
Waktu satu setengah tahun yang sudah di lalui oleh Chandra belum termasuk lama. Akan tetapi, seringnya berkegiatan bersama membuat hati seorang Chandra mulai mencair.
Sifat Alya yang baik dan juga telaten dalam mengerjakan sesuatu membuat pesona tersendiri di mata Chandra. Selama ini, dia tidak pernah menyadari bahwa Alya adalah gadis yang penyabar. Hanya saja, sering diiringi oleh gurauan. Jadi, tidak terlalu terlihat dengan jelas.
Chandra sudah mempersiapkan sesuatu untuk memulai hidupnya tanpa bayang-bayang masalalu. Hari ini, dia pergi bersama keluarganya ke rumah Alya untuk satu hal yang sudah dia putuskan.
Beberapa kali dia menata posisi baju yang di kenakan menghadap ke cermin. Memperbaiki tatanan rambut dan juga menyemprot parfum kesayangannya berulang kali agar penampilannya terlihat maksimal.
Bu Yana terlihat senang melihat Chandra yang wajahnya terlihat berseri-seri. Kali ini, dia sangat bersyukur melihat perubahan Chandra yang begitu signifikan karena adanya Alya di hidup mereka. Sebentar lagi, mereka akan melakukan prosesi lamaran.
Pesiapan semua sudah matang dan sangat mantap. Chandra bersama dengan sang ibu dan juga keluarga sedang menuju ke kediaman pak Ahmad. Tidak lupa, mereka membawa beberapa bingkisan yang memang sudah menjadi tradisi di tenpat tersebut.
***
Chandra dan keluarga tiba di kediaman pak Ahmad. Kedatangan mereka di sambut dengan suka cita. Kebahagiaan terpancar demengan jelas di wajah orang tua Alya. Akan tetapi, hal ini menjadi kejutan bagi Alya. Karena putri mereka tidak di beri tahu jika keluarga Chandra datang ke tempat mereka.
Pertemuan keluarga untuk yang ke sekian kalinya kini sedang berbicara serius. Chandra mengutarakan niatnya untuk melamar putri semata wayang mereka. Meski gugup untuk berucap, karena sudah sering latihan, Chandra berhasil menyelesaikan niatnya.
Kini, tibalah saatnya Alya untuk di panggil keluar untuk bertemu keluarga calon suaminya. Meski sudah sering bertemu, akan tetapi berbeda kali ini.
Ibunda Alya bergegas untuk menjemput putrinya di dalam kamar. Ternyata, Alya sedang tertidur. Perlahan-lahan Alya di bangunkan dan harus segera merapikan diri serta berdandan yang cantik. Istri pak Ahmad begitu cekatan melakukan tugasnya. Alya yang di dandani demikian rupa malah jadi terheran-heran akan sikap ibunya. Dia ingin bertanya tapi di larang dan selalu di potong.
Pada akhirnya, Alya selesai di hias oleh ibunya dan mereka keluar bersamaan. Alya yang melihat keluarga Chandra berkumpul di rumahnya menjadi semakin penasaran akan ada hal apa saat ini.
Mereka beradu pandang seperkian menit. Tatapan saling mengunci membuat jantung Alya semakin sulit untuk di kendalikan.
Tak butuh waktu lama, obrolan dari kedua keluarga Itu terhenti saat Chandra mengatakan keseriusannya pada Alya. Kini, Chandra dan Alya saling berdiri berhadapan. Jarak hanya berkisar satu meter. Perlahan, Chandra mendekat hingga jarak tinggal setengah meter.
Chandra meraih kedua tangan Alya, saat itu juga Alya merasa sangat gugup karena Chandra sangat berbeda hari ini. Mereka kembali saling pandang.
''Al,'' panggil Chandra.
''Ya, .... '' lidah Alya tiba-tiba terasa kelu untuk melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Chandra menarik napas sedalam-dalamnya dan membuang dengan perlahan untuk menetralkan rasa gugup yang menghinggapi dirinya.
''Maukah kamu menjadi teman hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak,'' tutur Chandra dengan mantap.
Deghh
Tubuh Alya terasa lemas bagaikan lepas dari tulang-tulang yang menjadi penopang tubuhnya. Ini adalah momen yang sangat dia tunggu-tunggu sejak lama. Tapi, setelah dia mendengar secara langsung dan di saksikan oleh keluara membuat dia merasa gugup dan tak bergerak.
Chandra menanti akan jawaban apa yang Alya ucapkan. Namun, bibir tipis di hadapannya masih terkunci rapat. Semua mata tertuju pada keberadaan mereka berdua.
Terima, terima, terima, ucap para hadirin yang berkumpul di ruangan itu. Saat suara penyemangat itu terngiang di telinga Alya, dia pun seolah mendapat kekuatan untuk memberikan jawaban yang selama ini dia simpan rapat-rapat hingga waktu yang di tentukan. Saat inilah waktu yang tepat telah hadir.
Alya merapatkan genggaman kedua tangannya pada tangan Chandra. Setelah mengusai diri, dia pun menjawab akan permintaan Chandra. Laki-laki yang menjadi impian hidupnya. Seseorang yang akan menjadi pembimbing masa depannya kelak.
''Ya, aku ... mau!'' ucap Alya dengan malu-malu. Wajahnya tertunduk. Akan tetapi, Chandra langsung menaikkan dagu Alya agar tetap tegap menghadap ke arahnya.
''Makasih, Al, .... '' Chandra sangat bahagia mendengar jawaban kesungguhan Alya padanya.
