Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Tio Beraksi


__ADS_3

Hari ini, semua siswa baru saja menyelesaikan ujian terakhir mereka. Mereka akhirnya bisa bernafas lega untuk beberapa waktu. Karena setelah ujian selesai, sekolah akan mengadakan class meeting. Agar para siswa bisa meningkatkan kreatifitas pada diri mereka. Semua kegiatan itu nantinya akan di atur oleh pihak sekolah.


Saat ini,


Para murid mulai keluar dari ruangan masing-masing untuk pulang atau nongkrong dan lain sebagainya. Mereka sudah punya tujuan masing-masing.


Terlihatlah dua sejoli yang baru saja keluar dari ruang kelasnya bersama beberapa temannya yang lain. Suasana sudah mulai sepi, karena dua sejoli itu terakhir mengumpulkan lembar jawaban ujian. Maka dari itu, baru bisa keluar ruangan.


"Ga, aku punya satu misi. Kamu bantuin aku ya!" pinta Tio kepada Angga. Kini, mereka tengah berjalan menyusuri koridor lantai 2 untuk turun ke lantai dasar.


"Misi apaan?" tanya Angga.


"Bantuin aku bales dendam!" ucap Tio setengah berbisik.


Angga mengernyit heran, "sama siapa?"


"Si ulat entung!" jawab Tio dengan nada kesal.


"Oke! Siap boss," dengan mengangkat tangan seperti gerakan hormat bendera.


"Apa rencanamu Yo?" tanya Angga.


Mereka berhenti di belokan tangga dan dan Tio mengatakan rencana yang akan dia laksanakan. Kebetulan malam ini adalah malam minggu.


Setelahnya, mereka berpisah di kendaraan masing-masing. Tio sudah merasa mantap dengan rencana balas dendamnya. Ia mulai melajukan motornya dengan santai. Dalam perjalan dia melantunkan lagu untuk mewakilkan perasaannya saat ini. Hingga beberapa menit berlalu, sampailah ia di pekarangan rumahnya.


Setelah masuk ke dalam rumah, Tio melihat mama, papa dan adiknya sudah duduk di ruang makan untuk makan bersama.


"Tio, buruan ganti pakaian ya, kita makan bersama" seru sang mama saat melihat batang hidung anak lelakinya berjalan ke arahnya.


"Iya ma," Tio langsung menuju kamarnya ke atas dan mengganti pakaian. Setelah selesai, ia kembali turun ke bawah dan bergabung di sana. Untuk beberapa saat lamanya, mereka makan dalam keheningan. Hanya suara denting sendok dan piring yang terdengar. Hingga mereka selesai.

__ADS_1


"Bagaimana ujian mu di sekolah nak? Lancar?" tanya papa Tio yang bernama Ardian.


"Lancar pa, Alhamdulillah"


"Syukurlah kalau begitu, papa ingin mengatakan sesuatu sama kalian semua" sambil menatap satu persatu keluarganya tercinta.


"Apa pa?" tanya Tio dan mamanya bersamaan.


"Papa di pindah tugas di pulau jawa, jadi sebaiknya kita semua pindah kesana" terang papa Ardian.


"Loh, kenapa semua pindah ke sana pa. Aku udah nyaman di sini pa" sela Tio.


"Papa ingin semuanya pindah nak, biar papa bisa tenang dan tidak jauh dari kalian semua. Lagian, papa bisa lebih tenang dalam bekerja jika selalu dekat dengan keluarga" ucap papa Ardian seperti tidak ingin menerima penolakan.


Tio terdiam sejenak, ia sungguh tidak ingin pindah ikut papanya. Dia ingin tetap di sini, yang tentunya ia ingin selalu bisa melihat kakak kelasnya yang jutek itu setiap hari.


"Tepat saat liburan sekolah, kita akan bersiap. Papa tidak mau menerima penolakan!" ucap papa Ardian penuh tekanan.


"Aku ke kamar dulu ma," pamit Tio yang langsung ngeloyor ke kamarnya di lantai atas.


