
" Yukk Ai... Itu Papa dan Mama Aku" Tunjuk Aditya agar Aini pun mengikuti gerak tangan nya yang menunjukkan dimana kedua orang tuanya dan saudaranya.
Kemudian Mereka pun menuju meja dimana kedua orang tuanya Aditya berada.
Aditya nampak antusias dan penuh semangat dan dengan percaya diri Aditya pun menghampiri kedua orang tuanya.
" Assalamualaikum Pa... Ma..." Ucap salam Adit pelan sambil tersenyum kearah kedua orang tuanya.
" Waalaikumsalam... Loh Sayang Kamu sudah sampai Mama dari tadi menunggu Kamu katanya mau ada kejutan buat Kami mana kejutannya.?" Nampak antusias sekali Rossa Mamanya Aditya dengan penuh semangat.
" Ehemmm... Mah... Tuh kejutannya ada disamping Adit tuh..." sahut Dewi sambil memberi kode lewat matanya yang jenaka kearah samping Aditya.
Seketika itu juga Rossa Mamanya Aditya dan Antoni Gaudi Pratama melihat kearah sampingnya Aditya. Betapa terkejutnya Rossa tanpa terasa diapun membekap mulutnya tak percaya.
Matanya pun berkaca kaca tadinya Dia pikir Putranya ini tidak normal karena setahu Dia Putranya itu tak pernah membawa seorang Gadis untuk diperkenalkan kepada Dia dan suaminya sebagai pacar atau kekasih nya.
Rossa pun memperhatikan Gadis itu dengan teliti mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, Sungguh Dia pun takjub dengan pemandangan didepannya ' Gadis ini sangat cantik dan kalem' Batin Rossa sumringah.
" Sayang apa maksudnya ini... Siapa Gadis ini ? Dan ternyata Kamu Benar-benar normal !," tanya Rossa menyelidik jenaka.
" Isshhh Mama ini apa apaan, yah normal lah hanya saja Adit masih belum menemukan Gadis yang tepat dan sekarang Adit Putra yang Mama bilang gak normal ini membawa calon menantu" ucap Adit mencebik gemas terhadap Mamanya.
Bagaimana mungkin Mamanya sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak normal. Sambil menepuk jidatnya Aditya pun memperkenalkan Gadis disampingnya itu.
Aini pun tersenyum geli Dia sangat salut akan kebersamaan keluarga Aditya. Ingin sekali Dia tertawa tapi takut Aditya malu dan tentu saja Dia pun harus menjaga image nya.
" Ma... Perkenalkan Dia Aini pacar Adit dan Aini ini Mamahku dan Pria Tua disampingnya itu adalah suaminya alias Papaku" ucap Aditya memperkenalkan dengan sedikit bersenda gurau dengan kedua orang tuanya.
" Dasar Anak nakal..." seru Rossa sambil menjitak kepala Aditya dengan gemas.
" Sayang ini Mamanya Adit ini anak memang super nakal peluk Mama donk sayang" ucap Rossa terhadap Aini sambil melebarkan kedua tangannya agar Aini mau memeluknya.
Sambil tersenyum Aini pun mengangguk lalu memeluk Rossa dengan hikmad. Dan Aini merasakan pelukan seorang Ibu tanpa terasa air matanya pun berkaca kaca Dia pun merindukan Ibunya dikampung. Tapi sayang kedua orang tuanya sudah tiada lagi.
" Kamu kenapa Nak heumm... Kok sedih lihatlah tubuhmu gemetar apa Kamu Baik baik saja ataukah Aditya tidak mengurus mu dengan benar? bilang sama Mama biar Anak nakal itu Mama yang akan mengurus dan menghukumnya." tanya Rossa panjang lebar hingga membuat Aini semakin terharu.
" Tidak Tante... Saya hanya teringat akan Ibu Saya yang telah tiada.." jawab Aini sendu.
__ADS_1
" Ouhh... Begitu kirain Anak nakal ini yang...
Ah Sudah sudah jangan bersedih anggap saja Saya Ibumu dan ingat Jangan panggil Saya Tante tapi panggil Saya Mama oke..." ucap Rossa menenangkan.
" Iya Tan.. eh Ma mama.." ucap Aini kaku.
" Oh yah ini suami Mama dan panggil dia Papa okay..." ucap Rossa menunjuk kearah suaminya dan Aini pun segera menyalami nya dengan takzim.
" Kami memang seperti ini suka bercanda dan Senda gurau agar tidak tegang dan spaneng biar awet muda hehe... " kembali Rossa mengatakan sesuatu yang membuat Aini jadi ikut tersenyum geli.
" Jadi Gadis ini yang dimaksud Dewi...?" tanya Antoni sambil melirik kearah Aditya.
" Emangnya Kak Dewi cerita apa aja ke Papa?" tanya Aditya penasaran.
" Banyak bahkan dari awal hingga akhir." Jawab Antoni santai sambil memandang Aini penuh arti ' Apa hebatnya gadis ini hingga membuat Putraku sampai seperti itu mengejar nya.?' batin Antoni bertanya tanya.
" Hhmm Saya salah satu karyawan Ibu Dewi Om... Eh..." Aini pun terdiam dan agak canggung dan kaku hendak memanggil nya Papa.
" Oh.. Kamu bisa panggil saya apa saja agar terasa nyaman tanpa ragu agar Kamu bisa menghilangkan rasa canggung" ucap Antoni seolah-olah Dia tahu apa yang sedang dirasakan Aini.