***
Selesai acara lamaran bulan lalu. Kini, Chandra dan Alya tengah duduk di kursi pelaminan. Tubuh mereka di balut baju pengantin berwarna hitam khas jawa. Lantunan lagu menghiasi kemeriahan pesta pernikahan mereka di sebuah gedung.
Teman-teman Chandra dan juga Alya berbondong-bondong naik ke atas panggung untuk memberi ucapan selamat pada keduanya. Tak lupa, mereka menyempatkan untuk bercandain sang pengantin.
''Nih, buat nanti malam. Jangan lupa di pake, ya!'' bisik Ilham seraya memasukkan bungkusan kecil ke dalam saku Chandra. Hal itu membuat Chandra mendekikkan mata pada Ilham yang menurutnya konyol.
''Itu sangat berguna, Chand! Kamu akan berterimakasih sama aku keesokan harinya.'' Tukas Ilham.
Tiba giliran Lia memberi ucapan selamat pada Alya. Mereka saling berpelukan penuh haru hingga menitikkan air mata. Kebahagiaan terpampang nyata di pelupuk mata Alya. Lia pun ikut merasakan kebahagiaan di rasakan oleh sahabatnya itu.
''Al, aku punya hadiah kecil buat kamu, jangan lupa langsung di pake nanti malam. Semoga malam pertama kalian sukses, ya!'' seru Lia setelah melepas pelukan mereka. Kado yang dia bawa sudah berada di tempat khusus. Alya hanya mengernyit heran karena bingung dengan apa yang di maksud oleh Lia. Namun, dia tetap sangat berterimakasih karena para sahabat-sahabatnya sudah ikut memeriahkan acara sakral tersebut.
Pukul empat sore, para tamu undangan sudah mulai tampak sepi. Chandra dan Alya bernapas lega dan bisa menyandarkan punggung mereka di kursi kebesaran mereka. Menjadi raja dan ratu sehari sangat menguras tenaga. Setelah sedikit merenggangkan otot pinggang, Alya dan Chandra pun harus kembali berdiri saat seseorang yang pernah mengisi hatinya datang menghadiri acara itu.
__ADS_1
Pricil nampak anggun dengan balutan dress selutut berwarna ungu dan rambut yang di buat curly semakin menonjolkan kecantikan yang Pricil miliki. Tak lupa, seseorang lagi sedang menggandeng lengannya dengan posesif. Tio Prayoga ikut menghadiri paman dari Pricilia Atmaja, yang kelak jika mereka di takdirkan bersama akan menjadi pamannya juga.
Pricil bersama dengan Tio naik ke atas panggung untuk turut memberikan ucapan dan juga doa selamat kepada dua pempelai yang terlihay sangat cantik dan tampan. Alya sudah resmi menjadi bibinya Pricil.
''Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian langgeng hingga maut memisahkan. Jangan lupa, beri aku keponakan yang lucu, ya. Bibik Alya,'' ucap Pricil dengan jahil. Dia mencium pipi kanan dan kiri Alya secara bergantian.
''Pric, makasih banyak, ya. Aku juga mendoakan hal yang sama buat kalian berdua.'' Alya menatap Tio yang berada di belakang Pricil.
''Ih, masih lama kali! Kami belum cukup umur,'' seloroh Pricil.
Sekarang, giliran dia memberikan selamat pada sang paman. Pricil menatap Chandra begitu dalam, dia senang bisa melihat pamannya bisa lepas dari belenggu cinta yang salah. Meski tidak mudah. Tapi, Alya berhasil merebut tahta dalam hati sang paman.
''Selamat, ya, paman. Aku sangat bahagia melihat paman bahagia. Semoga, kalian bisa selalu bersama-sama hingga tua nanti,'' doa Pricil dengan tulus serta diiringi dengan senyum yang lembut. Chandra mengusap surai Pricil dengan senyum bahagianya. Dia pun mengaminkan doa yang di berikan oleh sang keponakan.
Cinta yang pernah singgah di ruang hati Chandra di masa lalu hanyalah sebuah khayalan belaka. Cinta yang sesungguhnya ada pada dirinya kini sudah dia persembahkan pada seorang gadis yang kini duduk bersanding dengannya.
Seiring waktu yang di jalani, lembaran-lembaran baru terbuka begitu lebar jika kita ikhlas dalam memulai kehidupan yang kita inginkan. Cinta, setia, ketulusan, pengorbanan, dan perjuangan semua berkumpul menjadi satu dalam sebuah ikatan perkawinan.
Kebahagiaan sudah hadir dalam diri mereka masing-masing. Semua memang butuh proses yang tidak mudah. Berkat keteguhan hati dan juga kesabaran akan membuahkan kebahgiaan yang nyata.
...--------TAMAT-------- ...
-
-
Terimakasih buat teman-teman yang selalu setia mengikuti cerita khayalan Author ini. Meski masih sangat banyak kekurangan di dalam karya ini. Percayalah, semua murni dari buah pikiran Author yang kadang simpang siur bagai di tiup angin badai. Banyak bertemu dengan kata-kata yang kurang tepat, serta alur yang lambat bahkan juga alur yang tidak terarah. Tapi, setidaknya aku sudah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bisa sampai di titik ini.
Sekali lagi, terima kasih banyak ya semua.
Ada yang mau ekstra partnya nggak? Silahkan komen di bawah ya. Tapi, kalau enggak mau liat part esek-eseknya juga nggak apa-apa. Nggak maksa kok 😁😁. Author juga butuh waktu buat nulis adegan anunya nanti. Salam sayang buat kalian. Semoga sehat selalu dan di beri kemudahan dalam segala aktivitasnya. Amiiinnn.
...---------See you--------...
__ADS_1