
"Eh!! kamu ya" ucap Chandra, saat itu juga Pricil langsung menuju kekamarnya, karena ia benar-benar ingin segera mandi.
Pricil hanya cekikikan karena berhasil mengejek pamannya, "hihihi, emang enak! seneng banget sih kepoin aku" ucapnya sambil melepas pakaiannya, dan melilitkan handuk ditubuhnya. Setelah itu Pricil kembali keluar dari kamar menuju kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual bersih-bersih, Pricil segera kembali kekamarnya untuk mengenakan pakaian. Setelah itu, ia duduk di tepi ranjangnya dan meraih rok panjang yang siang tadi ia kenakan. Ia ingin membuka amplop pemberian dari ibunya tadi.
Perlahan-lahan ia membuka lem yang merekatkan kertas putih itu, dan membuka isinya. 'Kertas?' ungkap Pricil sambil mengeluarkan kertas tersebut dari dalam amplopnya, kertas yang dilipat memanjang itu terasa tebal. Lalu lipatan itu ia buka dengan perlahan, 'uang, ibuk kok banyak sekali memberiku uang jajan' pikir Pricil menduga-duga. Ia mulai membaca kata-kata yang ditulis oleh ibunya di selembar kertas yang membungkus uang jajannya.
'Nduk, ini ibu ada uang lebih dari hasil kebun. Kamu gunakan sesuai kebutuhanmu ya.. jika kamu ingin membeli ponsel, beli saja. Karena itu termasuk kebutuhan. Beli saja yang harganya murah ya nduk. Kalau sudah nanti kamu telpon ibu.' Pricil membulatkan matanya saking senangnya. Biarlah orang mau mengatakan ia lebay atau sejenisnya. Tetapi, memang itulah yang ia rasakan. Perasaannya sedang berbunga-bunga.
**
Seperti biasa, usai dengan kegiatan makan malam, Pricil mengambil buku pelajarannya dan belajar diruang depan dengan duduk lesehan.
"Hay, Sil, baru mau belajar ya?" sapa Chandra yang baru datang menghampirinya. Ia membawa sekantong cemilan yang ia letakkan di meja depan Pricil.
"Bawa apa nih!" Pricil melirik isi dari kantong tersebut.
"Buka aja, sambil belajar, disambil ngemil."
Pricil meraih kantong tersebut, ia melihat bungkusan bermacam-macam makanan ringan. Ia meraih sebungkus cemilan yang rasanya asin gurih. 'Layys' jajanan yang di pilih Pricil. Chandra pun meraih botol minuman dari dalam kantong tersebut.
"Mau juga minum ini, Sil?" tanya Chandra yang sedang membuka tutup botol Goodday, karena hanya ada Satu. Yang satunya lagi minuman berjenis teh.
"Nggak suka kopi," tolak Pricil sambil membuka kemasan snacknya. Lalu ia mulai memakannya sambil membuka buku pelajaran.
Chandra pun ikut menguyah snack yang Pricil letakkan di hadapannya. Tak ada obrolan selama Pricil sedang fokus pada bukunya.
…
Sementara itu, masih dikawasan daerah pasar terminal. Tio sedang duduk dibalkon rumahnya, memainkan game diponselnya yang sudah berkali-kali ia ulang karena game over.
"Akhh kalah mulu dari tadi!!" ucap Tio dengan kesal dan mengibaskan tangannya ke udara. Setelah itu, ia menghubungi Angga untuk datang kerumahnya.
Setelah Sepuluh menit menunggu, Angga muncul di hadapannya dan berbagung duduk di balkon, Angga meletakkan bungkusan kacang kulit dan mulai memakannya. Tio dengan segera meraih makanan yang sama.
__ADS_1
Setelah melahap isinya, Tio melemparkan kulit kacang itu kesembarang tempat. Berulang-ulang ia melemparkan kulit tersebut. Sehingga menjadi berserakan kemana-mana. Angga yang sedari tadi mengamati tingkah laku sahabatnya itu terheran, karena tidak seperti biasanya.
"Eh, kamu kenapa Yo??, entar emak mu capek nyapu sampah yang kamu tebarin kemana-mana ini." Angga sudah tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Huhh, entahlah. Aku nggak ngerti kenapa. Dari tadi maen juga kalah mulu!" kembali ia melemparkan kulit kacang itu keatas meja. Sementara Angga malah tersenyum melihat tingkah temannya itu.