" Terimakasih Kamu juga sudah menolong Putriku..." ucap Antoni masih lekat memandang kearah Aini.
" Oh ya sayang Kami pun tidak peduli dengan status sosial darimana menantu Kami berasal apakah Dia orang miskin ataupun orang kaya bagi kami itu tidak masalah pasalnya hanya Tuhan yang berhak menilai tinggi rendahnya Seseorang" sahut Rossa meyakinkan.
" Saya pun sudah menyelidiki siapa calon menantu Kami dan maaf sebelumnya Kami hanya ingin yang terbaik untuk Putra Kami meskipun nantinya menantu Kami bukan orang dari kalangan atas setidaknya jelas bibit bebet bobot nya" kembali Antoni berkata panjang lebar menjelaskan bahwa dirinya dan keluarganya tidak mempermasalahkan akan status sosial.
" Terima kasih Om Tante setidaknya Saya bisa merasa tenang sekarang. Pak Adit... eh.. Kak Adit sangat baik dan Saya rasa Saya pun sudah merasa nyaman berada didekatnya" ucap Aini menjelaskan tanpa ada keraguan.
Aditya pun tercubit hatinya seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan diatas kepalanya dan kelihatan sangat indah dipandang mata bagi siapapun yang memandang nya, tapi sayang hanya Dia saja yang mampu merasakannya.
" Kalian ini bukankah ini disebuah pesta pernikahan kenapa seperti ada reuni sekolah disini sih... yuk ah kita nikmati hidangan disana" Ajak Dewi pada keluarganya tampak sekali ada binar bahagia diwajahnya.
" Oh iya Kak mana Suami Kakak kok Aku gak lihat yah.." Tanya Adit pada Kakaknya bukan tanpa sebab Dia menanyakan hal itu karena sedari tadi Dia tidak melihat batang hidung Kakak Iparnya itu.
" Tuh... Lagi sama Poppy dari tadi Dia merengek minta ini dan itu entah kenapa Dia Akhir akhir ini rewel dan mintanya yang Aneh-aneh" ucap Dewi sambil menunjuk kearah tempat makanan dihidangkan.
Aditya pun menoleh kearah yang ditunjukkan kakaknya begitu juga dengan Aini, dan seketika itu kuga wajah Aini memerah dan sejurus kemudian nampak tatapan tajam Dia tujukan pada Mahluk yang mengikuti Gadis kecil itu, dengan melihat apa yang ada dibelakang gadis kecil itu.
__ADS_1
Aini pun menoleh kearah Aditya, nampak Aditya pun mengangguk tanda mengerti.
' Astaghfirullah...' Batin Aini beristighfar sambil mengusap dadanya
"Kak Adit.... Coba bawa Gadis itu kemari Kak,. Ada sosok Wanita dan Genderuwo mengikutinya tak heran jika anaknya Ibu Dewi rewel mungkin Dia takut tapi tak bisa ngomong karena kedua Mahluk itupun selalu menatap nya." ucap Aini pada Aditya.
" Apa Ai... " sontak Aditya pun kaget mulutnya pun tak bisa dikondisikan.
" Ke kenapa Aini... Adit... " tanya Dewi cemas melihat sikap Aini dan Aditya.
" Tidak Apa-apa Bu... " Ucap Aini sambil tersenyum dan tangannya pun memegang erat pergelangan tangan Adit agar Dia juga tutup mulut. Aini khawatir Dewi panik dan bisa bisa heboh nantinya.
" Ooohh.... Kirain ada apa" ucap Dewi sambil ber oh ria.
Sambil mendekat kearah Aditya Aini pun berbisik lirih " Kak bawa kepojokan sana yah Saya tunggu dan pastikan tak ada yang tahu." pinta Aini pada Aditya.
" Oh oke... " Tanpa bertanya lebih lanjut Aditya pun segera berlalu menuju dimana Poppy dan Kakak Iparnya berada.
Semua itupun tak lepas dari pengamatan Antoni, diapun mengikuti kemana Aditya menuju dan dengan cepat Antoni pun menghampiri Aditya.
" Ada apa Nak... ?" Tanya Antoni pada putranya.
" Poppy dalam bahaya Pa..." jawab Aditya tanpa berhenti dan terus menuju kearah dimana Poppy dan Ayahnya berada.
Antoni pun tersentak kaget diapun tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya pada cucunya. Setelah Aditya sampai dan berada di samping Gadis kecil itu Aditya pun memberikan kode pada Papanya untuk mengalihkan Kakak Iparnya agar tak banyak yang tahu nantinya.
Nampak Antoni pun mengangguk mengerti dan segera melakukan yang di pinta Putranya.
Sementara Aditya membujuk dan menggendong Gadis kecil itu Antoni pun mengalihkan perhatian Romi menantunya dengan mengajak berbincang dan agak sedikit menjauh dari tempat itu.
" Hai keponakan Om yang cantik dan imut lapar yah... ?? kita main yuk di sana..." tunjuk Adit ke suatu arah.
" Emang pelmainan apa Om...? "tanya Poppy dengan suara cadel karena Dia masih belum bisa dengan fasih berbicara.
" Ada deehh... Ayuk" bujuk Aditya
" Oke tapi Aku di kacih apa Om!!" tanya Poppy sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Pipinya yang gembul dan Gemoy membuat siapapun yang melihatnya pasti gemas. Tapi tanpa diduga Tiba tiba si Poppy pun menutup matanya dan memeluk erat Aditya.
## Next lagi nanti yah... ##