
Acara menjadi raja dan ratu sehari akhirnya selesai dengan lancar tanpa ada kendala. Chandra dan Alya menuju ke kamar khusus pengantin. Chandra membuka pintu kamar dan pemandangan pertama yang mereka lihat adalah hiasan bunga dan ada dua angsa putih yang bertengger di tempat tidur. Angsa berbahan selimut, di bentuk sedemikian rupa hingga bisa menjadi cantik.
Terlihat di samping nakas, terdapat tumpukan kado-kado dari para hadirin yang datang. Ada dua kado yang di letakkan di atas nakas. Alya teringak akan ucapan Lia tentang hadiah yang dia berikan untuk Alya.
''Al, aku mandi duluan, ya. Nanti setelah itu, baru giliran kamu.'' Pinta Chandra. Dia pun menjauh dan masuk ke dalam kamar mandi, lalu mulai melepas atribut satu persatu. Setelah selesai, Chandra bru teringat akan benda yang di selipkan oleh Ilham dalam saku bajunya. Buru-buru Chandra mengeluarkan isi bungkusan tersebut.
Obat kuat dan tahan lama
Begitulah tulisan dari benda yang Chandra buka pembungkusnya. '' Asem nih, sih, Ilham. Dikiranya aku ini lemah, apa?'' gerutunya. Akan tetapi, dia menghargai pemberian itu dan menyimpannya di atas washtafel. Chandra segera membersihkan diri.
Sementara di luar kamar mandi. Alya baru saja selesai membuka gaun pengantinnya. Tubuh lelah itu dia bungkus dengan bathtrope. Setelah selesai, Alya sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam kotak berukuran sepuluh senti itu. Dia pun meraihnya dan terlihat nama pengirimnya.
''Lia ngirim apaan, ya!'' Alya mulai menyobek pembungkus kado tersebut.
''Apaan, nih?!'' Alya mengeluarkan kain yang tipis berwarna hitam dan merentangkannya. '' Dia suruh aku pake kayak ginian? mau di tarok di mana wajahku!'' kesal Alya.
Tak berapa lama, Chandra pun keluar dari kamar mandi. ''Al, tolong ambilin baju aku dong, lupa bawa, nih!'' panggil Chandra.
Alya mengambil baju Chandra dan menyerahkannya, Chandra di buat tersengat tegangan timggi oleh Alya begitu melihat dua gundukan karena Alya tidak mengikat tali bathrope-nya dengan baik.
''Ini bajunya, Chand, kok malah bengong, sih!'' tangan Alya rasanya sudah pegal terulur, tapi tak juga di sambut oleh Chandra.
Chandra keluar dari balik kamar mandi yang hanya menggunakan handuk di bagian pinggang ke bawah. Bagian perut hingga keatas terbuka sempurna. Dada bidang Chandra yang basah di aliri tetesan air sisa mandi membuat Alya yang melihatnya menutup mata.
''Aawww!'' Alya membalikkan badan memunggungi Chandra. Kedua tangannya menutup wajah.
''Sini bajunya, Al,'' pinta Chandra. Suaranya terdengar begitu dekat di telinga Alya.
Alya semakin merapatkan tangannya dan mencengkram kuat baju yang dia pegang.
Chandra menarik pelan baju yang di genggam oleh Alya dari tangannya membuat Alya melepas dan membuka matanya sedikit dari selipan jari yang menutup mata. Lalu, dengan cepat dia menutup kembali matanya dengan satu tangan dan menyerahkan baju tersebut ke Chandra.
''Nih! buruan, pakek!'' Alya langsung meninggalkan Chandra setelah menyerahkan baju di tangannya. Namun, Chandra tak sengaja saat tangannya menangkap baju dari Alya malah berujung meloloskan tali bathrope di tubuh Alya. Alya langsung cepat menyilangkan kain penutup itu dengan tangannya.
