
Hari ini adalah terakhir Tio berada di kota Jambi. Ia akan ikut kedua orang tuanya pindah ke pulau jawa. Dengan terpaksa ia harus merelakan semua yang ada di sini. Surat-surat pindah semua sudah di urus dan besok pagi mereka akan berangkat.
Masih ada satu hal yang harus ia selesaikan. Kebetulan sedang malam minggu, ia akan mengajak Pricil untuk pergi berdua menikmati hari terakhirnya. Tio segera menghubungi Angga agar dapat pergi ke rumah Pricil dengan mengajak Wina. Karena, kalau hanya pergi berdua saja, nanti takut tidak di berikan ijin. Jadi, Tio mencari jalan aman dengan membawa teman lain. Jadi, terkesan tidak hanya berduaan. Good job Tio!
Tio mengotak atik ponselnya dan masuk ke aplikasi hijaunya. Ia mengirim pesan pada Angga untuk bersiap pada jam tujuh malam. Tak lupa, ia juga menghubungi Pricil agar mau di ajak keluar.
[ Lia, nanti malem kita keluar yuk ] send My Sweety.
Sejak kapan dia ganti nama kontak Pricil jadi Sweety, kemarin di bikin si Jutek.
[ Mau kemana? ] pesan balasan dari Pricil.
[ Keluar aja dulu, ntar kamu tau sendiri ] Tio kembali mengirim pesan.
Hening, tak ada balasan.
Setelah setengah jam, baru kemudian Pricil membalas. [ Oke ]
Tio langsung menelpon Angga untuk memastikan.
''Halo Ga... udah oke nih'' ucap Tio.
''Ya udah oke lah, kan ayang beb aku yang ngebujuk nya'' sahut Angga.
''Oh... pantesan lama balesnya, oke, siap-siap aja bentar lagi ya'' ucap Tio dan menutup panggilan telponnya.
Saat usai menunaikan kewajibannya, Tio langsung bersiap. Dan meraih kunci motornya, saat di bawah, ia di panggil oleh mama Andin.
''Mau kemana nak?'' tanya sang mama.
''Mau keluar sama temen ma, aku pergi dulu ya'' pamitnya seraya mencium tangan sang mama.
''Enggak makan malam dulu nak''
''Enggak ma, nanti aku makan di luar aja. Bye ma...'' Tio langsung berlalu dari hadapan mamanya.
__ADS_1
''Mau kemana anak itu ma?'' tanya papanya Tio yang baru saja keluar dari kamarnya.
''Biasa lah pa, anak muda. Kita keluar juga yuk, menikmati malam terakhir kita di sini'' saran mama Andin.
''Hmm, baik lah, bersiaplah'' titah sang suami.
**
Tio sudah sampai di rumah Angga, dan di sana sudah ada Wina yang sedang duduk di depan teras bersama Angga.
''Nah. ini dia udah dateng, yuk kita langsung berangkat'' ajak Angga.
''Yukk'' Wina menimpali.
Ong Seung Woo Wanna OneĀ
Visual Tio Prayoga, semoga kalian suka ya.
Visualnya Angga Yuanda.
Visualnya Wina Agustin.
Semoga kalian suka sama masing-masing visualnya.
Mereka pergi beriringan menuju rumah Pricil. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di depan rumah bercat putih. Wina turun dari boncengan Angga lalu ia menuju teras. Kemudian ia memanggil Pricil.
''Pric, Assalamualaikum...'' Wina mengetuk pintu . Tak berapa lama Pricil pun keluar.
__ADS_1
''Eh, bentar ya, Win. Aku pamit dulu sama paman bibi ku'' ucap Pricil.
''Oke,''
Pricil mengetuk pintu kamar pamannya untuk berpamitan, karena sebelumnya tadi ia sudah izin.
''Paman, aku pergi dulu ya, temen aku udah dateng jemput'' ucap Pricil saat pamannya keluar dari dalam kamar.
''Oh, iya hati-hati ya, jangan malam-malam pulangnya'' ucap Paman Arya sembari mengantar Pricil hingga teras depan.
''Paman, kami pergi dulu ya'' ucap mereka berempat dengan kompak. Paman Arya mengangguk setuju.
Kini mereka tengah berbaur di jalan raya yang ramai dan macet. Jalanan kota jika malam minggu selalu macet dan harus mencari halan tikus.
''Ga, macet, kita belok kiri nanti di lorong depan ya'' seru Pricil.
''Oke''
Mereka berdesakan dengan pengendara lain hingga sampai di lorong yang di maksud. Setelah mereka memasuki lorong tersebut, barulah leluasa untuk mengendarai motor mereka. Karena tidak banyak yang melewati jalan tersebut.
Mereka melewati lorong merah putih untuk jalan tembusan agar terhindar dari macet.
''Mau kemana sih, tadi kamu belom jawab pertanyaan ku'' tanya Pricil dari belakang Tio.
''Ikut aja ya bawel, bentar lagi kita sampai kok'' sahut Tio.
Setelah menempuh sepuluh menit perjalanan, mereka sampai di pondok-pondokan yang beratapkan daun rumbai. Banyak lampu-lampu yang menerangi tempat tersebut.
Mereka berhenti di tempat makan bernuansa alam. Angga dan Wina melipir ke tempat du ujung bagian selatan, sedangkan Tio dan Pricil di bagian Timur.
''Kenapa enggak gabung aja, biar rame'' celoteh Pricil.
''Kan mereka mau pacaran, masak kita jadi obat nyamuk!'' sahut Tio. Mereka kini telah duduk lesehan saling berhadapan.
''Kamu mau makan apa?'' tanya Tio sembari menyodorkan buku menu.
__ADS_1
''Hmm...'' Pricil membuka lembaran buku menu.