Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Keluarga


__ADS_3

Suasana sore hari di kebun sayuran yang sudah habis di panen begitu terang benderang. Daun-daun sudah banyak yang mulai menguning, batangnyapun siap untuk di cabut dan di bersihkan. Yang kemudian nantinya bisa di tanam dengan bibit sayuran yang baru.


Beberapa orang melangkahkan kaki mereka untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore. Salah satu di antara mereka adalah pak Atmaja yang juga akan pulang ke rumahnya. Sementara istrinya bu Mawar sudah pulang terlebih dahulu.


''Saya duluan ya pak, Khasan'' pamit pak Atmaja sambil memikul cangkulnya di pundak.


''Nggih pak!'' jawab pak Khasan yang merupakan tetangga pak Atmaja.


Pak Atmaja kini melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Tak butuh waktu lama, hanya beberapa menit ia sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah, pak Atmaja membersihkan diri. Dilihatnya anak-anaknya sudah rapi, serta istrinya pun sudah selesai dengan ritual mandinya.


''Bapak, ayo cepetan mandi. Nanti kemalaman kita perginya'' ucap Bayu dengan tidak sabar.


''Iya, tunggu sebentar'' jawab pak Atmaja sambil menyimpan cangkulnya dan kemudian ia kebelakang untuk mandi.


Sore ini, keluarga pak Atmaja akan pergi berkunjung ke rumah keponakannya yang ada di kota. Sekalian mengunjungi putri pertama mereka yang sedang tinggal di sana. Sekalian juga ada hal yang ingin mereka sampaikan untuk keluarga yang di sana.


Mobil yang bu Mawar tempah untuk mengantarkan keluarganya pergi sudah tiba dan menunggu di depan rumah. Si pemilik mobil pun turun dan menghampiri bu Mawar untuk menanyakan kesiapannya.


''Sudah siap semua, bu?'' tanya Ali.


''Sebentar lagi ya, bapak lagi ganti pakaian'' jawab bu Mawar.


''Oh iya bu, saya nunggu di dalam mobil saja ya" pamit Ali.


Ali adalah anak pak Khasan, tetangga pak Atmaja. Ia memiliki mobil pick up yang biasa di gunakan untuk membawa hasil panen ke pasar. Dengan mobil itu, pak Atmaja akan membawa keluarganya pergi menjenguk putri sulungnya. Bak belakang mobil tersebut sudah di pasang sejenis atap untuk melindungi isi dalamnya jika membawa penumpang.


Setelah pak Atmaja selesai bersiap, kini mereka semua naik ke mobil pick up tersebut dan memasukkan beberapa barang bawaan sebagai oleh-oleh. Ali pun mulai mengemudikan mobilnya perlahan meninggalkan rumah.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, anak-anak yang duduk di bak belakang bersenda gurau dan juga sambil bernyanyi. Banyak pohon-pohon karet, pohon sawit dan juga pohon jati di sepanjang jalan yang mereka lewati.


Pak Atmaja yang duduk di samping kursi kemudi juga mengobrol ringan dengan pemuda yang sedang menyetir mobilnya.


''Bagaimana kuliah mu, Li, lancar?'' tanya pak Atmaja sambil memperhatikan jalanan.


''Alhamdulillah, lancar pak'' sahut Ali.


''Bagus lah kalau begitu, semoga nanti bisa membanggakan orang tuamu. Kuliah lah dengan sungguh-sungguh'' pak Atmaja menepuk bahu Ali sekilas.


''Amin, terima kasih pak atas do'a nya'' sahut Ali mengaminkan ucapan pak Atmaja.


''Sudah kelas berapa kamu kuliahnya?'' sambung pak Atmaja lagi.


''Semester 6 pak''


Perjalanan sudah berjalan setengah jam, dan masih membutuhkan waktu setengah jam lagi untuk sampai ditempat tujuan. Hingga waktu hampir maghrib mereka tiba di kediaman paman Arya, yakni pamannya Pricilia.


''Loh, kang! kok tidak memberi kabar kalau mau ke sini'' sapa Arya saat hendak menutup pintu rumahnya karena sebentar lagi azan.


''Iya, tadi lupa mau menelpon'' jawab pak Atmaja.


''Mari masuk kang, ayo-ayo! masuk dulu'' paman Arya mempersilahkan masuk.


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Pricil yang sedang berada di dalam kamar pun keluar karena mendengar suara yang rame dan tak asing baginya.


''Ibukkk!!'' Pricil langsung memeluk ibunya dan berganti memsluk adik bungsunya. Ia begitu merindukan adik-adiknya.

__ADS_1


''Kok enggak ngasih kabar mau ke sini buk!''


''Kejutan dong!!'' jawab bu Mawar.


Suara azan berkumandang dan mereka menghentikan aksi kangen-kangenan sejenak dan melaksanakan sholat secara berjamaah.


Usai sholat, Bu Mawar dan pak Atmaja mengeluarkan oleh-oleh hasil kebunnya di bantu oleh Ali dari dalam mobil. Lalu menyerahkan ke bibi Cahyani. Paman Arya dan juga bibi Cahyani sangat senang menerimanya. Setelah itu, mereka mengobrol di ruang tamu.


Pricil langsung mengajak adik-adiknya masuk ke dalam kamar dan bermain di sana. Agar para orang dewasa di luar sana leluasa mengobrol.


''Kakak, adek lindu sekali sama kak Sisil'' ujar Fani si bungsu. Mereka tengah duduk di atas kasur.


''Bukan cuma kamu aja dek, abang Bayu dan bang Nando juga rindu sama kak Sisil'' ungkap Bayu.


''Duhh, kakak juga sangat merindukan kalian'' mereka berpelukan ala Teletubis. Setelah itu, mereka asik bersenda gurau bersama. Kemudian menonton film dari ponsel Pricil.


Sementara di ruang tamu, pak Atmaja menyampaikan niatnya untuk mengundang paman dan bibi Pricil beserta keluarga lainnya untuk menghadiri acara khitanan Bayu nanti di awal bulan.


Paman dan bibi Pricil pun bahagia mendengar kabar tersebut. Kemudian bibi Cahyani memanggil ibunya dan juga Chandra untuk berkumpul bersama.


Suasana di sana menjadi ramai dan hangat. Untuk Ali sendiri, ia pun ikut mengobrol bersama keluarga tersebut. Sesekali mencuri dengar suara cekikikan dari dalam kamar yang ada Pricil dan juga adik-adiknya. Ia sangat penasaran karena sudah lama ia tidak berjumpa dengan Pricil sejak ia duduk di bangku kuliah.


Untuk Chandra sendiri, selalu menatap Ali dengan tatapan yang susah di gambarkan. Ia berdoa dalam hati agar Pricil tidak keluar dari dalam kamar. Karena perasaannya mengatakan bahwa laki-laki yang bersama orang tua Pricil ini mencurigakan. Seperti mengharapkan Pricil agar segera keluar dari dalam kamar.


-


-

__ADS_1


Lanjut besok lagi ya, mataku ngantuk nih. Karena nonton Sc*v award. Mudah-mudahkan tulisanku masuk di baca dan di pahami. Kalo enggak paham tolong katakan paham saja ya, biar author senang. Kiss.


__ADS_2