**


[ Tio, jam 7 malam bersiaplah. Aku sudah mempersiapkan semuanya ] Tio menerima pesan dari Angga dan membacanya. Kemudian ia menjawabnya dengan jawaban "Ya"


Tio mulai mempersiapkan diri, setelahnya ia meraih kunci motor serta dompet dan ponselnya bersamaan.


Setelahnya, ia berpamitan pada orang tuanya.


-----


Sesampainya di lokasi, sudah ada Angga dan dua teman lainnya yang menunggu kedatangannya. Mereka saat ini sedang berada di taman hutan kota, tempat itu tidak jauh dari rumah kediaman Diva. Dua orang yang bersama Angga adalah orang suruhan Tio dua hari yang lalu, dan telah menelusuri seluk beluk rumah Diva. Dan mereka sudah memastikan kedua orang tua Diva tidak berada di sana. Hanya ada Diva dan pembantunya di rumah tersebut.

__ADS_1


Sementara di sebuah kamar bernuansa hijau mint, seorang gadis sedang memoles bibirnya dengan liptint warna bibir. Pakaian seksi dan kurang bahan yang di kenakan menampilkan kemolekan tubuh putihnya. Setelah selesai, ia keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tamu.


"Jefry mana sih, kok lama banget sampenya!" gerutu Diva sambil menyandarkan punggungnya, tangannya mengotak atik sesuatu di ponselnya. Ia menanyakan keberadaan Jefry saat ini.


Tak lama kemudian, ia mendengar deru mobil berhenti di halaman rumahnya. Diva yakin, itu pasti Jefry. Langsung saja ia bergegas menghampirinya.


Di waktu yang bersamaan, saat sebuah mobil berhenti di depan pintu pagar dan keluar seorang cowok lalu membuka pintu pagar tersebut. Kemudian memasukkan mobilnya ke dalam.


Saat mengetahui pintu pagar rumah tersebut terbuka, Tio dan teman-temannya bersiap untuk menyelinap masuk. Kebetulan sekali ada taman-taman bunga yang bisa di pakai untuk berlindung. Mereka mengendap-endap berjalan sambil merunduk menuju suatu ruangan yang jendelanya masih terbuka. Sudah di pastikan itu adalah kamar milik Diva si gadis tukang rusuh di kelas mereka.


Sedangkan Diva dengan seorang cowok yang bernama Jefry, baru saja masuk kembali ke ruang tamu. Mereka duduk berdua lalu bercumbu layaknya orang dewasa.


Jefry dengan segera menarik lengan Diva menuju kamar untuk melanjutkan adegan selanjutnya.


Setelah di dalam kamar, ia menutup dan mengunci rapat pintu kamar tersebut. Sedangkan empat orang di luar jendela sudah siap dengan peralatan mereka.


Angga mulai menyalakan kamera dan mengarakan ke arah pasangan mesyum di dalam sana. Sedangkan Tio memegang sebuah kantong plastik hitam berisi kecoa dan satu temannya memegang karung berisi tikus. Satu orang lagi bertugas untuk menurunkan sekring listrik.


Rekaman sudah menyala, dan adegan panas itu tengah terekam di dalam kamera yang Angga pegang. Membuatnya menegang dan bergetar memegang kamera tersebut.


Tio dan Angga benar-benar tidak menyangka dengan teman sekelasnya yang bisa dengan mudah melakukan hal mesyum itu.


Saat target sudah naik ke atas ranjang, Tio menumpahkan kecoa itu melalui celah jendela dan kemudian di susul dengan tikus yang mulai berlarian kesana kemari.


Saat target akan memasuki surga dunia, beberapa tikus merayap naik ke ranjang dan membuat pasangan mesyum itu berteriak histeris karena ada binatang yang masuk mengganggu. Dan lampu langsung di padamkan oleh seorang yang sudah di tugaskan oleh Tio.


Empat orang di luar sana langsung bergegas kabur dengan mengendap-endap kembali hingga sampai di luar pagar.


Mereka bertos ria karena telah berhasil menyelesaikan misinya.


Entah apa jadinya dua orang yang sedang gelap-gelapan di dalam sana bersama tikus juga kecoa.

__ADS_1


__ADS_2