Terlihat belahan buah kates kembar di dadaa Alya. Chandra menelan salivanya dengan susah payah. Sesuatu dalam dirinya bangkit berdiri. Sebagai lelaki normal, Chandra tak memungkiri jika dia sangat ingin menyentuh benda itu.
''Ak-aku, mandi, dulu!'' Alya langsung melipir ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya dengan rapat. Jantungnya berdentum dengan kencang menahan rasa malu.
'Tunggu! kenapa aku malu? ini kan wajar. Dia sekarang suamimu, Alya! ini malam pertamamu. Kamu harua bisa memberikan servis yang baik untuknya.' Rutuk Alya dalam hati. Dia segera mandi dan kembali menyusul Chandra.
Aroma wangi menusuk hidung Chandra yang sedang duduk di sofa. Tatapan Chandra mengalih ke arah Alya yang tubuh putihnya terbalut handuk. Dada montook terlihat garis belahannya. Chandra menelan saliva dengan susah payah.
Alya segera mengenakan pakaiannya yang sudah dia siapkan sebelum pergi mandi. Setelah itu, dia naik ke tempat tidur dan memunggungi Chandra.
''Al,'' panggil Chandra dengan suara berat. Langkah kakinya mendekat dan merunduk tepat di belakang punggung Alya. Di hirupnya aroma wangi tubuh Alya yang sangat menggoda.
__ADS_1
''Kenapa, Chand?'' jawab Alya gugup.
Terlihat mata Chandra yang meredup dan berkabut karena tadi sempat menelan obat yang diberikan oleh Ilham. Sangat manjur sekali hingga membuat Chandra ingin segera beraksi.
Chandra mengeluss pipi mulus Alya dan membalik tubuh sang istri menjadi menghadap kearahnya. Dibelaii bibir pink milik Alya dengan lembut. Alya terbuai dengan sentuhan yang di berikan oleh Chandra.
Perlahan-lahan Chandra mengarahkan tangannya menyusuri area pundak Alya hingga ke area dadanya. Chandra memajukan wajahnya dan siap memulai aksinya.
Meski jantung Alya berdegup lebih kencang hingga Chandra bisa mendengar suara debaran itu. Alya memejamkan matanya menanti apa yang akan Chandra lakukan padanya.
Alya merasakan bibir lembut Chandra menyentuh bibirnya. Perlahan-lahan Alya membuka bibirnya mengikuti gerakan yang dilakukan oleh sang suami hingga terjadi pagutan.
Chandra menarik tengkuk Alya dan kini mereka duduk saling berhadapan dengan posisi yang sangat intim. Tangan Chandra yang satu menekan tengkuk Aly, sedangkan tangan satunya lagi dia gunakan untuk merapatkan pinggang Alya.
Alya merasakan getaran aneh yang belum pernah dia rasakan. Matanya terpejam mengikuti alur yang dimainkan oleh Chandra. Kedua lengannya melingkari leher Chandra dengan intens.
''Ahhh..'' Alya melepaskan tautan bibirnya. Hampit kehabisan napas. Chandra mengusap sisa salivanya yang tertinggal di bibir Alya dengan ujung jempolnya.
''Bolehkah aku melakukannya malam ini?'' bisik Chandra ditelinga Alya dengan suara sensual yang membuat Alya terangsaang.
Alya hanya bisa menganggukkan kepala mengikuti nalurinya. Chandra melanjutkan menciumi leher Alya dan tangannya menurunkan gaun tidur yang Alya kenakan. Gunung kembar Alya terekspos sempurna tanpa kresek pembungkus.
Chandra menyentuhnya dengan pelan dan meremessnya dengan lembut. Alya mengeluarkan suara yang membuat Chandra makin terpacu untuk melanjutkan yang selanjutnya.
''Emnmhhp,''
Tombol kembar itu Chandra gigit dengan pelan dan juga lidahnya bermain di area tombol tersebut, hingga membuat Alya mendongak ke atas merasakan sensasi enak yang belum pernah dia rasakan. Ada rasa geli tapi memacu hawa panas dalam tubuhnya.
