Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Foto kenangan


__ADS_3

"Kita mau kemana?" tanya Pricil yang sudah duduk di boncengan motor Tio.


"Ikut aku pulang," ucap Tio dan langsung menyalakan mesin motornya. Motor pun melaju melewati jalan yang biasa ia lewati.


"Mau ngapain ke rumah kamu! Temen aku pasti nungguin aku!" seru Pricil yang suaranya terbawa angin.


"Enggak akan. Aku udah kasih tahu Angga tadi" jawab Tio.


"Mana tangannya" Tio menengadah meminta tangan Pricil.


"Jangan cari kesempatan ya! Aku nggak mau!"


Tio masih saja menengadahkan tangannya dan tangan sebekahnya tetao menstabilkan gasnya.


"Plisss..." pinta Tio dengan suara tertahan.


Pricil masih enggan menyambut tangannya. Dan malah bersedekap.


"Enggak ah!!" tolak Pricil.

__ADS_1


Tio langsung meraih koplinnya dan memacu kencang motornya, dan itu sukses membuat Pricil ketakutan langsung reflek memeluk erat tubuh Tio dari belakang.


"Kamu jangan gila ya! Jangan ngajakin aku kalo mau mati!! Aku belom siappp!" pekik Pricil.


Tio tak menghiraukan, dan ia terus melajukan motornya dengan cepat dan menyalip kendaraan lain. Pricil pun semakin mengeratkan lengannya di pinggang Tio.


Tio memilih rute lain agar lebih lama sampai ke rumahnya. Ia ingin menikmati pelukan dari gadis juteknya lebih lama. Ada perasaan tidak rela untuk menjauh dari sang pujaan hati. Kini ia memelankan laju motornya dan menggenngam erat lengan Pricil yang melingkari perutnya.


"Biarin seperti ini untuk saat ini" ucap Tio yang kurang jelas di dengar oleh Pricil karena samar. Dan ia memajukan kepalanya untuk menanyakan apa yang di ucapkan Tio tadi.


"Kamu ngomong apa sih, bilang aja cari kesempatan!" gerutu Pricil di sambing telinga Tio. Kemudian Tio meraih wajah Pricil dan menepelkan ke pipinya. Membuat dagu Pricil menumpu di bahu Tio.


"Iiih. Kamu apa-apaan sih," Pricil hendak menarik kepalanya ke belakang. Namun di tahan oleh Tio.


"Kok sepi?" tanya Pricil yang mengekori langkah Tio naik ke tangga atas tempat kamarnya berada.


"Ikut aja sebentar, mama lagi pergi. Bentar lagi pulang kok,"


Sesampainya di balkon kamarnya, Tio menyuruh Pricil untuk menunggunya di sana. Sedangkan ia berganti pakaian ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Tio datang dengan membawa minuman kaleng cap banteng dan menyerahkan ke Pricil.


"Nih, minum dulu"


"Makasih!" Pricil meraih kaleng tersebut lalu membuka tutup segelnya, lalu ia menenggak minumannya.


"Ada apa sih sebenarnya, aku takut kamu ngapa-ngapain aku! Mana sepi begini"


"Aku cuma pengen menikmati waktu berdua sama kamu, untuk beberapa hari aja kok. Boleh ya..."


"Kamu tuh aneh deh hari ini"


Tio hanya menjawabnya dengan senyuman, ia tak ingin menjelaskan apa-apa. Sudah bisa berduaan begini aja udah bisa membuat hatinya senang.


"Kamu cantik hari ini, walaupun setiap harinya juga cantik. Tetapi, hari ini jauh lebih cantik" ucap Tio dengan tulus. Tatapan matanya membuat Pricil salah tingkah.


"Kamu lagi ngegombal?" ucap Pricil dengan gugup.


Tio malah terkekeh mendengar ucapan Pricil.

__ADS_1


"Aku serius kok, dan lagi enggak ngegombal" Tio mengeluarkan senyum termanisnya yang membuat Pricil menjadi tersihir.


Langsung saja ia menatap ke arah lain agar tidak salah tingkah. "Apaan sih!" Pricil mengebaskan tangannya agar wajahnya yang mulai memerah tak terlihat oleh Tio.


__ADS_2