Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Menginginkan orang yang sama


__ADS_3

Setelah musik berhenti mengalun, tatapan sang vokalis masih tertuju pada sosok gadis yang kini tengah menatap ke arahnya dengan tatapan tidak bingung. Pasalnya orang lain malah lebih berbangga diri ketika sang vokalis menunjuk ke arahnya. Entah ditujukan pada siapa lagu yang baru saja ia bawakan di atas panggung tersebut. Pricil tidak begitu peduli, lantaran ini kan hanya sebagai hiburan di sekolah. Agar suasana lebih meriah.


Setelah itu, sang vokalis pun turun dari atas pentas dan menelusup ke kerumunan penonton. Sementara dari sudut tempat yang berbeda, ada cowok yang sedang panas hatinya melihat gadisnya di tunjuk oleh si penyanyi. Walaupun banyak cewek yang menyambut acungan tangannya. Tetapi, ia lebih merasa bahwa itu benar di tujukan untuk gadis pujaannya.


Sang sahabat sejati di sisinya memberikan usapan pada punggung si cowok yang tak mengalihkan pandangan matanya. Mengisyaratkan agar ia tenang dan berfikir dengan positif.


''Jangan di ambil hati lah, ini kan cuma sebagai hiburan doang. Kok kamu malah baper sih!!'' ucap Angga yang masih terus mengusap-usap punggung Tio.


''Siapa juga yang baper! udah yuk. Kita ke belakang aja, panas di sini'' ajak Tio dan langsung berlalu. Angga hanya pasrah dan mengekori langkah Tio di depannya.


''Kita nongkrong aja yuk di belakang sambil nonton para cewek main Voly'' usul Angga saat langkahnya mensejajari langkah Tio.


Tio tak menjawab dan terus melangkahkan kakinya menuju lapangan belakang dimana disana tak kalah serunya dari di bagian tengah.

__ADS_1


Tio dan Angga duduk di bangku kosong yang menghadap kearah lapangan. Permainan Voly sedang berlangsung dengan riuh saat para pemain tersebut mencetak poin.


Dari jarak yang tak begitu jauh, Abdul menatap punggung Tio yang duduk membelakanginya dan menggumamkan sesuatu di bibir tipis nan seksii miliknya.


''Aku juga menginginkan orang yang sama denganmu Tio, kita lihat saja nanti. Siapa yang akan berhasil memasuki ruang hatinya'' setelah itu, Abdul melangkahkan kakinya menjauh dari sana dan menuju halaman parkir bagian depan.


**


Tio mengintip Pricil yang sedang berjalan ke arahnya. Tak ada Wina maupun Putri yang mengiringi langkahnya. Dan, Tio langsung menarik lengan Pricil dari balik tembok dinding yang menuju arah parkir. Pricil pun menjadi kaget mendapati tangannya tengah di tarik seseorang. Dan Tio langsung membawa Pricil ke belakang ruang khusus praktek. Di sana sepi, karena tempat itu jarang di kunjungi. Tetapi tempatnya selalu bersih dan nyaman untuk duduk besantai.


''Kamu apa-apaan sih, Tio. Sakit tauk!! asal tarik aja ni orang!'' Pricil mengomel dan langsung mengibaskan lengannya agar terlepas dari cekalan Tio.


''Maaf!'' ucap Tio dengan dingin. Lalu, ia duduk di kursi yang ada di tempat itu dan tangannya mengisyaratkan agar Pricil ikut duduk di sampingnya.

__ADS_1


Dengan wajah yang mendung, Pricil mendudukkan bokongnya di sana. Dan berjarak satu meter dari tempat Tio duduk. Akhirnya Tio yang mendekat ke arah Pricil dengan menggeser bokongnya perlahan. Sementara Pricil masih mempertahankan air mukanya. Matanya pun terlihat kilat kekesalan disana.


''Mau ngapain ngajakin aku kesini!'' tanya Pricil tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


-


-


-


Ada apa dengan Tio?


Thanks buat kalian yang masih terus mengikuti kisah abal-abal ini.

__ADS_1


__ADS_2