Perlahan-lahan Chandra merebahkan tubuh Alya dan dia mengabsen seluruh bagian depan sang istri hingga sampai ke batas pangkal pahaa. Di eluesnya betis muluss Alya dan di cium pahaanya hingga Alya menggelinjang menahan rasa nikkmat.
''Uhhh, aahh,'' Alya menekan kepala Chandra kala bibir Chandra sampai di bagian tengah-tengah.
''Aku nggak kuat, Chand.'' Alya merem melek merasakan sensasi yang melambung tinggi si awang-awang.
Batang coklat Chandra yang sudah berdiri keras di balik kain yang membungkusnya sudah siap untuk berlayar.
Perlahan tapi pasti, Chandra dan Alya sudah polosan tanpa kain sebiji pun. Alya terlihat malu-malu menatap tubuh sekssi sang suami yang menggodanya.
''Alya, I Love You, sayang!'' bisik Chandra. Dia mengarahkan pistolnya ke arah lubang buaya milik Alya yang nampak basah dan rapat itu.
''Aku takut, Chand!'' Alya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
''Aku akan coba pelan-pelan, kamu tenang ya, sayang." Chandra melummt bibir Alya lagi dan sambil mengeker pistolnya dengan pelan. Sempit sekali jalan yang harus dia lewati dan susah di tembus.
Saat pistol Chandra menyentuh dengan sedikit dorongan di dinding lubang Alya ada rasa perih. Membuat Alya meringis.
__ADS_1
''Aku takut, Chand. Besok aja, ya!'' mohon Laya yanh sudah ketakutan.
''Nggak pa-pa sayang, aku coba lagi, ya.'' Chandea kembalo membungkam bibir Alya dan mengarahkan pistolnya lagi.
''Aakhhhh, sakitt!'' Alya meringis.
Kreekkk
Suara dinding pembatas Alya jebol dimasuki pistol Chandra. Perih yang dirasakan Alya bagai ada yang koyak di bawah sana. Pistol Chandra baru masuk setengahnya.
Chandra mulai bergerak pelan dengan terus membungkam Alya dengan bibirnya. Pinggulnya mulai bergerak pelan untuk bisa amblas ke dalam. Alya menggeleng agar Chandra tidak meneruskan kerjanya.
''Tahan ya sayanggg, sedkit lagi,'' erang Chandra.
Setelah beberapa saat Alya mulai tenang, Chandra mulai kembali beraksi hingga hal itu membuat keduanya nyaman. Lama kelamaan menjadi rasa nikmat surga dunia mereka.
Suara erotes dan erang nikmat memenuhi ruangan. Keduanya saling menyebut nama masing-masing kala rasa menggelora itu sampai di awang-awang.
''Ahhh, Chand..''
''Alyaaaa, aku mau... sampaaiii,''
'Aku juga, aawwh ada sesuatu terasa mau pipiiis aaaakkhhh,''
Erangan panjang dari keduanya mencapai titik pusat pusara surga yang baru saja mereka jalani. Keduanya saling berpelukan dengan napas tersengal. Keringat membasahi tubuh keduanya di bawah selimut.
Istirahat sejenak dan merrka melanjutkan lagi adegan mereka yang baru selesai di babak pertama. Gelora cinta yang masih membara membuat mereka tempur lagi.
Maaf ya man teman, jika kurang panas silahkan nyalakan kompor kalian di dapur. Aku takut nggak di lolosin soalnya.
Lope buat kalian sekebon.
Jadi cukup sekian dan terima nasib.
Chayoooo.
Jangan lupa kasih jejak like lope gift vote dan hadiah apa pun dari kaliam semua.
Makasih yang selalu menanti kisah ini.
Maaf jika tidak memuaskan yaaaa. Maaf juga banyak typo. Aku malas ngedit.
Dilain kesempatan aku akan nulis lagi.
Bye bye emuaaaahhh!
__ADS_1