Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Unknow Number


__ADS_3

Warung sarapan pagi 'Cinta di tolak dukun bertindak' Chandra menghentikan motornya untuk sarapan di sana.


"Kita sarapan di sini ya, Sil" ucap Chandra sambil memarkirkan motornya. Kemudian mereka masuk ke dalam warung itu, ternyata ramai juga pagi ini. Mereka menemukan tempat kosong dan duduk disana. Mereka memesan sarapan nasi lemak.


"Nama tempatnya unik ya paman" ujar Pricil di sela-sela makannya.


"Iya, tapi rasanya enak kan?"


"Enak, tapi kalau di bungkus masih tetep enak nggak?" tanya Pricil.


"Kamu mau bungkus?"


"Iya, buat makan di sekolah" ujar Pricil sambil mengacungkan Empat jarinya.


"Oke, yuk buruan makannya. Hari ini upacara, nanti kamu telat" Chandra telah selesai mengosongkan piringnya. Lalu ia pergi memesan Empat bungkus nasi lemak untuk Pricil.


Setelah selesai, mereka kemudian bergegas menuju ke sekolah Pricil. Tak lama kemudian mereka sampai.


Chandra memutar kendaraannya kembali melewati jalan yang semula menuju alamat rumahnya, karena memang tempatnya mengajar tidak jauh dari rumah.


**


Usai upacara, Chandra masuk ke ruang guru untuk mengambil buku materi pelajaran pagi ini. Setelahnya ia menuju ke ruang kelas 5.


Seperti biasa, Chandra mengabsen satu persatu muridnya yang hadir. Lalu ia mulai menerangkan materi tentang 'Akar Kuadrat'.

__ADS_1


Rutinitas hari ini berjalan dengan lancar, Chandra kini menuju halaman parkir. Ia bertemu dengan para guru lainnya yang juga akan mengambil kendaraannya.


"Tumben kamu bawa motor Chand, udah bosen jalan kaki?" tanya salah satu rekan kerjanya sambil bergurau.


"Kebetulan tadi ada urusan bang, jadi langsung aja lah aku bawa ke sini" ucap Chandra sambil menyalakan mesin motornya.


"Duluan ya bang," Chandra membunyikan klakson sebagai tanda ia meluncur duluan.


Sampai di rumah, Chandra duduk di meja makan setelah ia selesai menanggalkan seragam dinasnya. Ia membuka gawaynya dan masuk ke aplikasi hijau.


Ia mengetik nama 'My Little Princes' di kolom pencarian. Lalu ia mengirim pesan kesana.


[ Udah pulang, Sil? ] send My Little Princes.


Menunggu beberapa saat, namun tak kunjung mendapat balasan, ia meletakkan ponselnya dan mengambil makan siangnya.


Sementara itu, Pricil sedang mengikuti pelajaran tambahan di kelasnya, karena sebentar lagi ia akan mengikuti ujian semester dua agar naik ke kelas 3. Ia belum menengok keadaan ponselnya yang sedari tadi tersimpan rapi di dalam tasnya.


Jam 15.00 siswa di kelasnya keluar menuju arah gerbang belakang sekolah. Hanya ada beberapa siswa yang jalan menuju gerbang depan.


Sambil berjalan Pricil mengecek gawaynya, ada beberapa pesan yang masuk. Dan salah satunya kontak yang belum ada nama di sana.


[ Udah pulang, Sil? ] Unknow Number.


'Siapa ya?' Pricil membuka profil dari sang pengirim pesan. Ternyata itu foto paman jomblonya.

__ADS_1


[ Udah,] Pricil mengirim balasan, lalu ia memberi nama di nomor tersebut. 'Jomblo Ngenez'


Setelah itu, ia kembali menyimpan ponselnya, beberapa pesan masih belum ia buka dan di biarkan dulu. Setelah keluar dari gerbang, Pricil mengejar langkah Wina yang tadi berjalan duluan.


"Win, tunggu!" panggilnya pada Wina,


"Ayok, udah sore" ucap Wina. Pricil menyamai langkah Wina. Mereka menuju tempat menunggu angkot.


"Putri udah duluan ya? aku nggak liat tadi" tanya Pricil sambil duduk di tempat duduk yang biasa tempat orang menunggu angkutan.


"Udah lah, kan dia bawa motor. Kamu aja tadi nggak merhatiin, sibuk balas pesan dari siapa? hayoo!! Dari Tio ya?? ledek Wina.


"Eh, sembarangan. Dari pamanku kok, ehh.. tadi ada nomor baru sih, yang ngirim pesan, tapi belum aku baca" ucap Pricil sambil kembali mengambil ponselnya di tas.


"Nomornya, +62xxxxxx10, nomor siapa?" Pricil melontarkan pertanyaan sebelum dia buka pesan tersebut.


"Ya itu kayaknya nomornya Tio deh, coba di buka kek, biar nggak penasaran!" sangga Wina.


[ Hey jutek! save nomorku. ]


Pricil membaca pesan tersebut agar di dengar oleh Wina, dan Wina malah tersenyum mendengarnya.


"Ada gelar baru nih!!" Wina meledek Pricil yang sudah menyimpan ponselnya ke saku rok abu-abunya.


"Apaan sih kamu, dia tu aneh. Masak aku di bilang jutek!" jawab Pricil dengan raut kesal.

__ADS_1


"Hahaha, itu barusan kamu nunjukkin buktinya!" Wina terlihat senang mendapati sahabatnya itu menunjukkan kejutekkannya ketika membaca pesan tersebut.


"Bukti apa sih, Win. Kamu malah cengengesan nggak jelas!"


__ADS_2