Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
First job


__ADS_3

Minggu pagi, sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati waktu itu. Pricila sudah berpakaian lengkap dan rapi. Ia meminta izin pada paman dan bibinya setelah usai sarapan.


"Paman, bibi, aku hari ini ikut Dayli Worker sama teman sekolah" ucap Pricil memberi tahu pada paman serta bibinya.


"Dimana?" tanya paman Arya,


"Di lapangan taman sirkuit paman, bersama Catering Harmoni" Pricil menjelaskan.


"Oh, yang ada pesta anak gubernur itu ya?" bibi Cahyani menyahut.


"Iya bi, aku pamit sekarang ya. Nanti kesiangan." Pricil meraih tangan bibi serta pamannya untuk di salamin.


Setelah berpamitan, Pricil jalan keluar dari gang untuk menunggu angkutan umum. Setelah mendapatkan angkot ia langsung naik.


Setelah sampai di pasar terminal, Pricil turun dan pindah angkot lagi untuk sampai di tujuan mereka berkumpul. Yaitu lapangan belakang sekolah mereka.


Teman-teman Pricil yang berseragam sama telah berkumpul disana. Tak lama kemudian Pricil pun sampai dan langsung bergabung pada teman temannya. Jam menunjukkan pukul 07:00 mereka harus sudah berkumpul di tempat penyedia makanan. Mereka bergegas berangkat bersama-sama dengan mobil jemputan dari catering tersebut.


Di dalam mobil ada Lima orang dari satu sekolah mereka, dan nanti akan bertemu dengan anak dari sekolah lain. Saat dalam perjalanan mereka mengobrol agar tak hening. Karena pak supirnya tak menyalakan musik.


"Put, yang milih peserta DW ini kamu ya, atau dari pihak Cateringnya?" Pricil bertanya pada Putri.


"Aku sih yang pilih. Karena aku milih orang orang yang benar-benar niat untuk bekerja sambilan," jawab Putri dengan semangat.


"Kamu tuh pinter ya, Put, milih orang," Wina menimpali.


"Kenapa?" Putri menoleh pada Wina.


"Adik kelasnya cakep-cakep" bisik Wina ke Putri.


"Hahaha, iya dong. Harus itu Win!" Putri tertawa mendengar bisikan dari Wina.


"Kalian bisik-bisik apa sih," Pricil jadi kepo melihat Putri tertawa kuat.


Wina pun membisikkan kata-kata yang sama dengan yang ia bisikkan dengan Putri.


"Nah!! iya bener kamu Win, itu kenyataan" Pricil menanggapi.


"Bagus kan pilihanku." Putri menunjuk dirinya dengan bangga, sementara itu, adik kelas yang sesekali memperhatikan obrolan kakak kelasnya saling tatap, dan sesekali memperhatikan kakak kelasnya itu.


"Pric, coba kamu perhatiin cowok yang lagi pegang hape itu, manis banget nggak sih!" Wina berbisik lagi dengan Pricil.


"Iya Win, manis. Alisnya tebel, mirip kayak artis korea" Jawab Pricil masih dengan berbisik sambil melirik lirik objeknya.

__ADS_1


"Iya kan, tapi kalo yang satunya cool banget nggak sih, rambutnya keren ganteng lagi."


"Iya Win, kamu mau?"


"Mau banget Pric, biarin deh ama brondong, hihihi." Wina terkikik.


"Nggak apa kali ama berondong, kan biar punya pengalaman." Setelah mereka berdua berbisik bisik kemudian tertawa bersama.


Putri yang melihat teman-temannya itu sudah tahu, pasti mereka sedang membicarakan adik kelas mereka.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di tempat catering, mereka turun bersama dan langsung di arahakan untuk membantu mempersiapkan keperluan.


Putri berbicara dengan asisten pemilik catering, lalu kembali pada kelompoknya.


"Pric, kamu sama Wina bantu bawa barang-barang itu ya ke mobil boks," menunjuk menu yang sudah di persiapkan untuk di bawa.


Wina dan Pricil mengangguk, lalu Putri beralih memberi arahan pada adik kelas tersebut. Setelah itu mereka kompak mengerjakan bagian masing-masing hingga semua selesai di muat ke mobil.


"Nah, sekarang semua sudah siap. Sekarang kita berangkat." Ucap asisten pemilik catering itu kepada kelompok Putri.


Setelah itu, mobil pun berangkat menuju tempat acara. Selama dalam perjalanan tidak ada yang mengobrol, hingga tak terasa sudah sampai.