Plukk
Tio melemparkan kulit kacang kewajah Angga, ia sedang merasa kesal. Malah temannya ini senyum-senyum.
"Napa senyum-senyum??" gerutu Tio.
"Nggak ada sih!" Angga menjeda sejenak ucapannya untuk meneguk air minum, "sebenernya kamu nyuruh aku kesini tuh ngapain??, nontonin kamu yang lagi badmood ini?, humm" Angga kembali meraih kacang yang tinggal separoh di bungkusnya.
Tio menatap lawan bicaranya dengan tatapan kesal, lalu ia berdiri dari duduknya menuju pinggiran balkon dan berdiri menghadap kejalanan, matanya menatap nanar kearah kendaraan yang sedang melintas di jalan raya tersebut.
"Cerita aja lah. Nggak usah dipendem, ntar jadi bisul" ucap Angga dengan santai dan mengajaknya bercanda seperti biasa. Namun, sepertinya sia-sia.
Tio membalikkan badannya menjadi bersandar, dan memasukkan tangannya kesaku celananya. Kepalanya mendongak keatas, menatap lampu yang menerangi tempat mereka berada. Kemudian ia menundukkan kepala, setelahnya menggaruk lehernya yang tak gatal sama sekali. Sejenak kemudian ia meramas rambutnya dengan kedua tangannya. Lalu membuang nafas kasarnya.
Lama kelamaan Angga merasa bosan, ia mulai berdiri dan menghampiri Tio. Kemudian ia menepuk bahu sahabatnya itu untuk memberikan dukungan.
"Aku pulang dulu ya, besok disekolah aja ceritanya kalo mau," Angga beranjak dari sisi Tio menuju pintu untuk meninggalkan Tio di tempat andalannya. Dan hanya dibalas dengan tatapan pasrah oleh Tio.
Sepeninggalan Angga dari rumahnya, Tio masuk kekamarnya dan merebahkan tubuhnya. Ia raih ponselnya yang barusan digeletakin disisinya berbaring. Dinyalakan layarnya, hanya foto dirinya yang terpampang dilayarnya tersebut.
Resah dan gelisah yang sedang ia rasakan saat ini. 'Aku ini kenapa sih, masak kepikiran terus sama kejadian sore tadi. Dia kan cuma nanya, aku tahu darimana kalau itu rumahnya. Akh, bodohnya aku. Nanti dia ngira kalau aku ini seorang penguntit. Tapi, nggak mungkin lah. Kan kemarin nggak ketahuan kalau aku ngikutin dia diam-diam. Lagian sih, ini otak kenapa pakek acara penasaran segala sih. Kan nggak penting sama sekali ' Tio berperang dengan batinnya sendiri.
Setelah lelah, Tio meraih headphone nya yang terletak disisi bantalnya, ia ingin mendengarkan musik untuk menghilangkan keresahan yang nggak jelas itu dari pikirannya. Setelahnya, ia pejamkan matanya dan mencoba mengikuti irama lagu yang sedang dinyanyikan oleh penyanyi favoritnya, Bondan Ya sudahlah.
Bondan Prakoso & Fade 2 Black
Reff:
Saat kau berharap keramahan cinta
__ADS_1
Tak pernah kau dapat, ya sudahlah
Yeah, dengar kubernyanyi
La-la-la-la, na-na-na, hey-ye-ye-ya-ya-ya
De-du-de-da-de-du-de-du-di-dam
Semua ini belum berakhir
Apapun yang terjadi
Ku 'kan selalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih
'Cause everything's gonna be okay
Satukan langkah, langkah yang beriring (hmm)
Genggam hati, rangkul emosi (whoa-ho)
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita
Sama rasa tanpa pamrih (hmm)
Ini cinta across the sea (whoa-ho)
Peluklah diriku, terbanglah bersamaku (yeah), melayang jauh
Come on, fly, come fly (whoa-ho...)
Come on fly with me, baby (yeah)
Kembali ke reff.
__ADS_1
Tio mengulangi lagu tersebut hingga ia tertidur.