah Aini.
" Ma af..." betapa kagetnya Aini saat tahu siapa yang ditabraknya tadi.
" Astaghfirullah... kenapa bisa Aku bertabrakan dengan Kak Hafiz sih..?? batin Aini menggerutu.
" Maaf Saya tidak sengaja karena terburu-buru Saya jadi tidak fokus jadi mohon maaf.." kata Aini minta maaf sambil menganggukkan kepalanya. Dan Aini pun segera berlalu dan sambil hanya menundukkan kepalanya takut Hafiz mengenalinya.
" Maaf Pak... Pak... " sambil melambaikan satu tangannya Aini berusaha menyadarkan Hafiz dari lamunannya.
" Astaghfirullah... I iya Mbak.. Maaf Saya... Tadi Saya... " ucapannya menggantung,. Lagi lagi Hafiz merasakan sesuatu yang sulit sekali untuk dijabarkan.
" Kalau begitu Saya permisi Pak.." pamit Aini kemudian sambil berlalu
" Tunggu dulu Mbak ... " kata Hafiz kemudian.
" Iyah... Ada apa lagi Pak" Aini berhenti tanpa menoleh pada Hafiz, bagaimana pun juga hatinya tidak bisa berbohong bahwa Dia masih sangat mencintai Hafiz,
" Cepat katakan Pak Saya tidak punya banyak waktu..." cetus Aini ia merasa sesak di dada Kata kata nya pun tercekat di tenggorokan.
" Ehhmm ... Apakah Kita pernah saling mengenal." tanya Hafiz kemudian.
Tak urung jua Hatinya hancur sakit bukan karena sebuah penghianatan tapi karena sebuah keadaan, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa akan hal ini.
' Inikah yang dinamakan sakit tapi tak berdarah??' batin Aini
Dan Aini pun segera berlalu dari tempat itu, Sedangkan Hafiz Dia hanya terpaku dan memandang punggung Aini sampai tak terlihat olehnya.
Entah mengapa hatinya merasa sesak dan sakit, diapun memegang dadanya ada sesuatu disana,
" Ada apa dengan diriku kenapa dengan jantung ku disaat Aku menatap wajahnya Aku seperti sudah lama mengenal nya, dan Hatiku kenapa begitu sakit, sakit sekali ada apa ini" batin Hafiz meracau tidak jelas.
Tanpa terasa air mata Hafiz pun jatuh tanpa disadari. Disaat Dia menyadari telah menangis tanpa di kode, dengan kasar Dia pun mengusap air matanya kemudian masuk kedalam mobilnya.
Hafiz pun menyadari bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh keluarganya. Dan Diapun berjanji akan mencari tahu akan hal itu.
Sementara itu Aini tiba di lorong rumah sakit dan segera menuju ruangan Devan,.
Tok tok tok
__ADS_1
" Masuk.." terdengar suara dari dalam ruangan tersebut dan Aini tahu siapa itu
Ceklek
" Assalamualaikum Kak Devan .." ucap salam Aini pada Devan.
" Waalaikumsalam Aini..." Devan kaget tatkala siapa yang datang, dan senyum pun tampak mengembang di bibirnya.
" Aini kesini mau mengantarkan ini." Aini menyerahkan sesuatu yang dia ambil dari dalam tas selempang nya.
Betapa kagetnya Devan melihat apa yang diberikan Aini.
Sebuah buku agenda catatan tentang jadwal tugasnya .
" Astaghfirullah Aini kau telah menyelamatkan Aku, pantas dari tadi pagi Aku Cari cari gak Nemu." kata Devan senang.
" Habisnya Kak Devan kemarin kok bisa bawa bawa buku seperti itu kemanapun,mana pelupa lagi,.. Dasar ceroboh" kata Aini menggerutu
Iya kemarin Devan mengunjungi Aini ditempat kost nya lantaran Dia suntuk dan ingin mengajak Aini kesuatu tempat tapi sayang Aini agak tidak enak badan dan agak sedikit demam jadi Devan pun urung mengajaknya.
Devan pun makin tersenyum melihat Aini seperti itu karena Dia melihat sifat Aini yang sedikit berbeda dari biasanya. Yang selalu sayu dan sendu dan lebih sering tampang tegang dan serius yang ada.
" Ngapain Kak Devan Senyum senyum sendiri bikin kesel aja." cicit Aini kemudian.
" Sorry Ai... Gak sengaja oke deh Kamu gak kerja Aku antar yah kebetulan Aku free sekarang, semalam habis dari tempat mu Aku langsung kesini gantiin teman jaga malam" kata Devan sambil membujuk Aini agar Dia mau diantar olehnya.
" Hhmm... Ngerayu,. " ucap Aini ketus
" Udah ayo..." tanpa menunggu persetujuan Aini Devan pun menarik tangan Aini dan mengajaknya segera keluar.
" Iya iya... Issshhh Kak Devan sukanya main paksa" ucap Aini manyun.
Tapi dibalik itu Aini pun tersenyum,entah mengapa Dia merasa nyaman jika dekat dengan Devan tapi bukan sebagai kekasih melainkan sebagai seorang Kakak. Aini merindukan sosok seorang Kakak dulu hanya Candra yang bisa Aini ajak kemanapun bisa diajak ngobrol curhat dan sikap manja seperti yang Dia lakukan pada Devan sekarang.
" Hemm.. Jangan Senyum senyum sendiri ntar tertarik loh..." kata Devan karena Dia tahu Diam diam Aini tersenyum.
" Issshhh.. Ge er." ucapnya manyun.
" Kak tadi Aku ketemu Kak Hafiz diparkiran."
Degh
__ADS_1
# Nah loh hati Devan dibuat lebat kebut dengan perkataan Aini barusan kira kira sakit gak yah hati Devan*. #