Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Adek rindu


__ADS_3

Pov Author


Di desa Suka Makmur, saat ini pak Atmaja dan bu Mawardani sedang duduk di gubuk menikmati santap siang sambil menghadap ke arah ladang yang di tumbuhi sayuran kacang panjang, pare dan juga mentimun yang siap panen.


Tanaman yang terlihat hijau dan luas itu menyejukkan mata memandang di saat terik sinar matahari menyengat tubuh.


Angin semilir sejuk berhembus membuat siapa saja yang duduk di gubuk itu mengantuk, apalagi baru selesai makan.


Tapi tidak untuk dua orang tua ini, mereka istirahat sejenak. Dan akan kembali memanen sayuran-sayuran segar itu.


"Alhamdulillah ya pak, sayuran minggu ini harganya naik, jadi kita bisa nabung" ucap bu Mawar yang baru selesai meringkasi wadah bekalnya.


"Iya buk, kan lagi musim orang hajatan. Permintaan sayuran kacang, dan mentimun meningkat" ucap pak Atmaja sambil menyulut rokoknya. Kebiasaan bapak-bapak kalau habis makan pasti merokok. Tak lupa, kopi juga tersedia di sampingnya.


"Iya pak, nanti usai panen terakhir apa kita bisa bikin acara selametan pak" ucap bu Mawar.


"Selamatan apa buk?"


"Lah, bapak ini lupa? kan Bayu minggu depan ikut sunatan massal, ya sesudahnya kita bikin selamatan pak" jelas bu Mawar.


"Oh iya ya, bapak lupa buk!. Ya udah, nanti kita selamatan ngundang yang deket-deket untuk kendurian" sambil mematikan rokoknya yang sudah habis.


"Iya, awal bulan depan kalau gitu kita ngadainnya pak?"


"Mana baiknya menurut ibuk lah, bapak tinggal melu"

__ADS_1


"Ya udah kalo begitu, ayo kita lanjut lagi" bu Mawar keluar dari dalam gubuk dan mulai memasang kembali atributnya. Dan juga di susul oleh pak Atmaja.


Mereka mulai berjalan menyusuri baris demi baris tanaman dan mulai memetik sayuran. Sementara di rumah, Bayu dan kedua adiknya sedang bermain di bawah pohon kluweh. Mereka membuat rumah-rumahan dari kayu dan atapnya dari daun pisang. Apas tempat duduknya dari karung bekas.


"Nah, selesai... Sekarang kita tinggal tidur siang" ucap Bayu kepada dua adiknya yang sudah duduk di dalam rumah-rumahan.


"Ayo bang, kita tidur" ucap Nando yang langsung merebahkan tubuhnya. Lalu di susul oleh yang lain.


Tidur tapi tidak memejamkan mata, karena mereka hanya bermain. Adik bungsunya pun bertanya kepada kedua abangnya.


"Bang, kapan kakak Sisil pulang kesini, adek lindu.." ucap Fani lirih, namun masih terdengar oleh kedua abangnya.


"Sabar ya, Dek. Nanti kita tanya sama ibuk soal kak Sisil, pasti kakak juga juga rindu sama kita semua" ucap Bayu sambil mengelus puncak kepala adiknya yang paling kecil.


Mereka mulai bercengkrama sambil saling menggelitiki satu sama lain, dan tawa riang mereka begitu terlihat menyenangkan.


Brakk


"Hahah, aduuhh.. yahh!! roboh bang." Ucap Nando yang langsung duduk di tengah tumpukan daun pisang.


Bayu dan Fani mengikuti.


"Ya udah, kita beresin lagi" ucap Bayu seraya berdiri.


"Abang sih, gelitikin adek nggak belenti. Jadi loboh lumahnya" ucap Fani sambil mengerucutkan bibir mungilnya. Bocah berumur 3 tahun itu sangat menggemaskan, suaranya yang imut dan lucu bikin orang pingin nyimel pipinya.

__ADS_1


"Nggak pa pa dek, yuk keluar dulu. Kita perbaiki rumah-rumahannya" Ajak Bayu dengan menintin adiknya keluar.


Jam 5 sore, pak Atmaja dan bu Mawar pulang dengan membawa hasil panennya. Mereka menyusun sayuran itu di tengah rumahnya untuk di susun dan di bawa ke pasar.


Setelah selesai semua sayuran itu di susun, mereka mengistirahatkan diri sambil bersandar ke dinding rumah.


Bayu membawakan air minum untuk bapak dan ibunya. Lalu menuangkan air tersebut ke dua buah gelas.


"Minum buk, pak" ucap Bayu yang menyodorkan air ke hadapan kedua orang tuanya.


"Makasi ya Le," ucap bu Mawar dan meneguk air bagiannya.


"Buk, kakak Sisil kapan pulang?? adek linduuu" rengek Fani yang langsung memeluk sang ibu.


"Eh, iya sayang.. Nanti kakak pasti pulang kalau udah libur sekolah" ucap bu Mawar memberi pengertian ke putri bungsunya.


Kriingg


Kriingg


Ponsel bu Mawar bergetar dan berbunyi menandakan ada panggilan yang masuk. Ponsel yang berada di dalam Caping bu Mawar itu segera di raih oleh Fani lalu di sodorkan ke ibunya.


"Ini buk, capa yang telpon?"


Bu mawar mengkerutkan kening, nomor tanpa nama sedang menelponnya.

__ADS_1


"siapa ya, tidak ada namanya?" bu Mawar mulai menjawab panggilan tersebut.


"Halo..." sapa bu Mawar.


__ADS_2