Dengan segera mereka bekerjasama sesuai arahan yang di berikan asisten catering. Semua sesuai dan penempatan posisi sudah pas. Kemudian masing-masing mendapat bagian tugas di setiap saung.


Untuk tugas putri sendiri, ia berada di dalam bagian refil makanan bersama anggota catering lainnya.


Ada siswa dari sekolah lain juga yang membantu di masing masing stand, karena memang sangat banyak tamu yang akan di layani.


Jam sudah menunjukkan angka 09:30. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan mengisi ruangan yang sudah di sediakan. Acara sudah dimulai.


Saat sudah selesai dengan ramah tamah serta kalimat sakral yang di ucapkan oleh MC di panggung itu, tibalah saatnya untuk menikmati hidangan. Para tamu mulai menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Semua team dengan cekatan membantu para tamu yang ingin menikmati masing masing menu.


"Dek, ibu mau minuman dinginnya Dua gelas ya" pinta salah satu tamu yang sudah berdiri di depan saung minuman.


Pricil dengan cekatan mengambilkan minuman yang di pinta sang tamu undangan lalu deberikan kepada ibu tersebut.


"Ini bu minumannya," dengan ramah Pricil mengulurkan minuman tersebut.


"Makasih ya dek,"


"Sama sama bu,"


Begitulah seterusnya mereka menjalani tugasnya. Saat jam makan siang, mereka bergantian. Tidak boleh langsung ramai ramai.

__ADS_1


Hingga acara tersebut usai. Tamu-tamu yang hadir sudah sepi. Hari sudah sore, mereka mulai berberes. Untuk anak DW di perbolehkan pulang duluan, karena tugas mereka sudah selesai.


"Terima kasih atas bantuan dan kerjasama dari kalian semua. Semoga tidak kapok ya adik-adik" ucap asisten tersebut.


"Tidak kok bu, malah kami senang bisa membantu" Putri menimpali.


"Iya bu kami semua senang melakukannya, nanti ajak kami lagi ya" seru dari adik kelas tersebut.


"Wah, syukurlah kalau kalian senang. Besok akan ibu ajak lagi jika ada acara seperti tadi ya."


Mereka bergegas menuju mobil yang akan mengantarkan mereka pulang ke tempat semuka berkumpul.


"Putri, ini untuk uang jajan kalian. Tolong di bagiin ke teman yang lain ya, ibu titip semuanya sama kamu" bu asisten yang bernama Titin itu memberikan amplop putih kepada Putri.


"Terima kasih banyak ya bu, nanti Putri berikan ke teman-teman. Kami pamit ya bu." Putri kemudian naik ke dalam mobil.


"Hati-hati ya kalian semua" bu Titin melambaikan tangan pada mereka semua. Setelah itu, mobil berangkat.


"Teman-teman, ini ada titipan dari ibu Titin tadi untuk kita semua. Sudah di beri nama di masing-masing amplopnya." Kemudian Putri membagi bagikan amplop sesuai nama yang tertera.


Pricil yang sudah menerima amplop tersebut langsung ia simpan ke dalam tas miliknya, ia akan membukanya nanti di rumah.


Sementara Wina langsung saja di intip isi amplopnya. Setelah mengetahui isinya, Wina melotot serta tersenyum girang.


"Wah!! mantep banget ini isinya..." seru Wina.


Pricil yang duduk bersebelahan dengan Wina penasaran.


"Banyak ya Win, Aku belum buka." Sahut Pricil.


"Pokoknya mantep Pric, udah ah. Aku simpan dulu. Aku mau nabung" Wina segera menyimpan isi amplopnya tersebut.


Di samping Pricil duduk ada Tio dan Angga. Karena tubuh mereka semua kecil, jadi bisa berempat berjajar walau sempit tetep muat.


"Wah, ini mantep kak Put!" Tio pun berseru tak kalah dengan Wina.


Mereka terlihat senang dengan hasil yang mereka dapatkan dengan keringat mereka. Semua bernyanyi bersama di dalam mobil tersebut hingga sampai di tempat mereka pagi tadi berkumpul.


Satu persatu mereka keluar, lalu segera mencari angkutan untuk pulang. Putri kebetulan di jemput oleh kakaknya, sedangkan Wina di jemput oleh orang tuanya, Tinggallah Pricil, Tio dan Angga.


Angga memilih naik ojek karena rumahnya masuk lorong sekitar sekolah. Hanya Pricil dan Tio yang naik angkot.


Sekarang mereka berdua sedang berdiri di pinggir trotoar menunggu angkot yang akan membawa mereka ke terminal.

__ADS_1


__ADS_2